
Aku tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Jika kadal itu adalah makhluk yang membutuhkan panas dan selalu hidup dalam panasnya lava, maka perubahan suhu akan sangat berpengaruh disini, kan?
Kalau tubuhnya dilapisi oleh lava yang panas, kenapa tidak aku coba untuk mendinginkan nya saja?
Walau itu mungkin sulit, tapi aku yakin, monster itu akan kehabisan tenaga kalau aku terus mengguyurnya dengan air. Karena panas adalah energi, dan pasti ada sumber energi nya.
Aku memiliki cukup banyak air berada di dalam [Space Magic] ku, tapi aku tidak yakin untuk mencoba pada mereka yang sedang bergerombol.
Tentu, aku tidak ingin bunuh diri untuk sesuatu yang tidak pasti.
Dengan demikian, aku berkeliling lagi untuk mencari sosok monster yang bisa aku buat sebagai percobaan. Dan jika aku beruntung, aku bisa menemukan satu dari mereka yang terpisah dari yang lainnya.
Cukup lama aku mencari, hingga beberapa jam telah berlalu. Tapi monster itu selalu hidup berkelompok, dan aku tidak cukup berani untuk mencari mereka lebih dalam.
Tapi tampaknya aku harus menguatkan diri dsn memberanikan nyali disini.
"Baiklah. Aku akan segera lari jika mereka menyadari keberadaan ku!!" kataku pelan, sambil mencoba turun melewati jurang itu.
Panas.... Itu yang bisa aku katakan.
Karena tempat ini sering dilalui oleh lava, tak heran panasnya mungkin sampai ke panas yang cukup untuk membuat air menjadi hangat.
Rasanya seperti masuk ke dalam inti bumi, dan ini tak kunjung mendingin, sungguh.
"Aku ingin mengguyur kepala ku dengan air, sungguh. Tapi itu akan membuang air dengan percuma. Lebih baik aku menyimpan nya untuk jaga jaga." aku berbisik pelan, sambil mengusap peluh ku.
Aku sudah bertelanjang dada agar tidak terasa panas, tapi panasnya sudah berhasil membuatku tidak kuat untuk berlama lama berada di jurang ini.
Tapi untuk kelangsungan hidup ku, aku tidak mau terus berada di sini!!!
?!
"Apakah itu...???" aku bertanya tanya, ketika aku mendengar suara dengkuran yang cukup keras, tapi tidak mampu mengusik makhluk lain karena jarak nya yang cukup jauh ke dalam.
Aku melongok, mencoba mendengarkan.
Tidak salah lagi. Di dalam gua di samping, ada seekor monster yang mendengkur, mungkin tidur. Dan jelas, itu adalah target yang luar biasa untukku.
Tapi...
"Panasnya!!! Gila!! Aku hampir tidak bisa menahan ini!!" aku meringis, merasakan hawa panas yang serasa melelehkan ku berasal dari mulut gua.
Sepertinya, di dalam sana ada tempat lava yang keluar terus menerus, dan tidak pernah padam. Selain itu, tempatnya yang sempit dan tidak pernah ada pergantian udara juga membuat tempat itu terasa semakin sesak.
Tapi aku memantapkan hati, untuk berjalan masuk ke dalam gua itu.
?!!
__ADS_1
Sesak!!
Aku kesulitan untuk bernafas!!
Walau begitu, kupaksakan diriku untuk masuk, walau dengan nafas yang semakin lama semakin cepat.
Mulut ku kering, tenggorokan dan paru paru ku rasanya terbakar. Kaki ku juga mulai memerah, karena panas yang berada di batu semakin lama semakin meningkat.
GRRR....
Tidak terlalu jauh dari mulut gua, seekor monster kadal itu tertidur mendengkur seperti anak kucing, dengan lava mendidih ada di hadapannya.
Pemandangan yang lucu, sungguh. Jika tidak ada tulang belulang yang mengelilingi ruangan ini, itu adalah pemandangan yang menenangkan.
Seketika aku merasa ngeri.
Nyali ku ciut, melihat semua mayat monster yang ada. Tidak hanya sapi merah yang aku lihat di atas, ada beberapa tulang monster yang tidak aku kenal. Dan pasti, makhluk ini adalah predator mereka.
Gemetar, aku tidak bisa menentukan. Hanya untuk berada di sini saja, aku sudah berusaha sekuat tenaga. Apalagi jika aku harus bertarung dengannya??
"Ini tidak mungkin." kataku pelan sambil berbalik, mengurungkan niat.
??
Kaki ku tidak bisa bergerak!!
Tidak, aku yakin tidak ada sihir atau jebakan apa pun di sini. Badan ku juga bisa bergerak seperti biasa, dsn tidak ada racun atau skill yang membuatku tidak bisa bergerak dari sini!!
