No Cheat Another World

No Cheat Another World
47 - Kunci


__ADS_3

Aku mengguyur kepala ku dengan air, merenung.


Itu hal pertama yang aku lakukan ketika sampai di lantai dua.


Hal yang paling utama aku lakukan adalah kembali ke tangga, dan mengawasi keadaan. Tapi keadaan yang aku tahu semakin memburuk. Dan disana, aku yakin keputusan ku untuk melarikan diri itu tepat.


Bagaimanapun, aku tidak menemukan cara melawannya!!


Itu adalah ketidakmungkinan, sungguh.


Aku tidak tahu cara mendeskripsikan itu, tapi yang paling dekat dengan makhluk itu adalah monster ular dengan taring yang tajam dan tubuh sepanjang 10 meter lebih.


Diameter tubuhnya mencapai 1 meter, dsn memiliki kaki. Jadi itu lebih mirip ke arah kadal mungkin? Atau naga?


Kulitnya berisik, dengan warna kemerahan sama seperti lava tempat dia berenang, dengan beberapa batu yang menutupi kulitnya yang membuat itu tampak semakin mengerikan.


Ya. Aku tidak salah mengatakannya. Itu benar benar berenang di lava!!


Aku pertama kali agak tidak mempercayai penglihatan ku, tapi setelah panas yang menyengat tubuhku mengingatkan ku lagi, aku percaya bahwa itu nyata.


Itu juga mampu menyemburkan api seperti naga naga yang ada di dongeng.


Ahhh, bagaimana cara untuk melawan itu... Aku jelas tifak bisa bertarung jarak dekat, dan sangat tidak mungkin untuk ku bertarung jarak jauh. Lagipula, apa yang bisa melukai sisik dan kulitnya yang keras itu??!!


Aku terduduk, merasa kesal pada diriku sendiri.


Dungeon ini seperti tidak membiarkanku untuk pergi. Semakin aku berharap, semakin besar Dungeon ini mengatakan pada ku bahwa itu adalah hal yang mustahil.


Monster itu bukan lagi sesuatu yang bisa aku tangani dengan status biasa.


"Ahhh, sialan..." aku menggeram pelan, ingin menangis.


Pedang besar peninggalan Fei hancur meleleh. Aku bisa mencoba menggunakan [Storm Dagger], tapi aku tidak bisa mengorbankan item yang sangat berharga untuk sesuatu yang tidak berguna.


Bahkan itu kebal terhadap lava, kan? Apa lagi?!


"AHHH!!" aku hanya bisa menggeram marah, menendang pohon di hadapan ku sekuat tenaga.


***


Dan sejak saat itu, aku hanya bisa bolak balik dari lantai dua ke lantai tiga, tanpa berhasil membuat kemajuan.


Aku memutuskan untuk menjelajahi lantai dua terlebih dahulu, hingga aku menghabiskan hampir semua monster yang ada di lantai dua. Tapi, itu tidak terlalu membuat hati ku tenang, karena terkadang monster kadal itu muncul dan berusaha menyerang ku.


Dan kabar sangat buruk, monster kadal itu tidak hanya satu atau dua.

__ADS_1


Aku sudah bertemu 7 dari mereka selama berkeliling, dan aku yakin itu belum semuanya. Bisa jadi masih ada yang bersembunyi di dasar lava, dan menunggu untuk menyerang ku.


Selama beberapa bulan, aku sudah berhasil menjelajahi seluruh tempat di lantai dua. Bahkan aku sudah menemukan tangga ke lantai tiga.


Tapi, tangga itu tertutup oleh sebuah pagar pembatas tidak terlihat. Kemungkinan, batas ini hanya akan terbuka jika aku mengalahkan spesies monster yang menjadi "boss" di lantai tersebut.


Tapi sesuatu yang lebih mengerikan adalah sesuatu yang ada di sekitar gerbang ke lantai empat.


Ada sangat banyak es yang mengelilingi gerbang tersebut, dan hawa yang aku rasakan jauh berbeda dengan lantai tiga. Aku juga bingung, bagaimana es itu tidak bisa meleleh di lantai tiga yang panas ini?


Ahh, ini mengerikan.


Seperti yang dijelaskan Fei, lantai empat adalah neraka es. Itu bisa jadi lebih menyebalkan dari lantai ini.


Tapi, aku harus memikirkan bagaimana cara melewati lantai ini terlebih dahulu.


Fei sudah pernah melewatinya, pasti dia tahu sesuatu. Tapi, dia adalah pahlawan yang sudah pernah mengalahkan raja iblis sebelumnya. Monster seperti ini hanyalah keroco baginya, pasti.


Aku ingin menangis, sungguh. Tidak, aku sempat menangis karena ini, jadi aku tidak bisa mengatakan itu.


