Nikahi Aku !

Nikahi Aku !
Bayar Sebagian Utang


__ADS_3

"Bisa kita ke tempat lain?" tanya Gadis disela keheningannya.


Jaka menoleh untuk melihat ekspresi Gadis yang berbanding terbalik dengan sikapnya tadi siang.


Ada semacam kekecewaan yang mendalam dalam keheningannya.


"Apa kamu keberatan menemaniku ke super market?" tanya Jaka memberikan solusi. Tak mungkin juga dia mengajaknya ke caffe yang harganya tak sesuai dengan kantong seorang kuli angkut atau taman kota yang nota bene menjadi incaran para pasangan irit.


Gadis menoleh "Super market?" tanyanya lantas.


Jaka menoleh dan mengangguk lalu kembali fokus pada jalan.


"Apa kamu jadi kuli angkut juga disana?" lanjut Gadis dengan tawa yang sedikit menggoda, membuat Jaka mendelikkan mata.


"Okay. Super market, there we go" tukas Gadis antusias membuat Jaka mengulas senyum.


Selama perjalanan, mood Gadis tampak membaik. Tangannya mengutak atik audio mobil untuk menyetel lagu. Jaka sedikit penasaran, apakah Gadis tak menyadari jika mereka tengah berada di dalam mobil mewah.


"Mobil bos kamu keren banget" celetuk Gadis membuat Jaka menoleh dan menaikkan sebelah bibirnya.


"Syukurlah dia mempunyai pikiran seperti itu" gumamnya dalam hati.


Lalu terdengar suara intro gitar dari lagu yang Gadis pilih.


...I hopped off the plane at LAX...


...With a dream and my cardigan...


...Welcome to the land of fame excess (woah)...


...Am I gonna fit in?...


...Jumped in the cab, here I am for the first time...


...Look to my right, and I see the Hollywood sign...


...This is all so crazy...


...Everybody seems so famous...


...My tummy's turnin' and I'm feelin' kinda homesick...


...Too much pressure and I'm nervous...


...That's when the taxi man turned on the radio...


...And a Jay-Z song was on...


...And a Jay-Z song was on...

__ADS_1


...And a Jay-Z song was on...


...So I put my hands up...


...They're playin' my song, the butterflies fly away...


...I'm noddin' my head like, yeah...


...Movin' my hips like, yeah...


...I got my hands up, they're playin' my song...


...They know I'm gonna be okay...


...Yeah, it's a party in the U.S.A....


...Yeah, it's a party in the U.S.A....


Gadis menyanyikan lagu Miley Cyrus dengan fasihnya diiringi gerakan centil bergaya seorang penyanyi, membuat Jaka tertawa. Dia membiarkan Gadis melakukan apapun yang dia mau karena Gadis selalu tampil dan bersikap apa adanya.



*Jangan senyam senyum gitu, bang. Ntar kena sosor othor tau rasa lo😗*


Bahkan hingga mobil sudah diparkir dan mereka keluar dari basement pun Gadis masih menyanyikan lagu yang sama berulang ulang dan sesekali Gadis melompat lompat bahkan melompat ke punggung Jaka dan memintanya mengarah ke toilet.


"Gak sampe masuk, nih?" tanya Jaka masih menggendong Gadis di punggungnya.


Jaka pun memanfaatkan waktu tunggunya untuk mencuci wajahnya sekaligus mencabut kapas yang menyumbat hidungnya seraya meringis. Untunglah darahnya sudah berhenti mengalir.


"Kaa.. Jakaaa.." terdengar suara Gadis memanggilnya dari balik pintu.


"Bentaar" seru Jaka sedikit lantang. Dia segera membasuh wajahnya dengan perlahan karena hidungnya masih terasa sakit.


klekk


"Lama amat sih?" keluh Gadis tiba tiba membuka pintu.


Sontak para penghuni toilet pria yang sedang berdiri membuang air kotornya merapat lebih dalam pada toilet khusus pria yang dirancang berdiri itu.


"Hei.." seru para pengguna toilet dengan serempak.


Jaka mendecak dan segera meraih beberapa lembar tissu untuk menyeka air di wajahnya lantas bergegas keluar toilet sambil menarik tangan Gadis.


"Kamu.. belajar modus ya" tuduh Jaka membuat Gadis mencebik.


"Bukannya untung ya, diliatin cewek" timpal Gadis dengan cueknya sambil menjulurkan lidah.


