NIKAHKU ATAS TEKANAN

NIKAHKU ATAS TEKANAN
Penyelidikan Mendalam


__ADS_3

BAB. 23


Handphone Reza berbunyi, di lihatnya layar handphone bertuliskan mama.


“Halo ma apa kabar?” kata Reza.


“Halo nak, mama sehat dan papa Alhamdulillah keadaannya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Kalian apa kabar?“ Tanya bu Lida, mamanya reza.


Reza terdiam saat mamanya menanyakan kabar dirinya Dengan Anis, dia binggung mau menjawab apa.


“Reza, kamu denger mama kan?” Tanya bu Lida.


“Eeh iya ma Reza denger, syukurlah kalau papa sudah jauh lebih baik ma , berarti bisa secepatnya pulang” Jawab Reza.


“Anis apa kabar za? Koq kamu Cuma ngabari kamu aja?” Tanya bu Lida lagi.


“Hmmm,,,Anis sekarang sedang di rumah pak Budi ma” ucap Reza.


“Apa?? Kenapa Anis pulang ke rumah pak Budi? Kamu gak nyiksa Anis kan?” Tanya Bu Lida.


“Nggak lah ma” Jawab Reza singkat.


Dianya aja yang merasa tersiksa sendiri, orang suami baru nyentuh dikitaja udah nangis histeris, gumam Reza dalam hati.


“Awas kamu kalau sampai nyiksa Anis” ancam bu Lida.


“Iya ma, enggak. Masak sama anak sendiri gak percayaan banget si ma” ucap Reza mencari alasan.


“Oh iya tadi mama dapat telfon dari mbok Ipah katanya dapet undangan dari om bramansya ya?” Ucap bu Lida.


“Iya ma frans nikah deh kayaknya, tapi calonnya gak di tulis di undangan” Jawab Reza.


“Iya mama sama papa belum bisa pulang ke Indonesia karena masih proses pemulihan di sini, jadi kami harap kalian mewakili mama dan papa ya” ucap bu Lida.


“Tapi kan Anis lagi pulang ke rumah pak Budi ma” ucap Reza.


“Iya kan bisa di jemput “ kata bu Lida.


“Terus kalau Anis gak mau gimana ma?” Tanya Reza lagi.


“Tugas kamu gimana caranya ngebujuk istrimu, jangan bisanya Cuma mikir Libia aja,,!!” omel bu Lida.


“Yaah ma, nama cinta sejati” celetuk Reza tanpa mikir.


“Cinta sejatimu itu istrimu,,!! Gak ada cinta pasangan yang sudah nikah sama orang lain “ ucap bu Lida yang mulai meninggikan suaranya.


“Ya udah ma gak usah teriak-teriak gitu ngomongnya, Reza kan gak budge ma” gerutu Reza.

__ADS_1


“Sudah pokoknya mama tahunya kamu datang ke acara om Bramansya sekalian mewakili mama dan papa wajib sama Anis, mama udah pesenin Anis gaun dan perias ” ucap bu Lida sembari menutup telfonnya.


Enggak mama, mbok Ipah, semua orang kenapa jadi belain Anis si? Aku kapan di belain, gerutu Reza.


Keesokan harinya seperti biasa Reza sudah bersiap Dengan jasnya untuk berangkat ke kantor, Hari ini adalah hari dimana keluarga Herdiasyah mendapat undangan dari keluarga Bramansya.


Kedua keluarga tersebut sebenarnya masih sepupuan, namun karena kesibukannya masing-masing membuat mereka jarang bertemu kecuali saat acara-acara keluarga.


Reza sudah sampai di kantornya.


“tumben sudah ada di deppan ruanganku” ucapa Reza kepada Dika yang sudah menunggunya di depan pintu ruangan Reza.


“Ada hal penting akan aku laporkan za” ucap Dika.


“Mengenai apa?” Tanya Reza.


“Resto kambing Guling” Jawab Dika.


“Hmmm apa kamu sudah menemukan bukti akurat?” Tanya Reza lagi.


“Hari ini aku akan membawakanmu saksi yang tanpa sengaja mengirimkan data online ke kamu, dia lah satu-satunya bukti kuat yang bisa menyeret manajer Libon ke penjara” jelas Dika.


“Bagus, pertemukan orang itu denganku segera” pinta Reza.


Dika pun keluar dari ruangan Reza, beberapa jam kemudian dia kembali Dengan seseorang di sampingnya.


“Siap pak” Jawab Ucup.


