
...Haiii......
.......
.......
.......
.......
...Happy Reading✨...
BRAK!
Suara pintu mobil yang tak sengaja di banting oleh Echa.
"Astagfirullahaladzim," kejut Sakka seraya mengelus dadanya.
"Eh! Maaf Sak.. Ga sengaja," ringis Echa sambil menatap Sakka yang sudah ada di dalam mobil sejak tadi.
"Hhh, iya gapapa," balas Sakka seraya menghela napasnya malas.
"Kita cari makan dulu ya," ucap Sakka ketika mobilnya sudah meninggalkan parkiran Rumah Sakit.
Yang hanya dibalas anggukan oleh Echa, kemudian bersandar pada sandaran kursi mobil dan menatap ke depan. Dan Sakka pun membelah jalanan yang lumayan padat hari itu untuk mencari tempat makan.
"Makan di sini aja gapapa kan?" Tanya Sakka ketika sampai di sebuah Kedai Mie Ayam langganan mereka dulu.
Echa mengangguk kecil dan langsung membuka pintu berjalan duluan keluar. Ketika melihat sekelilingnya, Echa membulatkan matanya dan teringat sesuatu.
Flashback on.
"Sakka... Echa kenyang, Sakka mau ngabisin punya Echa gak?" Keluh Echa dengan mengerucutkan bibirnya.
Sakka menoleh dan melihat mie ayam yang Echa makan tersisa masih sangat banyak, karena kekasihnya itu hanya memakan tiga suapan dan sudah bilang kenyang. Ia pun menggelengkan kepalanya, tetapi tetap mengiyakan permintaan kekasihnya.
"Yaudah tapi suapin ya, aku mau sambil main game," datar Sakka sambil mengeluarkan ponsel dari kantong celananya.
Echa tak habis pikir, kekasihnya itu menyuekinya dan benar-benar memainkan game-nya disaat mereka sedang menghabiskan waktu berdua yang sangat jarang sekali ini. Sebenarnya kekasihnya itu sayang tidak sih pada dirinya?
"Aaaaaa.." kode Sakka membuka mulutnya minta disuapi.
Echa pun menyuapi kekasihnya itu dengan kesal dan terlihat tak ikhlas. Echa masih heran, mengapa kekasihnya itu dari awal pacaran sangat cuek dan terkesan tak peduli padanya? Kalau begitu, mengapa ia menembak Echa dulu?
Huh, aneh -pikir Echa.
Setelah Echa menyuapi Sakka sampai makanan yang ada di mangkok itu kosong, Sakka pun mengelap mulutnya dengan tisu sampai bersih.
Cup.
"Makasih ya," singkat Sakka setelah mengecup pipi kanan Echa dan langsung bangkit untuk membayar makanan mereka. Meninggalkan Echa yang tak bisa menahan senyumnya karena perlakuan sang kekasih.
Flashback off.
__ADS_1
"I-ini kan?" Gumam Echa.
"Kamu masih inget tempat ini?" Ucap Sakka dengan senyum tipisnya dan mata yang berbinar yang baru saja muncul dari belakang Echa.
Echa yang terkejut akan kedatangan lelaki yang sekarang berada di sampingnya ini, segera mengubah raut wajahnya.
"M-masih jualan ternyata abangnya ya?" Tanya Echa mengalihkan, yang langsung dibalas anggukan bete oleh Sakka dan masuk ke kedai kecil itu mendahului Echa. Echa tak sadar akan raut wajah Sakka yang seketika berubah dan langsung ikut masuk juga.
Setelah selesai makan, mereka langsung pulang ke rumah Echa. Namun, Echa merasakan ada yang aneh pada lelaki di sebelahnya ini. Pasalnya, lelaki yang kerap dipanggil Sakka itu sejak memasuki kedai mie ayam tadi hanya diam saja, tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Awalnya, Echa cuek saja tetapi lama-lama dia merasa ada yang aneh, apakah ada yang salah pada dirinya?
"Sak, Aku ada salah? Kok diem aja daritadi?" Tanya Echa yang tak ingin basa-basi.
Sakka tak menjawab pertanyaan Echa sama sekali, bahkan melirik saja tidak. Ia hanya menaikkan bahunya dan tetap menatap lurus ke depan dengan wajah dinginnya.
Ngambek? -pikir Echa yang semakin mengerutkan keningnya.
Semakin Echa memikirkannya, semakin pusing kepalanya. Maka dari itu, ia pasrah saja jika mungkin Sakka marah atau ngambek padanya. Akhirnya, Echa meminta Sakka untuk memberhentikannya di satu tempat dan ia akan pulang naik taksi saja nanti. Daripada ia berujung kesal dan berdebat dengan Sakka. Lebih baik ia menghindari Sakka dulu untuk kali ini.
"Sak, turunin aku di gym depan itu aja," kata Echa sambil menunjuk sebuah tempat familiar baginya yang kebetulan mereka lewati kali ini.
"Nggak!" Sentak Sakka yang terlihat sudah sangat bete sekali mukanya.
"Kamu gak berhak ngatur-ngatur," sinis Echa yang ikut terpancing oleh aura kekesalan yang ada di dalam mobil itu.
"Ini mobil aku. Seterah aku mau berhenti atau nggak," sahut Sakka mengesalkan.
