Nikahi Aku !

Nikahi Aku !
Bertemu Owen


__ADS_3

Keesokan hari, Gadis mampir ke pasar untuk bertemu dengan Jaka. Dia ingin memberikan sesuatu sebagai tanda terimakasih karena menjadi teman satu satunya untuk merayakan hari ulang tahunnya tadi malam.


30 menit lagi jam kelas pertama dimulai, namun Jaka belum menampakkan batang hidungnya. Dia lantas memperhatikan hiruk pikuk pengunjung pasar di pagi hari, dan sudah pasti Jaka akan sangat sangat sibuk dengan pekerjaannya. Akhirnya Gadis memutuskan untuk menemuinya nanti sore. Dia teringat dengan pesan Jaka kemarin hari jika Gadis harus menjemputnya jam 5 sore. Dan dia pun akan kembali lagi nanti sore.


"Apa kita sudah bisa berangkat, tuan? 15 menit lagi rapat dimulai" Roni mengingatkan. Dia tak mengerti kenapa di hari kerja, majikannya meminta mampir ke pasar terlebih dahulu.


Sedangkan jalan raya disekitar pasar pastilah macet parah.


"Itu adalah tugasmu, Ron. Pastikan aku tak terlambat" ucap Jaka lantas menutup jendela dan kembali pada laptopnya.


Roni mengumpati dirinya sendiri. Seandainya dia bisa menahan diri untuk tidak memberi saran yang bisa balik menekannya.


Roni menjalankan mobil kembali meninggalkan pasar. Dan Jaka kembali menoleh kearah Gadis yang mulai masuk kedalam mobil untuk pergi juga.


Jaka ingat jika kemarin dia menjanjikan Gadis untuk menjemputnya sore ini. Dan itu yang akan dia lakukan.


Sepertinya dia punya jadwal tambahan mulai sekarang.


"Dis.. sini bentar, ada yang mau ngomong" Evan, teman beda jurusan namun satu hobi dengan Gadis langsung menarik tangan Gadis saat melihat Gadis baru keluar dari mobil.


"Apaan sih? siapa yang mau ngomong? kenapa gak dia aja yang datengin gue?" gerutu Gadis yang terpaksa mengikuti Evan.


Evan menarik Gadis menuju gelanggang olah raga. Gadis sedikit bingung. Kira kira siapa yang ingin berbicara dengannya secara sembunyi sembunyi. Pasalnya hari ini tak ada jadwal acara apapun di gelanggang.


"Apa Owen?" tebak Gadis dalam hati. Kalaupun benar, maka laki laki itu harus bersiap mati.


jeglek


Pintu lebar itu dibuka, dan benar saja, Owen sudah menunggu di tengah lapangan indoor dengan kepala menunduk dan sebelah kaki yang ia hentak hentak perlahan kebelakang dan kedua tangan bertaut dibalik tubuhnya.


Kepalanya seketika mendongak kala mendengar ada yang masuk.


"Kalian selesaikanlah. Jangan sampai pertemanan kalian rusak karena hal sepele" ucap Evan yang lantas keluar dan menutup pintu. Membuat Gadis yang hendak protes pun mengurungkan niatnya.

__ADS_1


"Sialan. Dasar resek lo, Van" umpatnya pada seseorang dibalik pintu.


"Dis.. Elo dateng?" tanya lirih Owen sedikit tak percaya, juga sedikit was was.


"Iya, gue udah bilang kalo kita ketemu lagi, elo harus siap mati" ketus Gadis menatap sebal pada Owen.


"Gue bener bener minta maap, Dis. Sumpah kemaren gua dijebak si Amber. Gue.. gue tadinya mo nembak elo.." terang Owen sambil menunduk. Membuat Gadis mengernyitkan dahi.


"Dia tadinya mau ngajarin cara nembak cewek. Trus pas gua gugup, dia ngasih minum dan.. dan elo tau apa yang1 terjadi sesudahnya" lanjut Owen penuh penyesalan.


Gadis melipat kedua tangannya di dada. Menunggu kelanjutan cerita Owen karena dia yakin tidak hanya sampai situ dia ingin menyampaikan sesuatu.


"Elo harus bantu gue, Dis" imbuh Owen tampak ragu.


Kerutan di dahi Gadis semakin dalam. Tak mengerti maksud teman satu hobi nya itu.


"Dia hamil, dan dia minta pertanggung jawaban gue" lanjutnya sambil menunduk semakin dalam.


"Bu.. bukan itu, Dis. Sumpah itu bukan benih gue. Kemaren baru masuk setengah, suer. Boro boro nanem benih, kerasa enaknya aja baru diujung, keburu dihajar elo" terang Owen terbata namun tampak bersungguh sungguh.


"Cius lo? trus?" ekspresi Gadis berubah menjadi penasaran.


"Ya.. gue mo minta tolong ke elo.." lanjut Owen.


"Ngapain?" Gadis masih penasaran.



"Pinjem duit seratus, besok gua balikin" bisik Owen.


plakk


"Sialan lo" umpat Gadis menampar lengan Owen, namun bibirnya tengah menahan tawa.

__ADS_1


"Ketawa dong, jangan ditahan gitu" bujuk Owen menarik kedua pipi Gadis sehingga menampilkan barisan gigi putihnya.


Gadis kembali melayangkan tamparan bertubi tubi ke tubuh Owen, namun gelak tawa mengiringi aksi Gadis.


"Tega lo, ngeduluin gue nyerahin perjaka elo" ucap Gadis saat mereka sudah berbaikan dan duduk di tribun.


Owen adalah sahabat Gadis sedari SMA. Meski sekarang mereka berbeda universitas, namun karena hobi mereka, mereka masih sering bertemu untuk menyalurkan hobi mereka yaitu balap liar seminggu sekali.


Mereka sahabat yang tak terpisahkan, namun tak menaruh hati pada masing masing.


"Gila aja gue serahin pertama kalinya gue buat cewek sembarangan. Barang gue tuh barang antik tau" timpal Owen.


"Nah terus, yang kemaren itu?" Gadis menyudutkan Owen.


"Kemaren emang gue diobat. Gue liat dia lagi ngincer seseorang dan gelasnya gue yang ambil. Maksud gue biar dia tanggung jawab gitu, eh dia malah ngemodus hamil gegara gue garap. Masuk juga kagak, gimana mo hamilin?" jelas Owen kembali membuat Gadis mengernyitkan dahi.


"Lo kalo cerita yang bener. Tadi bilangnya cuma setengah, sekarang bilangnya gak masuk" gemas Gadis seraya menarik kedua pipi Owen.


"Enggak lah. Lo tau gue pecinta kebersihan. Gimana gue mo nyicipin dia kalo dia udah banyak dikerubungin lalet. Gue cuma gesek doang biar gak terlalu kerasa sakit" jelas Owen membuat Gadis menatapnya kagum.


Jarang ada laki laki yang bisa menahan hasrat kala disodorkan dengan ikan asin.


"Wen.." seru Gadis. Owen menoleh "Apa?"


"Lo normal, kan?"


ATU DULU MAK


OTHOR LAGI NGEHAJAR SCAMMERS NII😤


BUAT PARA PENGGUNA INSTAGRAM, HATI HATI KALO ADA BULE CAKEP NGAJAKIN KENALAN


UJUNG UJUNGNYA DIMINTAIN DUIT💸

__ADS_1


__ADS_2