NIKAHKU ATAS TEKANAN

NIKAHKU ATAS TEKANAN
Semakin lama semakin dekat


__ADS_3

BAB. 16


“Kebetulan saat itu aku makan disana dan sedang ke kamar mandi” ucap Anis.


“Ooh,,,gitu kamu baru ya kerja disini?” Tanya Ucup


“Iya baru hari ini” Jawab Anis.


“Kenalin nama aku ucup, aku tinggal tidak jauh darikedai ini” ucap ucup sembari mengulurkan tangan ke arah Anis.


“Nama aku Anis kak”. Kata Anis sambil menangkupkan kedua tangan ke dada sebagai tanda kalau dia tidak bersentuhan Dengan lawan jenis.


“Panggil aku ucup aja, kita sama-sama karyawan disini” ucap Ucup sambal tersenyum.


Hari begitu terasa cepat, Waktu pun bergerak seolah berlari bagi Anis. Tak terasa sudah jam 21.00.


“Nis kamu pulang sama siapa?” Tanya ucup yang baru saja keluar dari kedai kopi.


“Sendirian kak” Jawab Anis.


“Aku anter yok? Aku naek motor kok” ujar Ucup menawari tumpangan kepada Anis.


Tiba-tiba sebuah mobil honda jazz berhentitepat di depan Anis berdiri. Kaca mobil tersebut pun terbuka.


“Nis baru pulang ya?” Tanya Dika.


“Eeh iya kak” Jawab Anis.


Dika pun segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Anis.


“Ayook” katanya singkat.


“Apa kak?” tanya Anis masih heran Dengan tingkah Dika.


“Ayok aku antar kamu sampai rumah, ini udah malam gak baik anak gadis malam-malam di pinggir jalan gini”. Omel Dika.


“Emmm gak usah kak, Anis pulang naek Angkot aja, kan tempat tinggal Anis gak jauh dari sisni”. Kata Anis menolak tawaran Dika.


Ucup yang melihatnya hanya diam saja, dirinya tidak ada keberanian lagi untuk ngomong. Apa lagi saingannya untuk memberi tumpangan Anis adalah honda jazz, seorang pria tampan dan mapan.


“Kamu kenapa gak mau aku anter? Kamu takut aku culik ya?” Tanya Dika.


“Nggak kak Anis lebih suka naik angkot dari pada yang lainnya”. Ujar Anis mencari alasan.


Sebenarnya dia juga sudah sangat capek dan lelah untuk pulang Dengan angkot, belum lagi nanti harus jalan kaki sepanjang 200 M karena angkot tidak mau nganter sampai depan rumah. Tapi Anis tidak mau merasa utang budi, dia tidak mau hidupnya di tompang oleh orang lain, seperti yang sudah dia alami Dengan Reza yang alhasil Reza bersikap semena-mena dengannya.


“Ya sudah kalau kamu gak mau, aku akan menunggumu disini sampai kamau dapat angkot dan aku akan mengiringmu dari belakang untuk memastikan kalua kamu aman”. Ucap Dika Akhirnya mengalah Dengan mengambil solusi di tengah-tengah.


“Terimakasih kak sudah mengerti” ujar Anis.


Ucup yang mendengar perkataan mereka segera pamit untuk pulang duluan.


Kak Dika baik banget, bicaranya lembut gak pernah membentak bahkan dia juga tidak pernah memaksakan kehendaknya padaku, padahal dia juga kaya. Gumam Anis dalam hati.


Anis Akhirnya mendapat angkot dan pulang. Dilihatnya ke belakang Ternyata Dika benar-menar mengiringinya. Tidak lama kemudian angkot berhenti dipersimpangan jalan, Anis pun keluar.


Dika menghampiri Anis Dengan mobil Sport nya.

__ADS_1


“Dimananya rumahmu nis?” Tanya Dika.


“Itu kak gak jauh kok dari sini” Jawab Anis menutupi kebenarannya.


“Ya sudah karena kamu udah deket rumah, aku pulang duluan ya, jangan lupa kalua sudah di rumah kabari aku biar aku gak khawatir”. Ujar Dika yang tidak sadar bahwa perkataannya itu menandakan bentuk perhatiannya Dengan Anis.


