
Beberapa hari yang lalu, Raya menghubungi Echa untuk memberi tahu bahwa Gatha jatuh sakit. Namun, Echa tidak percaya. Echa pikir pasti itu rencana mereka untuk membujuknya dan mau memaafkan mereka.
Sebenarnya Echa sudah memaafkan mereka. Namun, Echa masih belum sanggup kalau untuk bertemu dengan mereka lagi. Echa masih kecewa.
Drrrttt...drrrttt...
Ponsel Echa bergetar menandakan ada panggilan Masuk. Echa melihat nama sang penelpon, Raya. Echa menarik napasnya lalu mengangkat panggilan tersebut.
'Halo?' kata Echa dingin.
'Halo Cha, G-Gatha Masuk rumah sakit' ucap Raya dengan suara yang parau seperti habis nangis.
Echa shock. Gatha memang penyakitan. Namun, terakhir kali Gatha Masuk rumah sakit adalah saat SMA. Dan itu hampir menghilangkan nyawa Gatha. Kalo sampai Masuk rumah sakit lagi. Itu artinya penyakit Gatha lebih parah dari sebelumnya. Dan kemungkinan Gatha...
Echa Masih terhanyut dalam pikirannya, sampai suara Raya menginterupsi dirinya.
'Dan kata dokter, kali ini penyakit magh Gatha u-udah k-kronis Cha..' terdengar suara sesenggukan dari Raya.
Echa menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Ia tidak mau berpikiran buruk dahulu. Bisa saja ini masih rencana dari mereka untuk bisa bertemu dengan Echa. Karena, selama ini yang Echa lihat adalah Gatha yang kuat dan tidak pernah terlihat sakit sedikitpun.
'Cha..Gatha butuh lo, butuh kita sahabatnya untuk selalu ada di sampingnya'
'Lo bohong kan? Pasti lo lagi ngerjain gue' entah kenapa hanya kalimat tuduhan yang bisa ia keluarkan terhadap Raya.
'Demi tuhan Echa gue gak bohong, Gatha masuk rumah sakit!' sentak Raya dari sebrang sana.
'Lo gila yah, disaat-saat kayak gini lo Masih gak percaya sama gue?! Gue kecewa sama lo Cha..' Dan panggilan pun terputus begitu saja.
Echa Masih bergeming di tempatnya. Dan ingin melupakan pikiran buruknya sejenak.
'Rel,' panggil Echa dalam sambungan telepon kantor.
'Iya bu, ada apa?' saut Aurel.
'Hari ini dan seterusnya saya sibuk. Jadi, jangan pernah kamu izinin seseorang Masuk ke ruangan saya. Siapapun itu! Kalo tamu itu penting, biar saya saja yang menemuinya keluar. Ngerti?' titah Echa dengan tegas.
'Mengerti bu, baik akan saya lakukan' balas
Aurel.
***
Disisi lain, Raya yang sedang menjenguk Gatha di Rumah Sakit.
"Gimana nak Raya? Echa mau kesini kan?" Tanya Ibu Gatha penuh harap.
"E-emm..iya bu pasti Echa kesini kok nanti. Cuma sekarang Echa nya masih sibuk. Percaya sama aku, nanti aku bakal bawa Echa kesini," ujar Raya dengan senyum menenangkan.
__ADS_1
"Yaudah, makasi ya nak Raya. Soalnya Gatha nanyain Echa terus. Katanya kenapa Echa ga jengukin dia," ucap Ibu Gatha.
"Iya ibu tenang aja yah, nanti Echa pasti kesini buat jenguk Gatha," kata Raya dengan senyum getirnya.
"Kalo gitu, aku Masuk dulu ya bu. Mau nengokin Gatha," ucap Raya lagi yang dibalas anggukan oleh Ibu Gatha.
Kreekkk...
Suara pintu kamar rawat inap Gatha yang dibuka oleh Raya.
Terlihat Gatha yang tengah berbaring namun, dengan tatapan yang kosong memandang kesamping.
"Raya.." panggil Gatha yang terdengar lemah.
"Hai thaa.." sapa Raya sendu.
"Gimana kondisi lo? Baik-baik aja kan? Gatha kan strong hehehe.." ucap Raya lagi berusaha menghibur Gatha.
"Echa mana Ray?" Bukannya menanggapi perkataan Raya, Gatha langsung to the point menanyakan Echa.
