NIKAHKU ATAS TEKANAN

NIKAHKU ATAS TEKANAN
Satu Vs Dua


__ADS_3

BAB. 37


Reza dan Rezy saling melepas rindu Dengan membicarakan terkait kesibukan mereka mulai dari dunia bisnis maupun dunia pendidikan yang sekarang sedang di tempuh Rezy di luar negeri.


“Gimana kuliahmu? Apa masih jalan?” Tanya Reza kepada adiknya.


“Masih dong kak, gini-gini aku peduli juga sama pendidikan” Jawab Rezy.


“Sejak kapan kamu mulai peduli pendidikan? bukannya dari dulu kamu selalu sibuk Dengan leptopmu terus sampai kayak orang cupu “ ucap Reza.


“Itu kan dulu kak, lihat saja aku sekarang udah keren, smart dan cerdas. Lebih keren dari kakak malahan” kata Rezy sambil tertawa.


“Sialan kamu, Dasar adik kurang ajar. Kamu belajar sopan santun dulu sama orang tua. Gini-gini aku udah nikah tahu” protes Reza.


“Udah nikah aja bangga, kalau udah punya anak baru di banggain kak, hahhhaa” kata Rezy tertawa ngejek.


“Lha dari pada kamu jomblo aja ngatain kakak” ucap Reza sambil melempar bantal ke arah Rezy.


“Mending jomblo kak, dari pada nikah tapi masih anteng, Hahaha” Rezy tertawa ngakak sembari berlari menjahuhi Reza.


“Diem kamu, Dasar anak kecil sok tahu” protes Reza kesal.


“Aku tahu semua lho kak, mama yang udah ngasih tahu aku” ujar Rezy yang masih berusaha menggoda kakaknya.


“Hehhh…..aku buktiin kalau benter lagi aku bakalan punya anak, lihat aja nanti” ucap Reza tidak terima Dengan perkataan Rezy.


“Jadi ngapain kamu pulang kerumah? Bisa kangen juga kamu Dengan rumah?” lanjut Reza.


“Ada usaha yang baru aku rintis kak, dan sasaran utamanya adalah para pelajar” Jawab Rezy.


“Maksudnya?” Tanya Reza.


“Sebentar ya kak aku mau privat dulu” kata Rezy sembari menjauhi Reza.


Rezy Terlihat sedang video call Dengan seseorang dan sesekali sibuk seperti sedang menerangkan sesuatu pada orang yang berada di video tersebut.


“Aahhh bocah itu Ternyata malah jadi guru kursus” omel Reza saat melihat Rezy sedang sibuk menjelaskan beberapa soal matematika.


“Kamu ngapain ngajar kursus?” Tanya Reza saat Rezy kembali duduk di dekat Reza.


“Enak aja aku gak ngajar kursus kak, aku lagi observasi secara random perkembangan system belajar online yang baru aja aku kembangkan” Jawab Rezy.


“Sejak kapan kamu mulai tertarik pada dunia pendidikan?” Tanya Reza.


Rezy yang dikenal Reza dulu memang tidak terlalu senang Dengan pelajaran di sekolah, Rezy lebih senang bermain Dengan leptopnya. Hampir setiap saat dia selalu menggenggam tab. Entah apa yang di kerjakan Dengan benda kesayangannya.


Berbeda Dengan Rezy, Reza amat sangat cerdas Namun sifatnya cuek dan masa bodo. Dilihat dari perawakan Reza Terlihat lebih kekar di bandingkan Rezy, Karena Reza menyukai fitness.


“Kak aku ke kamar dulu ya ada kerjaan sebentar”ucap Rezy lalu pergi meninggalkan Reza menuju kamarnya.


“Dasar sok sibuk, baru aja ngobrol udah kabur aja” kata Reza.


Rezy berjalan menuju kamarnya demikian juga Dengan Reza yang menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.


“Hufftt…..sepi banget ini kamar” kata Reza bicara sendiri.


Reza mulai menyibukan diri Dengan leptopnya, dia mulai mengecek beberapa email perusahaannya. Tanpa terasa jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Reza mulai beranjak untuk tidur, dia membuka photo di ponselnya, Terlihat wajah Anis yang lagi tersenyum.

__ADS_1


“Ahhhh….aku benar-benar sudah gila Dengan gadis kecil itu, kenapa aku bisa seperti ini? Kenapa seolah-olah di semua tempat hanya ada wajahnya” ucap Reza.


Reza berusaha untuk memejamkan mata namun masih tetap tidak bisa. Kini Pikirannya penuh Dengan Anis, mulai dari ceplas-ceplosnya, bawelnya, muka seriusnya, maupun wajahnya yang begitu cantic dan mengg*maskan.


“Aaahhhh….aku gak bisa seperti ini terus” protes Reza kepada dirinya sendiri.


Reza lalu mengambil ponselnya dan menelfon Anis melalu sambungan Video call.


“Kamu belum tidur”? Tanya Reza saat sambungan sudah terhubung. Terlihat wajah Anis yang masih serius Dengan bukunya.


“Belum mas, benter lagi, kenapa mas nelfon malam-malam?” Tanya Anis.


“Istriku sedang gak ada di sampingku, gimana aku bisa tidur?” Jawab Reza enteng.


“Sejak kapan?” Tanya Anis.


“Sejak kapan apanya?” Reza balik bertanya.


“Sejak kapan gak bisa tidur tanpa aku mas?” Tanya Anis memperjelas pertanyaannya.


“Sejak malam ini” ucap Reza.


“Ya udah tidur aja dulu Dengan guling mas, biasanya dulu juga tidur sendiri kan?” ucap Anis enteng.


