
...Happy Reading✨...
Tiga hari kemudian. Raya mengajak Echa untuk mampir ke rumah Gatha setelah jam pulang kantor. Sebab, ia ingin memberikan undangan premiere untuknya dan Gatha.
"Wahh...makasih banget loh Ray undangannya," Seru Gatha seraya memegang undangan yang diberikan padanya.
"Sama-sama. Pokoknya kalian harus dateng ya, awas kalo ngga!" Canda Raya seakan mengancam.
"Iyaaa...pasti aku dateng sahabatkuu.." Balas Gatha sambil memeluk Raya dari samping, yang ditanggapi dengan senyuman oleh Raya.
"Oiya Cha, nih ada satu undangan lagi. Lo ajak Sakka juga gih," Tutur Raya seraya memberikan sebuah undangan pada Echa.
"Hah seriusan?? Kenapa lo undang dia? Kan gue berangkat bareng Gatha," heran Echa.
"Ya kan gue kenal dia udah lumayan lama juga, takutnya gak enak kalo gak diundang. Kalo soal Gatha, yaaa lo bisa berangkat bertiga aja gapapa kan?" Jelas Raya.
"Iya bener, asal gue gak dijadiin nyamuk aja," sahut Gatha mengerucutkan bibirnya.
"Hehehe, ya enggak lah," kata Echa sambil terkekeh.
"Nahhh gitu dong," timpal Gatha sambil tersenyum manis.
"Gatau maksudnya, hahahhaah.." ledek Echa sambil tertawa, yang dibalas tatapan sinis oleh Gatha.
Setelah dari rumah Gatha, Echa dan Raya berpisah. Raya kembali mengurusi urusannya sedangkan Echa mengajak Sakka bertemu untuk memberikan undangan yang dititipkan padanya.
Mereka datang ke sebuah tempat dimana ini menjadi tempat favorit mereka jika ingin melihat senja.
...
"Sorry, kamu udah lama ya?" Tanya Echa saat menghampiri Sakka yang tengah duduk sendiri....
Ya! Echa dan Sakka memang tak berangkat bareng. Mereka hanya janjian ketemuan di tempat ini.
"Enggak sayang, baru lima menit kok," jawab Sakka sambil tersenyum.
Echa mengangguk kecil, kemudian beralih duduk di depan Sakka.
"Kamu udah pesen?" Tanya Echa lagi.
"Udah, aku udah pesenin kamu juga kok," jawab Sakka.
Echa mengangguk paham dan mengedarkan pandangannya ke arah lain. Entah kenapa ia tiba-tiba merasa canggung.
"Macet ya di jalan?" Tanya Sakka berusaha membuat Echa fokus padanya.
Echa menoleh seraya menaikkan alisnya, kemudian menggangguk.
"Iya, soalnya aku dari rumah Gatha tadi. Jadi lumayan jauh muternya,"
"Loh kenapa gak bilang? Kan bisa aku jemput,"
"Gak perlu, aku bawa mobil soalnya,"
Kemudian, makanan yang dipesan Sakka pun datang.
...
Echa melongo kaget. Menatap makanan yang ada di depannya juga menatap Sakka bergantian. Ia membuka mulutnya ragu-ragu hendak mengatakan sesuatu....
"Kamu.. Masih inget makanan kesukaan aku di Cafe ini?" Tanya Echa penasaran sambil menatap Sakka.
Namun, yang ditatap malah mengerlingkan mata dan menaikkan alisnya seraya tersenyum miring.
"Tenderloin with mushroom sauce and baked potato," singkatnya.
Echa mengangguk dengan masih menatap Sakka.
"Aku selalu pesen itu semenjak..." Sakka menggantungkan kalimatnya. "Kita lost contact," lanjutnya.
"Kamu.. Masih sering kesini?" Tanya Echa.
Sakka mengangguk.
"Aku masih sering kesini karena, selalu berharap bisa ketemu kamu disini." jawab Sakka.
"Maaf," kata Echa.
__ADS_1
Sakka terkekeh.
"Gapapa, yang penting kan kita sekarang udah sama-sama lagi." Balas Sakka seraya memegang tangan Echa. "Yaudah makan dulu," titahnya.
