
BAB. 38
Sesampainya di sekolah Anis langsung menuju ke kelas, Terlihat Nely dan Riya sudah lebih dulu sampai di sekolah.
“Sibuk amat nel” ucap Anis kepada Nely.
“Iya nis aku belum belajar” Jawab Nely yang Terlihat sibuk membolak-balik buku pelajaran.
“Hahh…??? Belum belajar?? Ini ujian akhir sekolah kita nel, kok kamu bisa belum belajar? Nanti kalau kamu gak lulus gimana?? Kamu mau jadi ratu tulalit di sekolah? Kamu juga belum belajar Riya? ” ucab Anis mulai menceramahi sahabatnya.
“Ya makanya aku belajar ini nis, karena aku gak mau jadi ratu tulalit sekolah” Jawab Nely.
“Kalau aku si udah belajar tapi lupa aja nis, heheh” Jawab Riya.
“Ya mana bisa kalian belajar sejam sebelum ujian gays, apa menurut kalian soal ujian itu Cuma satu bab?” omel Anis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya geram Dengan sikap santai sahabat-sahabatnya.
“Nis….ajari kami ya nanti” tiba-tiba Nely memohon kepada Anis, sedangkan Nely masih cuek Dengan buku-buku pelajarannya.
“Hay geeeeessssssssssss….gimana ujiannya?” Reny berjalan santai memasuki kelas menemui sahabat-sahabatnya.
“Aduuuuhhh….sawi kepang diam bisa gak si. Tambah pusing tahu gak “ omel Nely.
“Kan aku cuman Tanya gimana ujiannya, nenek lampir mah bebas marah-marah” ucap Reny sambil memonyongkan bibirnya.
“Ya kan ujiannya belum mulai Ren, emang kamu sudah ujian?” Tanya Anis kepada Reny.
“Sudah nis, ujian percintaan Dengan pangeran berkuda putih. Aduh pengen cepet-cepet nikah kayak kamu nis tapi gak tahu nikah sama siapa” kata Reny mulai berhayal.
“Nikah aja nooh sama tukang ojek pengkolan” Jawab Riya.
“Aaah…tukang ojek pengkolan pun jadi asal dia setia sampai mati, heheheh” Reny tersenyum sambil cengar-cengir.
“Emang kamu cukup mau makan setia sampai mati?” omel Nely.
“Yaah makan setia di tambah bumbu ketampanan dan menyatu Dengan bumbu nasi goreng jadi kenyang terus deh hidup aku, aaahhhh betapa bahagianya” Reny terduduk dengan khayalannya.
“Yang ada kamu akan jadi ratu tulalit Karena kebanyakan ngayal” omel Nely.
“Iri aja nenek lampir galak, ganggu kebahagiaan orang aja, pindah aah deket Anis aja biar ketularan cepet nikah gak ngejomblo lagi” ucap Reny sembari mendekati Anis.
“Kamu serius pengen nikah beneran? Kamu gak mau apa pacaran dulu gitu?” Tanya Riya penasaran.
“Gak mau ah aku pacaran, terlalu ribet. Entar kecantikan dan pesonaku luntur Karena pacaran gak jelas…aduuuuh gak mau banget deh” ucap Reny.
“Emangnya siapa juga yang mau sama kamu sawi kepang? Pede banget deh” celetuk Nely.
Tidak terasa bel masuk pun berbunyi, tanda dimulainya ujian sekolah. Anis Terlihat tenang mengerjakan ujian, berbeda Dengan ketiga sahabat-sahabatnya yang sudah mulai gerusah-gerusuh seperti cacing kepanasan.
Tak lama kemudian, Bel pulang sekolah pun berbunyi. Siswa-siswi berhamburan keluar.
“Gimana ujian kalian tadi?” Tanya Anis.
“Aduuuh aku pasrah nis. Aku bener-bener nyesel udah gak belajar” Jawab Nely dan Riya.
“Aaahh….soal kayak gitu aja kalian gak bisa. Kayak aku dan Anis dong lancar jaya“ celetuk Reny.
