NIKAHKU ATAS TEKANAN

NIKAHKU ATAS TEKANAN
Tidak Bisa Fokus


__ADS_3

BAB. 11


Jam sekolah telah habis, semua siswa pun bersiap untuk pulang. Terlihat seorang siswa dari kelas lain mengetuk pintu kelas dan mohon izin untuk memanggil Anis.


“Permisi pak, Anis di panggil bu Susi di ruangannya” . Ucap siswa tersebut kepada Pak Herni guru IPA, Iya saat ini kelas Anis sedang belajar mata pelajaran IPA.


“Iya silahkan Anis” ucap pak Herni mempersilahkan Anis untuk menemui bu Susi di ruangannya.


Anis pun segera keluar kelas dan berjalan menuju ruangan Bu Susi, dalam hati Anis tahu pasti panggilan itu karna dirinya hanya bisa mengerjakan 7 soal ulangan harian matematika dari 10 soal kemaren, batin Anis dalam hati.


“Assalamu’alaikum bu” ucap Anis memberi salam bu susi ketika hendak memasuki ruangan.


“Wa’alaikumsalam silahkan masuk nis”, Jawab bu Susi mempersilahkan Anis untuk masuk.


Anispun segera masuk Setelah dipersilahkan bu Susi dan duduk dikursi yang ada di depan meja bu Susi.


“kamu tahu kenapa ibu memanggilmu nis?” Tanya bu Susi kepada Anis Dengan tatapan tajam.


“Karna nilai ulangan kemaren bu”, jawab Anis singkat sambil menundukkan kepalanya.


“Berapa perkiraan kamu nilai yang dapat kamu dapatkan nis?” Tanya bu susi lagi.


“Kemaren Anis hanya bisa yakin mengerjakan 5 soal, 2 soal tahu jalannya tapi tidak ketemu isinya bu”, jelas Anis.


“Ini hasil nilai ulangan harianmu nis” ucap bu Susi seraya menyerahkan kertas ulangan hasil jawaban Anis.


Anis pun segera mengambil dan melihat hasilnya, “Apa ini beneran bu nilai hasil ulangan Anis? Apa ibu gak salah ngoreksinya?” Tanya Anis masih tak percaya.


Terlihat goresan tinta yang sangat jelas dalam kertas tersebut, goresan itu membentuk angka 50. Iya Anis mendapat nilai 50 pertama dalam sejarah pendidikannya, apalagi pelajaran matematika yang digemarinya selagi dia masih SD.


“Iya itu memang hasil nilai ulangan mu nis, itulah mengapa ibu tidak membagikan hasil nilai ulangan kalian di kelas. Karena ibu tidak mau kamu syok di depan teman-teman kamu”, Jelas Bu Susi.


Anis pun hanya bisa menutup bibir masih tidak percaya atas apa yang dia dapatkan, pikirannya mulai kacau dengan masa depannya nanti, belum lagi masalah pernikahannya yang begitu sangat rumit.


“Sebentar lagi UNBK (ujian nasional berstandar computer) dan kamu masuk kedalam daftar kompetisi UNBK sekota ini nis, bagaimana kamu dapat bersaing jika nilai ulangan harianmu anjlok sangat jauh”, ucap bu Susi menjelaskan.


“Maaf bu, saya akan kerja keras lagi untuk yang terbaik”, ucap Anis kepada bu Susi.


Anis pun memasukan kertas hasil ujiannya ke dalam tas, kemudian dia pamit undur diri untuk keluar dari ruangan bu Susi.


Ketika berada di gerbang sekolah, Anis bertemu Dengan sahabat-sahabatnya Reni, Nely dan Riya.


“Nis ada apa bu Susi tadi manggil kamu?” Tanya Ria kepada Anis.


“Emmm aku tahu bu Susi pasti kangen aku, pengen belajar iket rambut ala aku tapi malu Akhirnya yang dipanggil malah Anis deh, iya kan nis?” celetuk Reni asal.


Iya Reni yang lebih dikenal Dengan sebutan kubis kepang oleh sahabatnya memang mempunyai rambut yang unik, rambut ikal seperti daun sawi yang sekalu di kepang. Tak heran jika sahabatnya memanggil seperti itu.


“Kamu pikir kepang rambut kamu itu ngetrend apa? Sampek kepedean bu Susi kepengen kayak gitu,” ucap Nely mulai kesel.


“Ulangan ku turun drastic gays aku kena teguran dari bu Susi untuk belajar lebih giat lagi”, ucap Anis lirih.


