
"Baiklah. Ini mungkin saatnya untuk pertaruhan." aku berbisik pelan, sambil mengambil nafas.
Di bawah ada 14 monster kadal yang sedang berusaha untuk bertahan di dalam guyuran air yang semakin lama semakin pelan.
Aku tidak menyangka ini akan terjadi, tapi ternyata air yang aku tumpahkan pada mereka kurang untuk merendam mereka!! Aku tidak tahu, sepanas apa tubuh mereka, hingga air sebanyak itu mampu mereka ucapkan seperti itu!!
Tapi baiklah. Aku juga tidak berbuat untuk menunggu mereka tenggelam, jadi tidak ada masalah untuk itu.
Hanya saja, aku harus bersiap untuk turun jika air yang aku miliki mulai habis. Tidak hanya itu, aku harus bertarung dengan mereka, dsn menghabisi mereka tanpa terkena serangan satupun.
Aku berdoa bisa mendapat banyak dari mereka.
Sambil melihat monster itu berusaha untuk bertahan hidup, aku mencoba melihat lagi senjata yang aku miliki.
Aku sudah menyiapkan semuanya, dan aku juga punya beberapa hal yang aku jadikan kartu As dan senjata tersembunyi. Untuk saat ini, aku akan menyimpan semua senjata di dalam [Inventory].
Benar. Selama ini, akhirnya aku mendapat sebuah skill, yang mungkin perluasan dari [Space Magic]. Itulah [Inventory].
Banyak yang bisa aku bawa sekarang meningkat, dengan kebutuhan MP yang semakin kecil. Ini memudahkan ku untuk membawa barang mulai sekarang.
CESSSS!!!
Suara mendesis pelan yang aku dengan setelah cukup lama mulai terdengar semakin pelan, tanda monster kadal itu mulai melemah.
Tapi kabar buruknya, itu tidak cukup untuk membunuh bahkan salah satu dari mereka.
Aku menyiapkan diri, membuat diriku melompat ke tengah tengah jurang, di atas mereka berada.
"Okee!!" aku meyakinkan diri, ketika aku menjatuhkan diri, sambil memegang Storm Dagger di satu satunya tanganku.
Pelatihan selama beberapa bulan ketika aku tidak melakukan apa pun sudah membuatku jauh lebih kuat. Tidak hanya itu, aku juga mempelajari sihir dan beberapa skill yang biasanya tidak bisa aku lakukan. Contohnya seperti ini.
ZIIINGG!!
Sebuah gerbang berwarna ungu gelap tidak mengenalkan terlihat, ketika aku mengangkat tanganku. Warna itu, adalah warna khas [Space Magic].
Ya. Aku sudah berhasil untuk mengendalikan [Space Magic] lebih baik.
Saat ini, aku bisa mengeluarkan apa pun yang ada di dalam sana dari jarak yang cukup jauh!! Dan di saat aku jatuh dengan kecepatan tinggi seperti ini, ada hal yang harus aku lakukan untuk memanfaatkan medan.
Aku mengeluarkan pedang dari dalam [Space Magic], membuatnya jatuh bersamaan denganku.
Tidak hanya itu, aku memberikan sihir angin untuk mendorong mereka, membuatnya jatuh lebih cepat.
"Seraaaaannnggg!!!" aku berteriak keras, ketika aku mengarahkan tanganku dengan persiapan pada monster yang ada di bawah.
Para kadal raksasa itu tertarik perhatiannya padaku karena sebuah teriakan, dan menyadari bahwa puluhan senjata tajam sedang diarahkan pada mereka. Tapi itu tidak akan mengubah apa pun, karena semua senjata itu sudah bergerak.
Dan dengan itu, belasan senjata yang aku punya seperti pedang, tombak, bahkan tombak batu yang aku punya juga datang dengan kecepatan tinggi, menghujani monster kadal itu.
Aku sudah menduga bahwa rencana ini mungkin berhasil, tapi aku tidak menyangka bahwa senjata senjata dari batu ku juga memiliki guna.
Sekali lagi, aku berterima kasih pada Fei dan party nya karena memberiku banyak pengetahuan.
SRET SRET JLEB JLEB SRET!!!
__ADS_1
Dengan kecepatan yang setinggi itu, dan aku juga melapisi mereka dengan sihir angin, aku bisa dengan mudah menembus pertahanan meraka!!
Tak sampai disitu, aku yang sampai di bawah saat itu..
SRASSHHH!!!
"Dua sudah tumbang. Kataku pelan, ketika aku turun sambil mengambil nyawa kedua monster kadal itu. Tentu, aku membelah mereka tepat di bagian leher, dan tidak menahan diri untuk menggunakan sihir di belati ku sekarang.
Aku mendarat dengan sihir angin, mengurangi cidera yang aku terima. Dan aku mendarat tetap di atas salah satu monster itu, membuatnya sekarang sekarang.
Yahh, aku akan bilang bahwa ini semua baru saja dimulai, kan?
"Tiga." aku menggumam pelan, ketika aku menghabisi kadal yang sekarat di bawahku.
Memanfaatkan uap yang sangat banyak sekarang, aku beranjak untuk berlari, dan bersembunyi dibalik bayangan sebelum monster monster ini bisa menemukanku.
"Empat..."
"Lima.."