Disela-sela mereka sedang makan, Sakka teringat sesuatu.
"Oiyah, tumben kamu ngajakin ketemuan. Ada apa?" Tanya Sakka.
"Ini, lusa premiere film nya Raya. Kamu juga di undang katanya," Jelas Echa seraya memberikan undangannya pada Sakka.
"Ohh, yaudah kita berangkat bareng aja," ajak Sakka.
Echa mengangguk.
"Oke, tapi bertiga sama Gatha juga gapapa kan?" Ujar Echa.
"Ga masalah, asal dia mau jadi nyamuk aja," sahutnya asal.
Echa mengernyitkan alisnya pada Sakka.
"Emang kita mau ngapain sampe bikin dia jadi nyamuk?" Ujar Echa.
"Kan kita mau romantis-romantisan," balas Sakka seraya tersenyum menyeringai.
Echa merespon dengan melipat bibirnya ke dalam disertai dengan wajah yang tersenyum menahan malu.
***
Keesokkan harinya, Gatha meminta Echa untuk menemaninya ke Mall untuk membeli dress saat ke premiere Raya nanti.
"Lo bukannya punya banyak dress Tha, kenapa gak pake yang udah ada aja sih?" Gerutu Echa yang tengah digandeng oleh Gatha.
"Chaa, ini kan hari spesialnya Raya. Jadi gue harus proper dongg, siapa tau mungkin ini jadi pertama dan terakhir kalinya gue ke premiere dia?" Ujar Gatha dengan wajah polosnya.
"Hus! Apaan si lo kalo ngomong?!" Gertak Echa menatap sengit ke arah Gatha.
"Ya kan gak ada yang tau," cicit Gatha.
"Udah ah jangan bahas itu! Yuk kita masuk ke toko nya aja," ajak Echa ke sebuah store dengan brand terkenal.
Mereka pun memasuki ruangan dengan interior american classic yang dipenuhi dengan perlengkapan fashion yang branded. Gatha pun mulai menyusuri beberapa lorong untuk mencari dress yang diinginkannya.
"Tha, gue tunggu sini ya. Lo cari aja," Ucap Echa seraya duduk di sebuah sofa kemudian memainkan ponselnya.
...
"Cha, kita pake ini samaan yuk," seru Gatha memperlihatkan dua dress tersebut.
Echa mengalihkan pandangannya dari ponsel dan memandang dua dress yang dimaksud Gatha. Namun, entah apa yang dipikirkan Echa hingga ia tercengang seperti itu.
"Tha?" Gumamnya seraya menoleh pada Gatha. "Lo tau kan kalo acaranya malem?" Lanjutnya.
"Tau kok. Tapi kan indoor Cha.." jawab Gatha.
"Tapi gue gak biasa pake baju kayak gitu Tha," sela Echa.
"Sekali-sekali Cha, bagus kok ini!" Kekeuh Gatha.
Echa mengernyitkan alisnya terlihat seperti memikirkan sesuatu. Ia bingung bagaimana menjelaskannya pada Gatha. Kemudian menghela napasnya.
"Gue tetep gabisa pake itu Tha," Kata Echa seraya menegakkan duduknya.
Gatha tiba-tiba tersenyum dan menatap Echa curiga seraya beralih duduk di samping Echa.
"Gue tau! Lo pasti takut diomelin Sakka kan pake baju agak terbuka kayak gitu?" Tebak Gatha.
"B-bukannya gitu. G-gue cuma..." ujar Echa terbata-bata.
"Cuma apa?" Tuntut Gatha.
"Y-yaa.. Karena itu juga sih," cicit Echa akhirnya.
Gatha terkekeh dan menatap Echa penuh ledekan.
"Tuh kan bener," tuduhnya. "Udah deh kita coba aja dulu. Kalo gak cocok baru gue cariin lagi," Ujar Gatha sambil menarik Echa yang saat ini terlihat pasrah ke sebuah bilik ganti.
...