"Ini adalah diri ku sendiri??" aku bertanya tanya.
Mungkin benar. Aku yang paling paham bahwa ini adalah hal yang harus aku lakukan.
Jika aku melewatkan kesempatan ini, kemungkinan tidak akan ada lagi kesempatan kedua, atau mungkin aku bisa saja tidak akan pernah bisa menguji nya lagi, dan terlalu takut untuk melakukannya.
Dengan kata lain, aku harus melakukannya atau tinggal selamanya disini.
"Hahhh hahhh...." peluh membanjiri tubuhku, nafas semakin panas membakar tubuhku. Aku merasa tidak bisa menentukan, atau menguatkan hati ku untuk merelakan.
DUGG DUGG DUGG
Detak jantung ku cepat, diiringi dengan kepala ku yang semakin banyak memikirkan rencana dan kemungkinan. Menguatkan pilihan, aku berusaha menarik nafas.
"Baiklah." aku mengangguk.
Berjalan pelan menaiki batu yang ada di pinggir monster itu, aku bersiap. Aku juga semakin dekat dengan lava, salah salah aku justru terpeleset dan masuk ke dalam neraka itu.
Paru paru ku terbakar, kulitku juga mulai melepuh karena panasnya. Detak jantung ku juga tak kunjung menurun, antara takut dan bingung menjadi satu.
Hufft....
__ADS_1
"[Space Magic]" aku mengguman kan itu pelan, dan sebuah lubang hitam terbuka di atas monster itu. Saat itulah.....
"Tumpahkan semua air yang ada!!" aku berteriak yakin, sambil membuka [Space Magic] sebesar mungkin yang aku bisa.
Biasanya, aku membukanya sekecil mungkin, agar aku bisa mengambil air dengan menggunakan gelas, tapi sekarang berbeda.
Tanpa membutuhkan waktu lama, air bagaikan air bah turun dari [Space Magic] ku, menyiram monster kadal yang sedang tidur di bawah itu.
CESSS!!!!
Air yang pertama bersentuhan dengan kulit monster itu seketika menguap, menghasilkan uap yang cukup untuk membuatku merasa berat seketika. Rasanya seperti berada di dalam sauna ketika sudah terlalu lama!!
Tapi aku tidak berhenti sampai di situ. Aku berusaha untuk terus mengalirkan air, sampai air yang ada di dalam [Space Magic] ku tidak tersisa!
Apa pun itu...
"Mempan!!!" aku berteriak senang.
Air yang terus mengguyur memang berubah menjadi uap, tapi perlahan itu mengguyur dan mendinginkan tubuh monster itu dengan pasti. Dan lapisan luar lava yang tadi melindungi tubuhnya itu menjadi batu, dan mulai mengeras.
Ini berhasil! Jika hanya batu seperti itu, Storm Dagger ku dengan tambahan atribut sihir pasti bisa menembusnya!!
GRAAAGGHHH!!!
Teriakan marah monster itu terdengar, mungkin sadar mengamuk ketika dia disiram air saat tidur. Tapi maaf, aku akan melakukannya terus hingga persediaan ku habis.
Beberapa detik kemudian, air mulai habis. Namun bersamaan dengan itu, tubuhnya sudah selesai didinginkan.
Oleh karena nya....
"[Mist]" aku berbisik, saat sedetik kemudian muncul kabut dengan kegelapan pekat yang mengelilingi aku dan monster itu.
Ini adalah salah satu kegunaan [Dark Magic], yang bisa aku gunakan dengan leluasa.
Monster itu panik, tidak tahu apa yang terjadi saat tubuhnya merasakan keanehan. Tidak hanya itu, penglihatan nya juga diambil dan kini dia berada di dalam kegelapan sempurna.
Dia membuka mulutnya, berusaha melakukan sesuatu.
???
Apakah dia ingin menyemburkan api, tadi? Aku keheranan menatapnya.
Tapi aku tidak akan diam saja disini. Ini adalah satu satunya keuntungan yang aku punya, dan satu satunya kesempatan yang aku miliki.
Saat dia tidak bisa melihat, dan panik, aku menyelinap ke sekeliling sambil membawa Storm Dagger, mengalirkan sihir yang aku berikan padanya.
Cakar, tangan, kaki, bahkan ekornya bergerak liar, tapi itu tidak sulit bagiku.
Melompat ke belakang leher kadal itu, aku mencoba bertaruh. Aku mengeluarkan semua kekuatan dan ketakutan yang pernah aku rasakan, dan akan berusaha untuk mengakhiri nya di serangan ini!!!
__ADS_1
"Mati, kau bangsaaaadddd!!!" teriak ku yakin sambil menerjang turun, mencoba membelah lehernya.