
Kedalaman Dungeon tempat Ryoka berada...
"Wahai sapi..... Dimana kamu?" aku mencoba bersenandung sambil berjalan bersenang senang. Daging Sapi premium yang gagal aku makan kemarin muncul kembali di hadapan ku, jadi bagaimana aku bisa menolak godaan ini!!
Begitu yang aku ucapkan, tapi kini aku benar benar bingung apa yang bisa aku lakukan saat bertemu dengan makhluk itu.
Bagaimana mengatakannya, bukankah, monster itu semakin besar? Badannya berwarna hitam legam, dengan tangan yang berotot dan wajah yang kaku, dia terlihat ganas dan menyeramkan. Aku juga tidak yakin serangan setengah setengah dari ku bisa melukainya.
Walaupun dia tidak membawa pedang nya sekarang, bagaimana aku bisa mengalahkannya tanpa rencana seperti ini?
Ahh, aku benar benar bodoh.
Aku tahu, bahwa kemenangan kemarin hanya keberuntungan belaka. Tapi aku tidak menduga bahwa monster itu akan menjadi keberadaan yang benar benar berbeda seperti ini. Apakah aku benar benar sial?!!
Aku masih mengomel dalam hatiku seraya terus mengawasi monster itu.
"Setidaknya, bagaimana kalau aku menilainya sebentar?" bisik ku pada hati.
Penilaian!
Race: King Minotaur
Title: The King of Minotaur
Level: 5
HP: 1.470
MP: 132
ATT: 750
Skill: [Army Making]
Tunggu.
Tunggu.
Tunggu tunggu tunggu!!!
Aku sudah tahu itu berubah menjadi individu yang tampak berbeda, tapi aku tak tahu dia berubah menjadi sekuat ini!!!
Jangan bercanda dengan ku!
Apa apaan dengan Title "The King of Minotaur" itu? Dari namanya aku sudah tahu bahwa itu adalah Raja Minotaur!! Dan juga, ada apa dia? Dia bahkan memiliki skill sendiri? Stat ATT nya bahkan lebih dari 20 kali lipat dari milikku!
Dan itu masih level 2?
Tolong murnikan otakku tentang penggunaan level disini....
Aku menangis dalam diam, tapi itu tidak akan mengubah apa pun.
Dengan kepasrahan hati karena melihat status nya yang jauh berbeda dengan milikku, aku menonton makhluk itu berusaha mencari apakah aku bisa membuat celah.
("Kalau begitu, aku akan mencoba sedikit. Jika aku berhasil memberikan beberapa damage padanya, aku akan lanjut menyerang.") yakin ku dalam hati.
Dengan begitu, aku menyiapkan baru dari kantung tas darurat yang kubuat, mencoba mengarahkannya.
__ADS_1
Ada dia batu di tangan ku, dan seperti yang aku lakukan sebelumnya, aku melapisi nya dengan sihir angin. Itu berbentuk seperti bor di bagian ujung, yang berfungsi mengurangi gesekan dan mempertajam batu itu sendiri.
Ini adalah serangan yang mampu menembus dan meledakkan kepala monster burung, tapi aku tidak tahu apakah itu akan berlaku pada Minotaur ini.
"Baiklah."
WOSHH WOSSHH!?!
Aku menggerakkan tangan ku secepat mungkin, sehingga mampu melemparkan kedua batu dengan hampir bersamaan. Arah yang aku terget, tentu saja titik lemah dari setiap makhluk hidup, yaitu matanya.
SCRATCHHH!!
BAMMM!!
"Cih meleset satu!" ketiga suara itu, suara batu yang menembus mata monster itu, satu batu yang meleset dan mengenai dinding tembok, serta keluhan ku yang muncul terdengar hampir bersamaan.
Dan tepat setelah itu...
GROAGGHHH!!
Teriakan marah yang penuh dengan jeritan kesakitan terdengar. Pelakunya, tidak lain adalah monster Minotaurus itu, yang sudah kehilangan satu matanya.
Darah mengalir deras dari mata kirinya, membuatnya bergerak tidak karuan. Entah untuk mencari pelaku yang menyerangnya, atau hanya bergerak acak karena kesakitan.
"Ini saat yang bagus!" aku segera melesat, membawa pecahan pedang yang berbentuk seperti pisau di tangan kanan ku.
Aku berniat menyelesaikan ini secepat mungkin, sebelum monster itu mendapat kembali ketenangannya, dan bisa melawan balik ke arahku.
Dengan begitu, aku mengeluarkan sihir angin untuk membantuku bergerak secepat mungkin tanpa suara mendekati King Minotaur.
Sihir angin ini sangat fleksibel. Itu bisa sangat tajam, dan menjadi senjata, juga bisa menjadi bantalan, untuk aku berjalan tanpa suara atau bergerak lebih cepat. Aku sedikit beruntung karena sihir yang pertama aku dapat adalah sihir angin.
?!
Sebuah ayunan tangan melayang mengarah ke depan mataku dalam sekejap, bagaikan itu sudah ada di sana sejak lama.
Mau tak mau, aku menghindar ke samping, tapi tangan itu bisa mengikuti, dan kembali berusaha ******* ku dengan tangan kanan nya itu. Serangan tangannya membuatku tidak mungkin untuk maju, hanya bisa mengalirkan sihir angin untuk memaksaku mundur.
Aku melihat ke wajah monster itu, tapi tampaknya dia belum pulih sama sekali. Dengan kata lain...
"Dia hampir mengenaiku hanya dengan insting nya saja?!" tanyaku heran, sedikit tidak percaya.
