No Cheat Another World

No Cheat Another World
40 - Batu Ajaib


__ADS_3

Batu Ajaib King Minotaur.


Terakhir kali aku mengkonsumsi ini, aku mendapat skill baru, [Space Magic]. Dan aku bisa mengakui, bahwa itu sangat membantu ku hingga sekarang.


Memang, itu adalah skill yang sangat berguna. Dan apabila levelnya meningkat, aku yakin itu bisa lebih banyak membantu ku daripada sekarang, atau bahkan aku bisa menemukan fungsi lain yang tersembunyi.


Tapi....


"Kalau ditanya, aku menginginkan skill baru. Kalau kalau aku bisa menggabungkannya dengan semua yang aku bisa untuk menyerang, itu akan lebih baik. Sama seperti [Wind Magic] dari burung angin yang sangat membantu ku hingga sekarang..." aku mengguman pelan.


Namun, masalah skill sekarang tidak terlalu penting. Yang terpenting adalah menjadi lebih kuat bahkan hanya dengan satu statistik saja!


Aku akan menyerap batu sihir ini!!


Dengan keyakinan itu, aku mengulurkan tangan.


Gluk.


Aku menelan ludah sedikit gugup dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Setelah menarik nafas panjang, aku mulai membayangkan batu itu terserap masuk, dan seperti yang aku bayangkan, itu mulai terjadi.


DUGG!!


?!!


"UUAGHHHHGGRRGHHH!!!"


Apa ini apa ini apa ini apa ini?!!


Sakit! Sakit! Sakit! Sangat sakit!! Tidak, tidak hanya itu. Kebencian ini, kesedihan ini!! Apa ini?! Semuanya seakan masuk dan meremas jantung ku dari dalam!!


"ARGHH!!!"


Aku hanya bisa mengerang, merasakan pandangan ku yang sudah mulai gelap, dan jalan tanah yang seraya bergoyang tidak karuan.


Apakah ini efek negatif mengkonsumsi batu sihir seperti yang dibilang Fei? Aku tidak tahu kalau ini akan terjadi sekarang!! Aku sungguh tidak ada persiapan apa pun, tapi aku tidak tahu apa yang terjadi sekarang ini!!


'Bunuh semuanya...' sebuah suara muncul.


"Apa?!! Siapa disana?!!" aku yang mulai kehilangan kesadaran berteriak tidak karuan, sambil mengambil Storm Dagger yang ada di pinggang ku.

__ADS_1


Sebuah siluet muncul. Tidak, mungkin itu bukan siluet. Itu adalah kilas balik yang menampilkan saat saat sebelum aku dipanggil ke dunia ini, lalu saat saat ketika semua orang tertawa karena mendapat skill yang bagus.


Saat saat ketika aku ditendang, dicaci, dimaki, dan dibuang ke Dungeon yang gelap dan sendirian. Saat saat ketika aku berjuang untuk bertahan hidup, dan berusaha mencari makan.


Saat saat aku melawan Minotaur, dan kehilangan tangan kiri ku.


Saat saat aku berasa di dekat kematian.


'Sungguh menyedihkan...' suara itu kembali muncul.


Tidak, aku tidak ingin melihat ini. Semakin lama, semakin menyakitkan untuk aku melihat dan menyadari kenyataan ini.


'Kalau aku bisa menyerap semuanya, aku akan jadi yang terkuat dan akan menghancurkan segalanya...' suara itu kembali muncul di dalam kepalaku.


Tidak, ini berbeda dengan suara yang muncul saat aku bertarung dengan necromancer. Tapi entah kenapa, suara ini sangat familiar.


"S-siapa itu?!!" di dalam bayangan kepala ku yang gelap dan suram, dan dikelilingi gambar yang menunjukkan masa masa yang sulit, aku mencoba mengajak bicara sosok yang ada di depanku.


Sosok kabut tembus pandang yang sedari tadi berbicara.


'Akui saja. Kau ingin menjadi lebih kuat dan menghancurkan segalanya, bukan?' tanyanya.


