NIKAHKU ATAS TEKANAN

NIKAHKU ATAS TEKANAN
Getaran-getaran Cinta Mulai Tumbuh


__ADS_3

BAB. 26


Reza pun menyelimuti Anis dengan selimut yang di pakai dirinya. Kini mereka tidak hanya tidur dalam satu ranjang melainkan dalam satu selimut.


Kring….kring….


Alarm Anis berdering, Anis pun segera bangun, dilihatnya Reza masih terlelap tidur menggunakan selimut.


“Hahhh..!! Kenapa aku satu selimut Dengan dia?” ucap Anis sembari melihat isi dalam selimut.


“Aaaakkkk” teriak Anis sembari menutup mata.


“Kenapa teriak?” ujar Reza bingung.


“Kenapa kamu tidak pakai baju?” Tanya Anis.


“Kan kamu sendiri yang melepas bajuku semalam” jelas Reza.


Anis pun berusaha mengingat kejadian semalam yang menggantikan pakaian Reza. Wajahnya terlihat merah merona.


“Kenapa malu? Toh kamu juga sudah melihat tubuh kekarku kan? Gimana??” goda Reza.


“Gimana apanya?” kata Anis menunduk karena berusaha menyembunyikan wajah malunya.


“Apa kamu menyukai tubuhku?” goda Reza lagi.


“Aku mau mandi dulu” Jawab Anis sembari melangkah ke kamar mandi.


“Aduuuuh…” tiba-tiba Reza mengaduh sembari tangannya memegang keningnya.


“Kenapa? Apa kamu masih sakit?” Tanya Anis yang dengan reflek mendekati Reza.


“Iya kepalaku tiba-tiba terasa sakit dan perutku mual sekali” ucap Reza.


“Ya sudah kamu istirahat dulu, aku akan kebawah untuk ambil teh dan sarapan” ucap Anis sembari keluar kamar membuatkan bubur untuk Reza.


Sebenarnya semalam mbok Ipah sudah membuatkan bubur, tapi karena Reza tertidur jadi belum sempat di makan.


Setelah berganti pakaian, Anis pun bersiap untuk membuatkan bubur Reza. Anis berjalan ke dapur dan mulai memasak bubur.


Dulu saat masih sama orang tuanya, Anis sering belajar masak dengan ibunya termasuk bubur, jadi saat mempraktekkannya Anis tidak kaku lagi.


“Alhamdulillah akhirnya selesai, semoga mas Reza suka” ucap Anis.


“Lho den kok gak nyuruh simbok aja yang masak?” tiba-tiba mbok Ipah mendekati Anis.


“Udah..gak apa-apa mbok, ini juga udah mateng kok mbok. Anis ke atas dulu ya mbok” ujar Anis sembari naik ke lantai dua menuju kamarnya.


“Mas ayo sarapan dulu, aku udah buatkan bubur” ucap Anis.


Reza tersenyum bahagia saat dirinya mendengar Anis yang memanggil dirinya dengan sebutan “mas”.


“Coba panggil aku lagi” pinta Reza.


“Udah buruan makan mumpung masih panas” perintah Anis yang tidak menghiraukan perkataan Reza.


“Kamu gak mau nyuapin aku?” kata Reza pura-pura ngambek.


“Kan bisa makan sendiri” ucap Anis.


“Kan aku masih sakit, kamu mau buburnya nanti tumpah?” kata Reza.


Anis pun menyuapi Reza.

__ADS_1


“Hueeekk”


“Kenapa mas? Apa buburnya gak enak?” Tanya Anis.


“Maaf tiba-tiba aku mual” ucap Reza.


“Ya sudah mas minum obat dulu, setelah itu baru makan pelan-pelan ya” ucap Anis.


Reza pun segera meminum obatnya yang di bantu oleh Anis. Selesai minum obat Reza melanjutkan makan dengan pelan.


“Istirahatlah mas, aku mau mandi dulu” ucap Anis selesai menyuapi Reza makan.


“Tolong temani aku, aku mohon” ucap Reza sambil mengggenggam tangan Anis.


“Tapi mas…” perkataan Anis terputus saat jari Reza berada di bibir Anis.


Anis pun menuruti perintah Reza dan duduk di samping Reza. Sedangkan Reza kembali membaringkan tubuhnya ke ranjang. Karena merasa lelah Anis pun ikut tertidur lagi, kebetulan hari ini hari minggu jadi baik sekolah maupun kantor libur semua.


Reza terbangun dari tidurnya, badannya sudah mulai baikan. Dilihatnya Anis masih tertidur pulas. Reza mulai mengingat kejadian semalam saat melihat Frans yang bersanding dengan Libia.


“Apa aku semalam bermimpi? Atau itu hanya khayalanku karena aku sangat merindukan Libia?” Ucap Reza.


Reza pun memeriksa ponselnya. Di lihatlah beberapa berita yang mempublikasikan pernikahan Frans. Reza pun segera membuka berita tersebut untuk memastikan pikirannya mengenai Libia.


“Libia……………..Ternyata itu benar-benar kamu” ucap Reza lirih.


“Kenapa kamu meninggalkan aku Libia? Ucap Reza lagi.


“Apa itu artinya hubungan kita benar-benar berakhir? Batinnya.


Di liriknya gadis kecil yang ada di sampingnya.


