
Hari ini, Echa mengurung diri seharian di kamarnya. Karena, tadi pagi Bunda-nya bilang bahwa malam ini mereka akan bertemu lagi dengan keluarga Gilang untuk membahas perihal perjodohannya. Dan Echa menghindari hal itu.
Maka dari itu, Echa mengunci kamar nya dan hanya keluar saat perutnya berbunyi saja.
"Cha..ayo lah ikut. Seenggaknya hargai keluarganya Gilang," ucap Bunda saat melihat Echa di dapur.
"Bun, tapi Echa gak mau dijodohin."
"Yaudah kamu coba pendekatan dulu sama Gilang selama beberapa bulan. Kalo emang ga cocok, Bunda ga akan maksa lagi," bujuk Bunda.
"Nanti Echa pikir-pikir lagi deh. Echa laper banget sekarang. Echa ke atas dulu ya bun," ucap Echa, kemudian berlalu ke atas.
"Lagian siapa suruh sok-sok an pake acara ngambek segala," kata Bunda meledek, yang dibalas cengiran canggung oleh Echa.
***
Malam ini, sesuai rencana, keluarga Echa akan bertemu keluarga Gilang di sebuah restoran ternama di Jakarta. Namun, sudah dapat kalian tebak. Bahwa Echa tidak akan ikut.
Seperti sekarang ini, Echa mengunci dirinya di kamar. Dan tak mengindahkan panggilan dan teriakan dari Bunda, ayah, dan juga adiknya.
"Yaudah biarin lah bun, kita berangkat aja. Gaenak sama keluarga Gilang nanti," ucap ayah.
"Yaudah yuk," ajak Bunda.
Saat mereka keluar dari rumah. Tiba-tiba ada sebuah mobil memasuki pekarangan rumah mereka.
"Assalamualaikum tante, om. Loh mau pada pergi ya tan?" Sapa Gatha yang ternyata berkunjung ke rumah Echa bersama Raya.
"Iya nih, tapi Echa nya ga ikut kok. Tuh ada di kamar nya dia. Kamu pengen ketemu Echa kan? Masuk aja," jelas Bunda ramah.
"Ohh begitu tan, kalo gitu saya sama Raya izin masuk ke kamarnya Echa ya tan," ujar Gatha dan dibalas anggukan oleh sang tuan rumah.
Belum juga Gatha dan Raya melangkah masuk ke dalam. Tiba-tiba Echa keluar dengan sudah berpakaian rapih.
"Bun, aku ikut." Ucap Echa tanpa melirik kedua sahabatnya.
"Loh kok udah rapih aja? Tadi katanya gak mau ikut," tanya Bunda heran.
"Berubah pikiran." Balas Echa.
"Yaudah ayok keburu telat kita. Raya, Gatha, om duluan ya," ucap ayah yang langsung masuk ke mobil bersama Echa dan reyhan, adik Echa.
"Eh, iya om." Kata Raya sopan.
"Raya..Gatha..maaf ya, Echa-nya jadi ikut ternyata. Dan ini acara penting, jadi gak bisa ditunda lagi,"
"Emang acara apa tante kalo boleh tau?" Tanya Raya.
__ADS_1
"Perjodohan Echa dan Gilang," kata Bunda.
"Gilang? Tetangga lama tante itu?" Tanya Raya.
"Ohh, Mas Gilang tante?" Saut Gatha.
"Iyaa, Gilang yang kalian kenal juga itu." Balas Bunda
"Ohh yaudah deh tante gapapa, maaf ya kalo kita udah ganggu," ucap Gatha merasa tak enak.
"Engga, gapapa nak. Yaudah tante berangkat ya. Oh iya, Maafin tingkah Echa ya,"
"Iya gapapa tante, kita juga pamit pulang ya tan, permisi.." ucap Gatha, lalu mereka berdua berpamitan ke Bunda Echa dan berlalu pergi.
Flashback on
Sebelumnya di kamar Echa.
"Ck..gabut banget gue di kamar terus," gumam Echa sambil berguling di kasurnya.
"Turun ke bawah deh, mumpung lagi sepi."
Akhirnya Echa memutuskan turun ke bawah, dan berjalan ke arah ruang TV untuk bersantai. Namun, sebelum sampai di ruang TV, Echa mendengar seperti ada tamu di depan. Ia pun mengintip dari balik tembok, mencari tau siapa yang datang.
