NIKAHKU ATAS TEKANAN

NIKAHKU ATAS TEKANAN
Kekaguman Reza


__ADS_3

BAB. 28


Glleegg….Reza menelan slavinanya saat melihat penampilan Anis yang lagi-lagi berubah.


Iyah, kini Anis memakai dres tidur sepanjang lutut, terlihat lututnya yang putih bersih. Biasanya Anis selalu tidur mengenakan piyama panjang baik lengan maupun celananya, namun kali ini Anis justru menggunakan dres tidur berlengan pendek dan sepanjang lutut. Memang terlihat masih tidak terlalu terbuka, namun untuk ukuran seorang Anis si gadis polos yang terbiasa dengan pakaian tertutup dan bedak my baby penampilannya saat ini sangat berubah drastis.


“Kenapa ? Apa ada yang aneh dari aku?” ucap Anis kepada Reza.


“Ngggakkk….siapa yang ngeliati kamu GR banget” kata Reza berusaha menutupi kekagumannya.


“Oh ya?? Kalau begitu minggir aku mau istirahat dulu” ucap anis.


“Minggir kemana..ini kan kamarku?” ucap Reza.


“Perjanjian dari dulu kan kamu tidur dibawah aku yang di atas” ucap Anis.


“Ya udah tinggal tidur aja di atasku sini, aku ikhlas koq” kata Reza enteng.


“Apa kamu bilang?” ujar Anis mulai meninggikan suaranya.


“Ya katanya kamu pengin tidur diatas dan aku di bawah, ya sudah sini aku udah siap kok kalau kamu mau di atasku” ucap Reza asal.


“Kamu tidur di sini maksudnya” ucap Anis sembari meletakkan selimut dan bantal ke lantai.


“Emangnya kenapa si aku harus tidur di bawah?? Atau jangan-jangan kamu takut khilaf ya melihat kekekaran tubuhku?” ucap Reza sambil tersenyum.


“Khilaf? maksudnya?” Tanya Anis tak mengerti.


“Kamu nyuruh aku tidur di bawah karena kamu takut khilaf melakukan hal-hal kayak malem kemaren yang ngelepasi pakaianku kan?” ucap Reza sambil cengengesan.


“Siapa yang ngelepasin pakaianmu?” uacap Anis Dengan wajah merona karena malu.


“Udah deh, toh kamu juga udah tahu semua kan tubuhku, gak usah malu gitu” goda Reza.


“Siapa yang malu?? Aku ngelakui itu karena terpaksa bukan Karena kesempatan dalam kesempitan” ujar Anis.


“Iya terpaksa, tapi menikmati juga kan?’ ucap reza yang masih terus berusaha menggoda Anis.


“Apaan si, udah sana pindah” ucap Anis.


“Kalau kamu nyuruh aku pindah, berarti beneran kamu takut khilaf sama aku kan?” ucap Reza.


“Jangan paksa aku dong nis, aku kan belum siap untuk gituan” ucap Reza sambil berekting takut.


“Iiiissshhhh……Dasar orang tua gak sadar diri…!! Ya sudah kalau kamu gak mau pindah, siapa takut. Tapi awas kalau kamu sampai macam-macam sama aku, apa lagi sampai menyentuhku” ancam Anis.


“Emang kenapa kalau sampai terjadi?” Tanya Reza.


“Aku akan membongkar semua perbuatanmu sama Libia pada seluruh keluarga” ancam Anis.


“Hei bocah kecil, asal kamu tahu aja ya. Sekarang pun kalau aku mau aku bisa paksa kamu untuk melayani aku. Dan aku sah untuk itu. Jadi jangan pernah mengancamku” ucap Reza Dengan wajah mendekati Anis.


Anis terdiam tidak menjawab sepatah katapun, dia merasa ngeri mendengar gertakan Reza. Anis pun kembali melangkah menuju meja belajar untuk mempersiapkan pelajaran besok. Di lihatnya ponsel terdapat beberapa pesan masuk melalu WhatsAppnya.