Seberapa kuat kau ini, sialan... Mau tak mau aku mengubah rencana. Berlari memutar, aku kini mengincarnya dari titik butanya. Seketika, aku sampai di kiri belakangnya, dan menendang batu untuk segera melompat dan menyerang lehernya.
SRASHH!!
GROAAGHHH??!!
"Sial, itu keras..." aku mengumpat sedikit, ketika menyadari seranganku hanya memberikan sedikit luka padanya. Aku sudah menduga ini akan sulit, tapi aku tidak menduganya kulitnya hampir 3 kali lebih keras dari Minotaur biasa!
Teriakan Minotaur itu terdengar heran. Mungkin tidak tahu dari mana asal serangan yang menyakitinya. Dan juga, itu jelas membuatnya semakin marah.
Tangannya semakin intens untuk menyerang apa pun yang ada dalam jalurnya. Bahkan batu batuan pun hancur dipukulnya. Itu membuatku sedikit bergidik.
Sudah pasti jika aku terkena satu saja pukulan tangan, nasib ku akan sama dengan batu yang ada di sana!!
Tak mampu mendekatinya, aku mengambil batu tajam yang aku gunakan biasanya, tapi kini aku meningkatkan kekuatan sihir yang terkandung di dalamnya.
__ADS_1
"Terima ini!!" teriakku sambil melemparkan batu mirip peluru itu.
Batu itu berhasil mengenai dada Minotaur, tempat aku mengincarnya. Sayangnya, lukanya itu benar benar dangkal, dan tidak mampu menembus untuk menghancurkan jantungnya.
Yahh, seperti yang diharapkan.
"GROAGGHHH!!!" monster itu lagi lagi berteriak, kini benar benar marah.
Dia membanting banting tangannya ke tanah, bagia gorilla yang mengamuk. Bersamaan dengan itu, muncul gempa kecil yang menggetarkan gua tempat kita berada. Tidak, ini bukan gempa kecil. Itu menyebabkan getaran luar biasa hanya dengan pukulan tangannya!!
Gua itu bergetar hebat seakan ingin menimbunku di dalamnya. Itu membuat fokus ku terpecah, harus berjaga jaga jika ada benda yang jatuh.
"Ugh..." getaran mulai berhenti, tapi dampaknya tidak. Aku terlalu banyak bergerak. Itu menyebabkan luka yang kemarin aku dapatkan saat melawan Minotaur, maksudku tangan ku yang dimakan olehnya terbuka lagi. Ini menyakitkan, jadi aku harus segera menyelesaikan ini!!
??
"Monster itu, dia menggunakan sihir?!" tanya ku tidak percaya.
Dia menggerakkan tangan, seperti membuka suatu hal. Dan dari arah yang dia tunjuk, sebuah lingkaran hitam muncul.
Bahkan MP nya saja tidak lebih tinggi dari milikku, tapi dia ingin menggunakan sihir? Bahkan sejak awal, aku tidak melihat adanya kemampuan Minotaur ini untuk menggunakan sihir apa pun!
Lingkaran hitam itu semakin besar, dan itu berubah menjadi piringan datar dengan lebar diameter sekitar 2 meter, dan melayang di udara di ketinggian 4 meter.
Sesuatu keluar dari lubang hitam itu, tampan aneh dan tidak dapat aku percaya. Dan saat itu, aku ingat.
"Tidak, bukan. Dia bukannya sama sekali tidak bisa menggunakan sihir..." bisikku pelan, mengingat status monster itu.
Aku ingat ada sebuah skill [Army Making]. Dan mungkin itu adalah skill yang menggunakan kekuatan sihirnya. Aku sedikit mengira ngira apa sebenarnya kemampuan skill itu, tapi karena bayangan ku benar benar mengerikan, aku tidak bisa bergidik dengan itu.
Ini berbahaya! Itu yang insting ku katakan.
Dengan kesiapan itu, aku menyiapkan tenaga, berharap untuk menggagalkan Minotaur yang masih mencoba mengeluarkan sesuatu sambil menggerakkan tangannya.
Aku mendekat, dan berusaha menyerang ke arah lehernya sekali lagi. Tapi ketenangan Minotaur itu sudah kembali, membuat tangan kiri nya yang selama ini memegang mata nya yang buta bisa memblokir serangan ku dengan sempurna.
"Cih!" aku mendecak pelan, untuk mendarat ke tanah dengan mulus. Tidak butuh waktu lama, aku menolak tanah, memberi tambahan sihir angin di kakiku. Dan dengan sekuat tenaga, aku menancapkan belati ku di bagian atas perut monster itu, dan memutarnya untuk memperbesar luka yang aku hasilkan.
Darah mengucur dari luka itu, tapi itu jauh dari apa yang ak harapkan. Selan karena kulitnya yang keras, serangan ku juga meleset karena awalnya aku mengincar bagian ulu hati.
GRRGHHH!!
Geraman rendah monster itu terdengar, membuat ku ingin melancarkan satu serangan lagi yang fatal, sampai ketika...
BAMMM!!!
Sebuah gempa kecil kembali terjadi. Aku melihat kedua tangan monster itu. Tetap. Itu masih ada di tempatnya, terlihat agak kelelahan dan tidak memukul tanah sama sekali.
Kulihat kaki nya, dan mengetahui dia tidak menginjak injak tanah. Yahh, ada 2 kali yang agak goyah, jadi mungkin itu yang menyebabkan gempa.
...
...
?!!!!!
2 kaki lagi?!!
__ADS_1
Aku segera menoleh, hanya untuk menyadari, bahwa ajal ku sedang menjemput di depan mata.