NIKAHKU ATAS TEKANAN

NIKAHKU ATAS TEKANAN
Kegiatan yang terganggu


__ADS_3

BAB. 36


“Ayo” perintah Reza tidak jelas.


“Kemana?” Tanya Anis.,


“Kita buat anak sekarang” Jawab Reza singkat.


Anis bingung mau menjawab apa, saat ini hatinya benar-benar bingung akan melakukan apa. Dia tidak ada keberanian untuk mengiyakan ataupun menolak permintaan Reza.


“Kenapa kamu diam aja sayaang?” Tanya Reza.


“Aku masih mau ujian mas, Tolong biarkan aku ujian terlebih dahulu baru nanti…” perkataan Anis pun terhenti.


“Baru nanti apa???”Tanya Reza menginginkan Anis untuk meneruskan perkataannya.


“Baru nanti semuanya aku serahkan kepadamu, aku sangat ingin menang dalam kompetisi UNBK nanti mas” Jawab Anis.


“Sebentar saja sayang, aku janji habis ini aku tidak akan menggangumu saat ujian” kata Reza balik memohon kepada Anis.


“boleh ya sayang” lanjut reza, saat ini Reza sudah berjongkok dihadapan Anis Dengan memohon.


“Mas apaan si, ngapain kayak gini? Ayo bangun mas” kata Reza berusaha membangunkan Reza


Namun Reza masih bersikukuh Dengan pendiriannya.


“Aku gak akan berdiri sebelum kamu mengizinkanku” ucap Reza.


“Mas….ayolah tolong ngertiin aku untuk kali ini saja mas. Ini adalah salah satu impianku dari dulu mas” Jawab Anis Dengan wajah memelas.


“Apa kamu tidak kasihan denganku? Aku sudah menunggu ini selama berbulan-bulan nis, bahkan aku selalu berusaha menepis setiap pikiran seperti itu. “kata Reza masih berusaha merayu Anis, istrinya sendiri.


Anis merasa ibah pada Reza. Semua yang dikatakan Reza memang benar adanya.


“Jawab perkataanku nis, bolehkah aku melakukannya sekarang?” Tanya Reza lagi.


“Nggak mas, aku beneran belum siap. Aku masih takut” Jawab Anis sambil melangkahkan kaki menaiki ranjang.


Reza bangkit dari tempatnya dan mengikuti Anis menaiki Ranjang.


“Apa aku boleh melakukan yang lainnya selain itu?” Tanya Reza Dengan wajah memohon.


Anis mengangguk tanda setuju. Ada perasaan tidak tega saat melihat Reza memohon tapi tidak ada pilihan lain saat ini kecuali menolaknya sementara dan focus belajar terlebih dahulu.


Reza yang mendapatkan sinyal dari Anis pun langsung menc*mbui istrinya Dengan lembut.


“Mas Tolong jangan turun ke bawah” ucap Anis.


“Kenapa sayang?” Tanya Reza.


“Geli mas” Jawab Anis singkat.


“Gelinya Cuma sebentar kok sayang, percayalah kamu nanti akan menikmatinya” Jawab Reza.


Reza langsung mel*mat bibir anis yang begitu ranum, dia semakin bergerak kebawah menuruni setiap inci Tubuh mungil Anis. Anis menggelinjat geli. Semakin lama Anis merasa tidak tahan lagi Dengan sentuhan-sentuhan yang diperbuat Reza, Anis pun bersuara pelan Namun dia menahannya Karena malu.

__ADS_1


“Jangan di tahan keluarkan saja suaramu sayang” ucap Reza.


Tok…took….nis…za…Kalian sedang apa? Bapak sama ibu mau bicara sebentar nak..” tiba-tiba suara bu Rusmi membuyarkan kegiatan Reza yang tengah asik di dalam kamar.


“Mas ada ibu mas” kata Anis.


Siallll….kenapa harus sekarang si bu…..menantumu lagi berjuang untuk membujuk anakmu agar mau membuatkan cucu ibu sekarang, batin Reza kesal.


Terlihat di wajah Reza kekecewaan yang sangat mendalam.


“Kenapa mas mukanya kok kayak di lipet-lipet gitu?” Tanya Anis bingung.


“Mmm…..ini tadi barusan di tendang kecoa” kata Reza.


“Emang kecoa bisa nendang ya mas?” Tanya Anis bingung.


“Iya bisa, barusan aja dia aku ajak main bola tapi malah nendang aku duluan. Kenapa coba dia main tendang aku duluan” ujar Reza.


Reza semakin membuat Anis bingung tidak mengerti dengan alur perkataannya.


“Ayo mas keluar kita sudah di tungguin lho sama bapak dan ibu” ungkap Anis sambil merapikan rambut dan pakaian yang tadi sempat di acak-acak Reza.


Reza dan Anis pun keluar kamar untuk menemui pak Budi dan bu Rusmi.


“Maaf ya nak kalsu ibu tadi ganggu kalian” kata bu Rusmi.


Amat sangat mengganggu bu, batin Reza.


“Anis, kata ibu kamu mau tinggal disini selama ujian, apa itu benar nak?” Tanya Pak budi saat mereka sampai di ruang tengah.


“Iya pak Anis akan tinggal di sini sementara selama Anis ujian, nanti Setelah selesai ujian Anis akan pulang lagi” Jawab Anis.


“Kurang lebih sekitar 3 mingguan pak” Jawab Anis.


“Bapak si tidak keberatan kamu tinggal disini nak, bapak malah senang, tapi berhubung saat ini kamu lagi hamil jadi lebih baik kamu jangan selama itu tinggal di rumah. Kan gak enak sama tetangga. Kecuali kalian berdua yang tinggal disini” jelas pak Budi.