(Flash back On)


Setelah malam itu Akhirnya Ucup tahu alasan dirinya di pecat oleh manajer Libon, Ucup pun menghubungi Anis untuk meminta saran bagaimana jika dia melaporkan balikmanajer Libon. Anis pun memberitahukan hal itu kepada Dika, karena sebelumnya dia sudah tahu jika Dika juga sedang mengawasi kinerja resto tersebut,


Flash Back Off.


Tok,,tok,,


Setelah di persilahkan masuk oleh penunggu ruangan itu pun Akhirnya mereka masuk.


“Ini saksi yang aku bicarakan tadi” ucap Dika kepada Reza sembari menunjukkan Ucup,


Ucup hanya membungkukkan badan sebagai tanda hormat.


“apa benar dulu kamu karyawan Resto kambing guling?” Tanya Reza.


“Iya benar pak” Jawab Ucup.


“Benarkah kamu yang tanpa sengaja mengirim pendataan online secara langsung kepadaku” Tanya Reza seperti seorang penyidik.

__ADS_1


“Iya benar pak” Jawab Ucup lagi.


“Terus dari siapa kamu bisa mengenal asistenku ini?” Tanya Reza.


“Dari teman saya pak, nama Anis” Jawab Ucup.


Reza terkejut saat dirinya mendengar kata Anis, di pikirannya masih tidak menyangka jika permasalahan restonya akan terbongkar oleh seorang gadis kecil yang selalu di panggil Bocil. Ada rasa bersalah di hatinya, karena selama ini telah meremehkan Anis dan mengganggapnya sebagai gadis yang lemah.


Ternyata dia gadis yang unik, gumam Reza dalam hatinya seraya tersenyum sendiri.


“Maaf pak, apa ada yang salah Dengan penjelasan saya tadi” kata Ucup yang heran Dengan tingkah Reza.


Dika yang memperhatikan itu hanya menahan tawa karena dirinya sudah paham denga sikap sahabatnya itu.


“ehh,,,,hmmm enggak, enggak ada yang salah. Apa kamu bisa membuktikan data real dari perkataanmu tadi” Tanya Reza menutupi kebingungannya.


“dulu saya menyimpannya di computer pak, tapi saya gak tahu apakah masih ada apa enggak” Jawab Ucup.


“Ok, dik Tolong selesaikan masalah ini, cari hecker handal untuk mengantisipasi jika data tersebut sudah di hapus. Aku mau masalah ini segera selesai dan manajer Libon segera angkat kaki dari Resto tersebut” ucap Reza.


Dika pun menggangguk dan keluar dari ruangan Reza yang diikuti oleh Ucup. Dia segera melaksanakan perintah atasannya itu. Sedangkan Reza masih duduk di ruangannya sembari memikirkan Anis yang masih tidak menyangka.


“Apa laagi yang kamu punya? Aku akan melihatnya” ucap Reza sambil tersenyum. Diambilnya ponselnya untuk menghubungi Anis.


“Aahhh,,,,sial aku kan gka ada nomor Anis” gerutu Reza


Namun tiba-tiba dia tersenyum.


“Ok telfon pak Budi aja, Anis gak mungkin ngebantah perkataan bapaknya jika pak Budi yang menyuruhnya untuk pulang bersamaku” kata Reza yang bicara sendiri.


Reza pun Akhirnya menelfon pak Budi dan menceritakan semua jika malam nanti akan ada undangan untuk mewakili keluarga Herdiansya, dan mamanya menyuruhnya untuk berangkat Dengan Anis. Tentu saja pak Budi mengiyakan untuk meminta Anis pulang bersama Reza.


Jam telah menunjukkan pukul 4 sore, Reza berkemas untuk pulang dan bersiap untuk menjemput Anis di rumah pak Budi.


Sesampainya di rumah pak Budi.


“Assalamu’alaikum” ucap Reza.


“Wa’alaikumsalam, ayo masuk nak” Jawab pak Budi dan bu Rumsi.


Setelah masuk dan berbincang-bincang, pak Budi menyuruh Reza untuk menemui Anis di kamar, karena tidak enak jika harus menolak Akhirnya Reza pun menyetujui perkataan pak Budi.


“Aaaakkkk” tiba-tiba Anis saat melihat seorang laki-laki memasuki kamar di saat dirinya sedang berganti pakaian.


Reza yang melihatnya panik dan reflek langsung memeluk Anis dan membungkam mulutnya.


“Jangan teriak atau orang tua mu nanti akan berpikir negative padaku” ucap Reza.

__ADS_1


__ADS_2