
"Hooammm... Aku tidur cukup nyenyak, bukan?" aku menarik otot otot ku, dan memiringkan kepalaku sedikit.
Jika aku benar, ini baru 2 jam sejak aku tidur, itu tidak lama, tapi cukup untukku beristirahat. Diluar masih gelap, karena memang pagi tak akan datang hingga 2 hari kedepan.
GROAGHHH...
Ugh.... Bangun tidur ku yang disambut dengan gerakan mengerikan, bukan kata kata selamat pagi... Sialan Ghoul itu semua....
Suara geraman rendah ditambah deritan kayu yang sepertinya dicakar oleh Ghoul itu memasuki telingaku. Mungkin itu tertarik oleh bau darah yang mereka jatuhkan saat aku membasmi mereka tadi.
Yahh, bagaimanapun ini tak akan berakhir sampai tiga hari kedepan. Yang berarti aku tidak memiliki banyak waktu luang.
Masih sedikit mengantuk, aku bangkit dari lantai, sambil mengambil pedang besar yang aku taruh dekat tembok dan perlengkapan lainnya, sambil bersiap.
Tak lupa, aku mengeluarkan batu sihir yang ada dalam [Space Magic], mengosongkannya. Dan seketika, setumpuk besar batu sihir menguburku, menandakan berapa banyak Ghoul yang sudah aku bunuh.
"Baiklah. Jika itu yang kalian mau!!" entah kenapa, aku merasa bersemangat saat melihat semua batu sihir itu, dan bergerak maju, melompat dari atas rumah.
Aku mendarat di atas kerumunan itu, membersihkan mereka dengan sihir angin tepat sebelum aku mendarat.
Tanpa pikir panjang, aku mengayunkan pedang panjang ku sesuka hati, kepada kerumunan yang datang mengerubungi ku, sekali lagi. Selama tubuh mereka menerima kerusakan yang cukup, mereka akan langsung mati. Sesimple itu.
"Oh ya. Aku penasaran dengan tempat yang mirip dengan boss itu, apa yang terjadi pada ruangan itu saat malam seperti ini?" tanyaku ditengah pertarungan.
Aku menghindari Ghoul yang melompat menerjang, menghancurkan badannya sambil melompat tinggi.
"Baiklah. Daftar hal yang harus aku lakukan bertambah." kataku dengan senyum.
Dengan keyakinan itu, aku berlari menyusuri hutan, sambil terus menebas musuh yang ada di hadapanku. Siapa itu tak masalah, bahkan jika batu sihir mereka bercecer di jalan, itu justru memberiku petunjuk untuk kembali.
Hutan gelap ditambah gerombolan Ghoul itu memberikan suasana mencekam yang jelas, tapi aku masih bisa melewatinya dalam taraf ini.
Sekali lagi, aku beruntung sudah terbiasa dalam kegelapan di lantai satu Dungeon ini.
Dengan mengikuti insting dan naluri yang aku miliki, juga mengandalkan ingatan ku yang pernah kesana, aku melesat menghindari berbagai jebakan alami yang muncul karena gerakan Ghoul yang tidak terduga.
"Kalau tidak salah, disini kan?" tanya ku sambil sedikit menyibak rerumputan yang menghalangi pandangan ku.
Di depan ku ada sebuah pohon yang memiliki lubang di dalamnya, yang merupakan jalan tersembunyi ke sebuah tempat dimana pintu batu itu berada.
Aku mengamati dari kejauhan, tidak ada hal yang aneh. Aku juga berusaha menghilangkan keberadaan ku, mencoba mendekat untuk memeriksa. Bagaimanapun, itu adalah tujuanku saat ini.
Ghoul yang ada di sekitar juga tidak terlalu banyak, dan membuatku tenang. Tapi jujur saja, ini sedikit mengherankan.
"Aku harus berhati hati, kan?" tanyaku pada diriku sendiri.
??
__ADS_1
Sosok yang biasanya menjaga pintu batu tersebut tidak ada, bahkan setelah aku berusaha mencari kemana pun keberadaannya!!! Tidak, hal yang lebih penting ada disini.
Pintu batu itu terbuka!!
Apakah pintu batu itu hanya terbuka saat malam, dan saat siang itu tertutup dan ada penjaga di sekeliling nya?
Itu seperti...
"Mengundang aku masuk, kan?" aku mendengus pelan.
Aku tidak menemukan tangga dimana pun, dan yang aku temukan hanya ruangan mirip ruangan boss yang tertutup oleh pohon besar dan bahkan dijaga oleh makhluk yang bahkan aku tidak tahu. Dan sekarang, pintu itu terbuka?
Menelan ludah, aku mencoba mempertimbangkan apa yang harus aku lakukan.
Sihirku tidak berkurang banyak, aku juga baru bangun tidur barusan. Seharusnya satu pertarungan tipis tidak akan menyulitkan untukku.
Tapi, bergerak secara gegabah disini tidak baik, karena aku bahkan tidak tahu apa yang ada di dalam sana.
Sudah kuduga, untuk keselamatan, aku harus merencanakan semuanya lebih baik.
