NIKAHKU ATAS TEKANAN

NIKAHKU ATAS TEKANAN
Pembuktian rasa Cinta


__ADS_3

BAB. 31


“Tidurlah, jangan terlalu menguras energimu untuk belajar. Besok pagi kamu masih harus sekolah” ucap Reza yang berubah menjadi perhatian.


“Tidur aja duluan, ntar kalau ngantuk juga aku pasti tidur” ucap Anis.


Reza pun membaringkan badannya untuk tidur, tapi Pikirannya masih memikirkan perkataan Dika yang menginginkan Anis.


“Hei…apa aku boleh tanyakan sesuatu?” Tanya Reza kepada Anis.


“Biasanya juga kamu langsung ceplas ceplos tanpa izin kayak gini” ucap Anis.


“Apa kita bisa berdamai?” Tanya Reza.


“Nggak” ucap Anis.


“Kenapa?” Tanya Reza lagi.


“Pikir aja sendiri” Jawab Anis.


“Kalai aku bisa Jawab gak mungkin aku Tanya kamu” kata Reza.


“Karna kamu itu gak punya hati” ucap Anis.


“Apakah itu salah satu alasanmu belum menunaikan kewajibanmu sebagai seorang istri?” Tanya Reza.


“Iya” Jawab Anis singkat.


“kalau aku memaksamu sekarang?” Tanya Reza lagi.


Anis melihat ke arah Reza dengan tatapan takut. Sedangkan Reza mulai bangkit dari tidurnya.


“Mungkin kamu bisa saja mendapatkan apa yang kamu mau dari aku, tapi bukan berarti kamu dapati cintaku” ucap Anis.


“Apa yang membuatmu sangat membenciku?” Tanya Reza.


“Semua hal darimu” Jawab Anis.


Raza Akhirnya terdiam, sebenarnya niatnya tadi dia ingin melakukan sesuatu kepada Anis Dengan persetujuan ataupun tanpa persetujuan Anis, Reza berniat melaksanakannya malam ini.


Reza merasa sangat takut kehilangan Anis dan satu-satunya jalan agar Anis tetap bersamanya adalah Dengan membuatnya hamil.


Namun Setelah mendengar jawaban Anis, Reza memilih untuk menahan keinginannya.


“Tidurlah, ini sudah sangat malam” ucap Reza kembali membaringkan badannya untuk tidur.


Tidak lama kemudian Anis pun ikut tidur di sebelah Reza.


...****************...


Hari berganti hari, tidak terasa umur pernikahan Anis sudah berjalan tiga bulan, dan Anis sudah dua bulan bekerja di kantor cabang Reza tanpa mengetahui jika bos yang di masakin setiap harinya adalah suaminya sendiri. Kini Anis mendekati UNBK beberapa hari lagi.


“Nis nilai matematikamu sudah mulai stabil lagi. Ibu minta kamu tetap focus Dengan kompetisi peserta UNBK terbaik di kota ini” ucap bu Susi guru matematika Anis saat memanggil Anis untuk menemuinya.


“Iya bu, Alhamdulillah terimakasih sudah membimbing Anis” ucap Anis.


“iya nis, tetap focus dan jaga kesehatan” ucap bu Susi.


Anis pun permisi dari ruangan bu Susi. Anis berjalan menuju gerbang sekolah, tiba-tiba sebuah mobil honda jazz berhenti di depannya. Seorang laki-laki membukakan pintu dan mempersilakannya masuk. Dia adalah Dika.


“Ayo nis masuk, biar aku antar kamu” ucap Dika.

__ADS_1


“Gak usah kak, Anis naik angkot aja” ucap Anis.


“Udah ayo naik aja” kata Dika.


Anis pun Akhirnya memasuki mobil tersebut, kerena memang dia sedang buru-buru menuju kantor karena tadi sempat di panggil terlebih dahulu oleh bu Susi saat pulang sekolah.


“Kamu kerja dimana nis sekarang? Udah lama banget kita gak ketemu” ucap Dika.


“Di kantor Herdian saputra kak” Jawab Anis.


“Hahh..beneran?” Tanya Dika lagi.


Anis hanya mengangguk tanpa memperhatikan Dika. Sesampainya di depan kantor cabang Herdian Saputra Dika menghentikan mobilnya. saat Anis keluar dari mobil Dika mengejarnya dan menatap mata Anis tajam.


“Nis apa aku boleh menanyakan sesuatu?” Tanya Dika.


“tentu saja kak, kak Dika mau Tanya apa?” ucap Anis.


“tipe cowok idaman kamu seperti apa nis?” Tanya Dika.


Deg…..Anis terkejut Dengan pertanyaan Dika.


“emangnya kenapa kak?” Tanya Anis.


“Gak apa-apa nis cuma tanya aja, tapi kalau gak boleh juga gak apa-apa” kata Dika.


“Dia yang bisa menyemangati belajarku, mendukung pendidikanku, sabar dan tidak egois” Jawab Anis.


“hHhmmm…tanks ya nis” ucap Dika sembari kembali masuk ke dalam mobil dan melajukannya.


Dari kejauhan seseorang sedang memperhatikan gerak-gerik Anis. Seperti biasa Anis segera masuk ke ruangan dan mengganti pakaian kerja dan mulai memasak untuk bosnya.


