
"Kamu yakin mobilnya mau disimpen disini aja?" tanya Jaka di ruang tamu menghadap jendela.
Pasalnya dia melihat orang orang berhenti di depan pagar garasi dan menatap kagum pada jeep mewah milik Gadis yang sangat mencolok dengan rumah sederhana mereka.
"Ya terus disimpen dimana? aku kan perlu buat ke kampus. Kalo pake bis, emang kamu tega biarin aku desak desakan sama aki aki haus belaian?" timpal Gadis dari dalam kamar tengah membereskan isi koper dan memindahkannya kedalam lemari baju yang sudah Jaka sediakan.
Gadis merasa lega kala mendapati rumah kontrakan itu memiliki 2 kamar
"Ya gak gitu juga. Besok aku beli motor aja kali ya, biar aku yang anter jemput kamu" tukas Jaka masih menatap kerumunan yang mulai seperti pasar.
Jaka memutuskan untuk menyapa mereka yang kemungkinan besar adalah tetangga komplek.
"Halo semua, apa ada masalah?" sapa Jaka mengalihkan perhatian para warga yang berkerumun.
__ADS_1
"Oalah.. ternyata pemiliknya seganteng mobilnya. Anda penyewa baru ya?" ucap salah satu wanita berusia pertengahan 30an dengan daster belel dan rambut dicepol asal menenteng bungkusan makanan sebagai sarapan yang Jaka tebak berisi bubur ayam.
"Iya, bu. Saya baru pindah. Tapi saya sudah lapor er te kok" jawab Jaka dengan ramah.
"Waaah... ada bahan cuci mata tiap hari nih. Kenalin, saya Sari, rumah saya yang ujuuuuuuung sana. Kalo ada perlu apa apa ketok aja, saya siap 24 jam membantu" tukas wanita lain yang tampaknya tak mau keduluan berkenalan.
"Ngarep banget sih kamu. Suami kamu tuh urusin. Pake belaga bantuin orang. Saya aja yang masih single, mas. Nama saya Desi, janda beranak 1, tapi jangan khawatir, anak saya suka saya titipin dirumah ibu saya ko" timpal wanita yang lain seraya mengedipkan sebelah mata dan menyelipkan helaian rambut ke belakang telinga.
"Oalah, udah ada pawangnya ternyata" bisik mereka kecewa.
"Iya, ini istri saya. Terimakasih atas tawaran bantuannya. tapi saya yakin istri saya siap 24jam bantuin saya" timpal Jaka berpamitan menarik Gadis masuk kedalam rumah.
Dengan tempramen Gadis, Jaka menebak jika dia tak segera mundur pastilah akan terjadi huru hara dihari pertama mereka menempati rumah itu.
__ADS_1
"Dasar pengantin baru. Galak gitu ceweknya pasti gak bakalan betah lakiknya" cebik salah satunya berbisik pada yang lain.
Gadis yang hendak membalas ocehan mereka segera ditarik mundur dengan merangkul bahunya dan ditenangkan oleh Jaka.
"Udah sayang, siap siap hanimun yuk. Aku pengen tau galaknya kamu di ranjang" timpal Jaka membuat para wanita itu meliriknya dan merasa iri dengan Gadis.
Gadis menoleh dengan cepat menatap Jaka yang ternyata wajahnya juga memerah. Hendak protes namun melihat ekspresi Jaka yang tampaknya malu karena perkataannya sendiri membuat Gadis ingin menyemburkan tawa.
"Apaan sih, yang. Malu tau ngomongin begituan. Aku kan belum pengalaman" timpal Gadis merangkul pinggang Jaka sambil memukul lengannya dengan tangan yang lain malu malu mengikuti drama Jaka untuk memanas manasi para wanita yang kini mendelik pada mereka.
"Inget buat bayar utang ya" bisik Jaka dengan mesra lantas meninggalkannya ke dapur sambil terkekeh. Namun sandiwara yang satu ini sukses membuat Gadis bungkam seketika.
"Alamak.." Gadis merasa was was.
__ADS_1