__ADS_1
“Beneran kamu gak kesusahan? Perasaan tadi kamu juga kayak cacing” ucap Riya.
“Yah tadi aku Cuma kepanasan aja pengen nikah” Jawab Reny.
“Dasar sawi kepang ngayal kamu” kata Nely kesal.
“Yok ah pulang, biar kita bisa belajar untuk ujian besok” ajak Anis kepada ketiga sahabatnya.
“Kalian duluan aja nis, aku masih ada kerjaan” kata Riya menolak ajakan Anis.
“Kamu mau kemana ya?” Tanya Nely.
“Hmmm…..enggak Cuma ada kerjaan bentar”Jawab Riya.
“Jangan bilang kamu mau ketemuan sama cowok yang kenalan di facebook”
“Kamu mau nikah ya?” Tanya Reny.
“MAU KETEMUAN RENY BUKAN MAU NIKAH. pikiran kamu tu Cuma nikah aja gak ada yang lain” teriak Nely kesal.
“Iiihhh….nenek lampir biasa aja kali ngomongnya gak usah berbuntut gitu, eh maksudnya berotot” kata Reny.
“Hehe….Cuma bentar aja koq gays habis itu aku janji langsung pulang” Jawab Riya.
“Ya….hati-hati lho sama cowok asing. Apa lagi kamu kan kenalnya Cuma lewat facebook doang” Anis memperingatkan Riya.
“Iya siap bawel” ucap Riya.
Akhirnya Riya berpisah Dengan ketiga temannya. Sedangkan Anis, Nely dan Reny langsung menaiki angkot dan pulang ke rumah masing-masing.
Di kantor pusat perusahaan Herdian Saputra, Reza memasuki ruangannya yang sudah sekitar 3 bualan di tinggalkan Karena berpindah sementara di kantor cabang.
Tok….tok…, pintu ruangan Reza terbuka.
Rezy memasuki ruangan Reza.
“Ada apa? Tumben ke kantor” Tanya Reza kepada Rezy.
“Ini kak, ada investor yang akan gabung di perusahaan papa yang di singapure. Dana yang di tawarkan lumayan kak sekitar 100 M ,Tapi waktunya sangat mendesak. Dan dia ingin besok mereka langsung mengajak kita meeting untuk mempelajari proyek-proyek kita” ucap Rezy.
Rezy selama ini memang menghendel perusahaan pak Herdi di luar negeri, Namun semua keputusan tetap ada di tangan Reza Karena Rezy belum cukup berpengalaman di dunia perusahaan. Namun demikian Rezy mempunyai kemampuan yang sangat cakap di bidang IT.
“Selidiki lebih lanjut latar belakang perusaan mereka Dengan keahlianmu zy, untuk yang lainnya nanti aku urus” Jawab Reza
“Ok siap” Jawab Rezy langsung meninggalkan ruangan Reza.
Reza mengambil Telfon dan menghubungi Dika.
“Dik ke ruanganku sekarang” ucap reza.
Dengan segera Dika langsung menemui Reza di ruangannya.
“Ada apa za? Apa kamu sudah kangen sama aku? Atau kamu sudah merestui hubunganku Dengan Anis?” Tanya Dika sambil cengengesan.
“Jangan ngayal kamu sama istri orang” ucap Reza kesal.
__ADS_1
“Bukan ngayal za, tapi usaha sungguh-sungguh” balas Dika.
“Udah bawelnya, ini ada perusahaan asing yang tiba-tiba ingin gabung menjadi investor di perusahaan Herdian Singapura. Dana yang ditawarkan cukup besar senilai 100 M tapi anehnya dia langsung ngajak meeting besok. Aku sudah nyuruh Rezy untuk menyelidikinya. Sekarang kamu siapkan semua berkas proyek kita jangan lupa memanipulasikan sebagain data untuk menanggulangi resiko yang tidak di inginkan” jelas reza.
“Ok siap laksanakan, malam nanti semua berkas sudah siap termasuk plan cadangan kita” ucap Dika.
Dika pun keluar dari ruangan reza untuk mempersiapkan segala perlengkapan untuk meeting besok. Tidak sengaja Reza membuka berita topik harian di ponselnya. Terlihat nama Libia terpampang jelas di halaman depan judul berita tersebut.
