No Cheat Another World

No Cheat Another World
- 29 - Sedikit Cerita


__ADS_3

"Kebenaran tentang Dewi Atla, Raja Iblis, dan dunia ini."


Saat kata saja membuatku tergugah, mengingat beberapa kenangan menyakitkan yang ingin aku segel dalam pikiran terdalam ku.


Atla. Dewi b*jingan yang membuang ku hanya karena status ku yang terlibat buruk.


Keberadaan yang membuatku muak hanya mendengar nama nya, keberadaan yang memberiku alasan untuk terus mengingat rasa sakit atas pengkhianatan.


Sosok yang ingin aku balaskan dendam.


"Oyaa??!! Raut wajah mu berubah mengerikan, loh! Apakah aku memukul di tempat yang sakit?" tanya Fei sambil tertawa pelan.


"Itu bukan urusan mu. Tapi, aku benar benar tertarik dengan apa yang akan kamu katakan, Fei. Kebenaran yang disembunyikan dunia. Tentang Dewi j*lang itu. Aku menginginkan itu." kataku tersenyum menggurat.


"Dewi *******, kah?...." dia menghela nafas pelan.


"Kenapa? Apakah itu mengganggu mu? Maaf. Tapi apa pun itu, aku benar benar tidak menyukai nya." jawabku sedikit khawatir.


Dia menggelengkan kepalanya kuat, menerimanya.


"Tidak tidak tidak. Aku tidak terganggu dengan itu. Dan jujur, aku juga merasakan hal yang sama dengan mu. Tapi bagaimanapun, kita berakhir di tempat yang sama, jadi aku tahu bagaimana perasaan mu." jawabnya.


"Berakhir di tempat yang sama?" aku menajamkan mata ku atas pernyataan yang menarik.


"Benar, kan? Kau pasti berakhir dengan melawan Atla. Dan kau seharusnya sudah tahu apa yang dia lakukan, bukan? Dan jujur saja, aku tidak tahu kenapa kau tertarik dengan apa yang akan aku ceritakan..." jelasnya.


Tunggu! Perkembangan apa lagi ini?! Aku bahkan tidak tahu apa apa, dan dia tiba tiba menyimpulkan?


"Memang benar aku berselisih dengan Dewi itu. Tapi, apakah aku terlihat cukup kuat untuk bersilang tangan dengannya?!" aku bertanya dengan sedikit kesal, sedikit menarik nafas.


"Maaf mengkhianati harapan mu, tapi aku adalah seseorang dengan status ter-rendah dengan kutukan tidak pernah bisa naik level. Hampir semua status ku berada di bawah 2 digit, dan aku bahkan tidak tahu apa apa tentang dunia ini." lanjutku.


"Tunggu, apa?!" dia berteriak, tampak tidak percaya.


Sementara dia mengajukan mata penuh tanya, aku hanya diam sambil mengangguk pelan tanpa membenarkan semua yang aku ucapkan sebelumnya.


"Ahh... Itu semua nyata, kah? Atla sialan itu... Dia bahkan semakin buruk, kah?" katanya marah sambil mengalihkan wajah.


Aku yakin, dia membuat wajah yang sangat mengerikan sekarang. Karena bahkan sihir di kamar ini terasa mengerikan dan menyengat tubuh ku. Dan dengan itu aku berjanji tidak akan berani membuatnya benar benar marah, sungguh.

__ADS_1


"Maafkan aku. Seharusnya aku tidak mengatakan hal yang tidak perlu. Untuk bisa sampai ke sini saja, kau sudah luar biasa dengan segala kondisi, kau tahu..." katanya dengan mata mengasihani.


"Tidak, itu bukan salah mu. Aku hanya bercerita sedikit." aku mengangguk pelan.


...


...


Udara terasa berat sekarang. Canggung, itu yang aku rasakan.


"H-hei, kau benar benar tidak perlu memikirkan itu, sungguh. Aku tidak apa." kata ku mencoba mencari topik.


"Umm... Ah!! Aku lupa mengenalkan diri. Nama ku Ryoka Kushida. Panggil saja Ryoka. Aku dipanggil ke dunia ini belum lama. Baru beberapa bulan, dan masuk ke Dungeon ini..." aku berusaha memperkenalkan diri.


Dia hany tersenyum, tampak masih canggung.


Ahh, dia adalah orang yang terlalu memikirkan orang lain, kan? Ugh, ini agak merepotkan...


"Ahh, benar! Kalau begitu bagaimana jika kau menceritakan sesuatu pada ku, Fei! Dengan begitu kita impas, bukan? Yahh, kita adalah orang yang berasal dari bumi, dan kau lebih dulu datang kemari. Bukanlah hal buruk untuk belajar dari senior, kan?" kata ku mencoba senyum terbaik ku.


Suasana sedikit mencair, walau dia tetap terlihat agak takut.


Ahh, saat dia tersenyum sekarang, dia benar benar cantik, sungguh. Aku sungguh terpana sekarang...


