Nikahi Aku !

Nikahi Aku !
Begadang


__ADS_3

Gadis terus menguap didalam kelas. Beberapa kali temannya membangunkan Gadis karena tertidur dan mendengkur dengan keras. Dia bahkan tak terusik dengan teguran sang dosen.


"Kenapa sih harus 3 sks? intinya kan cuma satu paragraf, kenapa dibikin 3 jam, mana ga da iklan.. hoaemm.." gumam Gadis menggerutu sambil kembali merebahkan kepalanya diatas kedua lengan yang dilipat.


"Kalo mau tidur dirumah aja, kenapa membuat diri sendiri dan orang lain tak nyaman?" sindir sang dosen yang jengah dengan perilaku mahasiswinya ini yang diluar nurul.


"Ah, boleh pak. Nilai saya dijamin A kan?" Gadis tiba tiba menegakkan tubuh dan ekspresinya berubah cerah antusias.


"Kamu pikir ini kampus milik-"


"Iya milik kakek saya. Tapi nilai nilai saya gak ada hubungannya dengan kakek kan?" potong Gadis membuat sang dosen yang perkiraan usianya tak jauh dari usia Jaka itu menjeda ucapannya.


Gadis memanglah mahasiswi yang cukup genius. Beberapa kali dia melayangkan pertanyaan tentang materi yang disampaikan saat Gadis tertidur namun Gadis bisa menjawabnya dengan kata kata yang persis sama dengan yang telah dia sampaikan.


Lalu apa arti dengkuran kencang itu? bukankah seharusnya dia tengah mengarungi alam mimpi?


......................


"Perasaan tadi malem gak ada drag race deh, kok elo bisa begadang?" tanya Evan, teman satu hobi dan satu kelas Gadis.

__ADS_1


"Bacot ah, jan bawel. Gua ngantuk" timpal Gadis dengan ketus seraya kembali merebahkan kepala diatas tas.


"Idih, ni anak. Ayo cepetan keluar, bentar lagi pak Suryo masuk" ajak Evan.


"Hah, sekarang matkul sejarah? kebetulan. Lo duluan gih" ucap Gadis mengusir Evan dan kembali merebahkan kepalanya.


Evan menggelengkan kepala. Pasalnya, dosen sejarah dunia itu terkenal angkuh dan killer. Namun Gadis tak takut sedikitpun karena kejeniusannya yang diatas rata rata selalu membungkam siapapun yang mencoba beradu wawasan dengannya.


Gadis merasa mata kuliah dosen sejarah sangat cocok sebagai pengantar tidur.


Jika saja insiden tadi malam tak terjadi, pastilah saat ini Gadis sudah berada di salah satu cafe untuk melakukan interview.


flash back


Berpisah tempat tinggal dari sang kakek membuatnya bebas meminum apapun yang dilarang oleh sang kakek, contohnya minuman bersoda. Dia bahkan hampir menghabiskan 3 kaleng sekaligus tanpa mengindahkan peringatan Jaka sang suami yang mewanti wanti agar tak terlalu banyak minum minuman manis karena bisa membuatmu mengompol.


Gadis menyanggah peringatan Jaka dengan membuangnya terlebih dahulu dari perutnya sebelum beranjak tidur.


"Kenapa lampunya dimatiin semua si?" gumam Gadis dengan sebelah tangan diapit kedua pangkal pahanya, menghalau cairan keluar dari sumbernya.

__ADS_1


"Untung lampu kamar mandi gak dimatiin" lanjutnya yang langsung mengarah ke kamar mandi karena kemihnya sudah mendesak keluar.


"Iiii jangan dulu keluar.." pekiknya setengah berlari berjinjit.


"Aahhhhh... legaaa... " Gadis menghela lega karena berhasil mengeluarkan isi cairan dari kandung kemihnya pada tempatnya.


Pikirnya.


"Kok.. basah?" tanya Gadis lantas menoleh kearah bawah karena air seninya sendiri membasahi bagian bawah tubuhnya sendiri.


"Gawat... setan cabul.. gua ngedudukin setan cabul..." lirihnya menatap horor pada sepasang kaki yang ia duduki. Perlahan kepalanya memutar kebelakang untuk memberanikan diri seraya mengucap matra pengusir setan.


"Jadi gini cara pertama kamu ngerjain aku?" tanya Jaka dengan nada getir. Bagaimana bisa Gadis masuk begitu saja tanpa melihatnya sedang menggunakan toilet dan sembarangan membuka penutup bawah tubuhnya menampilkan 2 bongkah bokong mulus lantas mendudukinya lalu mengeluarkan air seni dipangkuannya.


Jaka tak sempat berteriak panik karena kejadiannya sangat cepat dan rasa panas dari air seni itu membuatnya pasrah.


"Waaaaasem setan cabuuuul...."


plakk

__ADS_1


Udahlah dipipisin, digaplok pula.


Apes bener nasibmu, Ka...


__ADS_2