
BAB. 33
Apa dia sedang kerasukan jin baik? Atau sedang makan vitamin baik hingga dia berubah seperti ini? Biasanya dia selalu menindasku terus-terusan bahkan saat aku berada di titik terlemah karena merosotnya nilaiku aja di masih tega menindasku, tapi sekarang kenapa tiba-tiba dia menjadi lembut kepadaku, gumam Anis dalam hati.
“Istirahatlah di sini, nanti sore aku akan mengantarmu ke rumah pak Budi” ucap Reza.
Anis pun duduk di sofa yang berada di ruangan Reza, dia lalu mengeluarkan beberapa buku dan memakai heandset di telinga. Terlihat Anis sedang sibuk mendengarkan video pembelajaran di layar ponselnya, dia tidak menyadari jika sedari tadi Reza memperhatikannya.
Dasar gadis keras kepala, bahkan saat kamu sedih pun kamu masih berusaha kuat untuk tetap belajar, aku akui kamu memang benar-benar seorang gadis yang tangguh. Aku tahu kamu masih sangat syok Dengan perlakuanku kemarin saat memaksamu untuk mandi bareng denganku, aku begitu melihat kesedihan yang mendalam di wajahmu saat itu. Tapi saat ini bahkan kamu masih kuat untuk terus belajar" gumam Reza dalam hati.
Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul lima sore, Anis tertidur di kursi sofa karena kelelahan.
Cup..
Reza mengecup kening Anis dan menggendongnya untuk memasuki mobil, beberapa karyawan yang belum pulang menyaksikan kejadian itu Dengan bingung.
“Hei lihat bukannya itu gadis kokinya si bos ya?” Tanya karyawan 1.
“Iya tuh, koq pak Reza menggendongnya ya? Waahh beruntung sekali dia bisa mendapat perlakuan seperti itu” ucap Karyawan 2.
“Waah aku mau juga dong kayak gitu” kata karyawan yang lainnya.
Reza tidak menanggapi komentar para karyawannya, dia terus melangkahkan kaki dan meletakkan Anis di dalam mobil. Reza pun melajukan mobil Dengan kecepatan sedang, terlebih dahulu singgah ke rumah orang tuanya, di lihatnya Anis masih tertidur, Reza tidak tega untuk membangunkannya. Entah kenapa sekarang hati Reza menjadi begitu lembut dan tidak tegaan terhadap Anis.
Reza memasuki rumah menuju kamar dan membereskan semua buku dan perlengkapan sekolah Anis. Lalu kembali memasuki mobil sambil membawa semua keperluan sekolah Anis. Anis masih tertidur lelap bersender di kursi mobil.
“Hei gadis kecil kenapa kamu membiusku saat ini, seolah-olah hanya kamulah yang ada di hidupku” kata Reza lirih sembari membelai rambut istrinya.
Reza lalu melajukan mobil menuju ke rumah orang tua Anis. Sesampainya di rumah pak Budi, Anis masih tertidur, lagi-lagi reza tidak tega membangunkan Anis. Reza pun menggendongnya dan meletakannya di atas ranjang di dalam kamar Anis.
“Apa Anis tertidur dari tadi nak?” Tanya bu Rusmi kepada reza.
“Iya bu, Anis belajar keras sampai begitu kecapekkan dan tertidur pulas dari tadi” Jawab reza.
“Terimakasih ya nak Reza karena sudah menjaga Anis dengan baik” ucap pak Budi.
Deg….jantung Reza bergetar saat mendengar perkataan pak Budi yang kini menjadi mertuanya, ada perasaan bersalah yang Sangat mendalam karena sudah menindas Anis Dengan keegoisannya selama ini, dia sadar bahwa selama ini baik pak Budi maupun bu Rusmi sudah benar-benar menyerahkan putri semata wayangnya untuk dinikahi Reza hanya karna permintaan papanya, namun reza malah menyia-nyiakan Anis.
“Kamu kenapa nak koq malah melamun?” Tanya pak Budi heran.
“Emmm gak apa-apa pak Cuma sedikit lelah aja” Jawab reza bohong.
