No Cheat Another World

No Cheat Another World
- 8 - Apakah aku, Mati?!!


__ADS_3

"Ini benar-benar luar biasa...." kata ku sambil tersenyum.


Aku tidak berubah menjadi seorang penyuka pertempuran, bukan? Ya. Aku yakin! Tapi aku tahu. Di dalam Dungeon dengan hidup dan mati hanyalah setipis tisu sekarang ini, aku tidak perlu menahan diri.


"Kau akan berakhir di sini, Banteng Sapi!! Aku pasti akan membunuhmu dan memakanmu malam ini! Aku lapar, sialan!!" aku berteriak seraya tertawa tidak karuan.


Monster itu juga tampaknya menanggapi, yang perlahan bangun, walau dengan pincang di kaki nya.


GROOHHHGGHHH!!!


?!!!


"Tidak mungkin, kan?" tanyaku tidak percaya.


Minotaurus itu sekarang mengambil ancang ancang, berusaha menyerang ku dengan kuda kuda pertama kali dia menyerang ku!!


Aku heran dengan kekuatan kaki nya, tapi aku tidak punya waktu untuk heran disini.


Dengan pedang yang semakin lama semakin terasa berat, aku mengacungkannya lurus, menghadap minotaur itu. Kali ini, aku tidak punya rencana apapun. Jujur saja, untuk berdiri seperti ini sudah sulit untukku.


"Baiklah. Saatnya pertaruhan terakhir!!" teriak ku mencoba memompa adrenalin dalam diri.


BOM BOM BOMMN!


Suara tanah yang bergetar menandakan monster itu yang semakin dekat. Aku mencoba bertahan, dengan tenaga dan kesadaran yang tersisa.


Waktu serasa melambat, ketika aku melihat celah pada gerakan Minotaur itu. Melihat itu sebagai satu satunya jalan keluar, aku berusaha menyesuaikan tubuhku, untuk berlari melewati kedua kakinya, dan berpindah ke belakang tubuhnya.


Aku tidak tahu bagaimana itu terjadi, tapi gerakan ku berhasil!!!!


Tak kehilangan waspada karena kesenangan, aku menyabetkan pedang besar ku ke punggungnya, membentuk sebuah luka besar yang mengucurkan darah segar.


Minotaur itu mengerang sesaat, sebelum memaksa memutarnya tubuhnya, untuk mengayunkan tangan kiri nya.

__ADS_1


?!!


BUGGH!!


Sebuah pukulan dengan belakang tangan monster itu masuk ke tubuhku dengan mudah tanpa terhalang apa pun.


Sakit!! Aku tidak bisa menghindari yang ini, jadi aku ditepok oleh tangan besarnya, bagai nyamuk yang dijatuhkan ke tanah. Aku menghantam tembok, dan dengan suara berdebam. Aku terkapar tidak berdaya.


Aku merasa beberapa tulang ku patah, terutama tangan kanan ku. Aku hanya bisa menggerakkan jari jari nya.


Ini gawat!!


Jika terus seperti ini, aku akan terbunuh!!


Minotaur itu perlahan mulai berdiri, dan menghampiri ku. Walau berjalan merangkak, aku tahu bahwa itu tidak akan melepaskan ku sampai aku mati!!


Sial!!


Minotaur itu semakin dekat! Dia mulai membuka mulutnya, ingin memasukkan tubuhku ke mulutnya yang bertaring tajam itu!!


Tidak! Tidak tidak!! Aku tidak mau mati!! Aku tidak mau mati di tempat seperti ini!!! Oh ya! Tangan kiri! Aku masih punya tangan kiri! Aku bisa mengambil pedang, dan menusukkan itu padanya untuk menyelesaikan ini!!


Itu yang aku pikirkan, tapi....


"Apa ini?? Tanganku tidak mampu menggapainya?!! Kenapa kenapa?!!" aku mulai berteriak karena semakin tidak sabar dengan Minotaur yang semakin mendekat.


Tidak! Jangan mendekat! Aku tidak boleh mati di sini!!! Tanganku telentang, tapi aku berusaha menggerakkan tubuhku untuk menggapai pedang yang ada di ujung tangan kanan ku.


SIAL!! AKU TETAP TIDAK BISA MENCAPAINYA!!!


Bagaimana ini?!! Dia semakin dekat! Semakin dekat!!


Aku semakin panik untuk mencoba menggapai pedang dengan tangan kiriku, tapi sekeras apapun aku mencoba, aku tidak pernah menggapainya!!! Aku berusaha menggerakkan tangan kanan ku. Tapi aku tahu itu patah, dan hanya bergerak sedikit bahkan setelah aku memaksanya.

__ADS_1


Ada nafas yang mendekatiku di hadapan ku, dan tangan kiri ku sudah berhenti menggapai gapai pedang, kini lurus ke depan, mencoba menahan sosok yang menyodorkan mulutnya.


"Hentikan...." kataku pelan, dengan kekuatan yang tersisa.


Tapi Monster itu seakan tidak peduli dan, tersenyum dengan mulut besarnya, mencoba memakan ku.


"Hentikan...." aku perlahan melihat tangan kiri ku yang masuk ke dalam mulut monster itu, yang berusaha memakan lebih jauh ke arah tubuh ku. Aku berusaha melawan, dengan menahan tangan kiri ku yang mulai masuk dengan mendorong mundur sesuatu yang ada dalam mulut monster itu.


Monster itu menggeram sesaat, sebelum...


KRASSHHH!!!!


Tangan kiriku putus digigitnya!!!


"AAARRGHHHHH!!!!" aku tidak bisa menahan teriakan ku, dan hanya mengeluarkan semuanya.


Apa ini?! Sakit! Sakit! SAKIT! SAKITT!!! Bajingan!! Dia memakan tanganku!! Ini sangat sakitt!! Sial sial sial!!!!


KRUTUK KRUTUKKK...


Terdengar suara renyah bersuara rendah yang berasal dari monster itu. Itu terdengar sangat menikmati mengunyah lengan ku di hadapan pemiliknya.


Aku terduduk setelah terangkat sedikit, sambil mendelik ke arah monster itu, menangis. Aku sudah tidak bisa merasakan apapun, selain rasa takut dan sakit yang luar biasa.


Sementara aku menatapnya dengan menggigil, dia menarik mulutnya, bagaikan tersenyum ke arahku. Lidahnya digerakkan terlihat menyapu bibirnya yang penuh dengan darahku.


Tidak....


Jangan....


Hentikan ini.....


Apakah aku, MATI?!!

__ADS_1


__ADS_2