“Halo” kata Anis.


“Anis Tolong antarkan menu pesanan bos segera. Kali ini bawa makanannya masuk ya” ucap Abid dalam telfonnya.


“ok siap pak” ucap Anis.


Anis segera menyelesaikan masakannya dan membawanya ke ruangan Reza.


Tok….tok…


Pintu ruangan terbuka dengan sendirinya, Anis pun segera memasuki ruangan bosnya. Di lihatnya bosnya masih sibuk dengan leptop dan membelakangi Anis.


“Pak makannya sudah siap silahkan di makan”ucap Anis.


“Letakkan di meja” ucap Reza.


Setelah meletakkan Anis pun pamit, namun saat akan membuka pintu, Ternyata pintunya terkunci. Anis berusaha membuka tapi tetap sia-sia.


“Pak kenapa pintunya terkunci” ucap Anis sambil menatap Bosnya, namun saat menghadap ke belakang tiba-tiba Reza sudah berada tepat di belakang Anis.


“Kamu……!!” ucap Anis tidak percaya.


“Kenapa kaget?” Tanya Reza.


“Jadi selama ini…..??” Pertanyaan Anis terputus.


“Iya aku lah bos mu selama ini, aku juga yang menelfonmu untuk memintamu memasakan aku, aku juga yang sudah menyusun scenario ini” ucap Reza.


“Kenapa?” Tanya Anis.

__ADS_1


“Karna aku gak mau istriku deket-deket sama cowok, aku ingin mengawasimu langsung” jelas Reza.


“Ayo sini temeni aku makan” ucap Reza.


“Gak mau” kata Anis.


“Kamu sekarang adalah karyawanku, jadi kamu harus menuruti perintah bosmu” ucap reza.


Anis pun menuruti perintah Reza, dia duduk di depan Reza dan menemaninya makan.


“Suapi aku” perintah Reza.


“Gak mau” Jawab Anis.


“Kamu mau aku pecat, kalau kamu keluar dari kantor ini aku pastikan tidak akan ada yang menerima lamaran kerjamu” ancam Reza.


Dasar orang tua ngeselin, gumam Anis.


Anis pun menyuapi Reza sampai selesai.


“Sudah selesai aku mau keluar” ucap Anis sambil beranjak keluar.


Anis pun keluar dari ruangan Reza. Tidak lama kemudian jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, sudah waktunya pulang. Anis pun pulang Dengan diantar sopir kantor.


Seperti biasa Anis memasuki kamar dan segera mandi dan merapikan rambut, make up tipis dan sedikit parfum.


“Ini photo apa?” Tanya Reza sembari menjukkan photo Anis saat sedang bersama Dika.


Anis diam tidak menjawab.


“Kamu Ternyata masih berani dekat-deket cowok ya, bukannya aku sudah memperingatkanmu untuk jangan deketi cowok” ucap Reza dengan suara tinggi.


“Itu tidak seperti yang kamu pikirkan, kak Dika hanya mengantarku karna aku sudah terlambat ke kantor. Tadi aku menemui bu susi terkait kompetisi UNBK nanti” jelas Anis.


“Aku gak mau tahu, apapun alasannya kamu tidak boleh berdekatan Dengan cowok….!!!” Ucap Reza marah.


Reza langsung menc*umi mulut Anis, tentunya Dengan paksaan.


“Lepass….!!!” Berontak Anis.


“Hei sayaang, bukannya kamu sudah beberapa bulan terakhir yang selalu mengg*daku, lalu sekarang kamu mau berdekatan Dengan cowok lain?” ucap Reza yang kembali menc*um paksa mulut Anis.


Anis hendak mendorong badan Reza agar menjauh darinya, namun karena ukuran badan Reza jauh lebih besar dari pada Anis maka sia-sia. Reza semakin mendekati Anis dan kembali menc*umi mulutnya.


“Awwwwww’” teriak Reza merasakan sakit di mulutnya karena di gigit Anis.


Reza langsung membopong Anis ke atas ranjang, Dengan antusias Reza melepasi seluruh pakaian Anis hingga tidak menyisakan selembarpun.


“Aku akan memberimu pilihan atas hukuman karena kamu sudah mulai berani mendekati cowok, pertama kamu harus mau mandi bareng Dengan ku, Kedua kamu harus melakukan kewajibanmu sebagai seorang istri saat ini juga” ucap Reza.


Anis Terlihat menangis dan berusaha menutupi badannya Dengan selimut, namun agi-lagi Reza malah membuang selimutnya.


“Kalau kamu gak mau Jawab berarti kamu sudah siap melayani aku” ucap Reza.


“Kita mandi” ucap Anis sambil menangis.


Reza pun mengangkat badan Anis menuju kamar mandi dan meletakkannya di bath up, Reza yang juga sudah tanpa apa pun ikut memasuki bath up.


Reza menyuruh Anis untuk menggosok seluruh badannya, begitupun Dengan Reza mereka mandi bersama walau Dengan paksaan dan kondisi Anis yang masih menangis.


Namun sesuai janji Reza tetap bertahan dan tidak melakukan hal lebih selain mandi bersama.

__ADS_1


__ADS_2