
"Yahh, aku mengerti. Itu akan meningkatkan kemampuan kita secara keseluruhan, tapi apakah kau tidak apa?" tanya Leona menyela.
"Humm?"
"Maksudku, jika kau masuk ke dalam party Leon, kau mungkin tidak akan pernah bisa keluar lagi, loh!!" sambungnya.
Yang lain segera berpandangan, merasa bahwa pendapat itu benar. Bagaimanapun, tidak salah lagi bahwa Priest dengan kemampuan seperti Chiyo hanya dirinya.
"Mungkin itu benar..." Chiyo menarik nafas dan sedikit menunduk.
"Yahh, itu jika Leon tidak mendapat Priest lain, kan?" Chiyo tersenyum penuh arti.
"Aku harus bertahan dalam party Leon mungkin dalam waktu 1 tahun atau kurang. Saat itu, aku akan berusaha mencari Priest penggantiku, yang lebih disukai Leon. Dengan itu aku akan di buang olehnya." jelas Chiyo.
Semua terdiam mendengar itu.
Cara yang terdengar agak licik, juga terdengar berbahaya untuk dirinya sendiri.
"Apakah kau yakin dengan itu? Karena..."
TOK TOK
Semua diam, kembali lagi saling berpandangan. Ada beberapa ekspresi penasaran, juga ada yang sedikit takut Namun sebagian besar dari mereka mencoba tenang, sambil sedikit menatap Gorou.
Gorou sedikit enggan, tapi akhirnya Gorou menghela nafas, berdiri untuk membuka pintu karena dia adalah orang yang terakhir masuk.
"Huh?" Gorou menggumam pelan, sedikit bingung.
"Nona Chiyo Manasa diminta untuk menghadap Dewi Atla, sekarang." kata wanita itu.
__ADS_1
Wanita dengan tubuh kecil pendek, mirip seperti anak anak namun dengan tudung yang menutupi hampir separuh wajahnya, membuat dia tampak misterius.
Selain itu, nada suara nya yang datar dapat membuat semua orang bertanya tanya heran.
Chiyo yang mendengar namanya dipanggil mengangguk, lantas berdiri meminta pada Gorou agar pintu itu dibuka.
"Baiklah. Tapi, apakah teman teman ku boleh ikut?" tanya Chiyo seraya berkacak pinggang, sedikit membuat ekspresi wajah kesal. Tidak, mungkin itu memang ekspresi wajah aslinya yang kesal.
"Tidak masalah." jawab wanita tadi tetap dengan wajah datar.
"Yahh, seperti yang sudah kubilang, mungkin ini waktunya, teman teman. Ayo kita semua pergi menghadap Dewi. Kita juga harus melaporkan beberapa hal yang akan kita lakukan nanti!! Mari kita dneua bekerja sama!!" kata Chiyo dengan penuh semangat.
Walau terdengar cukup meyakinkan, semua orang yang mengenal Chiyo tahu, bahwa itu adalah akting yang jelas dari Chiyo.
Arka berusaha menahan tawa, melihat akting payah Chiyo, sedangkan Shindou sedikit memukul kepala Arka, sambil berusaha menahan tawa. Tapi mereka tetap menurut, sambil berdiri dan bersiap untuk pergi.
"Saya akan mengantar anda." gadis kecil itu kembali bersuara, dan berbalik menunggu untuk mengantar mereka.
Mereka sudah agak hafal denah istana, membuat mereka yakin mereka akan dibawa ke ruang audiensi. Mengikuti gadis misterius tadi, mereka sempat berbincang sebentar.
"Ada apa ini? Apa Dewi mencium gerakan kita?" Shia bertanya khawatir.
"Tidak, aku memang merasakan bahwa aku sering diikuti. Tapi sepertinya tidak sampai ke taraf yang berbahaya hingga sangat diawasi sampai setiap hal yang aku lakukan setiap harinya." jawab Leona setengah berbisik.
"Tunggu. Bu Leona, kau bisa merasakan itu semua?" Shia bertanya langsung sedikit terkejut.
Yang lain juga menatap Leona heran, seperti menunggu jawabannya.
"Umm, jika kau sering merasakan itu, kau pasti akan terbiasa. Itu adalah hal yang biasa, kan? Misalnya, aku sering merasa dilihat oleh para murid, jadi aku sudah bisa tahu itu." jawab Leona dengan mudah.
__ADS_1
Chiyo yang mendengar itu terkejut.
"Tidak, bu Leona. Apa ibu memiliki skill pendeteksi?" tanya Chiyo.
"Heh? Apa itu? Tidak tidak. Aku tidak memiliki skill apapun. Kau tahu? Aku hanya Rank-B. Bagaimana mungkin aku punya skill?" tanya Leona sambil mengingat ingat.
Yang lainnya mengangguk mengerti, tapi hanya Chiyo sendiri yang membeku.
("Tunggu. Apakah itu benar? Tidak, itu sudah pasti. Ini melengkapi beberapa hipotesis ku sebelumnya.") Chiyo merenung dalam diamnya.
("Mungkin status ini terpengaruh dari kehidupan kami sebelumnya di bumi. Sebagai contoh, Bu Leona yang memiliki presepsi yang tajam, indra yang dia miliki semakin bagus di dunia ini.")
("Lalu Shindou, dia hanya rank A biasa, tapi dengan kemampuan kendo yang dia miliki dia bisa menyaingi Shia saat di pertarungan langsung.") Chiyo mengerutkan dahinya.
("Dan aku, sering menjadi seorang penyembuh hati bagi teman teman ku, menjadi Priest di sini.")
"Chiyo?? Ada apa kenapa kau berhenti?" Shia berusaha memanggil Chiyo yang terdiam membeku.
("Berarti, Ryoka yang memiliki kemampuan diatas kami seharusnya bisa melakukan semuanya dengan kemampuan nya sendiri. Saat bertarung, dia bisa mengalahkan monster di atas kami.")
("Dan aku juga curiga, statistik yang dia miliki memiliki hitungan yang berbeda.")
"Ahh, tidak, aku sedang memikirkan sesuatu." Chiyo segera berlari, mengejar yang lain untuk menyamakan langkah dengan mereka.
Tapi, dia masih mulai memikirkan tentang Ryoka.
("Ryoka memiliki efek khusus tidak mampu naik level. Tapi dia memiliki skill khusus dan title khusus yang bahkan tidak Shindou miliki.")
("Jika parameter yang dimiliki Ryoka itu berbeda....") Chiyo menatap langit-langit yang kusam, memikirkan tentang apa yang terjadi pada Ryoka saat itu. Dia kembali lagi merasa menyesal, ditambah dia memikirkan hal ini.
__ADS_1
"Bukankah efek khusus tidak mampu naik level milik Ryoka adalah untuk membatasi kekuatan Ryoka?" bisik Chiyo sedikit menghela nafas.
Dan setelah itu, mereka melakukan audiensi dengan Dewi Atla, dan semua yang dikatakan Chiyo benar adanya.