"E-ehmm...Echa masih sibuk. Tapi nanti pasti dia kesini kok jengukin lo."
"Echa masih marah ya sama kita?" Tanya Gatha murung.
"Nggaaa..dia udah gak marah kok. Percaya sama gue, dia nanti kesini jengukin lo, yah?" Ucap Raya dengan terpaksa berbohong.
"Tapi kapan ray?" Tanya Gatha dengan suara yang terdengar parau.
"Lo gausah mikirin itu, yang penting lo harus yakin kalo Echa bakal jenguk lo nanti, oke?" Kata Raya yang dibalas anggukan oleh Gatha.
"Oh iya, lo udah makan?" Tanya Raya, Gatha pun menggeleng.
"Gak nafsu, makanan rumah sakit ga enak," ucap Gatha mengerucutkan bibirnya.
"Iyalah, kan yang paling enak Masakan lo ahahah.." hibur Raya.
"Ahahah bisa aja lo Ray," kekeh Gatha.
"Yaudah kalo gitu, gue mau cari makan juga, lo mau nitip apa?" Tawar Raya.
"Apa aja deh yang enak," balas Gatha.
"Oke, gua tinggal bentar ya." Ucap Raya lalu pergi meninggalkan Gatha.
Saat di perjalanan menuju kantin. Raya tak sengaja melihat siluet seseorang yang dia kenal. Ia pun menyapanya.
"Sakka?" Panggil Raya, Sakka pun menoleh.
__ADS_1
"Loh, Raya? Lo ngapain disini?" Ucap Sakka kaget.
"Harus nya gue yang nanya itu. Ehh-wait? Lo? Lo kenapa? Lo sakit?" Ujar Raya sangat kaget karena melihat Sakka yang berjalan dengan tongkat dan infus di sampingnya.
"Ehehe, iyah..beberapa hari yang lalu gue kecelakaan," jelas Sakka sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Hah?! Kok bisa? Kenapa?" Ucap Raya syok.
"Cerita nya panjang eheheh.." balas Sakka.
"Hhh..ada ada aja deh lo. Yaudah gws yaa," ujar Raya yang dibalas anggukan oleh Sakka.
"Thanks. Btw, lo ngapain ada disini?"
"Gatha Masuk rumah sakit. Magh-nya kambuh, dan kata dokter magh-nya udah kronis. Gue gatau Gatha bisa bertahan atau ngga," ucap Raya sambil menghela napasnya dengan sendu.
"Ya ampun, gws juga ya buat Gatha. Nanti kapan-kapan gue nengokin dia deh kesana,"
"Gausah repot-repot sak, lo aja juga lagi sakit. Lagian...mantan lo aja gamau nengokin sahabat nya sendiri," ucap Raya dengan sikap tak acuh.
"Echa belum nengokin Gatha?" Tanya Sakka sambil menaikkan kedua alis nya.
"Bukan belum, tapi gue rasa dia emang ga akan pernah dateng buat nengokin sahabat nya." Sinis Raya.
"Dia udah berubah banget. Bukan Echa yang dulu gue kenal lagi. Dia bahkan nuduh gue bohong kalo Gatha Masuk rumah sakit sak!" Ucap Raya yang Masih kesal mengingat ucapan Echa tadi.
"Hah? Masa sih Echa kayak gitu? Kayaknya ga mungkin deh," ujar Sakka tak percaya.
"Hhhh..seterah lah, yaudah gue cabut ya. Gatha udah nungguin makanannya. Bye sak," ucap Raya, kemudian berlalu meninggalkan Sakka yang Masih terbengong di tempatnya.
Apa bener Echa kayak gitu? -ucap Sakka dalam hati.
***
Keesokan harinya, Echa berangkat ke kantor seperti biasanya. Dan langsung masuk ke ruangannya agar tidak ada yang mengganggunya.
"Bu, ada yang ingin bertemu dengan ibu," beritahu Aurel pada Echa dalam sambungan telepon kantor.
"Siapa?" Balas Echa singkat.
"Emm..Raya bu," saut Aurel.
"Kan saya udah bil--" ucapan Echa terputus ketika mendengar suara pintu yang dibuka dengan kasar.
Brakkkk...
Echa menoleh ke arah pintu ruangannya yang dibuka secara kasar. Dan menatap tajam orang yang membukanya.
__ADS_1
***
Tbc.