“Model cantic Libia mengalami pernikahan di ujung tanduk” kata Reza saat membaca halaman depan berita.
“Ada ada Dengan pernikahan Libia dan frans? Apa mereka bertengkar?” lanjut Reza.
Reza penasaran Dengan isi berita tersebut, Reza pun Akhirnya memanggil Dika kembali.
“Ada apa lagi za? Berkas yang kamu minta belum siap Dengan Waktu hanya beberapa menit aja” ucap dika.
“Siapa juga yang menanyakan berkas” kata Reza.
“Lalu ada pa?” Tanya Dika penasaran.
“Tolong selidiki berita ini, apa sebenarnya yang terjadi Dengan Libia” perintah Reza kepada Dika.
“Jadi kamu masih mencintai Libia za? terus bagaimana Dengan anis za? Kamu tega ya menduakan Anis. Kalau kamu tidak menyukai Anis aku siap menggantikan posisimu sebagai suami” tiba-tiba Dika marah saat mendengar kata Libia keluar dari mulut Reza.
“Bawel kamu udah kayak emak-emak aja. Siapa juga yang menduakan Anis? Yang tidak menyukai Anis? Bahkan saat ini aku lebih dari kata menyukai. Hidupku sekarang sudah di penuhi oleh Anis. Tidak ada ruang sedikitpun untuk orang lain termasuk Libia” jelas Reza.
“Trus kenapa kamu masih peduli Dengan Libia?” Tanya Dika penasaran.
“Karna Libia menikah Dengan sepupuku, Frans” Jawab reza.
“Berarti Libia sekarang jadi sepupu iparmu dong?” ungkap Dika sambil tertawa.
“Iyah bener, dunia memang terlalu sempit. Dulu aku mencari Libia sampai ke ujung dunia eh gak tahunya dia malah nikah Dengan sepupu ku sendiri” ucap Reza.
“Apa kamu gak kecewa saat Libia menikah Dengan sepupumu za?” Tanya Dika.
“Waktu pertama lihat aku sangat kecewa, tapi Anis selalu ada untuk ku saat aku terpuruk oleh Libia. Dan aku berpikir mungkin memang Anis sudah di takdirkan untukku” jelas Reza.
“Jadi cuma alasan takdir aja kamu menerima Anis, sedih amat ya Anis menikahi laki-laki sepertimu” kata Dika.
“Kenapa sedih, justru Anis adalah gadis beruntung Karena sudah menikah Dengan pria sepertiku dong. Kamu tidak lihat aku tampan, mapan, penyayang dan masih banyak lagi pokoknya” Jawab Reza.
“Tapi kamu tidak mencintai Anis kan? Kamu bertahan dan menerimanya hanya karena kamu percaya bahwa Anis adalah takdirmu” ucap Dika.
“Aku gak tahu aku sudah mencintainya atau belum. Aku masih ragu Dengan perasaanku. Mungkinkah aku mencintainya Dengan Waktu yang begitu singkat? Tapi yang pasti saat ini aku benar-benar tersiksa jauh darinya, aku selalu merindukannya seperti orang gila. Anis benar-benar istimewa” jelas Reza sembari tersenyum menatap langit-langit kantornya.
Ada perasaan sakit di hati Dika saat mendengar pengakuan Reza. Namun ada juga perasaan senang Karena Anis, gadis yang di sukainya bersanding Dengan pria yang begitu sangat dia kenal, yaitu Reza.
“Iya….iya…kini cintaku benar-benar bertepuk sebelah tangan. Dan tak kusangka Ternyata sahabatku lebih dulu memiliki wanita dambaanku” ucap Dika.
“Makanya kalau suka sama cewek liat dulu sudah ada yang punya apa belum, jangan sembarangan suka sama cewek” omel Reza.
“Nasib orang jomblo” gerutu Dika.
“Udah lebih baik kamu segera selesaikan Kedua tugasku secepat mungkin dan laporkan hasilnya padaku” ucap reza kembali menegaskan perintahnya.
__ADS_1