Jaka mengambil troley dan mendorongnya untuk mencari apa yang dibutuhkan.

__ADS_1


"Ka.. Ka.. Gendong.." Gadis meminta Jaka menurunkan tubuhnya agar dia bisa naik ke pundaknya. Jaka pun menurut.



"Kenapa gak ambil yang paling depan aja sih?" tanya Jaka terheran.


"Gak liat yang paling depan udah penyok penyok gitu? diem ih jangan goyang goyang" tukas Gadis.


"Geser dikit, ni sekalian ngambil yang ini" timpal Jaka meraih barang yang tak jauh dari jangkauannya.


Jaka lantas memasukkan beberapa bungkus camilan kedalam keranjang sambil menggendong Gadis di pundaknya. Membiarkan Gadis memilih barang yang dia butuhkan yang disimpan di rak bagian paling atas.


"Mampus. Uang cash ku cukup gak ya?" gumamnya terkejut kala menyadari jika dia tak pernah membawa banyak uang cash karena biasa memakai kartu hitamnya untuk berbelanja.


Gadis melihatnya dari atas. Mengintip jumlah lembaran uang yang terdapat di dalam dompet Jaka. Lantas mengulas senyum karena merasa iba dengan kondisi keuangan calon suaminya itu.


Gadis melempar kotak snack yang dia minati kedalam keranjang tanpa khawatir isinya akan remuk.


"Sudah?" tanya Jaka kala Gadis berhenti melempar barang.


"Mmm.. sepertinya sudah"


Jaka lantas menurunkannya lalu mendorong troley kearah lorong pakaian dalam.


"Aku kesana ya" ucap Gadis memberi pesan seraya menunjuk kearah sebrang lorong. Jaka mengangguk lantas lanjut memilih ukuran beberapa kaos singlet yang bisa dia pakai hanya satu kali untuk satu buah.


Jaka lantas mendorong troley kearah lorong dimana Gadis tengah memilih beberapa barang.


"Lilin? sebanyak ini? untuk apa?" tanya Jaka terheran. Pasalnya, Gadis mengambil sekitar selusin bungkus lilin putih.


"Dimana rumahmu?" tanya Gadis tanpa menatap Jaka. Dia masih mengedarkan pandangan mencari sesuatu yang mungkin dibutuhkan.


"Kamu gak niat tidur di rumahku kan?" Jaka bertanya balik karena bingung harus menyebutkan apartemen mewah yang dia beli dan dia tinggali seorang diri.


"Tadinya sih gitu. Tapi yaudah lah. Pasti gak boleh. Kita ke roof top aja bentar ya" Gadis memberikan solusi. Dia ingat pernah menyalakan kembang api dibagian atap super market bersama teman teman sekolahnya dulu.


"Oke, tapi nyimpen ini ke mobil dulu ya" ucap Jaka.


Saat sedang mengantri untuk membayar, Gadis bersandar manja pada Jaka karena kesal dan bosan. Antrian yang mengular itu membutuhkan waktu dan Gadis akhirnya berinisiatif untuk menjahili Jaka dengan menggelitik wajahnya. Dan sesekali kembali merengek bak anak kecil.


Tiba saatnya bagi mereka untuk membayar. Satu per satu barang di scan dan masuk kedalam hitungan otomatis tagihan, hingga..


"E eh.. tunggu.. siapa yang ngambil ini?" sergah Jaka kala pegawai kasir men- scan benda berbentuk kotak kecil dengan tulisan merek mirip merek nugget. Dan itu ada beberapa kotak, membuat pengantri yang dekat dengan mereka menutup mulut mereka karena menahan tawa.


Dan itu adalah alat kotrasepsi berwarna warni dengan berbagai rasa dan tekstur.


"Kamu.. beli ini?" tanya Jaka pada Gadis yang tengah celingukan menghindari pertanyaan Jaka.


"Udah, itung aja mbak. Nih saya yang bayarin" tukas Gadis lantas menyodorkan kartu saktinya.

__ADS_1


"Jangan nolak, anggap aja aku bayar sebagian utang aku" sergah Gadis saat Jaka hendak menolak.


"Nanti aku ajarin cara pakenya" imbuh Gadis dengan ambigu ditelinga orang lain. Membuat Jaka tak bisa mengeluarkan suaranya karena wajahnya sudah memerah.


__ADS_2