NIKAHKU ATAS TEKANAN

NIKAHKU ATAS TEKANAN
Badan Menggigil


__ADS_3

BAB. 14


“Alhamdulillah kalau masih ada pilihan lain ma, semoga papa bisa sehat secepatnya tanpa pencangkokan, nanti biar Reza yang urus penerbangan dan perlengkapannya ma”. Ucap Reza.


“Iya satu lagi za, ini surat nikah kalian sudah jadi, kemaren orang suruhan papa yang mengurus semuanya” kata Pak Herdi sembari memberikan buku nikah Reza Dengan Anis.


“Cepet banget pa”. Kata Reza.


“Kamu harus belajar untuk menerima Anis, jangan coba-coba untuk mengakhiri pernikahan kalian”. Ancam pak Herdi kepada Reza.


“Iya pa…mendingan papa fakus mempersiapkan untuk ke singapor besok aja, gak usah terlalu mikirin kami” ucap Reza.


Setelah ngobrol cukup lama, Reza dan Anis pun kembali ke rumah. Dan seperti malam-malam kemaren meraka tidur tidak seranjang.


Anis masih terjaga, berkali-kali dia mencoba tidur tapi masih tidak bisa. Pikirannya kalut memikirkan kerja sampingan di sela-sela Waktu sekolah.


Dimana aku bisa kerja dan menghasilkan uang tanpa harus meminta orang tua itu lagi?? Aku benar-benar udah muak hidup dalam kungkungan seperti ini, dia selalu membatasiku, tapi untuk dirinya sendiri ingin kebebasan. Batin Anis.


Anis pun masih tidak bisa tidur, dia memutuskan untuk membuka buku-bukunya di meja belajar. Bu Lida sudah mempersiapkan semua keperluan Anis di kamar, termasuk meja belajar dan peralatan sekolah lainnya.


“Aaaaakkkk…!! Kamu ngapain tidur di sini? Dasar orang tua”. Ucap Anis memacah kesunyian subuh saat didapati tubuhnya satu selimut Dengan Reza di ranjang, Dengan posisi Reza memeluk Anis.


“Apa si subuh-subuh udah brisik banget”. Gerutu Reza.


“Kamu tu yang apa, masih aja kamu nyuri-nyuri kesempatan. Aku udah muak Dengan semua ini.” Ucap Anis.


“Muak katamu? Aku lebih dari sekedar muak sama kamu!! Kalau bukan karna papa aku gak sudi nikahin bocil kayak kamu”. Protes Reza.


“Udah labil, emosian gak jelas, pedenya udah tingkat langit ke 8” ucap Reza.


“Dasar orang tua pikun, langit mah sampek 7 mana ada langit sampai 8. Anak TK Ternyata jauh lebih pintar dari kamu yang katanya udah tua”. Sanggah Anis.


“Suka-suka aku dong aku yang ngomong koq kamu yang sewot, dasar bocil labil”. Ucap Reza tak kalah bawel.


Flasback On


Malam tadi, Reza merasa sangat kedinginan, badannya menggigil. Di tariknya selimut berlapis-lapis tapi masih juga dingin, Akhirnya dia naik ke ranjang. Tubuhnya semakin gemetar, Rezapun memberanikan diri memeluk erat Tubuh Anis dalam satu selimut untuk menghangatkan tubuhnya.


Flash back off


“Kamuuu…!!! Dasar orang tua pikun, pergi..!!! Sampai kapan kamu terus-terusan membuat hidupku berantakan?” ucap Anis Dengan air mata mulai mengucur.


“Kamu manusia tak berhati, beraninya kamu menyentuh ku bahkan menciumku berulangkali”. Ucap Anis frustasi.


“Heii, aku baru menc*ummu dan menggendongmu 2 kali, dan baru malam ini aku menidurimu” kata Reza santai.


“Baru katamu?? Aku bahkan seumur hidupku menjaga itu semua”. Ucap Anis gemetar menahan emosi.


“Jadi benaran kamu belum pernah sentuhan sama cowok?” Tanya Reza tiba-tiba penasaran.


“Kamu tega!!!!” ucap Anis singkat.


