
BAB. 12
“Aku bisa pulang sendiri, aku masih ada kaki bahkan aku juga masih punya HATI tidak seperti kamu”, ucap Anis masih Dengan emosinya.
Anis berusaha keluar dan membuka pintu, tapi pintu mobilnya dikunci reza dan lanjut menjalankan mobil menuju rumah.
Sesampainya di depan rumah, Anis segera membuka pintu mobil dan berlari menuju kamar. Reza pun segera mengikutinya.
“Den ada apa Dengan den gelis?” Tanya mbok Ipah yang tiba-tiba melihat Anis berlari memasuki kamar.
“Lagi dapet mbok”. Jawab Reza sekenanya.
Mbok Ipah pun mangut-mangut mengerti apa yang di maksud Reza.
“Iya den, memang perempuan kalau lagi dapat suka gitu”. Ucap mbok Ipah menanggapi serius perkataan Reza.
Reza pun melangkah menaiki tangga menuju kamar, sesampainya dikamar dia tidak mendapati Anis.
Dia pun melihat tas yang terbuka tergeletak di atas Kasur. Reza pun iseng untuk membuka isi tas tersebut.
“Nilai 50?” ucap Reza bicara sendiri.
“Koq bisa? Kata papa Anis anak yang cerdas disekolahnya, kalau dapet nilai 50 berarti tulalit dong”. Ucap Reza lagi.
“Heh,, orang tua ngapain kamu buka-buka tas ku?” ucap Anis tiba-tiba keluar dari kamar mandi.
“Kembalikan kertas itu” pinta Anis Dengan kesal.
“Nih,, nilai 50 aja bangga banget”. Celetuk Reza yang lagi-lagi asal tanpa berpikir dulu.
“Kamu…..!!!” Anis berteriak Dengan sangat emosi, namun tiba-tiba perkataannya terhenti. Anis segera membereskan tas yang ada dikasur.
“Mana?? Kata nya kamu cerdas?? Soal gitu aja dapet 50. Itu mah tulalit bukan cerdas, hahahaaa”. Reza tertawa meremehkan Anis.
Anis menatap tajam Reza seperti seekor singa yang akan memangsa musuhnya.
“Aku akan membuat kamu membayar semua ini” ucap Anis Dengan mulut gemetar karena menahan emosi.
Anis pun melangkah keluar kamar menuju dapur, dia memasukkan makanan yang tadi dibelikan oleh Dika ke dalam piring.Terlihat mbok Ipah sedang sibuk membereskan dapur.
“Mbok, Anis malam ini boleh gak tidur sama mbok Ipah?” Tanya Anis.
“Kenapa den?” Tanya Mbok Ipah terkejut.
“Anis rindu Ibu mbok, Anis boleh ya tidur sama simbok. Ucap Anis.
Malam itu dia enggan sekali tidur sekamar dengan Reza, hatinya masih sesak atas semua yang terjadi kepadanya.
“Maaf den gelis, bukannya simbok gak mau tidur sama aden, tapi simbok hanya menjalankan perintah dari ibu den”. Jawab mbok Ipah kemudian.
Anis pun paham Dengan alasan mbok Ipah, dia tidak memaksa. Dia kemudian kembali ke kamar dan mendapati Reza tengah asik dengan ponselnya. Anis segera mengambil beberapa buku pelajaran dan membukanya. Tiba-tiba ponselnya berdering Dengan nomor baru yang memanggilnya.
“Halo” kata Anis.
“Ini aku nis Dika”. Ucap orang diseberang sana.
“Eh iya kak ada apa?” Tanya Anis.
“Kamu sehat nis? Bagaimana Dengan kakimu, apa masih sakit?” Tanya Dika kepada Anis yang terdengar sangat mengkhawatirkan Anis.
“Alhamdulillah aku sehat kak, luka di kaki ku juga udah gak sakit lagi”. Jawab Anis sembari mengangkat celana piyama untuk melihat kakinya yang tergores karena kecelakaan tadi siang.
“Syukurlah kalau begitu nis, oh iya kamu masih sekolah ya? Sekolah dimana?” Tanya Dika lagi.