“Udah nis jangan terlalu dipikirin terus, percuma kalua Cuma kamu pikiri aku tahu kamu pasti bisa memperbaiki semuanya” ucap Riya yang berussaha menguatkan hati Anis.


“Iya nis kami yakin kamu pasti bisa melewati ujianmu” ucap Nely kemudian.


“Tenang aja nis nanti aku yang akan mengejarimu matematika, biar bisa kayak kemaren lagi”, kata Reni Dengan pedenya.


“Kamu ngitung jari aja belum bener gimana mau ngajari Anis" gerutu Riya kepada Reni.

__ADS_1


“Terimakasih yang gays sudah mau dukung aku dan berusaha agar aku terus positif$ ucap Anis sambil memeluk ketiga sahabatnya itu.


“Aku pulang duluan yang gaayss, soalnya perjalannku lebih jauh sekarang,hehe” ucap Anis kemudian kepada sahabat-sahabatnya.


“Hati-hati ya nis jangan banyak ngelamun, kalu ngelamu jangan lupa disisipi muka aku ya”, ucap Reni sambal berteriak.


Anis hanya menanggapinya dengan senyuman sambal melangkah menuju halte angkot ke arah rumah keluarga Herdiawan.


Anis pulang sekolah Dengan menaiki angkot, sebenarnya jika dia menaiki angkot tidak akan sampai langsung di depan rumah mertuanya karna Anis harus menyambungnya Dengan berjalan kaki sekitar 200 meter dari persimpangan tempat angkot lewat ke kediaman keluarga Hendriawan. Kecuali jika dia menaiki taksi online maka dia kan langsung diantar didepan gerpang rumah. Namun Anis lebih memilih menaiki angkot karna sisa ongkos yang dia dapat bisa ditabungnya.


Sesampai di persimpangan rumah mertuanya, Anis pun turun dan menyeberangi jalan menuju rumah.


Tiiiiiiinnnnn.....


Tiba-tiba sebual mobil honda jazz menabraknya Dengan pelan karena pengemudi mengerem Dengan cepatnya.


Anis terjatuh tepat didepan mobil tersebut.


“Maaf, maaf,,,Apa kamu tidak apa-apa”, Tanya lelaki yang turun dari mobil tersebut.


Anis pun bangun dan memeriksa badannya.


“Kakimu terluka, aku akan membawamu ke rumah sakit”, ucap lelaki itu yang Ternyata Dika sekertaris Reza.


“Nggak aku gak apa-apa Cuma tergores aja, besok juga udah kering“ kata Anis.


“Pokoknya kamu harus ikut aku ke rumah sakit, kalau terjadi apa-apa sama kamu, aku bisa di tuntut orang nanti” jelas Dika kepada Anis, seraya menggandeng lengan Anis untuk masuk ke mobilnya.


“Ehhh apa-apaan si main pegang aja, jangan pegang-pegang , bapakku melarang aku untuk sentuhan sama cowok”, kata Anis sewot.


“Ya sudah maaf, ayo kerumah sakit”, ajak Dika.


“Nama kamu siapa?” kata Dika.


“Anis” Jawab Anis singkat.


Kruyuuuukkkk,,,,


“Kamu lapar?” Tanya Dika.


Anis hanya mengangguk karena malu.


“Ya udah nanti habis dari rumah sakit aku langsung traktir kamu makan”, ucap Dika.


“Gak usah, langsung makan aja gak usah ke rumah sakit, Aku bisa sendiri kok mengobati lukaku”, ucap Anis.


Mereka pun Akhirnya makan, Karena lokasi mereka saat itu tidak jauh dari resto kambing pulen milik Reza maka Dika memilih tempat itu untuk makan siang menuju sore karena sudah jam 15.00, bersama gadis yang baru saja dia tabrak.


“Pesanlah apa yang kamu suka” ucap Dika kepada Anis.


“Aku mau kekamar mandi dulu” kata Anis.


Anis pun berjalan menuju kamar mandi, disana dia melihat seseorang yang sedang memohon untuk tidak dipecat dari pekerjaannya.


“Itu bayaran dari ku atas kelalaianmu selama ini” ucap pria berdasi yang terlihat seperti oring yang mempunyai jabatan di Resto tersebut.


Tolong jangan pecat saya pak, saya akan memperbaiki semuanya saya janji”, ucap laki-laki yang berjongkok di depan pria berdasi.


