Nikah Sama Mantan

Nikah Sama Mantan
30. Welcome


__ADS_3

...Haiii.....


...Jangan lupa vote dan komen dulu ya sebelum membaca, biar gak lupa. Terimakasi....


.......


.......


.......


Setelah sampai di Rumah Gatha, ternyata Sakka dan Echa berpapasan dengan mobil kedua Orang tua Gatha yang juga baru saja tiba dari Rumah Sakit.


"Yang ini Cha rumahnya?" Tanya Sakka memastikan.


"Iya ini. Itu mobil orang tuanya, kayaknya baru sampe juga," jawab Echa seraya menunjuk mobil di hadapannya.


"Yuk turun," ajak Echa yang kemudian turun menemui orang tua Gatha.


"Assalamualaikum Pak, Bu," sapa Echa sambil menyalami keduanya yang disusul oleh Sakka juga.


"Loh? Nak Echa? Kata Raya tadi masih  ada kesibukan di kantor? Kok bisa ada disini?" Tanya Ibu Gatha heran.


"Hehe, iya Bu. Ini baru selesai makanya langsung kesini aja surprise-in Gatha-nya," jelas Echa sambil terkekeh canggung.


"Ohh gitu," sahut Ibu Gatha sambil menganggukan kepalanya. "Yaudah yuk, langsung masuk aja. Kayaknya bentar lagi Gatha nyampe," lanjut Ibu Gatha, yang dibalas anggukan dan senyum simpul oleh Echa.


***


Tak lama kemudian, Gatha dan Raya sampai di Rumah Gatha. Terlihat keadaan depan rumah yang telah lama tak Gatha tinggali ini tampak masih sama seperti sebelumnya, tanaman-tanaman hias sang Ibu pun masih terlihat sangat subur, kemungkinan orang tuanya menyewa seseorang untuk mengurus rumah karena mereka sibuk bolak-balik ke Rumah Sakit.


Gatha melihat ke sekeliling. Kemudian menarik napas dan menghembuskannya perlahan. Akhirnya ia menghirup udara segar dari alam terbuka lagi setelah sekian lama. Ia menikmati semilir angin dari pohon yang berada di sekitar rumahnya, serta mendengar suara cicitan burung kecil yang terkadang tak sengaja melintas.


Namun, ada satu hal yang membuatnya mengernyitkan kening. Mengapa rumahnya tampak sepi? Bukankah seharusnya kedua orang tuanya sudah sampai sedari tadi?


"Ray, kayaknya Ibu sama Bapak gue belom nyampe ya?" Ujar Gatha sambil sedikit mendongakkan kepalanya pada Raya.


"Iya kayaknya, kita mau tunggu disini aja apa gimana?" Tanya Raya yang tengah mendorong kursi roda Gatha di belakangnya.


"Langsung masuk aja deh, semoga pintunya gak dikunci," jawab Gatha.


Kemudian, Raya mendorong kursi roda Gatha ke depan pintu utama rumah tersebut.


Ceklek. Ceklek. Ceklek..


"Yahh, gabisa kebuka Ray.. Dikunci," ucap Gatha sambil cemberut.


"Mau nyoba lewat pintu samping aja gak? Kali aja gak dikunci," saran Raya menggiring Gatha ke taman samping rumahnya.


"Yaudah deh coba," sahut Gatha mengiyakan.


Beberapa detik kemudian..


"SURPRISE !!!" Teriak semua orang yang ada di taman samping itu, termasuk Raya yang ada di belakangnya.


"Welcome Home Gathaaa..." seru Echa yang menghampiri Gatha, diikuti Raya yang melangkah ke hadapan Gatha.


Gatha yang sangat terkejut sekaligus senang, tak bisa berkata-kata lagi. Mulutnya terbuka lebar seraya tersenyum sumringah. Dan merentangkan kedua tangannya, yang langsung dihampiri oleh keduanya.