Nis ini nomor coach privat onlinemu namanya coach Rezy . Langsung hubungi aja. @Nely


Anis segera menyimpan nomor yang di kirim Nely dan segera mengirim pesan singkat melalui whatsaap.


Selamat malam coach, apa benar ini dengan coach Rezy. @Anis.

__ADS_1


Iya, Dengan siapa? @ Rezy


Ini Anis yang akan privat online Dengan coach @Anis


Ok silahkan isi biodata lengkap di sertai dengan photonya. @ Rezy


“Siap coah. @Anis


Anis pun segera melengkapi biodata dan mengupload photonya.


Ini coach biodatanya. @ Anis


Ok. @ Rezy


Cantik juga, batin Rezy di seberang sana.


Kapan bisa di mulai privatnya coach? @Anis


Besok bisa kita mulai. Kita ambil jam malam aja ya karena siang saya sibuk kerja. @ Rezy


Iya coach memang saya bisanya ambil jam malam. @ Anis


“Hei bocil kamu sibuk whatsapp siapa? Awas kalau kamu whatsapp cowok” ucap Reza yang mulai curiga dengan anis.


“Bodo amat” Jawab Anis singkat.


“Apa kamu bilang? Bodo amat?” kata Reza sambil beranjak mendekati Anis yang masih berdara di meja belajar.


“Apaan si kamu ini udah kayak monster aja” ucap Anis.


“aku memang bisa menjadi monster yang siap menyantapmu kalau kamu berani deket-deket sama cowok lain” ucap Reza.


Dengan muka serius.


“Aku tidak akan menyentuhmu kecuali kamu membuat kesalahan” ucap Reza kembali ke tempat tidurnya semula.


“Dasar monster” kata Anis seraya mendengus dengan kasar.


Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Anis sudah mulai ngantuk. Dia pun beranjak menuju ranjang untuk tidur. Di lihatnya Reza sudah tertidur di sampingnya.


“Awas aja kalau kamu berani macem-macem sama aku” ucap Anis lirih namun masih di dengar Reza.


Anis pun membaringkan tubuhnya, dia membiarkan tubuhnya terbaring tanpa selimut karena merasa kepanasan.


Tidak lama kemudian Anis telelap dalam tidurnya, sebaliknya dengan Reza yang malah mulai terbangun.


“Aahhh….kamu ngapain si pake baju beginian” ucap Reza lirih sembari mengusap rambut frustasi.


Reza tidak bisa menahan tangannya untuk membelai rambut Anis yang terurai di pipinya.


“Kamu sangat cantik bahkan sejujurnya kamu jauh lebih cantik dari pada Libia, tapi kamu masih terlalu kecil sekali” ucap Reza.


“Apa mungkin aku melakukannya dengan gadis sekecil sepolos dia? Lalu kalau tidak melakukannya sampai kapan aku akan menunggunya??” ucap Reza yang mulai tidak bisa menahan hasr*tnya.


“Maafin aku, aku akan menciummu. Salahmu sendiri berpenampilan seperti ini membuatku tidak bisa lagi menahan mauku” ucap Reza sambil mulai menc*umi kening, pipi dan bibir Anis.


Reza mulai menuruni ciumannya ke arah leher jenjang Anis, namun baru beberapa saat Anis Terlihat menggeliatkan tubuhnya membuat Reza terhenti dari pekerjaannya.


Dilihatnya Anis kembali tenang dan melanjutkan tidurnya. Reza melihat kaki Anis. Dres tidur yang dikenakan Anis sedikit terbuka sehingga memperlihatkan bagian pahanya.

__ADS_1


Reza tidak tahan Dengan pemandangan indah itu, dia lalu meng*cupi dan membuat beberapa tanda merah di sana dengan sempurna.


