
"Cecunguk sialan, pergi sana cari makanan basi. Kalo aja gue gak khawatir Jaka digondol wewe gombal, gue gabakalan menuhin tempat lo. Sana pergi dulu, minjem tempat bentar aja napa si, pelit amat.. syuhh.." gerutu Gadis berbisik kala berperang dengan mahluk penghuni tempat kotor dan lembab itu.
"Ngapain kamu di sini malem malem?" tanya suara baritone yang sangat Gadis kenal dari arah belakangnya.
Gadis terkejut lantas mendongak "Jaka?" gumam Gadis yang langsung bangkit dan melempar serangga berwarna coklat yang sempat dia ambil.
Gadis melompat memeluk Jaka yang terkejut dengan aksi tiba tibanya.
"Astaga.." ucap Jaka hampir terjungkal karena ulah Gadis. Namun dia segera memposisikan kakinya agar keduanya tak terjatuh.
"Kukira.. kukira kamu diculik wewe gombal" ucap Gadis mencicit di ceruk leher Jaka dengan lelehan air mata. Jaka melengkungkan bibirnya. Merasa lega jika dia menemukan Gadis masih menunggunya. Meski khawatir dan berharap jika Gadis tak melakukan hal konyol seperti ini namun harapan jika Gadis menunggunya lebih besar.
Jika saja pergerakan Gadis tak tersorot lampu mobilnya, mungkin Jaka tak akan turun untuk menuntaskan rasa penasarannya. Kedua tangannya lantas ia lingkarkan di tubuh Gadis dengan erat.
__ADS_1
......................
"Gak salah?" tanya Jaka menatap mangkuknya yang diisi mi instan dengan telur setengah matang plus sayuran hijau dengan tambahan kerupuk kulit, sedangkan mangkuk Gadis diisi dengan menu yang sama namun dua kali lipat lebih banyak.
"Apa yang salah? kamu mau 2 porsi juga?" tanya Gadis cuek. Jaka mendengus tak percaya. Dia lantas menyeruput mi yang pemasarannya sudah mendunia itu disusul Gadis yang melahapnya dengan rakus.
"Sudah kuduga kamu berulah lagi" suara tiba tiba Jordan membuat Gadis hampir tersedak kuah mi nya yang super pedas.
"Mampus, pake bangun segala lagi" gumam Gadis lantas memilih bangkit dan mengamankan kepalanya dari sapaan tongkat keramat Jordan.
"Beli emih buat sebulan, gitu?" lanjut Jordan menunjuk tumpukan kardus berisi berbagai rasa mi instant ala korea yang tersusun di sudut dapur yang rencananya akan dia amankan di kamar setelah menyeruput habis mi yang telah dimasak. Dia tak mengira sang kakek akan bangun pada waktu hampir tengah malam.
"Ya.. yaa.. yaaa.. kan nyetok, kek. Buat jaga jaga kalo gak kebeli beras" kilah Gadis seraya menghindari raihan tongkat keramat Jordan.
__ADS_1
Jaka hanya bisa memijat pelipisnya dengan sebelah tangan yang bertumpu pada tangan lain.
"Makanya batalin aja kek, nikahnya. Emang kakek mau Gadis dikasih makan emih terus?" lanjut Gadis berkilah membuat Jaka mendongak dan menaikkan sebelah alisnya.
"Ooo.. batalin? itu mau kamu? oke, kakek batalin pernikahan kamu sama Jaka" ucap Jordan menyetujui gagasan Gadis, membuat Gadis sedikitnya merasa senang dengan menaikkan sudut bibirnya.
"Kalo gitu, kakek hubungin Asih. Besok kamu nikah sama Tole aja" lanjut Jordan membuat Gadis kelabakan lantas merangsek merebut ponsel yang sudah diutak atik Jordan lantas ia taruh di telinga seolah hendak melakukan panggilan.
"Enak aja sama Tole" sergahnya lantas menutup panggilan. Gadis lantas menarik tangan Jaka untuk mengikutinya secara tiba tiba. Hampir saja Jaka terjungkal karena tarikan itu.
"Ayo nikah sekarang" lanjut Gadis mengajak Jaka sambil bersungut.
"Mau ke KUA alam ghaib, nikah sekarang?" gemas Jordan menampar lengan Gadis.
__ADS_1
MON MAAP NII OTHOR LAGI KURANG VITAMIN🙏🏻🤧