Nikahi Aku !

Nikahi Aku !
Maaf


__ADS_3

"Jakaaa...." Gadis memekik kegirangan seraya berlari merentangkan kedua tangan dan langsung melompat memeluk Jaka yang baru keluar dari pasar.


brukk


Jaka terkejut dengan aksi pelukan Gadis yang tiba tiba.


"Aku dapet kerja.. aku sudah dapet kerja.." lanjutnya lirih ditelinga Jaka sambil terengah. Dari caranya menyampaikan, Gadis terdengar sangat bahagia dan perasaan itu menular pada sang suami.


Kedua tangan Jaka membalas pelukan Gadis sambil melengkungkan senyum. Hidungnya menghidu aroma tubuh Gadis di leher yang tertutup oleh rambut.


Dia akan selalu merindukan wanginya setiap saat.


"Benarkah?" jawab Jaka dan dibalas anggukan cepat.


Gadis melonggarkan pelukannya lantas memundurkan tubuh agar bisa melihat wajah Jaka.


"Lalu kuliahmu?" tanya Jaka berpura pura.

__ADS_1


"Mereka bilang mereka akan mengurus segala sesuatunya pada pihak kampus. Dan yang harus aku lakukan hanya mendapatkan nilai A untuk setiap mata kuliah" jawab Gadis dengan pasti.


"Waw.. kamu yakin?" tanya Jaka mengangkat sebelah alisnya memastikan.


"Apa kamu gila? nilai nilai ku mayoritas A+" timpal Gadis dibarengi kekehan.


"Jadi.. istriku ini narsistik ya?" tukas Jaka membuat Gadis tergelak.


Perlahan tawa mereka surut dengan tatapan masih saling mengunci. Terhipnotis binar mata satu sama lain. Tak mereka sadari kepala mereka saling mendekat seolah mengandung magnet. Hingga hidung mereka saling bersentuhan dan...


"Ikan asin.. ikan asin.." teriakan salah satu pedagang menarik mereka kembali pada dunia nyata.


Sungguh, Gadis tak pernah membayangkan akan mengalami hal semacam itu. Sikap reflek yang menuntunnya untuk melakukan hal yang ia benci selama ini. Hal yang bisa menjerumuskan sepasang manusia pada jurang kenistaan. Dia lupa jika mereka telah sah dalam mengeksplore sentuhan fisik antara satu sama lain.


"Anter kemana?" tanya Jaka dengan nada menggoda. Meski dia sendiripun merasa canggung, namun melihat sikap Gadis yang lebih canggung darinya dan tampak lucu itu membuat Jaka ingin menggodanya.


"Ke rumah... kita.." jawab Gadis sedikit menjeda. Dia lantas masuk ke mobil bagian depan untuk penumpang dan duduk meringkuk membelakangi bagian pengemudi, menyembunyikan wajahnya yang memerah.

__ADS_1


Jaka terkekeh melihat tingkah Gadis. Dia lantas masuk dan duduk dibelakang kemudi lalu berkata "Bisa tolong nyalakan mobilnya?"


Gadis lupa jika mobilnya keyless. Dengan terpaksa dia merangsek masuk ke kolong kemudi untuk menghidupkan mobil. Namun dia lupa jika saat ini tengah berada diantara paha Jaka, membuat kepalanya menyentuh bagian inti Jaka.


Jaka menengadahkan kepala merasakan gelenyar nikmat pada pangkal pahanya. Jakunnya bergerak naik turun dan dorongan hasrat membuatnya menarik tubuh Gadis duduk dipangkuannya.


Jaka menahan kepala Gadis lantas menyambar bibirnya tanpa memberikan kesempatan pada wanitanya untuk protes.


Gadis yang awalnya terkejut dan memekik karena aksi tiba tiba Jaka pun akhirnya memejamkan mata dan menikmati sentuhan dan permainan bibir Jaka. Perlahan, Gadis mengikuti instingnya untuk membalas permainan Jaka dalam bercumbu.


Gadis mengalungkan kedua lengannya pada leher Jaka, menyambut belitan lidah sang suami dengan hasrat yang mulai menggelora.


Tangan Jaka dengan refleknya meremas gundukan yang menempel pada dadanya membuat Gadis seketika melenguh karena remasan lembut.


Sesuatu dibawah sana sudah menegang, memancing pergerakan Gadis untuk merubah posisinya mengangkangi pangkuan Jaka dan menggerakkan pinggulnya. Keduanya melenguh karena rasa nikmat akibat gesekan antar inti mereka yang baru pertama mereka rasakan.


Rasa nikmat itu membimbing mereka bergerak lebih cepat hingga Jaka tak kuasa meledakkan rudalnya didalam celana. Pun dengan Gadis yang merasakan sensasi luar biasa pada inti tubuhnya karena kedutan milik Jaka.

__ADS_1


Keduanya terengah dan melepaskan pagutan bibir, menyatukan kening mereka, saling menginginkan lebih namun tak berani untuk mengungkapkan.


"Maaf.." hanya itu yang keluar dari mulut Jaka.


__ADS_2