Pikirannya mulai tidak bisa terbendung untuk melakukan lebih dari itu. Namu dia berusaha untuk menahannya.


“Ayooo Reza sadar, gadis ini masih terlalu kecil jangan lakukan itu walau kamu sudah sah menjadi suaminya” batin Reza berusaha menyadarkan dirinya sendiri.


Reza lalu mengambil selimut untuk menyelimuti Anis agar tubuhnya tidak terbuka yang membuatnya berbuat jauh. Reza pun Akhirnya memilih tidur di sofa kamar untuk menghindari pikiran-pikiran m*sum kepada istrinya sendiri.


Alarm pagi berbunyi, seeperti biasa Anis bangun langsung mandi dan sholat subuh. Selesai itu Anis berganti pakaian sekolah dan bersiap untuk berangkat ke sekolah.


“Kamu sudah siap ke sekolah?” Tanya Reza sambil mengucek matanya.


“Iya aku berangkat dulu” ucap Anis.


“Ongkosnya ada sama mbok Ipah, kamu ambil aja" ucap Reza.


“Iya, oh iya hari ini aku kerja di tempat baru. Manajerku pak Dimas memutasiku ketempat kerja yang baru” ucap Anis.


Tumben dia gak sewot habis aku c*um semalam? Atau jangan-jangan dia belum menyadari tanda merah di pahanya? Batin Reza.


“Kamu dengar gak si aku ngomong” ucap Anis.


“Ehhh…iya aku denger. Bagus deh kalau kamu sudah pindah kerja” Jawab Reza.


“Ya sudah aku berangkat” ucap Anis.


Anis pun berangkat ke sekolah, sedangkan Reza beranjak ke kamar mandi dan bersiap untuk berangkat ke kantor. Sebelum berangkat Reza menelfon anak buahnya.


“Hari ini istriku mulai kerja di kantor, tolong kamu urus semuanya. Jangan sampai dia curiga sedikitpun” ucap Reza kepada seseorang di telfonnya.


“Siap bos” ucap seseorang tersebut.


Selesai sarapan Reza segera mengendarai mobil menuju kantor. Sesampainya di kantor, Reza terlihat sibuk sedang mempersiapkan beberapa berkas untuk di masukkan ke dalam tasnya.


Tok…tok…tok...


“Masuk” ucap Reza.


“Kamu ngapain za beres-beres gitu kayak mau pindah?” ucap Dika saat memasuki ruangan Reza.


Reza tidak menjawab pertanyaan dika, dia terus sibuk mengemasi beberapa berkas.


“Dik, untuk beberapa Waktu aku akan pindah dulu ke kantor cabang. Ada beberapa urusan yang akan aku selesaikan” ucap reza.


“Ada apa Za? Kenapa Terlihat buru-buru?”Tanya Dika


“Ada masalah sedikit” ucap Reza.


“Tumben kamu gak bilang sama aku? Biasanya bahkan kamu selalu nyuruh aku untuk nyelesaikan masalah kamu” ujar Dika penasaran.


“Aku udah nyuruh orang lain untuk menggantikanmu sementara, untuk urusan di perusahaan ini aku percayakan sepenuhnya sama kamu.Kalau ada masalah kamu bisa langsung hubungi aku” ucap Reza sembari melangkah keluar ruang.


“Eeh…za kamu serius mau pindah sekarang? Apa gak ada kata perpisahan atau apa gitu?” ucap Dika.


“Hehhh…!!! Kamu kira aku akan pergi selamanya apa??? Toh aku cuman pindah ke kantor cabang aja, aku juga masih ngontrol di sini lewat laporan-laporan online” ucap Reza.


“Oke deh kalau kitu keputusanmu, aku yakin kamu pasti sudah memikirkannya Dengan matang” ucap Dika.


Reza pun keluar ruangan memasuki mobilnya dan mengendarai menuju kantor cabang yang letaknya tidak begitu jauh dari kantor pusat.

__ADS_1


__ADS_2