
"Dasar aki aki. Dipikir nyari suami tuh kek nyari sempol? eh ada kang sempol.." gerutuan Gadis terjeda oleh penampakkan penjual jajanan favoritnya dalam perjalanan menjalankan misi mulia dari tetua.
Setelah menghabiskan 2 porsi sempol ayam, barulah terasa tenaganya kembali penuh untuk menjalankan misi.
"Omegat.. banyak amat... " Gadis tertegun kala dihadapkan dengan banyaknya pilihan. Akhirnya dia mengundinya secara acak dari kejauhan dengan telunjuknya.
"cap cip cup kembang kuncup, pilih mana yang mau di cup" telunjuknya berhenti pada sosok pria tua dengan kaki yang pincang dan tengah mendorong gerobak.
"mmm... keknya bakal jadi saingan kakek. Pass.. cap cip cup..." Gadis terus mengulangi undiannya untuk mencari sasaran.
"Hhh... bener kan.. cara kek gini aja gak gampang.." ringis nya meratapi nasib. Sepertinya mencari calon suami di pasar tradisional bukanlah ide briliant.
"Mana becek.. gada ojek..." keluhnya menatap alas kakinya yang penuh dengan lumpur pasar. Dia lantas berbalik dan melangkah dengan hati hati agar tak terpeleset dan jatuh berguling guling diatas lumpur khas pasar.
brukk
"Aakkk..." tanpa dia sangka, tubuhnya tertabrak seseorang yang tengah memanggul kardus berisi minuman mineral kemasan botol 250ml yang ada manis manisnya.
grepp
Beruntung si pria dengan sigap menangkap pinggang ramping Gadis yang hampir terjerembap di kubangan lumpur. Dan Gadis pun reflek memeluk tubuh pria yang kekar dengan keringat bercucuran dan kulit yang kecoklatan karena terpapar sinar matahari yang sudah tak lagi pagi namun belum siang.
"Ini pasar, nona. Jangan berbalik sembarangan" tegur si pria membuat Gadis terpana akan penampilannya.
Tak berkata apa apa, Gadis membenarkan posisi pijakannya dan melepaskan diri dari rangkulan pria yang membuat keadaan semakin memanas.
Bagaimana tidak. Para pengunjung pasar juga para kuli angkut yang terhalang oleh mereka berseru saling bersahutan agar mereka menyingkir dan tak menghalangi jalan yang sempit itu.
Pria yang menolong Gadis hanya mendecak melihat Gadis tak mengucapkan sepatah kata 'maaf' maupun 'terima kasih'. Dia lantas melanjutkan langkahnya untuk membawa barang yang dia angkut kepada pemiliknya.
Tanpa pria itu sadari, Gadis mengekornya dari belakang dengan senyap.
"Udah nih, tinggal... e eh.. apa ini.." pria itu terkejut setelah menaruh barang angkutannya disamping mobil mewah berwarna silver dengan seorang pria berpenampilan eksekutif berdiri menunggu disamping pintu.
"Biar saya yang bayar dia pak" seru Gadis berteriak pada pria eksekutif itu seraya menarik tangan lelaki yang baru menurunkan barang angkutannya dengan sekuat tenaga dan tergesa.
Dari penampilannya, lelaki itu cukup keren meski berbalut keringat dan bau pasar. Namun hal itulah yang dijadikannya senjata agar sang kakek merasa iba dan membatalkan titahnya untuk mencari calon suami.
"Tunggu dulu, nona" sergah si pria menahan tarikan Gadis.
Langkah Gadis terhenti seketika. Bahkan tubuhnya hampir terjungkal kebelakang karena tenaganya tertahan oleh pria itu.
__ADS_1
"Alamak..." gumam Gadis terkejut kala tubuhnya balik tertarik tubuh pria yang berhenti mendadak.
"Saya butuh bantuan anda. Anda bisa kan bantu saya? Tapi tenang aja. Anda akan dibayar berkali kali lipat dari honor anda. Hanya ikut saya, tanda tangan, pulang ke rumah. Beres" jelas Gadis namun tak jelas bagi pria itu.
"Oke, gini. Siapa nama kamu?" tanya Gadis tampak tak sabar.
"Jek.." jawaban pria itu tersamarkan oleh teriakan pedagang yang berada disamping mereka.
"Ikan asin.. ikan asin.."
Gadis mengernyit. Mencoba mencerna jawaban pria itu dengan mengira ngira.
"Jek?., gak mungkin karena tadi dia ngomongnya pake 'A' bukan 'E', ato pake 'E'? Jeki? Jeko? Jagakarsa?" gumam Gadis dalam hati, lantas memutuskan jika nama pria itu pastilah " Jaka, oke Jaka jadi gini. Aku minta kamu dateng sama saya ke rumah saya untuk saya kenalkan pada kakek. Setelah itu, baru saya akan bayar kamu. Dan selanjutnya nanti saya pikirkan lagi" lanjut Gadis berharap Jaka mengerti.