"Aaa makasiiii..." kata Gatha di sela pelukan erat mereka bertiga.


Ibu, Bapak, juga Sakka yang melihat hal tersebut ikut merasakan persahabatan yang begitu tulus di antara mereka.

__ADS_1


"Yaudah yuk, kita makan dulu. Terus ada barbeque-an entar malem," seru Ibu Gatha, yang di angguki semuanya dengan senyuman bahagia.


"Oiya Cha, lo kesini naik apa? Kok gak ada mobil siapa-siapa? Mobil Bapak juga ditaro dimana Pak? Kok gak keliatan?" Tanya Gatha beruntun karena penasaran.


"Ada di garasi, tadi Bapak juga nyuruh Echa sama temennya naro mobilnya di garasi biar ketutupan," jelas Bapak Gatha.


"Iya, tadi gue berangkat naik mobil Sakka kesini," ujar Echa.


"Ooo..sama Sakka Cha?" Ledek Raya melirik Sakka dan Echa bergantian.


"Iya! Sakka! Puas lo??" Balas Echa ngegas sambil menatap Raya tajam dan memutar bola matanya kesal.


Gatha, Raya, dan Sakka yang melihat itu pun terkekeh melihat Echa yang sepertinya salah tingkah.


"Oiya lo berdua belom cerita gimana kalian bisa ketemu lagi?" Tanya Gatha pada Echa dan Sakka.


"Takdir. Iya kan sayang?" Jawab Sakka menggoda Echa.


"Sakkaaa..." rengek Echa menahan malu sambil menunduk.


"Heheheh, tapi bener kan?" Kata Sakka seraya terkekeh dan mengusap kepala Echa gemas.


"Terserah deh," ketus Echa yang mengalihkan pandangan.


"Aduh aduh.. Dunia serasa milik berdua ya ges ya," sahut Raya meledek.


Gatha yang melihat keakraban sahabat-sahabatnya dan juga pasangannya itu pun tersenyum haru. Ia memandang ketiga orang di depannya ini dengan pandangan yang sendu. Betapa bersyukurnya ia memiliki sahabat sebaik mereka. Dan Gatha berpikir, syukurlah ternyata semuanya telah kembali normal seperti dulu. Ia senang melihat Raya dan Echa yang sudah berbaikkan. Begitu juga Echa yang akhirnya kembali lagi bersama pasangannya. Ia sudah lebih tenang sekarang.


***


Setelah menghabiskan waktu bersama dengan bercerita banyak hal sambil menikmati senja sore hari tadi. Sekarang tibalah waktunya gurita besar menyemprotkan tinta hitamnya ke bumi, yang menyebabkan keadaan langit menjadi gelap gulita.


"Yukk!!" Sahut Echa dan Raya mengikuti Gatha.


"Ibu sama Bapak gak ikut ya Tha, kalian aja sama temen-temen," ujar Ibu Gatha.


"Loh kenapa Bu?" Tanya Raya tak enak.


"Gapapa kalian aja, Ibu sama Bapak udah kenyang mau langsung istirahat aja ke dalem," jelas Ibu Gatha dan masuk ke dalam rumah.


"Yaudah Bu gapapa," balas Gatha.


"Tha, gue pamit pulang ya. Gaenak malem-malem kalo masih disini," ujar Sakka.


Gatha yang terlihat bingung itu pun melirik Echa ragu.


"Gapapa Cha?" Tanya Gatha seraya menaikkan kedua alisnya.


"Hah? K-kok lo nanya gue? Y-ya gapapa lah, bener kata Sakka. Lagian juga dia kan cowo sendiri disini, g-gaenak nanti," ucap Echa tergugu.


"Iya bener, nanti Echa biar balik sama gue aja," timpal Raya.


"Eh enggak-enggak, kalian harus nginep pokoknya! Kan besok weekend, nanti kita pillow talk. Yaa.. Pleaseee..." kata Gatha menyatukan kedua tangannya, memohon. 