Dan ternyata, kedua sahabatnya yang sedang berkunjung. Echa mendengar obrolan mereka. Dan mendengar bahwa Bunda menyuruh kedua sahabatnya itu untuk masuk menemui nya.
"Gawat." Gumam Echa.
Ia hanya berganti baju dan merapikan sedikit rambutnya. Lalu membawa daily bag-nya dan berniat bertacap di mobil untuk mempersingkat waktu, sebelum sahabatnya itu masuk menemuinya.
Flashback off
***
Sesampainya di tempat yang dituju. Keluarga Echa segera masuk dan menemui Gilang beserta keluarganya.
"Reservasi atas nama Wisnu mba," ucap ayah pada sang resepsionis.
"Ohh, iya pak. Mari ikuti saya," kata sang resepsionis.
Mereka dibawa ke Ruang VIP yang sangat privat. Dan terlihat lah sebuah keluarga yang tengah duduk di sebuah meja panjang itu.
"Pak Wisnu," sapa ayah pada papa-nya Gilang.
"Eh Pak Bram sudah sampai ternyata, silahkan duduk." Ucap Wisnu ramah.
"Eh udah dateng kalian?" Ucap Lila, Mama Gilang.
__ADS_1
"Hai jeng, apa kabar?" Sapa Bunda.
"Baik dong alhamdulillah. Kan mau ketemu calon mantu hehehe... Eh? Ini meysha kan? Ya ampun makin cantik aja ya kamu sekarang," kata Lila sambil memeluk Meysha.
"Makasih tante," ucap Echa singkat dengan sangat canggung dan senyum segarisnya.
Catat itu! Sangat canggung! Echa rasanya sudah tidak tau lagi bagaimana caranya bersikap ramah pada seseorang.
Dan kali ini dia harus memaksakan dirinya untuk bersikap ramah. Agar tidak memalukan keluarganya. Ya walaupun Echa tidak menginginkan perjodohan ini.
"Gilang.. Sapa dong Echa-nya," titah Lila pada sang anak yang sejak tadi terpaku menatap Echa.
"E-eh..iya, hai Cha, apa kabar?" Sapa Gilang saat tersadar dari lamunannya.
"Baik mas alhamdulillah," balas Echa sambil menunduk sopan.
Ya! Echa memang sangat cantik malam ini. Walaupun ia hanya menggunakan dress selutut. Dan rambut gelombangnya digerai, menambah kesan cantik dalam dirinya.
"Wahh kalian udah kayak couple goals deh. Liat tuh bajunya aja udah serasi banget," seru Bunda.
Echa dan Gilang saling melirik pakaian masing-masing, yang ternyata berwarna senada. Lalu mereka menghela nafasnya. Ternyata para orangtua tepatnya para nyonya, yang telah merencanakan baju couple ini.
Mereka pun makan malam sambil berbincang-bincang mengenai perjodohan Echa dan Gilang. Dan yang pasti, kedua bintang utama itu hanya diam. Hanya para orangtua yang nampak asyik menjodohkan mereka.
"Jadi gimana, Echa Gilang, kalian udah setuju kan sama perjodohan ini?" Tanya Lila memastikan.
"Ekhem, pah mah om tante, boleh ga Gilang ajak Echa ngobrol bentar di luar?" Ujar Gilang.
"Ohh, iya boleh banget. Sana, kalian memang harus pendekatan lebih lagi," ucap Bunda.
"Ayo Cha," ajak Gilang sambil melirik Echa, meminta untuk mengikutinya. Echa pun hanya mengangguk patuh dan mengikuti Gilang.
***
Mereka pun sampai di sebuah rooftop yang ada di resto itu. Dan bersandar pada sebuah pagar pembatas yang ada disana, sambil melihat pemandangan langit malam kota Jakarta yang indah.
"Ekhem.."
"Mau ngomong apa mas?" Tanya Echa to do point.
"Aku tau kamu mau nolak perjodohan ini," kata Gilang tepat sasaran.
"Hah?! Kok mas Gilang tau?" Tanya Echa terkaget.
"Heheheh.. Ketauan kan barusan," ucap Gilang telak.
Wtf! Echa tercengang! Bagaimana bisa ia sang CEO, terjebak dengan kalimat seperti itu. Sungguh, kali ini Echa sangat malu.
__ADS_1
***
Tbc.