“Ya sudah kamu mandi aja dulu, ibu sudah menyiapkan makan malam” ucap bu Rusmi..
“Lebih baik malam ini kamu menginap saja nak biar gak terlalu capek, lagi pula gak enak sama tetangga kalua pulang malam-malam” ucap pak Budi.
Reza mengangguk tanda setuju, dia pun segera mandi untuk membersihkan badannya.
“Kamu gak makan nak?” Tanya bu Rusmi
“Nanti aja bu, tunggu Anis bangun” ucap Reza.
“Ya sudah kalah begitu, tapi kalau nanti kamu mau makan langsung ke dapur aja ya” kata Bu Rusmi.
__ADS_1
“Iya bu” Jawab Reza.
Reza kemudian memasuki kamar Anis, Dilihatnya Anis masih tidur.
“Kamu pasti kecapekan” kata Reza lirih sambil membelai wajah Anis.
“Maafin aku atas semua keegoisanku sayang, kamu begitu menderita atas semua sikapku terhadapmu. Terimakasih karena selama ini kamu berusaha tangguh untuk menghadapiku” ucap Reza yang tanpa terasa airmatanya sudah menetes. Saat ini hati Reza benar-benar pedih saat mengingat keegoisannya yang pernah dilakukan terhadap Anis.
“Aku dimana?” kata Anis yang tiba-tiba
terbangun sambil mengucek matanya.
“Hei gadis kecil apa kamu sudah bangun? Tentu saja kamu lagi di kamarmu sendiri” ucap Reza.
“Tapi perasaan aku tadi tidur dikantor mas tadi” kata Anis bingung.
“Iya kamu tidur berjam-jam udah kayak pinsan aja” gerutu Reza.
“Terus siapa yang mindahin aku ke sini?” Tanya Anis lagi.
“Ya tentu saja aku lah suami mu yang tampan ini” kata Reza.
Anis tertunduk dan merasa malu. Wajahnya merona.
“Maafin aku mas” ucapnya.
“Kenapa?” kata Reza singkat Dengan memperhatikan Anis.
Reza tidak menanggapi perkataan Anis.
“Mandilah, ini sudah jam 8 malam. Aku sudah sangat lapar menunggumu bangun gak bangun-bangun” ucap Reza.
Anis beranjak menuju kamar mandi dan membersihkan badannya. Selesainya mandi dan berganti pakaian Anis mengajak Reza untuk makan malam.
“Ayo makan malam dulu mas” kata Anis
Reza mengikuti Anis dari belakang menuju meja makan, Anis menghidangkan nasi ke dalam piring beserta beberapa lauk yang sudah disiapkan oleh ibunya.
“hmmmm enak sekali masakan ibu mertua, apa kamu bisa memasakkanku seperti ini”? Tanya Reza.
“Tentu saja, dulu aku sering membantu ibu memasak dulu sebelum berangkat sekolah” Jawab Anis sambil menikmati makan malamnya.
Selesai makan mereka pun menuju ruang tengah untuk bercengkrama Dengan pak Budi dan bu Rusmi.
“Kalian sudah makan nak?” Tanya bu Rusmin
“Sudah bu, barusan” Jawab Anis.
“Masakan ibu enak sekali bu, Reza sampai nambah terus berkali-kali” ucap Reza serius.
“Hhehe…kamu ini bisa aja nak Reza. Lain kali kalua kamu pengen masakan ibu lagi kamu bisa pulang ke rumah kapan pun kamu mau”ujar Bu Rusmi tertawa yang diikuti oleh suaminya pak Budi.
“Ibu mau ke dapur dulu ya, oh ya nak Reza mau minum apa biar ibu buatkan” kata Bu Rusmi.
__ADS_1
“Apa aja bu yang penting bisa diminum” Jawab reza. Mo
Bu Rusmi pun pergi kebelakang untuk membuatkan minuman untuk suami dan menantunya yang diikuti oleh Anis.
“Biar Anis aja bu yang buatnya” ucap Anis yang dijawab Dengan senyuman bu Rusmi.
