Nikahi Aku !

Nikahi Aku !
Tantangan


__ADS_3

"Anda harus mengganti filter udaranya. Seharusnya saat pembuangan berubah hitam, anda segera membawanya ke bengkel untuk diperiksa. Jika sampai mati total seperti ini, bahaya bagi komponen mesin karena bisa membuat komponen mesin berkarat" Gadis memperlihatkan saringan udara yang berwarna hitam dan sedikit lembab.


"Apa anda tidak pernah memeriksakan mesin anda secara berkala?" tanya Gadis terheran dengan penampakkan mobil yang terbilang cukup mewah, namun kondisi mesin cukup menghawatirkan.


"Saya rutin mencucinya di bengkel cuci otomatis" jawab pria berusia 40an yang merupakan pemilik mobil.


"Apa bengkel itu otomatis mengecek mesin mobil anda?" pertanyaan membuat si pria yang bernama Aaron itu terdiam.


"Heh, penampilan luar mobil yang mengkilap tak membuat mesinnya mengkilap. Anda terlalu fokus pada debu yang menempel diluar, namun anda melupakan debu yang masuk kedalam. Saya tebak, dari awal anda membeli mobil ini, anda tak pernah memeriksakannya ke bengkel sekalipun hanya sekedar untuk mengecek kondisi mesin, bukan?" ucap Gadis membuat Aaron mengepalkan tangan.


"Tau apa kamu mengenai mobil?" balas Aaron yang merasa gendok dengan pengetahuan Gadis tentang mobil.


"Begini saja, anda hubungi perusahaan asuransi agar mereka membawa mobil anda dan memperbaikinya. Mobil anda dicover asuransi kan?" Gadis memberi solusi karena Aaron meremehkannya. Dia lantas menepuk tangannya yang kotor karena membuka saringan udara mobil yang tebal dengan kotoran lembab, lalu kembali ke mobilnya untuk pergi.

__ADS_1


Berada lebih lama bersama pria yang meremehkan wanita bisa membuang waktu berharganya


Gadis sedang dalam perjalanan menuju sebuah cafe untuk melakukan interview. Tak sengaja melihat sebuah Audi tengah dijadikan sasaran kemarahan pengemudinya yang berkali kali menendang ban mobilnya.


Dia pikir ban mobil pria itu bocor dan ban cadangannya pun bermasalah.


Gadis menepikan mobil untuk menawarinya derekan hingga ke bengkel yang letaknya sekitar 500 meter , namun ternyata keempat ban nya dalam kondisi baik.


"Tunggu" cegah Aaron saat Gadis hendak melajukan mobilnya.


Memang itu adalah jeep mewah, namun cara menghidupkannya yang tak praktis membuat Aaron percaya akan kemampuan wanita yang baru ditemuinya ini.


"Kenapa? anda lupa nomor bengkelnya?" tanya Gadis yang menunda melajukan mobil.

__ADS_1


"Saya... apa saya bisa ikut kamu sampai kantor saya? biar mobil saya orang bengkel yang ambil, tapi 15 menit lagi rapat penting akan segera dimulai" Aaron memberanikan diri meminta tolong pada Gadis.


"Baiklah. Lagi pula jadwal interview saya sudah lewat. Naiklah" Gadis menerima permintaan tolong Aaron. Toh dia juga kurang berminat bekerja di cafe.


Aaron segera masuk dan duduk di kursi penumpang belakang. Gadis menatapnya melalui spion atas lantas mencebik.


"Cih, dipikir gue supirnya apa?" gumamnya menggerutu.


"Jalanlah, tunggu apa lagi?" titahnya seraya membuka laptop.


"Jalan ke pasar? anda pikir saya bisa baca pikiran anda? ah ya, agar adil, anda harus memberi imbalan atas bantuan saya. Atau anda bisa menganggap, anda menyewa taxi online. Deal?" ucap Gadis menegaskan. Dia tak mau bensin yang Jaka beli ia sia siakan untuk orang lain.


Prinsipnya, menolong itu berlaku pada orang yang tidak mampu. Sedangkan pria ini jauh dari kata mampu.

__ADS_1


Aaron mendongak menatapnya melalui spion lantas merogoh saku jas dan mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah dan menyodorkannya.


"Akan aku tambah jika kamu bisa sampai di Leon Tower dalam 10 menit" ucapnya menantang kemampuan Gadis.


__ADS_2