“Apa tetangga kita tahu kalua Anis sudah menikah pak?” Tanya Anis.


“Beberapa dari mereka sudah tahu Karena bapak yang mengatakan nak, tapi itu pun hanya orang yang benar-benar deket Dengan bapak” Jawab pak Budi.


“Gak apa-apa pak, kalau Anis bener-bener bisa lebih focus belajar Dengan tinggal disini. Nanti Reza akan berusaha sesering mungkin kesini untuk melihat Anis dan calon Reza junior” Jawab Reza.


“Gimana bu? Apa ibu menyetujuinya?” Tanya pak Budi kepada istrinya.


“Kalau ibu si terserah sama bapak aja pak mana baiknya” Jawab bu Rusmi.


“Baiklah kalau itu yang menurut kalian baik nak” kata pak Budi.


Selesai berbicara..Reza dan Anis kembali ke kamarnya. Hari itu hari minggu. Tidak terasa hari sudah menjelang sore.


Q“Aku pulang dulu, jaga kesehatanmu juga bayi kita ya sayaang” ucap Reza sambil mengelus perut Anis yang masih rata.


“Apaan si mas, kan belum ada isinya?” kata Anis.


“Nanti kita akan segera mengisinya sayang” Jawab Reza sambil tertawa.

__ADS_1


“Udah, mendingan mas pulang sekarang nanti keburu malem. Mas juga kan harus istrirahat” kata Anis.


Reza mengecup kening Anis, ada rasa berat saat akan meninggalkan Anis di rumah orang tuanya.


Entah mengapa Reza saat ini benar-benar serasa terhipnotis oleh Anis. Ingin rasanya Reza selalu berdekatan terus Dengan istrinya. Namun Reza tidak bisa memaksakan egonya Dengan mempertaruhkan mimpi seorang Anis yang sedari dulu ingin menjadi juara kompetisi UNBK sekotanya.


“Aku pulang dulu ya, nanti kalau sudah sampai rumah langsung aku Telfon. Ingat jaga hatimu sayaang. Aku gak mau kamu deket-deket Dengan cowok lain selain aku” ucap Reza mengingatkan Anis.


“Iya….iya “ Jawab Anis.


Setelah berpamitan kepada pak Budi dan Bu Rusmi..Reza memasuki mobil dan melajukannya Dengan kecepatan sedang. Dilihatnya Anis masih berdiri di depan pintu menatap kepergiannya sampai tak telihat lagi.


Malam pun tiba, Anis merasa hatinya tidak tenang Karena belum ada kabar dari Reza.


“Mas Reza kemana si kok belum nelfon juga? Apa belum sampai rumah? Tapi kan seharusnya sudah sampai dari tadi” Anis berkata sendiri sambil memeriksa ponselnya berkali-kali.


Tidak lama kemudian ponsel Anis berdering, Terlihat dilayar ponselnya bertuliskan “orang tua ngeseli” Anis tersenyum dan menerima Telfon tersebut.


“Halo mas” kata Anis.


“Halo sayang maaf baru mengabarimu Karena tadi ada kerjaan sebentar” kata Reza dalam Telfon.


“Iya mas gak apa-apa yang penting kamu sudah mengabariku” kata Anis.


“Oh iya..apa kamu sudah makan malam? Terus bagaimana kabar bayi kita sayang?” Tanya Reza yeng mulai berhalusinasi.


“Apaan si mas punya anak aja belum kok” ucap Anis malu.


“Iya sabar sayaang nanti kita buat secepatnya ya” kata Reza.


“Koq jadi aku yang disuruh sabar si mas? Aku kan memang pengennya nanti aja dulu” Jawab Anis mulai kesel.


“Iya saayaang nanti kita akan buat anak secepatnya ya….sekarang kamu harus focus belajar dulu. Nanti aku akan datang untuk anak kita. Semangat untuk buat anak ya sayangku” ucap Reza yang semakin terobsesi memiliki anak.


“Semangat untuk belaajr dulu mas buat anaknya nanti” ujar Anis berusaha meluruskan.


“Ya semangat untuk anak dulu baru nanti kamu akan semangat belajar sayaang” kata Reza yang tidak mau kalah.


“Aahhh…terserah mas ajalah males debat sama mas, ujung-ujungnya masih sama aja” ucap Anis kesal.


Reza terkekeh mendengar perkataan Anis semakin kesal. Selesai menelfon Reza membaringkan tubuhnya di sofa ruang tengah rumahnya untuk melepas sepi. Tiba-tiba bel rumah berbunyi..


Ting….tong….ting….tong


“Mbok Tolong bukakan pintu ada tamu di luar” teriak Reza kepada mbok Ipah.


“Iya den” Jawab mbok Ipah sambil berlari membukakan pintu.


“Den Rezy….apa kabar den???” kata mbok Ipah saat Dilihatnya Rezy tengah berdiri di depan pintu, Reza yang mendengar kata Rezy langsung keluar menghampiri adiknya yang sudah tiga tahun tidak pulang.


“Hei booyyy Akhirnya kamu pulang juga, gimana kabarmu?” Tanya Reza sembari memeluk erat Rezy.


“Alhamdulillha baik kak, sebenarnya Rezy sudah lumayan lama di Indonesia kak tapi ada kerjaan terkait kerjasama Dengan perusahaan papa yang di Australia jadi aku belum bisa langsung pulang ke rumah” jelas Rezy.


“Gak apa-apa yang penting kamu sehat dan baik-baik saja” ucap Reza.

__ADS_1


“Oh iya kata mama kakak sudah nikah ya? Mana kak kenalin dong sama kakak ipar?” pinta Rezy kepada kakaknya.


“Nanti juga kamu akan menemuinya, tapi sekarang dia lagi pulang kerumah mertuaku” ucap Reza.


__ADS_2