“Apa kamu sudah hamil nis?” Tanya bu Rusmi.
Anis terkejut mendengar pertanyaan ibunya, dia tidak bisa menjawab pertanyaan ibunya itu.
“Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ibu nak? Apa kamu sudah melakukan kewajibanmu sebagai seorang istri?” tanyanya lagi.
“Ibu….Anis belum siap untuk itu, Anis takut bu bener-bener takut. Lagi pula Anis masih focus Dengan ujian Anis senin besok” Jawab Anis.
“Nak….ujian dan pendidikanmu harus tetep kamu kejar tapi tugasmu seorang istri juga wajib kamu tunaikan, kamu tahu bahwa investasi bapak dan ibu itu adalah kamu nak. Kamu adalah harta dunia akherat bapak dan ibu.” kata Bu Rusmi.
“Investasi? Maksudnya gimana bu?” Tanya Anis tidak mengerti.
“Kamu adalah investasi dunia akherat bapak dan ibu, jika kamu taat Dengan suamimu maka sama saja kamu sudah membahagiakan bapak dan ibu nak” ucap bu rusmi lembut.
“Iya bu Anis tahu, tapi saat ini Anis benar-benar belum siap bu. Mau di paksa pun Anis tetap belum bisa melakukannya” ujar Anis sambil menundukkan kepala.
“Ya sudah ibu tidak bisa memaksamu nis, ibu hanya bisa memberi saran sebaiknya kamu memikirkan apa yang ibu sampaikan tadi” kata bu Rusmi.
Anis belajar menuju ruangtengah Dengan membawa 2 cangkir kopi, namu saat menuju ruang tengah Anis mendengar suara candaan dari dalam ruang tersebut.
Di lihatnya perlahan dari dalam, Terlihat Reza dan pak Budi sedang asik ngobrol Dengan tawa yang keluar dari keduanya. Baru kali ini Anis melihat keakraban Reza Dengan pak Budi sampai sedekat itu, tanpa sadar Anis tersenyum Dengan mata yang berkaca-kaca entah apa yang sedang dipikirkannya.
“Ini minumnya pak, mas, mumpung masih anget” ucap Anis kepada bapak dan suaminya.
Anis pun segera kembali ke dapur untuk menemui ibunya.
“Ibu, rencananya Anis akan tinggal di sini sampai ujian selesai bu” kata Anis kepada ibunya.
“Berapa hari nak?” Tanya bu Rusmi.
“Sekitar dua mingguan bu dari ujian nasional sampai ujian praktek sekolah” Jawab Anis.
Bu Rusmi tidak menjawab, dia hanya mendengus Dengan kasar.
“Ada apa bu?” Tanya Anis bingung.
“Apa kamu sudah izin Dengan suamimu nak?” Tanya bu Rusmi
“Tentu saja bu, dan mas Reza pun menyetujui” ucap Anis.
“Nak….bukannya ibu menolakmu untuk tinggal disini selama itu tapi untuk seseorang yang sudah menikah sangatlah tidak bagus jika harus berpisah Dengan suaminya tanpa keperluan mendesak. Ibu harap kamu memikirkan lagi hal itu.jangan terlalu terbawa egomu nak. Apapun tujuanmu, sebaik apapun itu menurutmu ibu harap kamu bisa memikirkannya lagi. Karna saat ini kamu sudah bersuami jadi jangan pikirkan mau mu sendiri” jelas bu Rusmi.
Anis hanya terdiam dan tidak menjawab perkataan ibunya. Anis pun permisi untuk masuk ke dalam kamar. Terdengar dari dalam kamar suara Reza dan pak Budi yang masih asik mengobrol.
“Apa yang harus aku lakukan? Gimana jika nanti aku sudah bener-bener melakasanakan kewajibanku tapi mas Reza malah meninggalkanku karena wanita lain?” kata Anis Dengan perasaan takut.
Anis Terlihat mondar-mandir dikamar sendirian Terlihat raut wajahnya sangat cemas memikirkan sesuatu.
__ADS_1