Yahh, setidaknya, aku akan berusaha lebih keras lagi!!


***


Beberapa bulan sudah berlalu. Kini sudah satu tahun sejak aku dijatuhkan ke dalam Dungeon ini. Dan disinilah, aku menemukan beberapa hal.


Tidak, maaf. Aku memang sempat putus asa, tapi aku masih akan berusaha untuk mencoba beberapa hal.


Pertama, aku menemukan bahwa aku tidak bisa menua disini. Satu tahun, tapi rambutku tidak kunjung memanjang, dan tinggi badan ku tidak berubah sedikit pun.


Walau otot yang dulu tidak terlalu terlihat, kini tampak seperti seorang binaraga, aku tidak tampak banyak berubah.


Tapi entah kenapa itu tidak tumbuh terlalu besar hingga menghalangi gerakan ku.


Yang kedua, aku menemukan bahwa saat malam, lantai tiga tidak berisi lava, jadi aku tahu bahwa siang dan malam di lantai dua disebabkan oleh pergerakan lava ini.


Saat lava mulai terisi di lantai tiga, itu berarti lantai dua mulai siang, begitu pula jika malam di lantai dia tiba.


Dan saat itulah, aku bisa melihat monster kadal itu berjalan di dasar jurang, terlihat bercengkrama sambil menunggu sapi yang jatuh. Tak sedikit dari mereka yang naik ke atas dsn menyemburkan api bagai mainan kepadaku.


Lalu, informasi yang ketiga, aku tidak bisa mengalahkan boss lantai tiga.


Ya!!! Hampir semua cara sudah ku coba untuk mengalahkannya, atau bahkan hanya menggores nya. Tapi seperti yang aku duga, itu tidak berguna.


Melemparnya dengan sihir angin, menusuknya dengan tombak batu, mencoba membuat panah raksasa dengan pedang besar, membuat benda kecepatan tinggi untuk menembus tubuhnya, semua sudah aku lakukan.

__ADS_1


Tapi apa yang aku dapat? Nihil!!


Sihir merusaknya sedikit, tapi dia justru datang dan menghanguskan sedikit tanganku.


Tombak batu tidak mampu melukainya. Panah dengan kecepatan tinggi perlu ketepatan untuk menembus sisiknya, dan pedang besar pun meleleh terkena kulitnya yang benar benar sepanas lava.


Pernah juga aku mencoba menimpanya dengan batu raksasa, tapi itu cukup lincah untuk menghindar. Dan dari puluhan percobaan, hanya satu percobaan yang berhasil.


Itu terjadi sampai aku kehabisan batu besar untuk kuhujamkan padanya.


Aku tidak tahu apa lagi yang harus aku lakukan.


Saat ini aku hanya bisa melakukan keseharian biasa ku, memburu para sapi dan menaikkan kekuatan sedikit demi sedikit, sambil terus memikirkan cara untuk mengalahkan monster itu.


CESSSS...


Aku sedang memanggang daging, sambil menatap jauh ke arah monster yang sedang bermain main. Aku kini punya tempat yang terus mengalirkan lava, walau lava di jurang itu sudah menghilang. Jadi, aku mampu untuk memanggang daging terus menerus.


"Apa sudah takdir ku untuk berakhir disini??" aku mengeluh pelan.


"Yahh, walaupun aku bertambah kuat, dan berhasil membunuh monster itu, tapi aku yakin itu tidak dalam waktu yang dekat. Paling tidak, aku butuh 1 setengah tahun lagi." aku mengeluarkan botol, mulai minum.


TASS!!


"Aduh!!" sebuah serpihan kecil batu panas terbang ke tangan ku, membuatku segera melompat menjauh, melempar minum ku meredakan rasa panasnya.


Tak sengaja, air yang aku bawa itu tumpah ke lava.


"Tidak!! Air ku yang berharga!!" aku berteriak pelan, ketika air ku menghilang diserap lava itu, menghilang menjadi uap.


Air disini sangat berharga, jadi sebisa mungkin aku tidak ingin kehilangan itu sedikitpun!!


"Humm?"


Aku mengangkat alis melihat ke lava yang sudah terkena air itu.


"Apakah itu, sedikit meredup??" aku bertanya tanya.


Aku melihatnya lagi, memang sedikit meredup. Tapi itu kembali memanas karena dikelilingi oleh lava yang lain.


Dan saat itulah aku terpikir sesuatu.


"Bisa jadi!!" itu yang aku teriakkan.


Aku merasa sangat senang, sampai lupa apa yang harus aku lakukan. Tapi jelas, ini akan merubah masa depan yang aku punya!!

__ADS_1


Baiklah!!! Aku akan berusaha!!


__ADS_2