“Kamu Gila”. Ucapnya lagi semakin teriak.


“Udah cukup gak usah GR, aku ngelakui itu semua gak sengaja”. Kata Reza sembari keluar dari kamar.


“Dan ini balasan selanjutnya jika kamu masih nekat menyentuhku” ucap Anis sembari menunjukkan video di ponselnya.


“Apa?? Dari mana kamu dapat video itu?? Ayo sinikan”. Pinta Reza.

__ADS_1


Flash back On.


Saat Anis sedang membeli es krim kesukaannya di taman Safari, dia merekam suasan taman tersebut untuk di jadikan sebagai bahan referensi tugas Bahasa Indonesia di sekolah, tapi Ternyata dia melihat Reza dan Libia sengan peluk c*um di taman tersebut. Anis terkejut saat melihatnya, dia tak menyadari camera panselnya masih tetap on saat memperhatikan dua makhlu itu, sampai hujan turun Dengan derasnya Anis melanjutkan videonya untuk merekam hujan dan kerumunan orang yang tiba-tiba berlarian.


Malam itu Anis berniat langsung mengerjakan tugas Bahasa Indonesia, tapi karna hatinya yang dipenuhi rasa kesal maka Anis pun mengurungkan niatnya.


Anis mulai ingat kembali saat pengingat berbunyi dan bertuliskan, tugas Bahasa Indonesia segera.


Anis lalu mengecek video di ponselnya dan melihat rekaman tersebut.


Flash Back Off


“Gak usah banyak Tanya”. Ucap Anis singkat seraya memasuki kamar mandi untuk mandi.


“Reza kehilangan kata-kata lagi, dia merasa malu saat menyadari bahwa Ternyata Anis merekam adegannya Dengan Libia di taman. Bahkan Saat itu ada beberapa orang yang memperhatikannya.


Selesai mandi, Anis langsung mempersiapkan buku-bukunya untuk di bawa ke sekolah.


“Awas aku mau lewat”. Ucap Anis sembari melewati Reza yang masih berdiri.


Anis menuruni anak tangga menuju dapur.


“Pagi mbok”. Ucap Anis menegur mbok Ipah seraya memasukan rori ke mulutnya.


“Ehh den gelis, pagi juga den”. Jawab wanita itu.


“Tumben pagi ini keliahatan seger banget kayak semangka den? Ada pa den?? Jangan-jangan den gelis lagi hamil ya?” Tanya mbok Ipah layaknya mengintrogasi tahanannya.


“Hukkk,,,” seketika itu Anis terkejut, makanan yang ada dimulutnya muncrat mengenai Reza yang tiba-tiba nongol di sana.


“Aniiiissss, apa-apaan ini???” Tanya Reza lirih menahan amarahnya.


Reza memang saat itu turun ke bawah mengambil minum karena tiba-tiba dia terbatu-batuk dikamar.


“Kamu ikut aku ke kamar” kata Reza.


“Gak mau aku mau sekolah” sanggah


Anis.


“Heei kamu harus tanggung Jawab sama perbuatanmu”. Ucap Reza lagi.


“Mau ngapain ke kamar?” Tanya Anis.


“Ayo den buruan turuti aja perindah den Reza”. Ucap mbok Ipah mendukung Reza.


Anis pun Dengan terpaksa menuruti perkataan Reza. Reza menaiki tangga yang diikuti Anis yang sudah rapi Dengan seragamnya.


“Iih ngapain lagi si, sewot banget kayak emak-emak aja. Cuman gitu doang juga”. Gerutu Anis.


Reza tak memperdulikan ocehan Anis di belakang.


“Ayo masuk kamar”. Ucap Reza tegas.


“Kamu gak akan macem-macem kan?” Tanya Reza.


“Jangan khawatir, kamu jauh jdari tipeku, lagian kamu juga masih sangat kecil. Masih ingusan. Aku tak sudi Dengan boca ingusan kayak kamu”. Jawab Reza enteng tanpa memperdulikan perasaan Anis.


“Deg……”

__ADS_1


Detak jantung Anis serasa berhenti saat mendengar celotehan Reza yang begitu entengnya berbicara tanpa berpikir dahulu.


