
BAB. 30
“Hah…!! mana bisa pak, dua menit itu aja belum selesai ngupas buahnya pak” ucap Anis.
Dasar orang kaya ngeselin, batin Anis.
“Ok 3 menit harus siap, gak ada alasan” ucap Reza.
Anis pun mematikan telfonnya.
“Dasar orang ngeselin, mentang-mentang bos seenaknya nindas karyawannya” omel Anis sembari mengambil mangga dari dalam kulkas.
Anis pun menyiapkan jus pesanan bosnya, selesainya Anis langsung membawa ke depan ruangan bosnya dan segera kembali ke ruangannya.
Telfon sudah berbunyi.
“Heh…Kenapa lama sekali, kamu gak tahu apa aku udah dehidrasi kehausan. Kamu mau bunuh aku perlahan ya” ucap Reza.
“Ya kan saya harus ngupas, nyuci, dan blender buahnya dulu pak, gak bisa langsung seperti di sulap terus ready gitu aja” ucap Anis.
“Sebagai hukumannya kamu harus buatkan saya menu ke dua, 10 menit harus udah ready” ucap reza langsung mematikan telfonnya.
“Ini orang waras atau gila si nyuruh seenaknya tanpa mikir dulu” gerutu Anis seraya segera menyiapkan menu pesanan bosnya.
Selesainya memasak Anis pun menghidangkannya di meja depan ruangan bosnya.
Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 19.00, hampir seluruh karyawan sudah pulang. Anis merasa sedikit takut karena ruangan mulai sepi. Akhirnya dia menelfon Abid.
“Halo pak, maaf apa saya sudah boleh pulang? Saya takut pak” ucap Anis.
“Tunggu bos pulang” Jawab Abid.
“Apa masih ada yang akan saya buat untuk bos pak?” Tanya Anis.
“Nanti saya hubungi kamu” ucap Abid sembari menutup telfon.
“Huufftt…” Anis mendengus kasar.
Dia pun mulai memainkan ponselnya dan membuka facebook menghilangkan rasa takutnya.
Di bukanya pemberitahuan di beranda facebooknya.
“Ini kan coach Rezy, photonya sama dengan photo profil di kontak whatsappnya, Kenapa dia mengirimiku pertemanan” ucap Anis.
Anis pun menerima pertemanan dan segera membuka profil Rezy dan melihat beberapa photo.
“Wwahh keren juga, ternyata dia tinggal di luar negeri. Pasti dia cerdas banget orangnya” ucap Anis yang mulai mengagumi Rezy.
Tiba-tiba Rezy mengirim inbox ke Anis.
Hei apa kamu sudah siap privat, @ Rezy.
Maaf coach saya masih di tempat kerja, nanti saya kabari kalua sudah di rumah. @ Anis.
Ok, @Rezy.
Telfon berbunyi.
__ADS_1
“Halo “ ucap Anis.
“Kamu sudah boleh pulang, kamu bisa naik mobil kantor. Ada sopir kantor yang akan mengantarmu pulang” ucap Abid.
“Iya pak” ucap Anis.
"Wahhhh enak juga ternyata kerja disini, walaupun bosnya ngeselin tapi fasilitasnya banyak, aku gak susah-susah ngeluarin uang banyak untuk naik angkot" gumam Anis yang mulai bersiap pulang.
Sesampainya di rumah Anis langsung menuju kamar dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
“Aawwwwwwwwww….!!!!!!!!!! Kamu ngapain disini keluar sana dasar m*sum” teriak Anis, Ketika hendak melepas handuk ternyata di dalam bathup ada Reza yang sedang santai berendam.
“Iiisshhhh Dasar bocil berisik banget si kamu” ucap Reza.
“Kamu keluar aku mau mandi” teriak Anis sembari memperbaiki handuknya lagi.
“Ya udah mandi tinggal mandi, kan aku duluan yang masuk” ujar Reza santai.
“Kamuuuuu…….Dasar orang tua m*sum,..,!!” ucap Anis.
“Gak salah aku yang m*sum??? Yang masuk ke kamar mandi aku duluan, berarti kamu ngikutin aku mandi dan kamu yang m*sum” ucap Reza santai.
“Kamu juga ngapain pintu kamar mandi gak dikunci, kamu tuh yang sengaja jebak aku” ucap Anis.
“Udah gak usah gengsi..sini masuk bathup mandi bareng” ucapnya lagi sambil cengengesan.
“Sory ye, mending aku gak jadi mandi” ucap Anis sambil keluar.
Reza tertawa puas karena berhasil ngerjain Anis untuk masuk kamar mandi, selesai mandi Reza pun keluar. Dilihatnya Anis sibuk Dengan buku pelajaran sekolahnya.
“Gadis kecil itu, gak ada capeknya, gak pernah nyerah sedikitpun” ucap Reza lirih yang tidak didengar Anis.
Anis pun menoleh dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sempat tertunda.
Selesai mandi Anis berganti pakaian dengan dres yang dibelikan sahabat-sahabatnya.
“Huufftt….sampai kapan aku pakai beginian” ucap Anis sembari mendengus kasar.
Anis pun keluar dari kamar mandi dengan dres tidurnya, dia menuju meja rias untuk merapikan rambutnya.