Apa kamu benar-benar jodohku? Aku bahkan terlalu memikirkan Libia hingga sering mengabaikanmu, batinnya lagi.


“Maaaassssssssssss…!!! Kamu ini gila apa gimana si?” ucap Anis kesal sambil menutup matanya dengan telapak tangan.


“Aku masih waras, emang apaan si??” Tanya Reza yang pura-pura polos.


“Pakai baju..cepetan” perintah Anis.


“Emang Kenapa? Bukankah kamu sudah melihatnya semalam?” goda Reza.


“Dasar m*sum, cari-cari kesempatan” omel Anis.


“Apa kamu mau memakaikan aku baju lagi? Aku udah siap nih” ucap Reza sembari terkekeh.


“Dasar orang tua ngeselin, baru aja dikasihani, sekarang malah udah ngeseli lagi” gerutu Anis yang melangkah keluar sambil tangan yang masih menutupi matanya.


“Hei..gimana kamu mau keluar kalau matamu kamu tutup? Ucap reza.


Reza langsung menggendong Anis dan meletakkannya di atas ranjang, tentu saja Anis terkejut dan berontak.



Mas apa-apaan si, lepas…!!” ucap Anis teriak.


“Aku suamimu sayang, sudah seharusnya aku melakukan ini" ucap Reza sambil menc*um Anis.


“Iya tapi tidak sekarang, aku masih sekolah” jawab Anis.


“Kenapa emang kalau masih sekolah?” Tanya Reza.


“Aku masih kecil mas, tolong ngertiin aku” ucap Anis berusaha mengelak saat Reza terus menc*uminya.

__ADS_1


“Apa kamu tidak mengingat Libia lagi” ucap Anis yang tiba-tiba menghentikan aksi Reza.


“Tidak, aku tidak lagi memikirkan dia” Jawab Reza sembari melanjutkan pekerjaannya.


“Ayo lepaskan aku…..!!” ucap Anis.


“Aaww” teriak Reza sambil melepaskan ci*mannya.


Karena ulah Anis yang mencubit lengan Reza sampi kebiruan.


“Jangan lama-lama mandinya sayang” goda Reza.


“Sayang…sayang sejak kapan aku jadi sayangnya kamu?” protes Anis.


“Sejak saat ini sampai selamanya” ucap Reza.


“Kamu gak amnesiakan? Atau jangan-jangan gara-gara kamu sakit semalam jadi gila seperti ini? Ucap Anis bingung.


Reza hanya tertawa geli. Sedangkan Anis masuk kamar mandi dan mulai membersihkan tubuhnya.


“Aku harus mulai terbiasa dengan gadis itu, aku tidak boleh berlarut-larut memikirkan Libia. Toh dia juga sudah menemukan kebahagiaannya" Ucap reza bicara sendiri.


Sedangkan Anis didalam kamar mandi memikirkan perubahan sikap Reza yang drastis.


“Jangan-jangan otaknya eror karena demam semalam? Atau dia kerasukan ya?” ucap Anis mulai ngeri dengan sikap Reza.


“Apa yang harus aku lakukan, pasti orang gila itu sedang nungguin aku di luar. Ibu…..maafkan Anis, Anis belum bisa melayani suami dengan baik saat ini. Anis masih takut bu.” ucap Anis yang tidak terasa air matanya mulai menetes.


“Enak aja dia sekarang mau sayang-sayang sama aku setelah nyiksa dan buat aku menderita” ujar Anis, kini air matanya berubah dengan senyuman sinis.


Selesai mandi dan berganti pakaian Anis pun keluar. Kini dia duduk di depan meja rias dan mulai rapikan rambutnya.


“Sayang apa kamu sengaja menggodaku?” kata Reza seraya mendekati Anis.


“Jangan coba-coba menyentuhku..atau aku akan pulang ke rumah orangtuaku selamanya” ancam Anis.


“Tapi kamu istriku, kamu berkewajiban menaati suamimu” ucap Reza.


“Apa kamu tidak ingat kalau kamu bahkan pernah bermesraan dengan wanita lain saat kamu sudah menikahi aku?” ucap Anis Dengan Tegas.


“Jadi apa kamu ingin balas dendam?” Tanya Reza.


“Mungkin…” Jawab Anis singkat.


“Bagaimana jika aku menceritakan ini kepada orangtuamu” kata Reza balik mengancam.


“Mengatakan apa?” Tanya Anis.


“Kamu yang tidak mau melayani suamimu” Ucap Reza.


“Silahkan, aku bisa menjawab alasanku Kenapa aku tidak menunaikan kewajibanku” ujar Anis enteng.


“Karena balas dendam?” Tanya Reza lagi.


“Masih ada lagi” ucap Anis.


“Apa?” Tanya Reza.


“Aku masih mau sekolah, aku gak mau sampai merusak pendidikanku karena aku berhubungan seperti itu” Jelas Anis.


“Apa hubungannya taat sama suami dengan merusak pendidikanmu?” Tanya Reza lagi.


“Apa kamu tidak sadar, bahkan kamu yang baru masuk ke kehidupanku sebatas akta nikah aja kamu sudah buat aku sial berkali-kali di sekolah, apa lagi lebih dari itu.” ucap Anis dengan nada tinggi.

__ADS_1


“Baiklah..aku akan menunggumu siap” ucap Reza lirih karena mulai menyadari betapa Anis sangat tersiksa dengan pernikahannya.


__ADS_2