NIKAHKU ATAS TEKANAN

NIKAHKU ATAS TEKANAN
Pesona Anis


__ADS_3

BAB. 27


Anis tersenyum penuh kemenangan di depan cermin, sedangkan Reza masih duduk di atas ranjang meratapi kesedihannya.


“Aku pamit mau pergi dulu” ucap Anis selesai merapikan rambutnya di depan cermin.


“Mau kemana?” Tanya Reza.


“Aku mau ketemuan sama temen-temenku” ucap Anis.


“Biar aku antar” kata Reza.


“Gak Mau” ujar Anis.


“Kenapa” Tanya Reza lagi.


“Apa kamu sengaja mau buat aku malu sama temenku kalau aku sudah nikah?”ucap Anis.


“Ok aku gak akan batasi kamu untuk berteman dengan teman-temanmu, tapi jangan pernah deket-deket dengan cowok lain. Kalau itu sampai terjadi…” tiba-tiba Reza tidak melanjutkan perkataannya.


“Kalau sampai terjadi Kenapa?” Tanya Anis.


“Kamu akan aku hukum” ucap Reza singkat.


“Emang aku anak TK apa main hukum-hukum aja” gerutu Anis sambil memonyongkan bibirnya.


“Udah ah aku mau berangkat” ucapnya lagi sembari berjalan keluar kamar menuruni anak tangga.


Hari itu Anis memang berniat untuk bertemu Dengan sahabat-sahabatnya Reny, Riya dan Nely di taman. Anis sudah cukup rindu dengan mereka, ingin rasanya dia menceritakan semua masalah kepada sahabatnya.


“Kamu semakin lama semakin cantik aja nis” ucap Nely Ketika Anis menemuinya di taman.


“Iya nih, jangan-jangan suamimu sudah mulai mencekoki kamu jamu?” tambah Riya.


“Bukan akunya yang tambah cantik, tapi karna aku akhir-akhir ini sering gak masuk sekolah makanya kalian lupa sama aku kan?” ucap Anis Dengan wajah datar.


“Haiii gesss” tiba-tiba Reny datang dan mulai bikin rusuh.


“Ges….ges…, sekalian aja panggil gas elpiji. Malu-maluin anak SMA aja kamu, dasar sawi kepang” gerutu Nely.


“Yeeehhhh dasar nenek lampir tukang marah” ucap Reny sambil cengengesan.


“Kamu bilang apa tadi?” ucap Nely.


“Nenek lampir sedang beli leging” ucap Reny sambil cengengesan yang diikuti oleh Anis dan Riya.


“Udah dong gaayyss ributnya aku mau curhat nih” kata Anis yang berusaha menenangkan sahabatnya.


“Kamu sedang ada masalah ya nis?” Tanya Riya.


“Kenapa masalah itu ada sejak aku nikah ya” ucap Anis.


“Kenapa kamu gak pernah sebut namaku tiga kali lalu tiup ubun-ubun Nely nis”? Ujar Reny yang mulai ngelantur.


“aku tarik puser kamu ntar kalau masih cengengesan” ucap Riya yang membuat Reny bergidik ngeri.


“Serem amat kayakkkkkkk rumah hantu” ucap Reny.


“Reny…………………!!!!!!!!!!!!!” Teriak Nely yang seketika membuat Reny terdiam.

__ADS_1


“Kamu cerita aja nis sama kami, kalau kamu gak cerita ke kami emang kamu berani cerita sama nyokap kamu?” Tanya Nely kepada Anis.


“Iya cerita aja nis, kamu memang terlihat lebih cantik si sekarang. Tapi muka kamu kelihatan sayu kayak kecapekan banget” tambah Riya.


“Iya guys aku gak bahagia dengan pernikahanku, bahkan aku ngerasa tertekan banget sebenarnya” ucap Anis sembari menundukkan kepalanya sedih.


“Tapi kata orang kalau udah nikah itu enak nis bisa ini itu bebas, terus kalau bobok ada yang nemenin” ucap Reny polos.


“Iya itu kalau kita nikahnya dengan orang yang mencintai dan yang kita cintai Ren, tapi kalau kita nikah dengan paksaan jadinya ya tertekan. Semuanya gak ada bahagianya” ucap Anis.


“Iya si nis sebenernya kami tahu kalau kamu tertekan, apa lagi nilaimu yang akhir-akhir ini merosot drastis, di tambah lagi kamu udah mulai jarang sekolah.” kata Nely.


“Emang kamu ngapain si nis gak masuk sekolah itu sebenernya?” Tanya Riya penasaran.


“Aku ribut dengan mas Reza” ucap Anis.


“Mas Reza yang tukang ojek pengkolan itu ya Nis?” Tanya Reny asal.


“Oh iya lupa mas Reza itu nama suamiku gays” ucap Anis.


“Terus Kenapa kamu ribut?” Tanya Nely.


“Dia itu gila tahu gak, kejem, songong, terus juga gak punya hati. Dia main peluk-pelukan sama perempuan lain ditaman” ucap Anis Dengan wajah kesal.


“Apa???? Dia berani selingkuh dari kamu??, ayo kita beri pelajaran sama cowok itu nis” ucap Reny marah-marah.


“Apa kalian sudah pernah ngelakuin itu?” Tanya Riya dengan serius.


“Ngelakuin apa?” Tanya Anis.


“Hubungan khas suami istri” Jawab Riya.


“Berarti kamu butuh sesuatu untuk ngasih suamimu pelajaran nis” ucap Reny yang mulai encer otaknya.