Selesai itu Anis mengambil beberapa bedak dan mulai mengoleskan secara tipis di wajah mulusnya menambah pesona kecantikannya lebih fresh. Anis pun menyemprotkan sedikit parfum ke pergelangan tangan dan mengusapkan ke tubuhnya. Harum perpaduan wangi syampo, bedak dan parfum..membuat Reza semakin terpesona Dengan kecantikan Anis. Ditambah penampilan Anis yang berubah drastis semakin membuat Reza benar-benar tak berdaya lagi.
“Kenapa? Gak pernah liat orang cantik ya?” ucap Anis sambil tersenyum.
“GR, pacarku dulu cantik juga” ucap Reza masih gengsi untuk mengakui kecantikan Anis.
“Ooh…dulu kan? Sekarang kemana pacarmu?” Tanya Anis.
Reza terdiam tidak menjawab, sedangkan Anis hanya tersenyum dan beranjak ke arah meja belajar mulai menghidupkan ponselnya.
“Belajar, ngapain mainan hp?” ucap Reza.
“Bodo amat, terserah aku dong” kata Anis ketus.
“Kamu chatingan sama cowok?” Tanya Reza.
“Kamu cemburu?” ucap Anis balik bertanya.
__ADS_1
“Kalau ada orang tanya Jawab dulu jangan malah bertanya balik. Gak sopan tahu..!!” kata Reza.
“Ooh…iya maaf. Aku kan harus menjaga sopan santun eengan orang yang lebih tua” ucap Anis sambil tertawa dan berakting hormat.
“Enak aja orang tua, walaupun umurku sudah matang tapi aku masih sangat tampan. Kamu mau lihat lagi kekekaran tubuhku atau mau langsung mencoba kekuatanku?” ucap Reza menggoda Anis.
“Iiiissshh apaan si gak jelas banget, dasar orang tua” ucap Anis yang masih sibuk dengan ponselnya dan mulai mengerjakan beberapa soal matematika.
Reza mulai menyadari kalau Anis sedang belajar melalui pembelajaran online, dia pun tidak mau mengganggu belajar Anis.
Hingga tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Reza masih sibuk Dengan leptopnya mengecek beberapa email perusahaannya.
“Selesai juga akhirnya privat pertamaku” ucap Anis lirih.
Anis pun mengambil buku pelajaran selanjutnya, kini dia sudah meletakkan ponselnya di samping kiri.
Kring…..kring….ponsel Anis berbunyi, tertulis nama Dika di layarnya.
“Siapa yang nelfon?” Tanya Reza.
“temen” ucap Anis singkat.
“Gak usah diangkat, malam-malem gini masih nelfon” omel Reza.
Anis menuruti perkataan Reza untuk tidak mengangkat telfon Dika. Dia lebih memilih meneruskan belajarnya. Namun lagi-lagi telfonnya berdering sampai beberapa kali. Reza yang Terlihat kesal pun beranjak dari ranjang dan langsung mengambil ponsel Anis.
“Halo, ngapain kamu nelfon malem-malem?” Tanya Reza ketus.
“Lho Kenapa malah kamu yang angkat telfon Anis za?” kata Dika balik bertanya.
“Jauhin Anis, gak usah gangguin dia lagi” ucap Reza.
“Kenapa emang? Kan aku cuma mau mengenalnya lebih dalam aja” kata Dika.
“Gak boleh” ujar Reza.
“Alasannya?” Tanya Dika.
“Dia masih sekolah” ucap Reza.
“Aku akan menunggunya za, aku janji gak bakalan nyatikin Anis. Kamu gak usah khawatir, aku pasti bisa kok bahagiain sepupu mu” ucap Dika.
“Dia istriku, jangan pernah deketi dia” ucap Reza.
“Hahhh??? Apa??? Jangan gila kamu za. Masak karna kamu mau ngelindungi sepupumu sampai ngakui Anis sebagai istri si za”. Ucap dika tidak percaya.
“Terserah kamu mau percaya atau enggak, yang penting aku sudah jujur” ucap Reza.
“Reza…Reza.., emangnya aku anak kecil yang mudah kamu bodohi. Pertama Anis masih sangat kecil dia masih SMA, gak mungkin kamu menikahinya. Kedua kamu kan punya Libia wanita yang membuatmu tergila-gila” ucap Dika.
“Asal kamu tahu, Libia sudah menikah” ucap Reza singkat.
“Maaf za kali ini aku benar-benar tidak mempercayaimu baik sebagai sahabat maupun sebagai bawahanmu. Dan aku masih tetap akan berjuang dapatin Anis baik dengan restu ataupun tanpa restumu” ucap Dika.
“Berarti kamu menyatakan perang sama aku” ucap Reza.
“Sampai aku benar-benar membuktikan sendiri kalah Anis itu mencintaimu aku baru mundur” ucap Dika.
__ADS_1
“Terserah kamu, aku peringatkan kamu mundur dari sekarang. Karna aku akan segera membuktikan kalau dia cuma milikku” ucap reza seraya mematikan ponselnya.
Dilihatnya Anis tidak menghiraukan obrolannya dengan dika, Anis masih terlihat sibuk dengan buku pelajarannya.