__ADS_1
Disaat Echa tengah mencoba dress pilihan Gatha itu. Gatha melihat-lihat ke sekelilingnya dan menemukan dress lain yang juga memikat hatinya. Tak lama kemudian, Echa keluar dari bilik tersebut dengan sudah mengenakan dress yang membuatnya terlihat sangat menawan....
"Wow!! Cantik banget sahabat gue.." seru Gatha dengan gaya histeris lebaynya.
Echa meletakkan telunjuk kanannya di bibirnya sambil menatap tajam Gatha.
"Sssttt! Gausah lebay. Gue emang cantik," pede Echa dilanjutkan dengan tersenyum.
"Dih! Tadi aja sok-sok an gamau pake," sinis Gatha.
Echa menyelipkan rambutnya ke belakang telinga seraya tersenyum dengan memperlihatkan giginya.
"Sebenernya gue juga suka sih sama dress nya. Tapi gue takut dikomen Sakka," ucap Echa pelan.
"Gak bakalan. Kalo dia berani omelin lo, gue yang omelin dia balik!" Tegas Gatha.
Echa terkekeh, "Oke," gumamnya, yang kemudian masuk kembali ke bilik ganti tersebut.
"Sekarang lo yang coba dress nya," Ujar Echa saat sudah keluar dari bilik sambil membawa dress ditangannya.
"Kayaknya gue gajadi yang itu deh. Gue mau yang putih ini aja," Ujar Gatha sambil memperlihatkan dress putih tanpa lengan yang tengah dia pegang.
"Loh, katanya mau samaan?!" Sela Echa.
"Heheh.. Gajadi deh, yang ini lebih cantik soalnya," balas Gatha sambil terkekeh.
Echa memutarkan bola matanya sambil menghela napas.
"Itu lebih terbuka dari dress yang pertama Tha, pokoknya gak boleh!" Kekeuh Echa.
"Chaaaa, ayolahh... Gak too much kok," ucap Gatha memelas.
Echa tak menghiraukan perkataan Gatha. Dan langsung berjalan mencari sebuah dress putih lain yang cocok untuk Gatha. Ia benar-benar tidak bisa membiarkan Gatha memakai dress yang seperti itu
"Nih, lo pake ini aja! Ini cute kok, pasti cocok buat lo," ujar Echa seraya memberikan dress yang lebih tertutup, bahkan sangat tertutup daripada sebelumnya.
Gatha menghela napasnya saat melihat dress pilihan Echa. Karena tak mau ribut lagi, ia langsung mengambilnya dan mencobanya.
Gatha pun keluar dari bilik ganti tersebut dan melihat bahwa Echa tengah memandang ke satu sudut. Gatha pun mengikuti arah pandang Echa tersebut, lalu tersenyum penuh makna.
...
"Gue yakin lo bisa pake itu nanti sama Sakka," ujar Gatha mendekati Echa....
Echa terkesiap dan menoleh ke sampingnya.
"Hhh...lo ngagetin aja," kata Echa seraya menghela napas dan melirik sinis pada Gatha.
Gatha yang tak mau membahasnya lebih lanjut pun mengalihkan pembicaraan.
"Cha, gimana?" Tanya Gatha dengan wajah cemberutnya.
"Tuhkan.. Itu cocok banget sama lo. Keliatan lebih cute kalo lo yang make," puji Echa saat melihat penampilan Gatha.
"Tapi ini terlalu biasa Chaa, pokoknya gue gak mau!" Rengek Gatha.
"Kalo lo gamau, gue juga gamau pake dress pilihan lo." Putus Echa.
Gatha menatap Echa dengan tatapan membujuknya. Namun, Echa malah menggelengkan kepalanya dan menengok ke arah lain. Gatha tau, kalo seperti ini berarti Echa sudah tak mau di bantah. Ternyata walaupun ia sudah berubah seperti dulu, aura sang CEO nya masih sangat kuat.
"Hhh, oke gue pake ini." Ujar Gatha mengalah, yang dibalas dengan senyum tipis oleh Echa seraya mengangguk.
***
Dress pilihan Echa yang dipake Gatha
...
...
Dress pilihan Gatha yang dipake Echa
...
Tbc....
__ADS_1
a/n: jangan lupa vote and komen. Terimakasiii