
Jaka terus mengulas senyum kala mengingat sikap jujur Gadis tentang statusnya.
Wanita itu bahkan tak merasa malu untuk memperlihatkan cincin konyol yang ia gambar di jari tengahnya malam itu.
"Kalo kita sepakat nikah, harus ada tanda. Mana tanda untukku?" pinta Gadis menengadahkan tangan kirinya di dalam mobil saat dia mengantarkan Jaka ke halte bis tadi malam.
Jaka membuka laci dashboard dan mencari sesuatu. Dia menemukan spidol anti air lantas mengambilnya dan meraih tangan kiri Gadis. Kini gadis mengemudi dengan tangan kanan dan bingung dengan sikap Jaka.
"Ini tanda sementara dariku sebagai de pe. Aku bakalan ngumpulin uang buat beliin yang bagus buat kamu di hari H nanti" ucap Jaka sambil membuat 2 buah lingkaran mengelilingi jari tengah Gadis dan diakhiri dengan lingkaran kecil di tengahnya.
"Dah, yang ini kamu gak akan alergi logam" imbuh Jaka selesai dengan mahakarya nya.
Gadis mengangkat jarinya didepan wajah, menatapnya bergantian ke jalan lalu tersenyum.
"Kamu benar, aku bahkan gak akan takut cincinnya hilang" timpal Gadis. Dia lalu memberhentikan mobil tepat di depan halte dan mengambil alih spidol permanen itu dan meminta tangan kanan Jaka.
"Kamu juga harus inget buat selesai kerja tepat waktu. Karena aku bakalan jemput kamu jam 5 sore" balas Gadis menggambar jam tangan dengan jarum jam mengarah ke angka 5.
__ADS_1
"Jangan terlalu berkeringat, biar jamnya gak ilang" imbuh Gadis.
Jaka terus tersenyum kala mengingat hal itu. Hal yang sangat sederhana namun penuh makna. Tak menyangka jika Gadis tak berniat untuk menyembunyikan hubungan mereka. Tadinya Jaka hanya iseng bertanya tentang statusnya. Secara, Gadis merupakan anak konglomerat, dan jika dilihat oleh kacamata umum, wanita dengan kelas sepertinya pastilah lebih cocok dengan dirinya yang saat ini berada di level yang sama dengannya.
Namun ternyata Gadis tak memperdulikan tentang status dan kedudukan seseorang. Tak salah Jaka memutuskan untuk menikah dengannya meski untuk sementara ini hanya didaftarkan secara agama dan negara tanpa ada pesta.
Bukan karena Gadis ingin menyembunyikan pernikahan mereka, namun Gadis memberi waktu padanya untuk memberikannya pesta pernikahan yang layak menurut kantong Jaka yang seorang kuli angkut.
"Apa kamu gila? untuk apa aku minta maaf padanya? Dia yang sembrono karena tak melihat kedatanganku" teriak seorang wanita memekik di pintu lobby terdengar sangat memekakkan telinga. Jaka sangat hafal dengan suara melengking itu. Dia melangkah mendekat untuk melihat kerumunan yang riuh bergerumul.
"Mahluk semacam kamu siapapun tak ada yang sudi melihatmu" balas suara wanita lain yang Jaka lebih mengenalnya. Ialah suara Gadis yang tengah bersitegang dengan Amber.
"Jaga mulutmu. Kamu gak tahu siapa saya" sentak Amber dengan telunjuk mengarah pada wajah Gadis, tampak tak terima dikatai seperti itu oleh Gadis.
"Saya tak tertarik dengan latar belakang anda. Yang saya tahu, anda tidak berperikemanusiaan" balas Gadis yang seketika berdiri setelah wanita yang berprofesi sebagai OB itu ditangani rekannya.
Gadis melangkah mendekat perlahan pada Amber dengan sorot mata yang tajam. Membuat kaki mulus Amber sedikit bergetar dengan aura kuat yang dipancarkan Gadis.
__ADS_1
"Minta maaf padanya sekarang, atau aku akan meminta sekuriti untuk menampilkan rekaman cctv. Lebih bagus jika anda adalah salah satu dari anak pemegang saham disini, agar media membawa jatuh keluargamu karena ulahmu yang semena mena" titah Gadis penuh penekanan.
Tak ada yang berani melerai karena mereka ingin memberi pelajaran pada Amber yang memanglah selalu semena mena kala berkunjung ke perusahaan.
Semua pegawai mengenalnya dan segan terhadapnya. Jika saja Amber tidak menggembar gemborkan tentang statusnya yang mana adalah anak pemegang saham perusahaan sekaligus calon istri pemimpin perusahaan tersebut, sudah pasti dia tak akan pernah bisa masuk ke gedung itu lagi.
Jaka tersenyum miring dengan ucapan Gadis. Diam diam dia pergi ke ruang kontrol keamanan dan meminta operator menampilkan rekaman beberapa menit sebelumnya.
"Coba saja kalau kamu bisa mendapatkannya. Kamu pikir kamu siapa, bisa seenaknya meminta sekuriti disini untuk memberikan rekaman keamanan, hah" lantang Amber bertolak pinggang.
"Saya adalah calon istri Jacob O'Bryant, siapapun kamu, akan aku pastikan kamu tak akan pernah menginjakkan kakimu lagi disini" lanjut Amber dengan nada penuh ancaman.
"Heh, benarkah? kamu? calon istrinya? hahaha.. pantas saja.. dengan kaca mata setebal itu, sudah dipastikan dia salah melihat" cebik Gadis mengangkat sebelah bibirnya.
Amber mengernyitkan dahi. Kaca mata tebal apa? pikirnya.
"Maaf nona. Anda diminta menghadap ke ruang keamanan" potong sekuriti yang datang dengan beberapa rekannya.
__ADS_1
"Apa maksud kalian. Untuk apa.. hei.. lepaskan aku.." Amber meronta kala kedua rekan sekuriti mencekal kedua lengannya untuk ikut dengan mereka atas perintah Jaka tentunya.