...
...
"Tidak, itu bukan aku!!" aku berkata yakin, sambil menggelengkan kepala.
"Jangan bercanda denganku. Dan juga, batu sihir Ghoul terlalu kecil. Aku tidak bisa menikmatinya. Aku butuh makanan yang lebih besar. Ucapku sambil menyeringai, senang.
Aku adalah pemburu, bukan sosok yang diburu. Aku akan memburu makhluk itu dan mendapatkan apapun yang akan membuatku semakin kuat.
"Yahh, jika itu menjadi bahaya, aku punya Magic Gun disisiku...." bisikku seraya mengelus Magic Gun di sarungnya.
Dan dengan keyakinan seperti itu, aku melangkah masuk ke dalam ruangan gelap yang mengerikan itu.
?!!
GRRTTTT...... BAMMM!!!
Suara berderit sedikit terdengar, ketika aku mulai memasuki ruangan, dan pintu batu di belakang ku mulai tertutup. Ini adalah kejadian biasa, jadi aku tidak akan terlalu terkejut.
"Baiklah. Apa yang ada di dalam sini??"
Hening, tidak ada suara satu pun yang masuk ke telingaku, ketika suara angin berdesir pun tidak terdengar.
DASS DASS DASS DASS DASS!!!
Bahkan suara api yang menyala di beberapa obor pun terdengar menggema di ruangan itu, sedikit membuatku terkejut.
__ADS_1
Obor itu menerangi pinggir ruangan yang semakin lama semakin membuatku mengerti tempat apa ini.
"Jadi, aku akan berakhir melawannya, kah?" tanyaku sambil tertawa senang.
GRAGHHH!!!
Teriakan parau muncul dari sosok monster yang ada di hadapan ku saat ini, yang terlihat marah dengan kedatangan ku.
Dia adalah monster dengan sosok manusia, bukan. Tulang belulang yang bertudung warna hijau, dengan tongkat yang berpendar lemah di tangan kanan nya. Di tangan kiri, dia membawa sesuatu berbentuk bulat, mungkin seperti tengkorak? Yahh, seperti aku peduli.
Bagaikan memperkuat pembawaan nya, ruangan ini juga terlihat di desain menambah kesan mengerikan, dengan pencahayaan yang sedikit dan kabut yang mulai muncul di kaki ku.
"Baiklah. Untuk permulaan, [Wind Blade]!!" aku mencoba menyerang menggunakan sihir angin untuk membuka serangan, tapi itu terlalu mudah dibaca membuat serangan ku tadi ditepis dengan perisai tengkorak pula.
Tapi dia harus menangkisnya, itu berarti serangan ku mempan padanya.
Dengan keyakinan itu, aku berlari mengelilingi ruangan itu, mencoba mencari titik lemah monster tersebut. Dia juga tak tinggal diam, dan terdengar merapal beberapa mantra.
BAM BAM BAMM!!
Beberapa proyektil dia lemparkan ke arahku, walau aku tak tahu apa itu. Tapi setidaknya, aku berhasil menghindari semua itu.
Aku berhenti di hadapan monster itu sekali lagi, setelah berhasil mengamati medan dan kemampuannya sekilas. Ada sebuah benda bersinar merah terang di kepalanya, jadi mungkin dia akan mati jika aku menusuknya disana.
"Baiklah!!"
Dengan satu hentakan, aku berniat memperpendek jarak dengannya. Tapi dia pintar, segera menyerang dengan sihir, dan bahkan mendirikan tembok di hadapan ku dengan cepat!!
Merasakan bahaya, aku melompat mundur untuk menyadari tempat yang tadi aku pihak telah meleleh, terkena sihir aneh miliknya.
Kalau aku terus menghindar kesana kemari, aku tidak akan bisa menyerang! Aku harus mencari cara untuk menyerang. Tidak, atau mungkin aku akan menerobos?
"Kalau begitu, aku pilih pilihan kedua!!" teriakku yakin, sambil berlari lurus ke arah necromancer itu.
Serangannya datang, tapi aku bisa merasakan itu semua. Lompat ke atas, bergulling, bergeser ke samping, menyusri tanah, aku terus menghindari serangan demi serangan yang sampai sambil terus berlari lurus, fokus dengan serangan ku.
"Dengan begini!!" aku berteriak yakin, ketika aku melompat setinggi mungkin, menghindari sihir jarak dekat yang dikeluarkan.
Aku terus melayang, hingga ke atas kepala necromancer itu. Dan saat itulah, aku mendapatkan celah yang terbuka lebar.
Mengambil pedang besar di punggung ku, aku berniat untuk menghancurkan benda bersinar merah disana, sekalian dengan tengkorak yang ada di dalam sana. Jujur saja, melihatnya membuatku kesal, sungguh.
?!!
TRANG?!!!
Pedang besarku ditangkis!!
__ADS_1
Tidak hanya itu, aku juga merasakan hawa bahaya yang mengincar leherku. Tak hanya satu, aku merasakan beberapa hawa bahaya yang mengincarku!!