Nikahi Aku !

Nikahi Aku !
Jadi Menantu


__ADS_3

"Ada yang mau kamu sampaikan?" selidik Jordan bertanya dibalik meja kerjanya. Kesepuluh jarinya saling bertaut dengan kedua siku bertumpu pada pegangan kursi.


"Apa yang harus saya jelaskan? Kakek Jordie sangat mengenal orang tua saya. Hanya saja.." Jaka menjeda ucapannya.


Jordan mengangkat kedua alis. Penasaran dengan kelanjutan penjelasan Jaka.


"Gadis taunya kan saya seorang kuli angkut. Apa jadinya jika dia mengetahui siapa saya yang sebenarnya?" lanjut Jaka beralasan.


"Apa masalahnya jika dia mengetahui identitas aslimu. Lagi pula kalian dulu pernah dekat dan mungkin dia akan senang" timpal Jordan.


Jaka menunduk, sedikit menghela nafas dengan dalam lalu berkata "Saya sudah dijodohkan" ucapnya masih menunduk.


Jordan mengangguk, tampak tak terkejut. Namun..


"Apa? kamu udah dijodohin?" suara yang tak asing membuat kedua orang yang tengah berada di ruang kerja celingukan mencari asal suara.


Pasalnya, pintu sudah Jaka kunci sesuai instruksi Jordan saat dia baru memasuki ruang kerja. Dan hal itu dilakukan agar si Gadis rese tak menginterupsi pembicaraan mereka.


"Jaka, kamu jangan mau dijodohin ya, hari gini masih jodoh jodohan? inget ya sekarang bukan jamannya Siti Nurhasanah. Jangan mau dijodoh jodohin. Kalo pas ketemu taunya ceweknya udah nenek nenek gimana" cerocos Gadis dari balik kaca jendela yang berada diatas pintu.


Jaka dan Jordan heran dengan tingkahnya. Bagaimana dia bisa mengintip dari atas?


Jordan menunduk dan memijat pelipisnya. Sedangkan Jaka memilih membuka pintu karena khawatir dengan keselamatan Gadis sekaligus penasaran dengan upaya calon istrinya ini untuk mengintip.


klek


brakk

__ADS_1


Saat pintu dibuka, kursi makan dengan sandaran yang tinggi dijadikan pijakan oleh Gadis, dan kini kursi itu terjungkal sedangkan Gadis masih menggantung.


"Ka.. bantuin aku turuun.." ucap Gadis memohon. Jaka menggelengkan kepala lantas meraih kedua kaki Gadis dan memberikan aba aba agar Gadis melepaskan pegangannya.


Namun sayang. Saat Jaka melonggarkan pelukannya pada kaki Gadis agar tubuhnya perlahan turun, bagian ujung kaos indies Gadis tersangkut di kepala Jaka sehingga Jaka berhadapan langsung dengan kembaran Gadis yang hanya terbungkus kain berenda.


"Waaaasem lo.. liat apaan.." pekik Gadis dengan panik dan langsung membenarkan posisi kaos indiesnya yang tersangkut di kepala Jaka.


Jordan menutup wajahnya kala tragedi itu terjadi. Tak tahu siapa yang harus disalahkan.


"Seenggaknya kita impas" celetuk Jaka sedikit tertawa. Wajah Gadis memerah se merah merahnya.


"Carilah calon lain, Gadis. Calon mu yang ini sudah di charter" ucap Jordan sedikit kencang kala Gadis hendak menjauh dari ruang kerjanya.


Langkah Gadis seketika mematung lantas berbalik untuk melayangkan protes.


"Kamu tuh kalo ngomong suka asal jeplak" Jordan melempar bola kertas kearah Gadis dengan gemas.


"Tadi kamu denger sendiri kalo dia udah dijodohin. Gini aja, gimana kalo si Owen aja. Kamu kan udah kenal lama sama dia-"


"Ogah sama bule abal abal mah, yang ada malah jadi janda sebelum akad" potong Gadis dengan tegas.


Jaka yang ingin menolak ide Jordan pun bernafas lega karena penolakan Gadis.


"Ya udah kalo gak mau. Kakek terpaksa menerima usulan Asih untuk bertanggung jawab" putus Jordan membuat Gadis terkejut.


"Apa?"

__ADS_1


*jeng jeng


"Gak usah pake jeng jeng segala thor ihh.."*


"Gadis gak rela kalo kakek nikah sama ntu biang kerak. Gak bisa dan gak boleh" sanggah Gadis menolak putusan Jordan.


"Jaka, please.. marry me... huhuu.. masa kamu tega bikin aku jadi cucu teraniaya" mohon Gadis memelas pada Jaka yang tengah menikmati pertunjukan itu.


Dia ingin menyanggah, namun merasa terhibur dengan kepanikan Gadis.


"Yang bilang mau nikah sama dia siapa?" gemas Jordan kembali melemparkan bola bola kertas.


Gadis menoleh dengan cepat lantas bertanya "Trus?"


"Kamu yang mau nikah sama-"


"Apa?"


*jeng jeng


"Si othor dibilangin jangan pake jang jeng jang jeng segala"*


"Dengerin dulu kalo orang tua ngomong" kali ini Jordan melempar sendal bulu nya.


"Minggu kemaren, kakek dikasih bubur ayam porsi terakhir. Padahal Asih udah pesen duluan, cuma dia kasiin ke kakek dengan alasan kasian sama orang tua. Eh taunya, dia minta imbalan" ungkap Jordan membuat Gadis mengambil kursi didepan Jordan dan duduk dengan tangan menyangga kepala dan memperhatikan setiap ucapannya dengan seksama.


"Dia minta kamu jadi menantunya" lanjut Jordan membuat Gadis memekik.

__ADS_1


"Ap.. WHATT..."


__ADS_2