'Hanya pada Dewi bajingan itu?! Tidak. Kau ingin menghancurkan segalanya, bukan? Dunia yang memanggil mu kemari, teman teman mu yang berbahagia ketika kau di buang kesini? Kau ingin menghancurkan segalanya, kan?' tanya suara itu dengan yakin.


Aku terkejut. Aku tidak tahu harus menjawab apa, karena ada beberapa titik di dalam hatiku yang ingin melakukan itu semua.


"A-aku..."


'Jangan lemah, Ryoka. Kau mendambakan kekuatan, bukan? Kau ingin menjadi lebih kuat, kan? Kemarilah. Aku akan menunjukkan jalannya padamu.' katanya.


Menjadi lebih kuat? Memang itu tujuanku sejak awal. Aku ingin menjadi lebih kuat! Aku ingin mendapatkan kekuatan yang bisa mengalahkan Dewi biadab itu, mempermalukan nya, dan membuatnya menyesal pernah ada.


Aku ingin kekuatan itu!!


Tanpa sadar, aku berjalan pelan ke arah kabut hitam itu.


'Benar, kemarilah.' suara itu terus membimbingku untuk datang.


...[Seed of Glutton sudah terpasang]...

__ADS_1


?!!


Aku menghentikan langkah ku ketika mendengar itu. Tak kusangka, notifikasi sistem ini bisa menyelamatkan ku di saat saat yang tipis.


"Aku tidak akan tertipu. Katakan siapa kau dan apa tujuan mu?!!" teriakku sambil berusaha memasang kuda kuda, mencoba melawan.


Hampir saja aku tertarik dengan tipu daya sosok itu, tapi bagus aku masih bisa menahannya.


'Menipu? Tidak. Aku tidak menipu. Dewi itu dan teman teman mu lah yang menipu mu!!'


"Khh..."


'Kau harusnya tahu sendiri, kan? Kau pernah ditipu mereka. Di buang mereka, dicaci maki oleh mereka, dimanfaatkan oleh mereka. Sementara kebaikan yang kau berikan semuanya di buang percuma. Kau pasti tahu itu.'


"..."


'Sedangkan apa yang aku katakan benar. Kau ingin kekuatan, kan? Maka kemarilah dan aku akan memberimu kekuatan. Kekuatan untuk mengalahkan Dewi itu, aku mampu memberikannya.'


"...."


Aku tidak mampu menjawab semua itu. Apa yang dia katakan benar. Semuanya benar. Tapi, bagaimana...


"Bagaimana kau bisa tahu semua itu??!" tanyaku penuh curiga.


'Kau ini bicara apa....' suara itu tiba tiba menjadi lebih jernih, dan kabut hitam itu juga semakin menyatu, membentuk sosok yang aku kenal.


Ternganga, hanya itu yang bisa aku lakukan. Pasalnya...


'Aku adalah perasaan yang ada di dalam lubuk hatimu. Dengan kata lain, aku adalah kau, dan kau adalah aku. Itulah kenapa aku adalah sosok asli dari dirimu, karena aku ada di dalam lubuk hatimu!!'


Terdiam, aku tidak bisa mengatakan apa pun.


Dia adalah perasaan ku? Lubuk hati ku? Semua yang aku pendam ada padanya?


'Benar, Ryoka. Tidak. Diriku sendiri. Aku adalah satu satunya keberadaan yang mengerti dirimu. Keinginan ku adalah keinginan mu juga. Kau ingin menghancurkan dunia ini, kan? Itu mudah. Kemarilah, dan kita akan mewujudkan impian kita bersama.' ucapnya.


Diriku. Aku yang sebenarnya. Bukan diriku yang selama ini naif.


Aku hanya harus ke sana, kan? Kalau aku kesana, aku akan mendapat kekuatan besar, dan mampu membalaskan dendam ku, kan? Aku tidak perlu bersusah payah untuk mencapainya, kan?

__ADS_1


Aku tidak perlu menderita lagi, kan?


__ADS_2