“Maksudnya” Tanya Nely.


“Kamu harus ngelakuin sesuatu biar suamimu tahu kalau kamu ini kuat” Jawab Reny.


Nely dan Riya mulai paham dengan perkataan Reny, mereka tersenyum ke arah Anis.


“Pertama..kita harus ke salon dan merubah penampilanmu mulai saat ini dan seterusnya, Kedua..kamu butuh guru privat untuk memenuhi pendidikanmu” ucap Nely.


“Hhhmmmm…..tapi kan aku gak ada uang untuk itu semua” Jawab Anis.


“Suami kamu gak nafkahi kamu ya nis?” Tanya Riya.


“Aku tolak kalau dia mau ngasih aku uang. Aku takut nanti dia semakin bebas menyiksaku.” ucap Anis.


“Tapi aku besok udah mulai kerja di kantor yang baru, jadi kedepannya aku udah punya uang sendiri” tambah Anis dengan wajah bahagia.


“Ya udah biar aku yang ngemodalin kamu dulu nis, gak usah di hitung aku ikhlas kok” kata Riya.


Riya adalah sahabat Anis yang paling mapan jika dibandingkan dengan yang lainnya, hanya saja orang tuanya yang terlalu sibuk membuatnya kurang perhatian dan sering menghabiskan Waktu melalu media social.


“Ok kita berangkat sekarang aja” ucap Nely.


“Berangkat kemana geeess?” Tanya Reny.


“Berangkat ke kolam lele” ucap Nely asal.

__ADS_1


"Kok ke kolam lele, emang aku ikan? Tapi gak papa si aku suka kok sama ikan lele” kata Reny sambil cengengesan.


“Dasar kubis kepang” ujar Riya.


Mereka pun akhirnya berangkat kesalon untuk merias Anis. Setelah selesai di rias dan ditata rambutnya, Anis terlihat sangat cantik.


“Wwaaaaww……kamu cantik banget, aku yakin pasti suamimu nanti kelepek-kelepek nis"


“Tapi kita masih butuh yang lainnya lagi nis” ucap Riya.


Mereka pun Akhirnya pergi ke mall dan mulai memilih baju-baju untuk Anis.


“Aku gak mau pakai kayak ginian” ucap Anis saat melihat baju-baju yang di pilih Riya.


“Kenapa? Kan ini juga gak terlalu terbuka nis” kata Riya.


“Wawaahhh ini seksi bajunya” ucap Nely.


“Ya udah untuk aku aja kalau kamu gak mau nis” kata Reny.


“Enak aja, aku beliin Anis bukan kamu” kata Riya.


“Tapi aku risih kalau pake dres kayak gini, aku gak terbiasa" ucap Anis.


“Justru itu mulai sekarang kamu harus mulai terbiasa nis” ucap Riya sambil membayar baju pilihannya.


“Oke sekarang kita tinggal nyari guru privat untuk Anis” ucap Nely.


“Maaf gayyss bukannya aku gak mau untuk yang ini, tapi mulai besok pulang sekolah aku langsung kerja. Jadi kemungkinan gak ada Waktu lagi untuk privat” kata Anis.


“Privat online aja, kakakku banyak temen yang bisa ngebantunya” ucap Nely.


“Gimana nis?” Tanya Riya.


“Kalau sistemnya online aku mau” Jawab Anis.


“Ok sudah selesai ya, nanti secepatnya aku kabari coach kamu nanti nis” Ucap Nely.


Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, mereka pun segera pulang kerumah masing-masing termasuk Anis. Saat sampai dirumah keluarga Herdiawan, Anis berjalan mengendap-endap seperti maling menuju kamar.


“Dari mana jam segini baru pulang, dasaaarrrr……………….?” tiba-tiba Reza menghidupkan lampu kamar yang tadinya sudah redup, namu perkataannya terhenti begitu saja saat menatap Anis.


“Iya maaf, kan aku udah ngomong tdi pagi kalau aku hari ini mau ketemuan sama sahabat-sahabat aku” ucap anis yang tidak memperhatikan tatapan takjub Reza ke arahnya.


Reza masih terdiam sambil menatap takjub Anis, lagi-lagi hatinya bergetar saat melihat penampilan Anis yang sudah berubah total, dari sisi make up tipis yang menghiasi wajahnya sampai pakaian yang di kenakannya.


“Kenapa ngeliatnya kayak gitu? Ada yang aneh sama aku?” Tanya Anis.


“Hmmmm….enggak, udah sana mandi. Lain kali kalau pulang malam kasih tahu aku, biar nanti di jemput sama pak mamat” ucap Reza gugup.


Anis pun tersenyum puas, karena suaminya semakin tidak berdaya dibuatnya. Anis segera melangkah ke kamar mandi dan mulai membersihkan tubuhnya.


Selesai mandi dan berganti pakaian Anis pun keluar menuju meja rias untuk memakai parfum dan merapikan rambut.


Glleegg….Reza menelan slavinanya saat melihat penampilan Anis yang lagi-lagi berubah.


Iyah, kini Anis memakai dres tidur sepanjang lutut, terlihat lututnya yang putih bersih. Biasanya Anis selalu tidur menggunakan piyama panjang baik lengan maupun celananya, namun kali ini Anis justru menggunakan dres tidur berlengan pendek dan sepanjang lutut.


Memang terlihat masih tidak terlalu terbuka, namun untuk ukuran seorang Anis si gadis polos yang terbiasa dengan pakaian tertutup dan bedak my baby penampilannya saat ini sangat berubah drastis.

__ADS_1


__ADS_2