“Hei orang tua aku lebih tak sudi Dengan orang yang sudah keriput seperti ANDA”. Ucap Anis tak mau kalah.


“Kamu buta ya?? Atau kamu mau melihat yang sesungguhnya tubuhku yang kekar ini agar mulutmu bisa diam??” Ucap Reza mulai kesal sembari membuka kancing kemejanya.


“Ngapain?” tanya Anis.


“Aku akan memperlihatkan Tubuh kekarku, dan akan menghukummu” ucap Reza.


Anis yang melihat tindakan Reza berusaha keluar kamar. Namun lagi-lagi Reza sudah mendahuluinya Dengan mengunci pintu kamar.


“Lihatlah Tubuh ku wahai istriku”. Kata Reza sembari terus membuka kancing kemejanya satu persatu.


Tubuh Anis bergetar, dia memundurkan langkahnya. Dan menutuk mata Dengan kedua tangannya.


“Lihatlah!, Apa kamu masih mengatakan kalau aku ini sudah keriput?” ucap Reza lagi.


“Pergi, jangan mendekatiku..!!” ucap Anis takut, karena Reza semakin mendekatinya.


“Oh iya sayang Tolong pakaikan aku kemeja lagi sekalian rapikan dasinya ya”. Pinta Reza menggoda Anis.


“Cuiihh aku tak akan sudi melakukan semua itu”. Jawab Anis lantang.


“Oooo,,, kamu tidak tahu ya kalua dikamar ini terpasang CCTV, kamu mau video kita aku kirim ke mama biar mama, bapak dan ibu? Biar mereka yang langsung turun tangan mendidikmu?” ucap Reza sambil tersenyum penuh kemenangan.


“Kamu tega, jahat…!!” teriak Anis.


“Apanya yang jahat? Sudah sewajarnya ku seperti ini, aku suamimu”. Ucap Reza membela diri Dengan kelicikannya.


“Jangan mendekat, stop di situ atau aku mau teriak minta Tolong, biar mbok Ipah tahu kalua kamu menyiksaku di kamar”. Ancam Anis.


“Sayaang, kamar kita kedap suara, mau teriak sekeras apapun sampai suaramu habis gak bakalan orang luar denger suara kamu”. Ucap Reza sambal terus melangkah mendekati Anis.


“Kamu sudah janji tidak akan menyentuhku, kamu harus ingat janjimu”. Ucap Anis.


“Aku tidak menyuruhmu untuk menyentuhku, dan aku pun tidak akan menyentuhmu. Aku hanya memerintahkan kamu untuk memakaikan baju dan dasi kerjaku”. Kata Reza.


Anis kehilangan kata-kata lagi. Setelah saling adu ancaman, Anis pun akhirnya kalah telak dan menuruti kemauan Reza. Dia memejamkan mata sejenak sambil menghembuskan nafas secara kasar.


Anis segera mengambil kemeja reza dan mulai memakaikannya.


“Tubuhmu kayak raksasa” ucap Anis kesal.


“Apa kamu menyukainya?”Tanya Reza.


“Gak usah Tanya yang aneh-aneh”. Jawab Anis.


“Kalau begitu kamu memang menyukai tubuhku”. Ucap Reza berusaha meluluhkan Anis.


“Dengar baik-baik, kamu bukan tipeku. Aku tidak akan pernah menyukai cowok sekejam dirimu!!’ ucap Anis seraya mengancingkan kemeja Reza dan dilanjutkan memakaikan dasi.


Jarak mereka sangat dekat, walau Anis sudah berusaha untuk tetap menjaga Jarak.


“oh iya??” ucap Reza lagi.


Anis pun Selesai Dengan tugasnya. Dia meminta kunci kamar kepada Reza dan hendak keluar kamar, namu Reza tiba-tiba menarik bajunya.


“Apaan si?? Lepasin, nanti sobek seragam sekolahku” protes Anis.

__ADS_1


“Kan aku gak boleh nyentuh kamu makanya aku pegang bajumu”. Ucap Reza.


__ADS_2