“ya ini kan beda” kata Reza.


“apa bedanya?” Tanya Anis lagi.


“Kan aku sekarang sudah beristri, dulu kan belum” Jawab Reza.


“Lha dulu aja Waktu kita baru nikah mas pun pernah koq gak pulang ke rumah” Jawab Anis.


“Gak juga si mas, tapi karna aku harus ujian jadi sekalian aja ngasih pelajaran ke mas, biar kapok” Jawab Anis.


“Iya…iya aku minta maaf. Aku kapok banget gak akan ngulangi seperti dulu” kata Reza.


“Ya udah tidurlah mas, aku juga mau tidur udah ngantuk dan capek” ucap Anis.


“Emang capek kenapa? Kan kita gak habis ngapa-ngapain, aku aja di sini” kata Reza ngelantur.


“Ya capek belajar lah mas, emangnya capek ngapain lagi. Aku baru selesai privat online mas” jelas Anis


“Ooh….kirain capek Karena pengen buat anak, hehehe” ujar Reza.


“Udah aah mas….mulai ngomongnya ngelantur kemana-mana” ucap Anis sembari menutuf telfonnya. Namun tidak lama kemudian Reza menelfon lagi.


“Ada apa lagi mas?” Tanya Anis


Reza menunjuk mulutnya bertanda minta kiss.


“Gak mau aah” kata Anis.


“Kalau gak, aku gak mau tidur” ancam Reza.


“Iiihh….kenapa si mas jadi kayak bayi gini. Dikit-dikit ngancam, ngambekan. Udah tua mas inget umur” omel Anis.


Anis pun menuruti permintaan Reza menc”um Reza melalu video call. Walaupun hanya melalui gambar dan suara Namun itu sudah membuat hati Reza sangat bahagia.

__ADS_1


Mereka pun tidur terpisah Dengan tempat masing-masing. Keesokan pagi seperti biasa Anis bangun dan dan langsung mandi. Selesai mandi Anis langsung sholat subuh dan mempersiapkan perlengkapan sekolah.


Kring…..,ponsel Anis berbunyi sebuah pesan masuk melalu whatsaap


Semangat ujian ya hari ini, jangan lupa rumus-rumus yang aku kasih semalam. @Rezy


Siap coach, terimakasih atas suportnya. @ Anis


Jangan lupa sarapan sebelum berangkat. Usahain tetap tenang saat mengerjakan soal-soal ujian. @Rezy


Ok siap coach kapten, @Anis


Anis tersenyum saat membaca pesan whatsaap dari Rezy.


“coach Rezy mah sempurna banget, udah ganteng, smart, perhatian juga” kata Anis bicara sendiri.


Pagi ini Anis tidak diperbolehkan bu Rusmi untuk membantu memasak di dapur. Anis di perintahkan ibunya untuk focus belajar dan mempersiapkan ujian, jadi begitu bangun tidur, langsung mandi dan sholat subuh, lalu Anis mempersiapkan semua keperluan sekolah.


Kring…kring lagi-lagi ponsel Anis berbunyi, Namun kali ini bukan Rezy yang menghubunginya melainkan Reza.


“halo mas” kata Anis.


“Kamu sudah sarapan, mandi, dan sholat subuh?” Tanya Reza seperti seorang polisi sedang mengintrogasi penjahat.


“Banyak banget pertanyaannya mas kayak soal ujian aja, kan aku ujiannya masih nanti di sekolah bukan sekarang” Jawab Anis.


“Koq yang pertanyaanku malah gak ada yang dijawab?” ucap Reza.


“Bingung mau jawabnya yang mana dulu mas” ujar Anis.


“Yah, baru pertanyaan kayak gitu aja udah bingung gimana Jawab ujian sekolah coba?” kata Reza.


“Ya beda lah mas, masih gampang ujian sekolah dari pada ujian hidup, hehehe” ucap Anis sambil tertawa.


“Jadi maksud kamu aku adalah ujian hidupmu?” ucap Reza ngambek.


“Ehhhmm…bisa jadi” Jawab Anis.


“Iya….iya aku minta maaf princes kecilku yang cantic jelita membuat aku jatuh cinta, aku janji akan menjadi pangeran impianmu untuk sekarang dan selamanya” ucap Reza merayu.


Anis tersenyum bahagia mendengar perkataan Reza. Kini hatinya benar-benar sangat bahagia.


“Hehhe….gombal, Dasar orang tua pinter banget ngegombalnya” kata Anis sambil tertawa.


“Gak dong sayaang aku serius lho ini, aduuuh aku kangen banget sama kamu princes kecilku. Kapan si kamu selesai ujian sayang? lama banget gak selesai-selesai” Gerutu Reza.


“Yah mas, baru aja mau ujian hari ini udah dibilang lama banget. Sabar dong mas pasti nanti juga kelar koq semuanya” Jawab Anis.


“Hehee….factor kangen sayaang, udah sarapan kamu sayang?” ucap reza.


“Sudah mas, ini Anis udah mau berangkat mas takut kesiangan, mas buruan mandi dan sarapan juga” kata Anis.


“Ya sudah kamu hati-hati ya sayang, inget jangan deket-deket cowok lain ya” ucap Reza memperingatkan Anis.


“Semangati apa mas, ini malah ngomong jangan deket-deket cowok” gerutu Anis sambil memonyongkan mulutnya.


“iya…iya sayaang yang semangat ya ujiannya jangan lupa selalu ingat suamimu yang tampan ini” ucap Reza terkekeh sambil mematikan Telfonnya.

__ADS_1


Anis pun berangkat ke sekolah selesai berpamitan kepada orang tuanya.


__ADS_2