Nikahi Aku !

Nikahi Aku !
Kawin Lari


__ADS_3

"Mimih.. kapan atuh Tole bisa kawin.. tos teu kiat ieu teh.." (Mimih.. kapan dong Tole bisa kawin.. udah gak kuat nih..) rengek seorang pria berusia 30an berpenampilan necis namun norak menurut orang lain.


"Ayoyoooy anak mimih yang gantengnya sedunia, sabar dong, sebentar lagi primadona komplek ini bakalan jadi istri kamu, dan mimih bakalan jadi ratu sejagat maya lagi. Kami cuma perlu bersabar, bersabar dan percaya sama mimih" bujuk Asih memanjakan anak semata wayangnya yang bernama Bartolomeus.



"Tapi Tole takut sama Gadis, mih. Cewek keker gitu bisa bisa matahin ujang-nya Tole, mih" keluhnya seraya mengusap area bawah perutnya.


"Itu kan tugas kamu, sayang. Semakin keker cewek, ujang kamu semakin puas dibuatnya. Kamu pengen bahagiain mimih kan?"


Tole mengangguk pasrah kala mimih nya membujuk dengan penuh keyakinan.


"Kita sama sama bakal dapet untung. Kamu gak usah cape kerja, tapi ujang kamu selalu terpuaskan, dan mimih bisa hang out lagi, belanja belanja lagi, hepi hepi lagi" lanjut Asih dengan antusias. Membuat Tole jadi semakin bersemangat untuk menjalani pernikahan yang mimihnya rancang untuknya.


"Tapi, mih. Bisa dapet depe dulu gak sekarang? Tole bener bener gak kuat ini" rengek Tole tampak tak bisa menahan hasratnya.


Asih mendelik, lantas mengeluarkan sebotol body lotion dan memberikannya pada sang anak.

__ADS_1


"Di irit nih. Kita masih punya 2 minggu" ketus Asih.


"Aaaaa.. wangi stoberi.. emang cuco deh punya mimih. Tole minta minyak kelapanya juga ya" pekik Tole dengan girang lantas berlari kecil kearah kamarnya.


"Jangan banyak banyak. Minyak lagi mahal" teriak Asih mengingatkan.


Asih kembali menghitung biaya perjalanan ke Amerika plus biaya hidup selama sebulan penuh dalam rangka mendampingi sang putra untuk hanimun nanti.


"Yah, biarin mereka mau cuma seminggu juga, yang penting biaya hidupku ditanggung selama disana" monolog Asih berfantasi.


"Kakeek... masa kakek tega ngebiarin Gadis dinikahin si Tolol sih keek..." keluh Gadis sambil terus merengek sambil menghentak hentakkan kakinya ke lantai dan tangan yang tak hentinya menggoyangkan lengan Jordan.


"Jangan pernah menghakimi kondisi fisik seseorang seperti itu. Bagaimana kalau dia benar benar jodohmu, hah?" tegur Jordan mengingatkan.


"Kakeeeek.. kakek mah jahat malah ngedo'ain Gadis dapet jodoh penjahat kelam in kek gitu" raung Gadis menangis sejadi jadinya. Membuat Jordan kini merasa putus asa.


"Apa maksudmu penjahat kelam in?" tanya Jaka yang terkejut dengan pernyataan Gadis.

__ADS_1


"Iya, dia suka mamerin anunya di depan umum sampe nyembur gitu, Gadis gak mau sama orang tolol kek gitu, emang kakek gak malu apa sama relasi bisnis kakek punya menantu yang kelakuannya abnormal kek gitu" jelas Gadis sambil terisak.


Sontak saja Jordan dan Jaka terkejut dengan penuturan Gadis.


Benar apa yang dikatakan cucunya itu. Apa kata relasinya jika punya menantu seperti itu. Selain merusak citra keluarga besar Olsen, juga cucu satu satunya ini tidak akan mendapatkan kebahagiaan sepeninggal dirinya kelak. Jordan pun menyayangkan jika Jaka yang sudah lebih dahulu dijodohkan dengan Gadis atas kesepakatan Jordan dan Raphael, ternyata kini telah dijodohkan dengan pilihan anak Raphael.


"Apa kamu pernah dilecehkan seperti itu?" tanya Jaka.


Gadis mengangguk sambil menyeka air matanya lalu kembali menjelaskan "Gadis lempar pake kunci pas, anunya. Tapi udahnya Gadis diancem mau dipenjarain" lanjutnya membuat Jaka sedikit merasa ngilu.


Sedangkan Jordan tengah mengangkat sebelah bibirnya karena merasa puas jika Tole, anak semata wayang Asih yang memanglah abnormal itu mendapatkan karmanya.


"Memang kamu gak malu kalo nikah sama aku? kan aku bukan anak orang kaya. Aku mungkin gak bisa ngasih apa yang kamu mau" tanya Jaka tiba tiba, membuat Gadis menghentikan tangisnya seketika dan Jordan menoleh dengan cepat kearahnya.


"Seenggaknya.. kamu normal, dan bertanggung jawab" timpal Gadis sesenggukan.


"Aku gak butuh harta, karena kakek bakalan warisin semua buat aku" lanjutnya dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


"Iya kan, kek?" tanya Gadis yang ternyata tak yakin, membuat rasa haru Jordan menguap seketika.


"Tuh kan? kalo diem itu artinya iya. Udah, kamu nikahin aku aja, yang penting kan aku ada yang wali in. Saksi banyak. Kalo enggak, kita kawin lari aja yok" cerocosnya sambil mengapit lengan Jaka dengan sisa isakan sesekali menjeda ucapannya.


__ADS_2