“Iya kak terimakasih” Jawab Anis.


Dika pun berlalu Dengan mobilnya, sedangkan Anis memperhatikan mobil yang dikendarai Dika sampai tak terlihat lagi.


Anis pun melanjutkan perjalannanya Dengan jalan kaki. Sebenarnya bisa saja dia naik ojek atau bahkan taksi online untuk sampai di rumah, karena tabungan dari pemberian ongkos Reza tiap hari lumayan banyak, tapi Anis memilih menabung untuk masa depannya nanti yang belum jelas.


Sesampainya di rumah sudah sangat merasa lelah, keringatnya mengalir deras diwajahnya yang manis tanpa mengurangi kecantikannya. Dilihatnya suasana rumah yang sudah mulai sepi. Anis menaiki tangga menuju kamar.


“Dari mana kamu?” Tanya seseorang di dalam kamar yang tak lain adalah Reza.


“Anis tak menjawab, tubuhnya terasa amat lelah, dia hendak beranjak ke kamaar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah lengket.


“Heiii main nyelonong aja ditanya suami”. Ucap Reza kesal karena perkataannya tidak ditanggapi Anis.


“Helooo bocil??? Kamu masih punya telinga kan untuk merespon pertanyaan suamimu?” ucap Reza seraya memegang lengan Anis.


Anis segera menghempaskan tangan Reza.


“Cukup…!! Jangan pernah menyentuhku lagi. Pernikahan kita hanya di atas kertas dan di hadapan orang tua aja. Selebihnya jangan pernah menganggapku istrimu. Karena mulai hari ini aku tidak akan meminta uangmu lagi wahai tuan Reza Herdiawan yang terhormat.” Ucap Anis menekankan perkataannya.


Reza yang mendengar perkataan Anis sangat terkejut. Dia tidak pernah menyangka bahwa gadis kecil yang dia remehkan selama ini benar-benar menepati janjinya.


“Kamu ingin pisah dariku?”. Tanya Reza kemudian.


“Ooh kamu berharap pisah sama aku?” Anis balik bertanya.


“Udah deh, aku tahu niat kamu dari awal setuju menikahiku karna akan segera menceraikan aku kan?” ucap Anis.


“Gak usah sok tahu dukun bocil”. Ucap Reza enteng.


Anis tak menanggapi perkataan Reza, dia berlalu ke ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


“Dasar bocil sok tahu isi hati orang, emangnya dia dukun apa? Dukun aja gak bisa tahu semuanya”. Gerutu Reza yang ngomel sendiri.


“Gak usah ngomongi aku dukun, kamu tu empunya dukun”. Teriak Anis tiba-tiba menongolkan kepalanya di pintu kamar mandi.


“Mandi mandi aja, gak usah nguping orang ngomong atau jangan-jangan kamu mau aku mandiin dikamar mandi sayang??” ucap Reza sengaja menggoda Anis.


Anis yang mendengarnya langsung takut dan menutup pintu kamar mandi rapat-rapat.


Selesai mandi Anis segera ganti pakaian,namun tiba-tiba dia lupa membawa pakaian ganti ke kamar mandi.


“Aduuuh, kok bisa si nis kamu lupa bawak ganti. Terus gimana dong ini”. Gerutu Anis dalam kamar mandi.


“Heii bocill!! Kamu masih hidup kan??” ucap Reza yang tiba-tiba menggedor pintu kamar mandi karna dirasanya Anis mandi sudah lebih dari lama.


“hmmmm” ucap Anis singkat.


“Kamu mau tidur di kamar mandi?” Tanya Reza.


“Betah banget main di kamar mandi”. Ucapnya lagi.

__ADS_1


Anis masih terdiam di kamar mandi, bingung Dengan kondisinya yang lupa membawa pakaian ganti.


Setelah beberapa lama, Anis tidak lagi mendengar celotehan Reza. Anispun membuka pintu kamar mandi secara perlahan hanya Dengan menggunakan baju kimono yang pendeknya di atas lutut.


“Semoga aja orang tua itu sudah tidur ya Allah” ucap Anis Dengan menengadah tangannya.


Anis berjalan mengendap-ngendap seperti maling, di lihatnya Reza sedang terbaring di atas Kasur.


