
"Aku pulih!!"
Aku berteriak kegirangan, ketika melihat lengan kiri ku yang kini tampak jauh lebih baik.
Tidak, kosakata "pulih" sepertinya jauh berlebihan, jadi aku tidak cocok mengatakannya. Tangan ku tetap buntung, tapi itu sudah tidak mengeluarkan darah sama sekali.
"Ini agak tidak mungkin, tapi benar benar terjadi..." aku mendengus pelan, sedikit merinding.
Membuka perban asal asalan yang ada pada tanganku, aku mengecek nya lagi dengan bahagia. Tapi setelah aku sadari, semua luka yang ada di sekujur tubuhku kini hilang. Luka kecil seperti lecet, bahkan rasa lelah ku juga lenyap!!
"I-INI!! Ini luar biasa..." aku bergumam pelan, sambil terus menggumamkan rasa syukur.
Memang, ini tidak membuat lengan ku tumbuh kembali. Tapi setidaknya, aku bisa bergerak lebih bebas sekarang.
"B-baiklah. Aku tidak bisa terus berbahagia disini. Aku lebih baik berkeliling." kataku sambil menggelengkan kepala.
Dengan demikian, aku berkeliling rumah itu dan menemukan cukup banyak benda yang menarik. Dari yang sangat baik, sampai beberapa yang benar benar aneh, tapi mungkin akan berguna di masa depan.
Jika aku jabarkan, aku mendapat senjata, beberapa buku dunia ini, dan alat aneh yang aku tidak mengerti apa gunanya.
Tentu saja, aku memasukkan semuanya ke dalam [Space Magic] yang aku miliki. Aku tidak tahu, tapi tampaknya ini mulai memakan MP yang aku miliki. Tapi aku memiliki Batu Sihir dari King Minotaur, dan aku pasti akan mengkonsumsi nya nanti.
"Ahh, benar. Aku harus mengunjungi kamar Xiao.... Dia meninggalkan pesan, bukan?" tanya ku pelan.
Sebenarnya, aku agak sungkan untuk memasuki kamar mereka masing masing. Tapi mau bagaimana lagi. Aku harus memanfaatkan semua yang ada untuk bisa bertahan hidup.
Ngomong ngomong, ratusan buku aku dapat dari kamar Kona, mungkin?
Itu menambah berat [Space Magic] yang ada, jujur.
"Untuk saat ini, aku masih bisa mengaturnya. Tapi aku akan kehabisan MP jika ini berlanjut selama 2-3 hari, sungguh." kata ku pelan, sambil membuka pintu dengan tulisan "Xiao Tho"
Kata pertama yang harus aku ungkapkan. Itu benar benar rapi. Aku bahkan sedikit bertanya tanya apakah Xiao adalah sosok wanita?
Tapi yang membuat ku penasaran adalah bagaimana kamar ini tetap indah, rapi, bahkan tak ada debu satu pun yang tertinggal. Sungguh jauh berbeda dengan kamar lainnya yang sudah aku masuki.
"Jangan jangan...." aku segera waspada.
?!!
"Siapa disana?!" teriakku, ketika aku merasakan perbedaan yang muncul dari bawah sesuatu yang bisa disebut tempat tidur.
Tak ada yang menjawab, aku mencoba mendekat perlahan. Seluruh syaraf yang ada sudah aku tingkatkan, ketika aku memegang pisau dengan seluruh kekuatan yang ada. Sampai aku menyadari.
__ADS_1
"Aku dikepung?" tanya ku pelan, merinding.
Merasa dipenuhi kehadiran sesuatu yang tidak mampu aku lihat, aku menyimpulkan ad sesuatu di sekeliling ku.
Tidak ada sosok lawan yang terlihat. Dan lagi, kehadiran ini bukan orang, kan? Apakah ini, sihir?
"Ahh, baiklah." aku menghela nafas pelan, melemahkan penjagaan.
Melongok ke bawah kasur, aku menemukan ada sebuah kotak kecil yang bahkan lebih kecil dari belati yang bisa aku bawa.
Panjang dan lebarnya sekitar 30 dan 20 cm, serta tinggi nya yang hanya 10 cm.
Penasaran apa isinya, aku mengambil dan mengamati kotak kecil yang terlihat lusuh, tapi indah itu. Aku yang tak sabar membuka kotak itu perlahan, takut itu jebakan atau barang yang akan rusak jika aku membukanya terlalu keras.
ZIINGGG!!!!
"WOAHHH!!!" Aku berteriak bersamaan dengan suara kotK itu terbuka dengan suara mendesing.
??
???
Tidak terjadi apa apa?
"Halo, selamat siang, atau selamat pagi? Yahh, apapun itu. Ini pertama kalinya aku menunjukkan muka seperti ini, kan?" seseorang, bukan sesosok "manusia?" muncul di hadapan ku.
Dia sedikit mengingatkan ku pada Shia. Jujur saja, jika Shia berdandan seperti dia, aku yakin Shia tidak akan kalah cantik darinya.