Hati Echa semakin panas dibuatnya. Sejak tadi, Echa sudah menahan kesal karena di diamkan seperti itu. Padahal ia kira Sakka-nya itu sudah berubah tidak cuek lagi, tidak seperti dulu. Namun sekarang, Sakka benar-benar terlihat menyebalkan di mata Echa.
Sakka yang tau dirinya sedang ditatap sinis oleh Echa hanya acuh tak acuh. Ia terus melajukan mobilnya, yang bahkan terasa lebih kencang dari sebelumnya.
"Yaudah lompat aja!" Tantang Sakka dan membalas tatapan sinis Echa sekilas.
Echa menatap Sakka sengit, apa-apaan lelaki itu? Ia berani menantang Echa?
Echa akhirnya membuka seatbelt nya dan bersiap untuk membuka pintu mobil untuk segera melompat.
klik.
Bunyi suatu benda yang berada di dekat Sakka. Dan Echa tak mendengarnya sama sekali.
Ceklek.. Ceklek.. Ceklek ceklek ceklek.
Suara gagang pintu mobil yang tak bisa Echa buka berkali-kali.
Sial, -batin Echa.
"Bukain nggak!" Bentak Echa pada Sakka.
Rupanya suara benda tadi ialah tombol pengunci pintu mobil yang Sakka pencet setelah ia melihat Echa melepas seatbelt-nya, agar Echa tak bisa melompat keluar.
"Nggak!" Bentak Sakka balik yang semakin brutal membawa mobilnya.
"Buka atau aku pecahin kacanya," desis Echa tajam.
__ADS_1
"Kamu gausah kekanakkan ya Cha," sinis Sakka seraya mengernyitkan keningnya.
"KAMU YANG KEKANAKKAN!!" Bentak Echa murka, sampai membuat Sakka sangat kaget dan membanting stirnya ke kiri sambil mengerem.
"Aaaaaaa!!!" Teriak Echa melihat kegilaan Sakka dalam berkendara.
BRUK!
Untung saja jalan yang mereka lewati sekarang tengah sepi. Jadi tidak terlalu membahayakan orang lain. Dan masih menyelamatkan mereka berdua juga.
"SAK, KAMU GILA?!" Bentak Echa ketika mobil sudah berhenti sempurna di tepi jalan.
Sakka yang juga masih syok, menggeram tertahan. Ia mencengkram kuat stir mobil di depannya.
Srett.
Dugh.
Sakka menarik lengan Echa hingga menabrak dada bidangnya. Echa yang tersentak itu pun memejamkan matanya erat karena kaget. Sakka langsung melingkar tangan kanannya ke pinggang ramping Echa sedangkan tangan kirinya ke punggung Echa. Ia menenggelamkan wajahnya di leher Echa dengan napas yang memburu.
Entah dorongan darimana, Echa juga ikut memeluk Sakka dengan melingkarkan tangannya di leher Sakka. Napas keduanya sama-sama memburu dan semakin saling mengencangkan pelukannya. Seakan-akan, kalau mereka melepas pelukan tersebut dunia akan runtuh.
Setelah napas mereka mulai teratur, Echa sedikit mengendurkan pelukannya dan mencari kenyamanan di dada bidang Sakka.
"Maafin aku," lirih Sakka. Tepatnya kata pertama yang terdengar di antara keduanya setelah lama mereka berpelukan.
Echa bergeming dan menunggu sampai Sakka menyelesaikan kalimatnya.
"A-aku cuma pengen kamu kembali kayak dulu," ucap Sakka sedikit sesenggukkan karena napasnya yang tak beraturan tadi. Namun, tidak menangis.
"Aku kangen Echa yang sebenernya, yang gak ditutup-tutupin kayak gini," kata Sakka sambil merenggangkan pelukannya pada Echa.
"Echa juga kangen banget sama Sakka," serak Echa yang tak mau melepaskan pelukan itu dan malah mengeratkannya.
Sakka tersenyum dalam diam sambil memejamkan matanya. Mendengar kalimat Echa, hati Sakka langsung menghangat. Ia rindu. Rinduuu sekali. Pelukan hangat nan nyaman yang diberikan gadis di pelukannya ini.
"Maafin aku ya, tadi aku cuma mau ngingetin kamu akan kenangan lama kita. Aku pikir, kamu bakal bisa balik kayak dulu dengan cara ini," jelas Sakka menatap Echa sembari merapikan rambut Echa ke belakang telinga.
Echa terdiam menatap Sakka sambil tersenyum manis dan mengangguk. Sakka yang melihatnya, ikut tersenyum seraya mengelus sebelah wajah Echa dengan lembut.
"Aku sayang banget sama kamu. Dan gak akan pernah bisa berhenti sayang sama kamu," ucap Sakka menatap dalam ke manik mata Echa.
"Mau yah balik ke Echa yang dulu lagi? Yang apa adanya lagi?" Tanya Sakka berharap.
Echa yang tak bisa berkata-kata apapun lagi, hanya menganggukkan kepalanya dan semakin melebarkan senyum manisnya tatkala banyak kupu-kupu yang terasa berterbangan di perutnya.
***
Tbc.
a/n:
Jangan lupa vote dan komen nya yaaa. Terimakasiii.
__ADS_1