NIKAHKU ATAS TEKANAN

NIKAHKU ATAS TEKANAN
Bertemu dengan Libia


__ADS_3

BAB. 7


(Di rumah Libia)


Dia memutar music dengan lirih. Bu Shofie mengetuk kamar libia, putrinya, Tak ada jawaban dari dalam kamar, akhirnya dia membuka pintu kamar putrinya yang tidak dikunci. Terlihat dikursi depan jendela Libia sedang memandang jauh kearah luar, Pandangannya kosong, Suara music yang sengaja diputarnya derdengar lirih.


Iya, pasca kepulangannya dari rumah sakit, Libia memang tidak diperbolehkan Bundanya untuk pemotretan dan syuting iklan lagi. Hal itu dilakukan bu Shofie agar Libia bisa beristirahat total di rumah. Beberapa kontrak yang sudah terlanjur ditandatangainya mulai mempertanyakan Libia terkait pekerjaannya.


“Kamu dari tadi tidak keluar kamar nak,,” ucap bu shofie sambal membelai rambut putrinya.


“Apa sudah lebih baikan sekarang?” Tanyanya lagi.


“Iya bun,,Libia masih males keluar kamar, Libia sudang mulai baikan koq bunda. Bunda gak usah khwatir” Jawab Libia.


“Tentu saja bunda sangat mengkhawatirkanmu nak, kamu adalah anak bunda dan ayah satu-satunya, tempat yang nantinya Bunda dan ayah bergantung semua darimu”. Ucap bu Shofie ke pada putrinya,


“Bunda koq ngomong gitu si, kan memang seharusnya Libia membahagiakan Bunda dan Ayah nanti,” ucap Libia.


“Bunda tahu apa yang terjadi antara kamu dan Reza nak” . Kata bu Shofie kemuadian. “kalian sedang tidak baik-baik saja kan?” imbuhnya lagi


Huuuhh!!! Libia mengembuskan nafasnya secara kasar berusaha untuk menenangkan hatinya sendiri.


“Bunda,,apakah pantas Libia berharap cinta kepada orang yang sudah menikah?” Tanya Libia,


“Kamu cantic sayang, bunda yakin banyak diluar sana para lelaki yang mendambakan kamu. Jika masih ada yang jomblo kenapa masih berharap dengan suami orang?” Jelas bu Shofie dengan tegas.


Libia tidak bergeming sedikit pun, pandangannya masih tajam menatap ke luar kamar. Perih didadanya mulai terasa lagi, air matanya mulai membasahi pipih putihnya.


“Move on nak walau itu tidak lah mudah. Tapi dengan kamu terus-terusan memikirakan orang yang sudah berkeluarga, itu akan tambah menyakiti hatimu.” Ucap bu shofie lagi,


“Saat kamu menikah, dan suamimu masih berhubungan dengan wanita lain apa yang akan kamu rasakan coba?” Tanya bu Shofie kepada Libia.


“Tentu saja sakit bun,” Jawab Libia


“Maka dari itu, bunda memintamu untuk melupakan Reza. Biarkan Reza menjalani hidupnya sekarang, dan lanjutkanlah hidupmu.


“Iya bunda akan Libia usahakan”, Jawab libia.


Bu shofie pun berlalu meninggalkan putrinya dikamar. Dia berharap putrinya dapat segera move on dari kenyataan,


Telfon berdering. Terlihat di layar hp Libia bertuliskan sayangku.


“Halo” ucap Libia.


“Halo sayang bisa kita bertemu?” pinta orang diseberang sana yang tak lain adalah Reza.

__ADS_1


“Dimana?” Jawab Libia singkat.


“Taman safari ya sayang, aku tunggu 20 menit lagi” ucap Reza kepada Libia, Telfon pun di putus oleh Libia.


20 menit kemudian Libia sudah sampai di taman safari. Libia izin dengan bunda nya keluar rumah untuk sekedar mencari udara segar, dia meyakinkan kepada bundannya kalu dia sudah benar-benar sehat agar mendapat izin dari bu Shofie.


(Di taman safari)


“Sayaang kemana saja beberapa hari ini? Aku sangat mencemaskanmu sayang”, ucap Reza sambal memeluk Libia, Libia pun pasrah karena sejujurnyadia pun sangat merindukan Reza.


“Sayang ayo kita habiskan waktu hari ini dengan jalan-jalan”. Pintanya kemudian. Libia pun mengangguk menyetujui permintaan Reza.


Mereka pun berjalan ke sebuah Mall, karena Reza tahu Libia sangat menyukai barang Branded.


“Sayang belanjalah sepuasmu, pilihlah barang yang kamu sukai”,ucap Reza kepada Libia.


Libia pun tersenyum dan mulai memilih tas, sepatu mewah di toko tersebut. Libia tidak memungkiri hobinya yang suka mengoleksi barang mewah.


“Aku pilih ini sayang”ucap libia.


Reza pun segera membayarnya.


Selesai memborong barang-barang mewah bersama Libia, mereka pun kembali ke taman sembari bermain bersama disana seperti anak kecil. Reza mengajak Libia untuk menaiki ayunan, setelah itu mengayunkan ayunan itu. Tampak terlihat kebahagiaan diwajah Libia.