__ADS_1
“Di SMA unggulan kak”. Jawab Anis sambil melirik ke arah Reza. Di lihatnya Reza yang Ternyata sedang memperhatikan Anis juga.
“Oh iya terimakasih ya kak tadi sudah mengantar dan mentraktirku”. Ucap Anis Dengan nada lembut, sengaja mencari perhatian Reza.
“Apa kamu suka Dengan makanan tadi?” Tanya Dika.
“Tentu saja kak, itu makanan terenak yang pernah aku makan, tempatnya juga sangat mewah sekali”. Jawab Anis Dengan polos.
“Kalau kamu tidak keberatan aku bisa mentraktirmu setiap hari nis, anggap saja ini bentuk minta maafku”. Kata Dika yang mulai memikirkan cara untuk mendekati Anis.
“Anis belum bisa janji kak, karna Jarak dari sekolah yang lumayan jauh, belum lagi kadang dijalan juga macet. Takut kakak nanti kelamaan nunggu”. Ucap Anis.
“Ok, besok kalau kamu bisa hubungi aku ya”. Ucap Reza kembali menawarkan kepada Anis.
Anis pun menutup telfonnya.
“Siapa?” Tanya Reza yang tetap dengan posisinya.
Anis tidak memperdulikan pertanyaan Reza dan melanjutkan belajar.
“Kamu gak boleh macem-macem tanpa sepengetahuanku” ucap Reza Dengan nada yang setengah meninggi.
“Bodo amat” Jawab Anis singkat.
“Aku itu suamimu, aku yang bertanggung jawab penuh sama kamu” ucap Reza
Reza merasa sangat kesal, karena perkataannya tidak diperhatikan Anis. Reza lalu berjalan mendekati Anis yang tengah sibuk Dengan buku-bukunya.
“Pantes aja kamu dapat nilai 50, orang ngomong aja gak kamu perhatikan. Itu akibatnya kalau kamu tidak punya sopan santun Dengan orang tua”. Celetuk Reza tak sadar menyebut kata tua.
Anis merasa terbakar emosinya saat Reza menyebut nilai 50.
“Kamu tahu, ini adalah sejarah pertamaaku dapet nilai 50. Kamu tahu kenapa?? Karna aku MENIKAH Dengan mu!! “. Ucap Anis Dengan nada emosi.
Anis sangat kesal mendengar celotehan Reza.
“Orang tua tapi pikiran anak TK” Gerutu Anis.
“Apa kamu bilang tadi?” Tanya Reza penasaran.
Anis tak menghiraukan pertanyaan Reza, dia menutup bukanya karena merasa tidak focus belajar Dengan suasana hati seperti saat ini.
Anis pun menaiki ranjang, mengambil selimut dan mulai tidur.
“Heh, kamu tidur di bawah” ucap Reza sembari melempar bantal kelantai.
“Enak aja kamu tu yang tidur di bawah” kata Anis yang tak mau kalah.
“Ok kalau kamu tidak mau tidur di bawah, aku akaun menyebarkan ini ke media social”. Ancam Reza kepada Anis sembari mengeluarkan ponsel dan menunjukkan sesuatu kepada Anis.
Anispun langsung mengambil ponsel Reza dan langsung melihatnya. Dia sangat terkejut saat dia mendapati sebuah video saat dia sedang tidur Dengan mulut menganga, Dengan tetesan-tetesan air di pinggir mulutnya. Bukan hanya itu Anis juga mendengar suara dengkuran pada tidurnya dalam video itu.
“Ooh…silahkan aja kalau kamu berani menyebarkan video itu, toh orang-orang juga akan tahu kalau aku ini adalah istrimu”. Ucap Anis seraya melemparkan ponsel Reza ke Kasur.
“Jadi kamu menantangku?” ucap Reza tak main-main.
“Bisa jadi, lagian aku juga bisa kok menyebarkan video seperti itu ke media social”. Ucap Anis Dengan santai.
“Aku tak masalah Dengan video itu, toh aku juga hanya gadis biasa yang tak diketahui orang-orang kecuali temen sekolahku, tapi kalau anda orang tua??” Perkataan Anis terputus seraya mengeluarkan ponsel dari saku piyamanya.