"Lalu.. apa yang harus saya lakukan?" tanya Jaka masih belum mengerti tugasnya.
"Menikahi saya" jawab singkat Gadis membuat Jaka mengangakan mulutnya.
Seandainya Gadis tak terjebak drama sang kakek tadi pagi...
Pagi yang cerah di hari minggu, tak secerah kondisi kakek Jordan yang tengah sesak nafas karena penyakitnya kambuh.
"Gadis.. hhh.. hh.. hh.. kakek.. hh.. kakek sudah tua.. hh.. sebentar lagi..hh.."
"Dengerin kalo orang tua lagi ngomong. Nyela mulu" hardik Jordan gemas sambil mencubit pipi Gadis, membuatnya mengaduh.
"Adduhh... lagi engap juga lancar jaya kalo nganiaya cucu" gerutu Gadis seraya mengusap pipinya yang terasa panas.
"Oh iya. Lupa.. hh.. hh.. umur kakek gak lama lagi.. hh.. kapan kamu nikah.. hh.."
Gadis mendelik kearah sang kakek yang kelewat dramatic.
Mulutnya tak diam karena tengah menggumamkan sesuatu yang hanya dia dan Tuhan yang tahu.
Gadis adalah cucu yang Jordan asuh dengan tangannya sendiri sedari bayi. Kedua orang tua Gadis memilih berpisah dan menikah dengan kekasih masing masing, tak perduli dengan keberadaan Gadis yang saat itu masih berusia 5 bulan.
Perjodohan yang dilakukan kedua keluarga membuat mereka terpaksa menjalani rumah tangga yang tak kunjung berbuah cinta antara keduanya.
Bahkan keberadaan Gadis yang terlahir ke dunia, ditambah tak mewarisi fisik keduanya, membuat sang ayah curiga jika istrinya itu bermain curang dibelakangnya dan menganggap jika itu bukanlah benihnya.
Namun bagi Gadis, hal itu bukanlah masalah. Selama Jordan, sang kakek bersamanya, dialah ayah sekaligus ibu untuknya.
__ADS_1
"Gadis kan bisa nikah sama kakek, biar warisan kakek gak kemana mana"
peletak
Jordan memukul kepalanya dengan kipas lipat yang tak pernah absen dari genggamannya.
"Kamu pengen kakek disamperin neraka, hah?" gemas Jordan tak mengerti dengan jalan pikiran cucu rasa anaknya ini.
"Kalo kakek gak ada, siapa yang nyiksa Gadis dong, kek. Amit amit, masa suami Gadis yang nyiksa. Yang ada malah dia yang masuk kuburan duluan" sungut Gadis seraya mengusap kepala yang kena timpuk kipas keramat.
"Kakek gak mau tau. Pokoknya.."
"Engap kek, kan lagi engap" potong Gadis mengingatkan kala Jordan mengancam dengan berapi api.
"O iya. Pokoknya.. hh.. siang ini kamu.. hh.. harus bawa calon menantu kakek.. hh..kalo engga.." ancaman lemah Jordan terjeda karena tampak berfikir.
"Kalo engga kenapa kek?" Gadis menunggu kelanjutan ucapan Jordan dengan seksama.
"Kakek.. kakek bakal.. hh.. nikah sama Asih.. uhuk.. uhuk.." lanjut Jordan membuat Gadis terperanjat.
"Ah elah, kek. Gak asik amat sih ancemannya. Masa nikah sama bu Asih si biang kerak er te? bisa gak kebagian apa apa dong Gadis" protes Gadis menampar lengan Jordan yang langsung terperanjat karena terkejut akibat tamparan dan teriakan protes Gadis.
"Kamu... kamu mau bikin kakek jantungan ya? kalo kakek mati gimana?" kini Jordan yang protes seraya mengelus dadanya, menenangkan jantung yang mendadak melompat jauh.
"Ya jangan jantungan dong, kek. Ulang ulang. Engap aja ya kek" Gadis menenangkan Jordan dan kembali duduk.
"Cucu kurang ajar. Sana cepetan cari suami. Ato kakek yang cari nenek buat kamu" lanjut Jordan mengancam. Membuat Gadis kembali bangkit seraya berlari keluar kamar menghindari amukan tongkat sakti sang kakek yang pasti bisa membuatnya menangis 7 hari 7 malam.
HAI HAAAIIII😆
KETEMU LAGI SAMA KARYA OTHOR YANG RANDOM YA MAK
MON MAAP KALO YANG KEMAREN SERIUSAN
ABIS KERACUNAN PERATURAN🤯
DAHLAH MENDING JADI DIRI SENDIRI AJA YA GA😉
SEPERTI BIASA BUDAYAKAN LIKE N COMMENT POSITIF YAK
TAMBAHKAN BINTANG 5 PLUS VOTE N HADIAH YANG BUANYAAAAK😆
__ADS_1
NGELUNJAK GA PA PA KALI YAK😗