“Terimaksih ya sayang atas hari ini”, kata Libia kepada Reza,


Reza kemudian memeluk Libia dengan sangat Erat.


Tak jauh dari situ terlihat sepasang mata sedang memperhatikan Reza dan Libia. Hatinya terasa perih saat melihat pemandangan yang ada didepannya.


Iya..dia adalah Anis yang tidak sengaja mampir ke taman untuk membeli es krim kesukaannya.


Tiba-tiba ujan pun turun, lama kelamaan bahkan semakin deras. Anis segera berlari untuk mencari taksi. Sedangkan Reza segera menarik lengan Libia untuk berlari. Dilihatnya wajah Libia mulai basah oleh derasnya hujan, Reza langsung melepaskan jasnya dan memayungkan ke arah Libia. Libia tersenyum dengan sangat manis.


“Kita masuk mobil aja sayang” pinta Reza kepada Libia. Libia pun mengiyakan Reza


Mereka segera memasuki mobil yang berada di parkiran. Reza pun melajukan mobilnya meninggalkan taman safari.


Tak jauh dari sana sekilas Reza melihat seorang gadis berseragam sekolah basah kuyup oleh derasnya ujan. Reza merasa tidak tega, namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena disebelahnya ada Libia, kekasih yang sangat dia cintai.


“Kita mau kemana sayang?” Tanya Libia kepada Reza.


“Ke apartemenku sayaang”, Jawab Reza.


“Kenapa kesana?” Tanya Libia lagi.

__ADS_1


“Karna disanalah satu-satunya tempat yang paling aman untuk mengobrol”, Jawab reza.


“Apa kita akan kucing-kucingan seperti ini terus sayang?” Tanya Libia lagi.


“Entahlah sayang”, Jawab reza yang bingung mau Jawab apa lagi.


Tiba-tiba Libia ingat pesan bundanya untuk segera move on dan stop memikirkan laki-laki yang sudah berumah tangga. Libia terus memikirkan apa yang dikatakan bundanya terhadap dirinya. Libia tidak tahu harus berbuat apa dengan hatinya.


“Mas antar aku pulang saja”, pinta Libia tiba-tiba.


“Kenapa sayang?” Jawab Reza menghentikan mobilnya sambil menatap Libia dengan Bingung.


'Apa kamu tidak merindukan ku?” tanyanya lagi kepada Libia sambil mengenggam erat tangan Libia, matanya penuh harap, berharap Libia memenuhi permintaannya.


“Baiklah kita ke apartemenmu sayang” ucap Libia kemudian karena tidak tega dengan Reza,


Reza pun kembali menyalakan mobilnya dan melajukan dengan kecepatan sedang. Ujan di luar masih sangat deras membuat suasana menjadi semakin sunyi.


Akhirnya mobil yang dikendari Reza pun sampai diapartemennya, Reza segera memarkirkan mobilnya.


Reza membukakan pintu mobil dan memayungi Libia dengan Jas yang dikenakan tadi. Setelah itu mereka pun menaiki lift menuju kamar apartemen Reza.


Badan Reza dan Libia lumayan basah dengan derasnya hujan diluar tadi.


“Sayang aku mau ke kamar mandi dulu untuk mandi” ucap Libia.


“Kenapa masih izin? Biasanya kamu tidak pernah izin atas apapun yang aku punya sayang?” Tanya reza balik dengan bingung.


Memang, selama mereka pacaran Reza membebaskan Libia dengan barang-barang yang Reza punya.


“Gak apa-apa sayang” ucap Libia singkat sembari memasuki kamar mandi.


Libia segera membersihkan badannya yang mulai lembab karna air hujan, Selesai mandi dia berganti pakaian yang ada di lemari kamar.


Saat masih pacaran Libia memang sering menginap di apartemen Reza, tak heran jika disana masih ada baju-baju Libia yang tertinggal.


Selesai berganti pakaian Libia menyisir rambutnya yang basah, tiba-tiba pintu kamar terbuka, dan Reza pun masuk sambil memperhatikan Libia, Libia yang menyadari kedatangan Reza segera berbalik badan ke arah Reza.


“Kamu cantik sekali sayang”, kata reza seraya mendekati badan Libia.


Libia menjawabnya dengan senyum yang sangat manis membuat Reza tidak bisa memalingkan pandangannya. Reza pun semakin mendekati Libia.


“Aku sangat mencintaimu sayang” kata Reza yang berada tepat di depan Libia


“Aku juga mencintaimu sayang” balas Libia kemudian.

__ADS_1


Tanpa basa basi Reza segera menc*um mulut Libia. Libia merespon dengan sangat baik, Tangan Reza mulai mengelus punggung Libia. Keinginannya semakin tak tertahan lagi, Dilepasnya kemrja yang melekat di badan Reza. Dengan hati-hati Reza pun menggendong Libia dan meletakkannya di atas kasur. Mereka pun kembali berc*uman. Tingkah tersebut bertambah pan*s membuat tangat Reza mulai berg*rilya di d*da Libia.


__ADS_2