“syukurlah, dia udah tidur. Eeh tapi kenapa tidurnya disini. Harusnya kan dia tidur di bawah”. Ucap Anis.


Ngapain tuh bocil jalan kayak maling, gumam Reza sambil membuka matanya sedikit karena takut Anis tahu kalua dirinya sebernya hanya pura-pura tidur.


“ehemmm”


Tiba-tiba Reza pura-pura batuk saat Anis hendak mengambil pakaian dari lemari. Anis pun langsung berhenti mematung.


Ternyata dia cantic juga kalua di lihat-lihat. Bahkan jauh lebih cantic dari Libia, bibirnya mungil, matanya belok kayak boneka. Aduh,,kenapa aku seperti ini. Gumam Reza dalam hati.


Semakin tak kuasa untuk terus menahan untuk melihat pemandangan indah di depan matanya, dia pun Akhirnya memilih untuk membuka matanya.


“Hei bocil?? Kamu mau menggodaku ya Setelah marah-marah tadi?” ucap Reza menggoda


“Jangan Lihat!!” bentak Anis.


“Ya gak mungkin aku gak ngeliat. Orang kamu yang datang kemari Dengan suka rela”. Kata Reza.


Reza tersenyum nakal kepada Anis, dan mencoba menghampiri Anis.


“Stoopp, jangan pernah menyentuhku..!! Kita sudah membuat perjanjian kalua aku tidak lagi makan dan minta uang padamu, maka kamu tidak akan menyentuhku”. Jelas Anis lantang.


“Heii bocil, apa matamu masih sehat?” Tanya Reza.


“Kamu kira aku udah rabun apa??” omel Anis.


“Aku gak pernah bilang kamu rabun, aku Cuma Tanya apa matamu masih sehat?” ujar Reza.


“Iya itu sama aja!!” bentak Anis.


“Nilai Bahasa mu pasti rendah banget ya? Sampai kamu gak bisa bedain kata”. Ucap Reza sambal tersenyum.


Anis diam saja dan hendak kembali ke kamar mandi untuk mengganti pakaian, namun Reza semakin mendekatinya hingga Jarak mereka hanya satu meter.


“Jangan menyentuhku, aku sudah bilang dari tadi”. Bentak Anis lagi Dengan gaya memasang kuda-kuda bersiap jika Reza melakukan hal yang tidak-tidak.


“Kamu tenang aja aku akan memenuhi janjiku untuk tidak menyentuhmu, tapi setidaknya aku bisa melihat pemandangan yang tidak pernah aku lihat selama ini” ucap Reza sambal melihatkeseluruhan Tubuh Anis yang hanya terbalut kimono *****.


Anis sangat risih Dengan kelakuan Reza, Dia mengambil sesuatu sekenanya untyuk memberikan pelajaran kepada Reza.


“Makan tuh pemandangan indah” ucap Anis sembari melemparkan bantal tepat ke wajah Reza.


Reza bukannya marah malah tersenyum senang, baru kali ini Reza tersenyum senang selama menikah Dengan Anis.


“Hei bocil, kalau boleh saran, kamu jauh lebih terlihat cantic jika hanya memakai kimonomu…!!! Kata Reza sambil tertawa puas karena telah berhasil menjahili Anis.


Anis segera mengganti pakaian dan keluar dari kamar mandi. Dia mengambil beberapa buku dan mulai membukanya untuk belajar. Tekatnya sudah bulat untuk teteap bekerja keras demi hidupnya. Pernikahan yang alami saat ini sama sekali belum terlihat tanda-tanda masa depan yang bagus.


Reza masih sibuk Dengan leptopnya mengamati dan mengecek data-data perusahaan yang terlihat tidak masuk akal. Keduanya disibukkan Dengan masing-masing pekerjaannya. Terlihat Anis beberapa kali tertidur di meja belajar karena lelahnya yang terasa amat sangat.

__ADS_1


“Tidurlah ini sudah jam 11 malam, besok kamu harus sekolah” perintah Reza yang mengetahui gadis kecil di hadapannya masih berusaha keras Dengan lembaran-lembaran kertas yang ada di hadapannya.


__ADS_2