
Gadis mengerutkan kening. Dia lantas mengerti sesuatu, lalu pindah dari pangkuan Jaka ke kursinya lagi.
Ekspresi kecewa bisa Jaka tangkap dari wajah Gadis.
Apa dia kecewa karena hasrat Jaka yang tak terbendung?
Apa dia marah?
Tapi bukankah dia memiliki hak untuk itu?
Pertanyaan pertanyaan itu memenuhi kepalanya hingga dia mencoba membuka mulut dan berkata "Maaf aku tak meminta izinmu dahulu".
Gadis seketika menoleh. Tak percaya dengan apa yang didengarnya. Dia pikir Jaka menganggap bahwa hal tadi merupakan sebuah kesalahan yang tak seharusnya Jaka lakukan padanya. Padahal Gadis mulai menginginkannya.
"Tuker posisi" ucap Gadis dengan datar.
Jaka menurutinya dan pasrah jika Gadis marah padanya. Diam adalah satu satunya yang bisa dia lakukan saat ini.
__ADS_1
Gadis mengemudikan mobil seolah tengah melakukan balap liar. Ekspresi dinginnya membuat Jaka semakin yakin jika Gadis marah padanya.
Dia pernah melihat amarah gadis, dan itu cukup menakutkan.
Gadis melangkah masuk kedalam rumah saat mobil baru sampai di garasi tanpa mengucap sepatah katapun. Meninggalkan Jaka yang menghela nafas dengan dalam.
Jaka melangkah dengan gontai kearah rumah. Berharap kondisi kembali seperti semula. Namun bisakah?
Satu satunya yang ingin dia lakukan saat ini adalah mandi. Rasa lengket disekujur tubuhnya terutama bagian bawahnya sangatlah tak nyaman.
Jaka melihat lampu kamar Gadis menyala. Apakah Gadis mengurung diri? Dia benar benar merasa bersalah kini. Dia baru ingat jika Gadis bukanlah tipe wanita yang mudah diajak hal berbau intim. Dia lantas masuk ke kamarnya untuk mengambil handuk.
"Loh.. perasaan tadi lampunya nyala" gumam Jaka kala melihat kamarnya gelap dari luar kamar. Menurut ingatannya, dia meninggalkan kamar saat mandi dalam kondisi lampu menyala, namun kini tampaknya dia harus menggantinya.
Jaka yang hanya memakai handuk sebatas pinggang berniat memakai bajunya terlebih dahulu.
Jaka masuk kedalam kamar yang tak terlalu gelap karena cahaya dari ruang tengah masuk melalui jendela atas pintu.
__ADS_1
Saat pintu ditutup, Jaka dikejutkan dengan pergerakan tiba tiba yang mendorongnya ke pintu dan menyambar bibirnya dengan rakus.
"I want you.." bisik Gadis disela lumatannya lantas tanpa permisi membuka belitan handuk dipinggang Jaka dan meremat pusakanya.
"Gadis?..." Jaka terkejut dengan aksi tiba tiba Gadis yang menyerangnya dengan penuh gairah. Ditambah, Jaka menyadari jika sang istri dalam keadaan polos karena kulit mereka bersentuhan secara langsung.
"I want you to have me.." lanjut Gadis disela pagutan liarnya. Jaka menyeringai seraya berkata "My pleasure"
Jaka bergerak mengikuti instingnya. Padahal ini adalah pertama kalinya bagi mereka. Namun hasrat membimbing mereka untuk meraih kenikmatan bersama.
Rasa sakit saat Jaka berhasil membobol pertahanan Gadis berganti nikmat yang tak bisa dihentikan.
Jaka terus memacu tubuhnya mengarungi samudera cinta dengan peluh kenikmatan. Ledakan yang kembali terulang tak membuatnya berhenti untuk kembali merasakan kenikmatan yang seolah tak akan mereka dapatkan lagi.
Seluruh tubuh Gadis ia cicipi tanpa terlewatkan sedikitpun. Erangan dalam ruangan yang saling bersahutan merupakan lagu merdu yang mereka nyanyikan.
Hentakkan demi hentakkan membawa keduanya mencapai puncak untuk kesekian kalinya. Hingga tenaga mereka terkuras habis dan tidur saling berpelukan tanpa melepas inti mereka satu sama lain.
__ADS_1
Keduanya tertidur dengan senyum mengembang.