Tunggu!! Apakah ini efek sudah lama tidak berbicara dengan orang lain? Ya! Aku yakin itu!!


"Baiklah. Dari mana harus aku mulai? Mungkin aku akan mulai dari bagaimana aku tahu ini semua." katanya sambil mulai duduk di atas kasur. Aku menanggapi itu, segera mengambil kursi untuk duduk di hadapannya.


"Kenapa aku tahu semua ini? Itu karena aku memiliki skill [Tabu]. Skill ini didapatkan ketika aku sudah membunuh makhluk dengan darah Dewa." dia mulai bercerita.


"Kau pasti bertanya, apa itu makhluk dengan darah Dewa? Dan kau pasti tahu apa tugasku. Sebagai informasi, pahlawan Xiao Tho berhasil membunuh Raja Iblis." kata Fei Ming dengan nada sombong.


Sebentar. Tadi dia bilang dia berhasil membunuh Raja Iblis?


"Hei hei hei. Jangan bilang?!!" aku mulai menyadari sesuatu.


"Yahh, begitulah. Aku tidak bisa mengatakannya karena kau tidak memiliki skill [Tabu]. Tapi aku bisa membimbing mu untuk menyimpulkan sendiri. Intinya, Raja Iblis, Atla, buat. Itu adalah 3 kata kunci utama. Aku tidak bisa memberitahu mu, ya." katanya.


Tidak, tunggu. Ini semakin memusingkan. Jangan bilang, Raja Iblis adalah buatan dari Dewi ******* itu?! Itu tidak mungkin, kan?

__ADS_1


"Tidak mungkin! Bagaimana bisa?! Jangan bilang, Raja Iblis dibuat oleh Atla itu sendiri? Dan kau bilang darahnya? Apa itu mungkin?!" aku bertanya tidak percaya.


"Yahh, aku mungkin bilang darah. Tapi itu bukan anak, kau tahu? Itu lebih mirip kloning yang berusaha diciptakan oleh Atla untuk me-AAARFGHHHHH!!!"


Sebuah tampilan glitch ditunjukkan, dan hologram Fei Ming terlihat sedikit rusak.


Tidak hanya itu, Fei Ming juga menjerit keras, terlihat sangat kesakitan!


"Fei?! Fei?!! Apa yang terjadi? Baiklah? Baiklah! Sudah cukup! Jangan kau ceritakan apa pun lagi, jangan sakiti dirimu lebih jauh lagi!!" aku berteriak untuk menghentikan Fei, karena memang aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan.


Terjadi hening sesaat, ketika yang terdengar hanya suara nafas kasar yang dikeluarkan Fei.


Wajahnya kini terlihat pucat, -walau itu hanya hologram... Tapi perubahan itu terlihat jelas di wajahnya. Apakah itu hukuman untuk menceritakan sesuatu yang jau ketahui dari skill [Tabu]? Itu sangat mengerikan, tahu!!


"Hufftt ahh.... K-kau memang baik, kan?" Fei tersenyum.


"Bukan begitu! Setiap orang pasti akan melakukan hal yang sama jika melihat apa yang terjadi padamu!!" teriak ku mencoba menyangkal.


"Yahh, tolong jelaskan bagaimana kamu ke dunia ini, dan bagaimana keadaan dunia itu sebagai gantinya. Bagaimana pun, aku berniat untuk keluar dari sini, dan berusaha untuk kembali ke dunia ku. Tidak, membalaskan dendam ku dulu pada Atla lebih utama!!" kata ku menyeringai kesal.


Sudah aku putuskan untuk lebih kuat disini, dan keluar sambil merencanakan jalan ku untuk bisa membalaskan dendam ku pada ******* itu.


Aku sudah memikirkan berbagai hal untuk membuatnya lebih menyakitkan daripada membunuhnya secara langsung. Akan sia-sia semua perjuangan ku jika dia terlalu mudah mati, kan?


Berbeda dengan aku yang terlihat semangat, Fei tampak terkejut dengan kata kata ku.


"Kau benar benar ingin keluar dari Dungeon ini?" tanya Fei.


"Tentu saja! Kalau begitu, untuk apa menurut mu aku bekerja keras selama ini? Yahh, ini baru lantai 2. Tapi aku yakin aku akan naik ke lantas atas dan keluar dari Dungeon ini!!" jawab aku tanpa ragu.


Fei melihat ku tanpa senyum, justru dengan wajah yang kaku.


"Umm.. Bagaimana mengatakannya...." Fei tertunduk, tampak sedih.


Aku tidak bisa membaca ekspresi yang muncul di wajahnya, sungguh. Itu adalah tanda khawatir, sedih, amarah, dan sedikit rasa putus asa? Apa pun itu, itu tak tampak baik.


"Kau tidak akan bisa keluar dari Dungeon ini. Tidak, mungkin saja kau bisa. Tapi itu adalah hal yang hampir mustahil." katanya.


"Heh? Apa katamu?" aku melongo tak percaya.

__ADS_1


__ADS_2