Nikahi Aku !

Nikahi Aku !
Gugup


__ADS_3

Jaka berniat membawa Gadis ke rumah kontrakan yang sederhana namun layak di sebuah komplek biasa dan sudah di tata sedemikian rupa.


Degup jantung mengisi keheningan situasi didalam mobil. Mereka larut dalam pikiran masing masing dengan wajah yang memerah.


"Maaf" ucap keduanya tiba tiba untuk membuka percakapan. Mereka saling menoleh lantas tertawa bersama.


"Okay, ladies first" Jaka mempersilahkan Gadis untuk memulai terlebih dahulu.


"Maaf, kamu harus terjebak sama drama kakek. Aku gak tau kenapa kakek keukeuh pengen aku cepet nikah. Padahal aku kan belum lulus kuliah, masih seneng main main, masih pengen nemenin kakek... tapi.. sekarang aku ngerasa dibuang juga sama kakek" ucapnya sendu seraya menunduk.


Jaka menoleh sekilas dan melihat Gadis menjatuhkan setetes air mata. Dia lantas meraih tissue dan mengangsurkan pada Gadis dengan pandangan terfokus pada jalanan. Dia takut Gadis merasa malu karena sedang menunjukkan kelemahannya.


"Jangan terlalu banyak berfikir. Semua pasti ada maksud dan hikmahnya. Kakekmu tidak mungkin tidak memikirkanmu" dengan bijak Jaka membujuk, menenangkan Gadis agar tak terlalu over thinking.


"Oh iya. Apa orangtua kamu beneran udah dikasih tau? kapan kapan kita berkunjung kesana ya, aku pengen liat situasi di kampung" pinta Gadis mengalihkan topik seraya menyeka ingusnya.

__ADS_1


"Gampang. Nanti kalau kamu udah selesai kuliah kita kesana. Kalo sekarang sekarang, kamu bisa ngedadak berenti kuliah karena pasti langsung disandera mamaku" kilah Jaka membuat alasan. Dan itu berhasil membuat Gadis terdiam dan tampak merenung.


Dia ingin merasakan pelukan seorang ibu. Dia ingin merasakan bermanja dipangkuan ibu. Bagaimana rasanya dikepang oleh ibu pantas menerima pujian betapa cantiknya putrinya setelah mandi dan rapi, bagaimana rasanya menghadapi hari pertama sekolah, bagaimana rasanya menghadapi pertama kali mendapat menstruasi dan diajari cara memakai pembalut. Karena dia tak bercerita apapun mengenai hal itu pada Jordan sang kakek. Dia bahkan sempat hampir pingsan kala mendapati dirinya mengalami pendarahan, dan setelah ia mencari tahu, barulah ia mengerti.


Tetap saja karena panik, dia salah menempelkan bagian perekatnya, jadilah dia meringis karena bulu bulu halusnya ikut tertarik kala ia melepasnya.


"Apa.. ibumu baik?" tanya Gadis disela lamunannya.


Jaka menoleh. Diapun sedikit tak yakin dengan sifat sang ibu karena ibunya sudah lama pergi sewaktu dia masih kecil. Dia bahkan tak mengingat kenangan apapun bersama sang ibu.


"Baik.. dia.. sangat penyayang" jawab Jaka sekenanya.


Jaka menoleh sekilas dan menangkap kesedihan dalam ekspresinya. Tangannya lantas menggasak rambut Gadis untuk mengalihkan perhatiannya.


"Udah gak usah melow gitu. Kamu belajar yang bener sampe lulus. Sekarang kamu punya aku buat kamu kerjain sesuka hati kamu" ucapnya menghibur Gadis yang tersenyum dengan perlakuan Jaka padanya.

__ADS_1


Dia memang berbeda dengan teman teman satu hobinya. Gadis merasa nyaman berada di dekat Jaka dari sejak awal bertemu.


"Bener ya, siap siap aku kerjain" timpal Gadis diiringi tawa, membuat Jaka ikut tertawa karena ucapan Gadis yang tak lagi menampakkan sedih.


......................


"O em jiiii.... serius kamu tinggal disini?" tanya Gadis dengan kagum menatap rumah sederhana namun bersih dan rapi. Tak percaya jika seorang bujangan yang berprofesi sebagai kuli angkut, mengontrak rumah yang cukup nyaman.


"Sebenernya aku baru nyewa kemarin. Kalo kamu tanya selama ini aku tinggal dimana, kamu pasti bisa menebak" jawab Jaka menjelaskan lantas membuka kunci bagasi mobil dan menurunkan beberapa koper miliknya juga milik Gadis.


Tak lupa Jaka merapalkan mantra pengusir gugup karena mulai malam ini dia akan tinggal serumah dengan wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya.


Apakah mereka akan melakukan apa yang harus dilakukan pasangan pengantin baru pada umumnya, atau akan menundanya karena Jaka tak punya pengalaman sama sekali mengenai hubungan intim.


Berulang kali Jaka menarik nafas dan menghembuskan nya untuk mengusir rasa gugup.

__ADS_1


"Apa kamu gugup?" tanya Gadis tiba tiba dibelakang tubuh Jaka yang mematung menatap 2 buah koper yang belum juga ia turunkan.


......................


__ADS_2