Nikahi Aku !

Nikahi Aku !
Balap Liar 2


__ADS_3

"3.. 2.. 1.. "


sreet


Starter mengibaskan bendera motif kotak kotak setelah menghitung mundur. Dan pengendara mobil yang sudah mengambil ancang ancang untuk mengakselerasi jagoannya segera menancap gas dengan dalam.


Satu mobil sport melesat secepat kilat, sedangkan mobil yang dikemudikan Gadis hanya diam ditempat.


"Dis.. ayo buruaaan.." seru starter menyadarkan Gadis yang tampaknya tengah melamun.


Namun seketika ford mustang keluaran tahun 1967 itu melesat menyusul Audi R8 dengan kecepatan 330km/jam. Jaka pun semakin terperangah dibuatnya dengan kemampuan Gadis kecilnya itu yang tampak garang di jalanan.


Namun ada yang aneh dengan mobil yang dikendarai Gadis. Karena mobil yang sudah melesat menjauh itu tampak kembali dengan cara mundur, namun dengan kecepatan tinggi. Membuat para penonton yang memenuhi garis start sekaligus garis finish itu berhamburan menyelamatkan diri. Mereka sepertinya sangat mengenal perangai Gadis. Jaka pun ikut menyelamatkan diri kala melihat para penonton berhamburan menjauhi jalan utama.


"Sialan.. Wen keluar Wen.. mampus lo kena amuk si Gadis.." seorang pria menggedor gedor kaca mobil yang terparkir tak jauh dari garis start-finish itu.


Saat penghuni mobil itu belum sempat keluar, Ford Mustang 1967 dengan kecepatan 280km/jam itu menabrak bagian depan ferarri merah yang terparkir, membuat airbag di bagian depan itu otomatis mengembang, sehingga penghuni yang berada di dalam sedikit kesulitan untuk segera keluar dari mobil.


brakkk


Mata Jaka tak lepas dari memperhatikan tindakan Gadis, si calon istrinya itu yang dengan santainya keluar dari mobil dan menendang dada Owen yang baru saja berhasil membebaskan diri dari himpitan airbag.


Owen yang tak siap dengan hantaman Gadis pun terpental ke belakang. Tak berhenti disitu, Gadis bahkan menduduki perut Owen dan menghajar wajahnya tanpa ampun.


"Anjim lo, Wen. Gua dah bilang arena ini cuma buat adu tangkas. Lo kalo mo ewokan modal dikit. Sialan lo ngotorin acara orang" lantang Gadis berteriak menghardik Owen yang wajahnya sudah sedikit robek di beberapa bagian, dan Gadis kembali menghajarnya hingga Jaka dengan inisiatif meraih tubuh Gadis karena diantara kerumunan itu tampak tak ada yang berani menghentikan kemarahan Gadis.


"Leppass.. "

__ADS_1


grepp


Jaka dengan sigap menangkap siku Gadis yang melayang ke wajahnya.


Mungkin itulah penyebab orang orang tak ada yang berani melerainya.


"Apa kamu mau masuk penjara?" tanya datar Jaka.


Gadis terkejut dengan kemunculan Jaka secara tiba tiba.


dugg


Demi menyelamatkan harga diri, Gadis membenturkan kepala bagian belakangnya pada hidung Jaka. Membuat cekalan Jaka pada tubuhnya terlepas.


"Aaargghh.. sialan.." desis Jaka menutupi hidungnya yang tampak mengeluarkan darah.


Gadis kembali mendekati Owen yang tampak ketakutan dan menutupi wajah blasterannya yang sudah tak terlihat tampan itu.


"Jangan pernah muncul lagi di acara gue. Elo berdua, jangan sampe ketemu gua di jalan. Lo tau apa yang sanggup gue lakuin sama kalian berdua" desis Gadis mengancam Owen dengan mencengkeram kerah singletnya lantas menghempasnya dengan kasar ke tanah.


"Satu lagi, bilang sama pemilik mobil yang lo pinjem itu buat nemuin gue" imbuh Gadis saat hendak berbalik pergi.


Jaka yang melihat Gadis pergi pun segera mengejar dan menariknya kearah mobilnya.


Gadis sempat meronta, namun saat dia tersadar siapa yang dia lukai tanpa sengaja karena emosi, penyesalan pun datang dan akhirnya dia menurut untuk masuk kedalam bugatti yang terparkir tak jauh dari tkp.


Jaka mencari kotak p3k di laci dan menyodorkannya pada Gadis.

__ADS_1


"Apaan?" tanya Gadis dengan ketus.


"Tanggung jawab" ucap Jaka masih menutup hidungnya.


"Ck.. manja.." cebik Gadis namun ia lakukan juga.


Gadis menengadahkan kepala Jaka dan menyeka perlahan darah yang mengalir keluar dari hidungnya.


Dia lantas mengambil beberapa lembar kapas yang dibubuhi alkohol dan obat antiseptik lalu menggulungnya untuk ia sumbatkan pada hidung Jaka.


"Tampaknya calon istriku ini sangat mahir dalam menangani cedera hidung-"


krekk


"Aaarrgghh... shhit.." umpat Jaka kala mengomentari keterampilan Gadis dalam mengobati hidung yang patah, dan Gadis dengan tanpa aba aba membenarkan posisi hidung mancung Jaka yang sedikit bergeser dari tempatnya.


Gadis tersenyum miring lantas merapikan kembali perlengkapan p3k kedalam kotaknya.


"Ngapain kamu disini?" tanya Gadis alih alih menanggapi komentar Jaka.


Jaka mengedikkan bahu lantas menghidupkan mesin mobil.


"Aku antar pulang" ucapnya tanpa menjawab pertanyaan Gadis.


"Mobil aku gimana?" tanya Gadis khawatir.


"Kamu bisa menghubungi bengkel langgananmu bukan?" jawab santai Jaka sambil menginjak pedal gas.

__ADS_1


"Eh iya, si abang tumben pinter" timpal Gadis nyengenges. Sangat berbeda ekspresinya dengan beberapa menit yang lalu saat menghajar Owen.


__ADS_2