Aku bergerak dengan cepat dan berusaha untuk tidak membuat satu suara pun, dan membunuh mereka satu persatu.
Mereka sudah cukup melemah sekarang, membuatku jauh lebih mudah untuk membunuh mereka.
?!!
Salah satu dari serangan cakar meraka hampir mengenaiku!!
GRAGGHHH!??
Ekspresi wajah yang tidak bisa terbaca mereka tunjukkan, ketika dengan segera menyerbu ke arahku secara bersamaan!
Ahh, jika begini, aku ingat sesuatu.
"Ini seperti sebuah film dimana sosok tokoh utamanya dikelilingi buaya, kan?" tanyaku sambil tersenyum pelan.
"[Second]" aku mengucapkan itu pelan, ketika diriku yang kedua muncul, sementara diriku yang asli menghilang dibalik bayang bayang yang dibauatnya.
SRASSHHH!!!
Tubuh keduaku tertusuk cakar mereka di seluruh bagian, kepala, leher, perut, dan lain sebagainya. Aku sedikit ngeri disana, karena jika aku tidak menghindar, aku pasti bisa bernasib sama dengan itu.
BOFFF!!!
Bayangan diriku yang terbunuh dengan segera meledak, memberikan kejutan untuk para kadal yang menyerangku tadi.
Di dalam kegelapan yang dibuat oleh kabut asap dari sihir ku, aku bergerak dengan leluasa untuk melakukan hal yang harus aku lakukan.
"Enam."
"Tujuh."
"Delapan."
"Sembilan."
__ADS_1
Aku berhenti saat aku berusaha untuk menghabisi yang ke sepuluh, karena perasaan ku tiba tiba tidak enak untuk melanjutkan nya.
DUAAARRR!!
Suara ledakan keras terdengar, ketika aku melihat sebuah ekor yang ada di tempatku berdiri sebelumnya.
Sungguh, hanya kekuatan ekornya saja bisa sekuat ini?!!
Aku kembali melompat mundur, ketika kabut yang menjadi tempat pertempuran kami semakin menipis. Agak disayangkan aku tidak bisa membunuh dia yang ke sepuluh, tapi setidaknya aku berhasil membunuh empat secara langsung.
Seakan tidak ingin memberiku istirahat, keempat monster kadal itu melompat untuk menyerangku dari depan.
Aku tentu tidak bisa menggunakan trik yang sama kedua kalinya, melompat untuk menghindari serangan itu. Tapi ternyata, salah satu dari mereka sudah menduganya, dan menunggu ku di atas sebelum akhirnya melompat.
BAAMM!!
Aku melempar belati ku ke udara sesaat, sebelum aku mengambil Magic Gun yang ada di pinggang dan menembaknya dengan itu.
Monster itu terhuyung huyung, kehilangan keseimbangannya.
Sungguh? Mereka bahkan bisa bertahan dari serangan itu? Sungguh mengejutkan!! Apakah pistol ini yang kurang kuat, atau mereka saja yang kuat dalam menangkal sihir. Yahh, aku yakin pilihan yang kedua, karena aku sudah tahu kekuatan pistol ini sendiri.
Tapi aku tidak mau melepaskan kesempatan ini, dan segera menangkap salah belati ku lagi dsn melompat mundur.
Tak berniat berhenti, aku kembali melesat, mendorong tubuh ku dengan angin. Salah satu cakar mereka mengarah ke kepala ku, dan aku melewati bawah tubuh mereka, untuk disambut oleh ekor besar yang kuat.
Ak segera melompat, dan mendorong diriku untuk membelah leher salah satu dari mereka.
"Sepuluh..." kataku pelan, sambil mengusap peluh, karena disini sangat pengap, mirip dengan tempat sauna yang dulu pernah aku masuki. Tapi baiklah. Hanya empat yang tersisa.
GRAAA!!!
Mereka berteriak marah, mungkin melihat teman mereka yang mati semakin banyak, sedangkan tidak ada serangan mereka yang berhasil mengenaiku.
"Aku sudah berada di ambang batas juga. Salah salah, aku justru yang dikalahkan mereka!!" aku berbisik, sambil mencoba kembali mengatur nafasku.
Tapi..
"HORAAAA!!" aku mengambil tombak yang menancap di beberapa mayat kadal raksasa itu, dan melemparkannya pada mereka semua.
Ada beberapa yang mengenai mereka secara langsung, ada juga yang meleset dan hanya menyerempet kulit tebal mereka. Tapi sayang, bukan melukai melukai mereka yang aku maksud, tapi...
SRASHHH!!!
"Sebelas, dua belas..." aku menyeringai pelan ketika darah musuh ku berterbaran, sedikit mengenai tubuhku.
Saat itulah, aku memantapkan diri ku, sudah yakin dengan apa yang akan terjadi.
Sebaliknya, pihak musuh mulai sadar, saat kabut mulai menipis, dsn mampu melihat sekeliling dengan jelas.
Tumpukan mayat spesiesnya yang tidak memiliki kepala, dan tubuh mereka sendiri yang sudah tak karuan sakitnya. Itu menimbulkan rasa takut pada makhluk yang ada di depannya.
Yahh, itu aku.
"Baiklah, dengan ini, lantai 3 selesai!!" kataku senang, memburu mereka.
__ADS_1