Namun pria berdasi tersebut tetap tak mendengarkan laki-laki yang ada didepannya dan menandatangi pemecatannya.

__ADS_1


Anis yang tidak sengaja melihat peristiwa itu berjalan menuju kamar mandi,


Orang kaya mah bebas berbuat, gerutu Anis dalam hatinya sambal tersenyum sinis.


Setelah dari kamar mandi Anis pun kembali dan menikmati makanan yang sudah di sajikan.


“Kamu sudah berapa hari gak makan?” Tanya Dika yang heran melihat gadis berseragam sekolah nan cantik terlihat seperti orang yang kelaparan.


“Lima hari masuk dua hari”, Jawab Anis asal.


“Kamu Ternyata suka ngelawak ya”, ucap Dika sambal tertawa mendengar jawaban Anis.


“Aku suka kambing ini, enak rasanya” ucap Anis polos.


“Kalau kamu mau nanti aku bungkuskan untuk kamu bawak pulang kerumah, anggap saja itu bentuk perminta maafan dari aku”, kata Dika.


“Iya, yang banyak ya”, ucap Anis.


“Kamu tinggal dimana? Nanti biar aku antar pulang” ucap Dika lagi.


“Antar aja aku di persimpangan tadi, aku tinggal tidak jauh dari sana”, Jawab Anis.


“Oh ya? Aku juga ada teman didekat sana” ucap Dika lagi.


Anis tak menanggapi perkataan Dika. Selesai makan Dika pun mengantarkan Anis ketempat yang sudah disampaikan Anis.


“Terimakasih kak, terimakasih juga atas makananan yang sangat enak”, kata Anis sambal tersenyum, senyumnya amat sangat manis membuat wajahnya semakin terlihat manis, siapapun yang melihatnya akan langsung berdebar hatinya.


“Tunggu dulu, apa kamu bisa membagikan nomor hp pada ku”, tanya Dika.


“Untuk apa?” Anis balik bertanya.


“Untuk memastikan kalau kamu benar baik-baik saja” Jawab Dika.


Sebenarnya itu hanya alasan dika saja yang ingin mengenal lebih jauh Dengan Anis. Anis pun memberikan nomor Handphonenya sraya melangkah memasuki lorong perumahan tempat dia tinggal.


“Ternyata sudah jam 17.00, aku lelah sekali hari ini. Untung aja ada orang baik nraktir makanan enak”, ucap Anis bicara sendiri ditengah langkahnya menuju rumah.


Crooootttt,,,,,!!


Sebuah mobil sedan mewah melintas disampingnya dan melewati genangan air yang tidak jauh dari tempat Anis berjalan.


“Heeehh,,,!!! Dasar orang gak ada adab!! Gak ada mata ya?? Gak bisa lihat apa disini ada manusia cantik??” omel Anis seraya membersihkan pakaiannya yang kotor karena terkena genangan air yang di lewati mobil tersebut.


Mobil itu pun berhenti.


“Ngomong apa kamu tadi?” Tanya seorang laki-laki tersebut sambal membuka pintu mobilnya.


“Ooohhh Ternyata kamu orang tua ngeselin, kamu itu ya gak di rumah, dijalan, disekolah selalu aja bikin aku apes ya!!!” bentak Anis sangat marah ketika mengetahui orang yang turun dari mobil adala Reza, suaminya.


Semua orang yang melewati jalanan itu memperhatikan Anis dan Reza, karena perkataan Anis lumayan keras.


“Bisa gak bicaranya pelan dikit, aku gak budge tahu!! Ucap Reza Lirih sambal terus mendekati Anis.


“Dasar orang tua pembuat sial, pergi sana dari kehidupanku, aku udah males sama kamu”, ucap Anis lagi. Kali ini airmatanya pun ikut andil untuk berbicara juga, tetesannya membasai rambut yang berterbangan tertiup angin.


Reza panik karena semua orang memperhatikannya di tambah lagi Anis berbicara kuat sambil menangis, Dengan reflek Reza langsung menggendong Anis untuk masuk ke dalam mobil agar orang-orang tidak mendengar omelan Anis lagi.


“Aku bisa pulang sendiri, aku masih ada kaki bahkan aku juga masih punya HATI tidak seperti kamu”, ucap Anis masih Dengan emosinya. Anis berusaha keluar dan membuka pintu, tapi pintu mobilnya dikunci Reza dan menjalankan mobil menuju rumah.

__ADS_1


__ADS_2