“Gimana Dengan ini?? Apa kamu sudah siap tuan Reza Herdiawan yang terhormat??” ucap Anis balik menunjukkan ponselnya ke arah Reza.
Reza terkejut isi ponsel Anis, dia tidak menyangka kalua Anis pun Ternyata mempunyai Video yang tidak jauh berbeda yang dia miliki, yang beda hanya objeknya. Jika video Reza berobjek Anis, namun video Anis berobjek Reza. Reza kehabisan kata-kata, dia pun pasrah untuk tidur dilantai.
__ADS_1
Anis tersenyum puas karena merasa menang melawan Reza.
“Emm..enaknya tidur di Kasur yang nyaman”. Ucap Anis Dengan sengaja menunjukkan kemenangannya.
“Dasar bocil katrok!!” ucap Reza.
“Iyah aku memang katrok tapi setidaknya aku masih ada HATI”. Ucap Anis.
Saat akan memejamkan matanya, tiba-tiba ponsel Anis berbunyi kembali.
“Halo kak ada apa?” Tanya Anis kepada seseorang di seberang sana yang tak lain adalah Dika.
“Emmm,, kamu belum tidur nis?” ucap Dika balik bertanya.
“Ini baru mau mejem kak, kakak belum tidur juga?” Tanya Anis.
“Belum nis, lagi mikirin seorang gadis nan cantik yang membuatku terpesona pada tatapan pertama”. Ucap Dika.
“Kakak Ternyata puitis ya, hehe” balas Anis yang tak menanggapi perkataan Dika.
“Hehehe…ya sudah kalau kamu sudah mau tidur nis, selamat malam jangan lupa mimpi indah ya”. Ucap Dika
“Selamat malam, kakak juga jangan lupa mimpi indah”. Ucap Anis.
Reza yang mendengarkan obrolan mereka merasa terganggu.
“Siapa tadi?” Tanya Reza.
“Gak perlu tahu“. Jawab Anis singkat.
“Aku berhak tahu”. Ucap Reza.
“Kenapa??” kata Anis.
“Karna kamu tanggung jawabku”. Ucap Reza.
“Ok mulai sekarang aku bukan lagi tanggung jawabmu”. Ucap Anis yang sudah mulai gerah Dengan Reza.
“Biaya hidupmu aku yang nanggung, jadi aku juga harus tahu semua yang kamu lakukan.” Kata Reza mulai bangun dari tidurnya.
“Eemm, kalau begitu mulai besok aku tidak akan meminta ongkos dan makan sama kamu lagi, Dengan catatan, jangan pernah menganggu privasiku”. Ucap Anis marah.
“Kamu mulai menantangku?” ucap Reza.
“Kamu sendiri yang menghendakinya”. Jawab Anis.
“Kamu itu hanya seorang Bocil tahu gak“. Kata Reza yang sudah mulai kesal Dengan Anis.
Anis tidak memperdulikan perkataan Reza, dia melanjutkan tidurnya Dengan memeluk guling yang ada di sampingnya.
“Ini bantalku”. Ucap Reza tiba-tiba.
“Aaaarggggg,,,,Dasar orang tua kejam!! GILA!! Ucap Anis berteriak.
“Gak usah teriak-teriak sama suami, gak sopan tahu”. Ucap Reza enteng.
“Suami apa? Mana ada yang pacaran sama wanita lain dan tega menjerumuskan istrinya”. Ucap Anis Dengan nada lantang.
“Gak usah mencampuri privasiku, dan satu lagi..aku tidak pernah menjerumuskanmu”. Kata Reza tak kalah tegas.
“Kamu yang membuat studiku berantakan, nilai-nilaiku anjlok karena kamu, masa depan yang sudah aku rintis sedari aku SD kini kabur. Semua karna kamu orang tua ngeselin!!” ucap Anis Dengan marah.
Reza yang mendengar perkataan Anis terkejut, dia tidak menyangka jika bocah kecil yang ada didepannya kini sangat rapuh akibat pernikahan itu.
__ADS_1