Echa dan Raya saling bertukar pandang, kemudian tersenyum dan mengangguk.


"Yaudah iya kita nginep," sahut Echa dengan singkat.


"Yeay!!" Seru Gatha.


"Yaudah gue pamit ya semuanya," sela Sakka berpamitan.

__ADS_1


"Cha, lo yakin Sakka dibolehin pulang sekarang? Emang gak akan kangen nanti?" Ujar Gatha seraya tersenyum meledek Echa.


"Thaaa! Udah deh, lo gak usah ikut-ikut Raya ngeledekin gue kayak gitu," balas Echa sambil cemberut.


Sakka yang tak pernah melepaskan pandangannya dari Echa pun gemas sekali melihat tingkah gadisnya itu. Ingin sekali ia karungi dan bawa pulang rasanya.


"Udah-udah, jangan ledekin cewe gue. Makin merah tuh mukanya," sahut Sakka menggoda Echa, yang membuat Echa menggeram tertahan dengan pipi yang semakin mirip kepiting rebus sekarang. 


"Udah yuk Sak, aku anterin ke depan," sela Echa sambil menarik lengan Sakka.


Sakka hanya pasrah ditarik seperti itu oleh Echa, atau tepatnya ia malah kesenangan. Raya dan Gatha yang melihat kelakuan pasangan itu pun hanya bisa terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.


***


Echa mengantarkan Sakka sampai ke depan mobilnya. Dengan wajah yang terkesan jutek, bibir yang mengerucut ke depan, dan matanya yang tajam. Namun, semua itu malah terlihat sangat manis di mata Sakka.


"Hati-hati ya," ketus Echa.


"Kita mau nyebrang?" Tanya Sakka.


"Maksudnya?" Tanya Echa balik, tak mengerti maksud ucapan Sakka.


Sakka melirikan matanya ke tangan Echa yang masih menggandeng lengannya. Echa pun mengikuti arah pandang Sakka. Dan seketika ia membulatkan matanya dan reflek menarik tangannya menjauh dari Sakka.


"Sorry," cicitnya


"Have fun yah, besok kalo mau dijemput telfon aja," ucap Sakka sambil tersenyum simpul menatap Echa dan mengelus kepala gadis itu dengan lembut.


Membuat Echa seperti tersihir oleh tatapan teduhnya dan balik menatap Sakka dengan intens.


Cup.


Satu kecupan di keningnya yang mampu membuat Echa tersadar kembali. Namun, belum sempat Echa menjaga jarak untuk menyadarkan diri sepenuhnya, Sakka tiba-tiba sudah mendekap dirinya dengan pelukan hangat yang membuat siapapun pasti nyaman berlama-lama didekap seperti ini. 


"Sebenernya aku masih kangen sama kamu," kata Sakka sambil merenggangkan pelukannya pada Echa, tetapi tidak terlepas. Ia membelai wajah kanan Echa dan menatap matanya dalam. "Besok jalan yuk," ajak Sakka.


"H-ha? A-aku.. Emm.. L-liat besok aja yah," ujar Echa gelagapan.


"Chaa.." rengek Sakka pelan sambil menatap Echa dengan tatapan manjanya.


"Besok aku kabarin," kata Echa singkat, jelas, dan padat.


"Hmm, yaudah," sahut Sakka jutek lalu masuk ke mobilnya.


"Sak," panggil Echa.


"Hmm?" Gumam Sakka yang hanya menoleh dari kaca mobil yang terbuka dan masih dengan wajah betenya.


"Hati-hati yah, jangan ngebut-ngebut," ujar Echa dengan senyum yang sangat manis, yang membuat siapa saja pasti terkesima.


Buktinya Sakka sudah luluh sekarang, terlihat dari perubahan raut wajahnya.


"Siap," balas Sakka sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum simpul. 


***


Tbc.


a/n: 


Jangan lupa vote dan komen nya yaaa. Terimakasiii.

__ADS_1


__ADS_2