
Kedalaman Dungeon lantai 2...
Setelah insiden aku yang menantang boss lantai tanpa persiapan apa pun, aku mulai beristirahat sambil mencoba memperkuat pondasi ku di lantai ini.
Setelah menyerap batu sihir King Minotaur yang sangat besar itu, aku merasa sedikit lebih kuat. Bukannya aku sombong, tapi aku merasa aku mampu untuk melawan boss lantai dengan mudah sekarang.
Bukan hanya karena aku yang sangat kuat, tapi karena aku sudah hafal bagaimana dan apa yang harus aku lakukan.
Jadi, walaupun necromancer itu menjadi lebih kuat, aku yakin bisa mengalahkannya.
Yahh, tapi aku tidak akan melakukannya.
Walaupun aku memiliki skill [Self Regeneration], tapi beberapa luka dalam yang ada masih membuatku kesulitan untuk bergerak. Aku tidak boleh melupakan, bahwa tulang rusuk ku patah.
Ughh. Aku masih menyimpan dendam. Kalau aku tidak memikirkan luka ku saat ini, ingin aku menghancurkan necromancer itu sekali lagi. Tapi saat ini, biarlah dulu.
__ADS_1
Aku juga punya banyak hal yang harus dilakukan saat ini.
Yang utama, aku harus berusaha untuk memahami bahasa dunia ini. Karena, aku memiliki banyak buku untuk dibaca, dan seperti kata pepatah, pengetahuan adalah kekuatan.
Sejak saat itu, keseharian ku hanyalah mengumpulkan herbal sambil berusaha untuk memahami bahasa dunia lain.
Aku berpikir bahwa ini tidak ada gunanya, mungkin. Tapi ternyata semuanya berjalan lebih mudah dari yang aku bayangkan.
Empat hari pertama, aku akhirnya bisa bergerak dengan bebas, dan mampu berlari dengan seluruh kemampuan ku. Kupikir, aku jauh lebih cepat dari sebelumnya?
Tidak lupa aku juga kembali ke lantai satu, untuk mengambil daging dan batu sihir yang sangat berharga itu.
Dan seperti yang aku duga, ada batas dalam kenaikan level monster di setiap lantai. Dan monster di lantai satu sudah mencapai batasnya, hingga statistik yang dia berikan kepadaku sudah tidak dapat naik lagi.
Setelah itu, malam tiba. Malam saat ini terasa sebentar, karena aku dengan mudah menghabisi Ghoul yang muncul lebih cepat daripada kecepatan mereka respawn. Dan hasilnya? Segunung batu sihir yang kecil muncul dan kini mulai memenuhi rumahku.
__ADS_1
Di akhir malam itu, dengan kata lain hari ketiga, aku membunuh necromancer untuk mendapat batu sihirnya.
Aku memang mengumpulkan batu sihir itu, tapi aku belum mengkonsumsi nya. Aku sedikit penasaran dengan status yang diberikan Batu Sihir ini. Tapi aku tidak merasa harus menyerap itu semua sekarang
Apalagi, setelah merasakan bahaya yang diberikan dari menyerap batu sihir, aku merasa agak merinding saat mengingat itu semua.
Aku melakukan itu beberapa kali, hingga tampaknya aku mulai mengerti sedikit bahasa dunia ini.
Dalam waktu satu bulan, aku berhasil menghafal huruf huruf yang ada ada, dengan cara membandingkan surat yang ditulis oleh Fei dengan surat yang ditulis temannya. Aku agak kesulitan awalnya, tapi aku entah bagaimana berhasil.
Hurufnya hampir mirip dengan alfabet, jadi aku bisa menghafalnya dengan mudah. Yang sulit adalah mengerti arti dari setiap kata.
Aku belum tahu, apakah kata kata yang dirangkai akan memiliki arti yang sama, atau memiliki arti yang berbeda.
Ini sebuah tantangan tersendiri untukku.
__ADS_1
Akhirnya, aku berhasil membaca surat yang ditulis oleh teman party Fei pada bulan ketiga.