Ahh! Apa yang aku pikirkan!! Aku kehilangan fokus!!
"Perkenalkan. Nama ku Fei Ming. Panggil aku Fei saja. Aku adalah Xiao Tho. Bagaimana mengatakannya.... Xiao Tho adalah nama ku saat di dunia luar, Dan nama asli ku adalah Fei Ming." jelas sosok itu memulai perkenalan di hadapan ku.
"Ahaha! Bagaimana mengatakannya... Xiao Tho itu lebih mirip seperti nama laki lak, dan Fei Ming nama perempuan, begitu! Jadi saat bekerja menjadi pahlawan, aku menggunakan nama itu untuk menyembunyikan jati diri ku..." lanjutnya lagi.
Aku melihat ke sisi ruangan, dan menemukan sebuah armor yang dipajang berdiri di sana, yang menutupi seluruh tubuh dan bahkan muka.
Jelas, itu yang dia maksud menyembunyikan identitas nya.
"Humm... Tapi apakah itu benar? Kalau dia sudah tidak ada di sini, apakah berarti?" aku mencoba melempar beberapa barang ke kaki wanita itu, dan barang itu menembusnya.
Tidak hanya itu, aku bisa melihatnya melayang di tanah, dan tunggu! Aku bahkan tidak melihat kaki nya!!
__ADS_1
"Humm.. Kau adalah hantu, begitu?!!" kataku setengah berteriak.
BRAKK!!
"Aduhh!!" sebuah benda tumpul memukul kepala ku.
"Sangat tidak sopan ya! Kau memanggil wanita sebagai hantu. Aku juga bisa memukul mu!!" teriak sosok wanita di depan ku sambil memegang sarung pedangnya, yang tampaknya dia gunakan memukul ku tadi.
"Lalu, bagaimana kau menjelaskan sosok wanita agak tembus pandang, juga tidak bisa kusentuh. Dan lagi, sosok itu melayang dan tidak menapak tanah!" teriakku menyangkal.
"Humm... Kau benar juga, tapi..." dia tampak berpikir sesaat.
"Aku bukan Hantu!!!!!!!" teriaknya lagi, kini mulai merengek.
Merasa ini tidak akan ada ujungnya, aku menghela nafas panjang.
"Baiklah. Aku mengerti. Entah bagaimana, Xiao Tho, pahlawan yang baru aku tahu hari ini adalah wanita, dan nama asli nya adalah Fei Ming. Dan sekarang dia ada di hadapan ku, berteriak bahwa dia bukan hantu." kataku berusaha menyimpulkan.
"Hadehh, bukankah ini terlalu cepat? Ahh, baiklah. Mari kita sudahi permainan ini disini..." lanjutku menyerah.
"Yahh, secara garis besar itu tidak salah. Kalau begitu, biar aku jelaskan padamu." gadis itu menyilangkan tangan.
"Aku adalah pikiran Fei Ming yang dibuat ulang dengan sihir. Kau pasti tahu apa itu hologram, dan itu mirip dengan hal ini. Tapi bedanya, ini juga mengirimkan perasaan pengguna, jadi kita bisa berbicara seperti ini. Dan bahkan aku juga menyentuh mu, kau tahu?" tambahnya menjelaskan.
Memang benar. Saat pertama kali masuk, aku merasakan beberapa keanehan, dan saat membuka kotak, aku merasa ada sesuatu yang mengelilingi ku. Jadi itu sihir?
"Yahh, jika berhubungan dengan sihir, semua hal menjadi masuk akal sihh." aku mengangguk yakin.
"Seperti itu. Jadi, aku meninggalkan sihir ini disini jika ada orang yang berasal dari dunia ku, bumi. Jujur saja, aku merasa lebih baik ketika bertemu dengan mu." kata Fei.
"Benar. Kau merasa baik saat melihat orang yang sama dari bumi tersiksa? Apakah kau seorang sadistic? Kau melihat aku penuh luka dan lusuh seperti ini dan merasa lebih baik? Yahh, itu tak apa, karena keberadaan mu saja sudah menyelamat kan ku." aku tersenyum menggurat, sedikit bersifat sarkas.
"Bukan begitu, bodoh!" dia berteriak.
"Aku tidak bermaksud begitu. Aku akan meminta maaf jika itu menyakiti hati mu, sungguh. Tapi aku akan menceritakan beberapa hal pada mu, yang jelas hanya dimengerti oleh orang yang dari bumi." lanjutnya.
"Hanya dimengerti oleh orang orang dari bumi?" aku mulai penasaran.
"Ya. Aku memang tidak bisa menceritakan semuanya, tapi aku yakin ini akan menarik perhatian mu."
"Aku akan menceritakan tentang kebenaran yang ditutupi dunia. Walau hanya sedikit, aku harus menceritakan nya. Walau aku yakin, kau juga bernasib sama dengan ku ketika kau jatuh di sini..."
Aku semakin penasaran.
__ADS_1
"Kebenaran tentang Dewi Atla, Raja Iblis, dan dunia ini."
Aku hanya bisa terkesiap mendengarnya.