No Cheat Another World

No Cheat Another World
- 22 - Lakukan Dengan Lebih


__ADS_3

"Ini adalah balas dendam ku. Berapa banyak kalian mati di tangan ku, tidak mungkin aku bisa melupakannya." aku menggeram pelan, tersenyum senang!!


Dengan keyakinan itu, aku melangkah maju dengan pasti, ke arah ruangan besar tempat para Minotaur itu berada.


Aku yakin suara berisik yang aku lakukan sudah membangkitkan penjagaan King Minotaur. Dan anggotanya yang kembali sudah pasti membuatnya bertanya tanya dan sedikit marah ketika dia kembali dalam keadaan terluka.


Dua Minotaur sudah jatuh dengan sekali serang. Kalau tidak melakukan kesalahan, aku sudah jelas menang.


GROOGHGGF?!


Suara penuh tanda tanya terdengar, ketika melihat sosok ku keluar dari gua kecil tempat aku menyergap kedua Minotaur lain.


Mungkin itu masih mengingat ku, karena matanya sedikit membesar saat menyelidiki ku. Dan bagai bertanya kenapa kau masih hidup, dia menggeram pelan.


Nafas kasar masih terdengar dari satu Minotaur yang sudah terluka karena serangan ku barusan, membuat suasana hening yang menegangkan ini agak pecah. Sungguh, mau merusak suasana.


Yahh, persetan dengan itu.


"HYAHHH!!!"


GGROOOGHHHH!!!


Hampi bersamaan, kami berdua mengeluarkan teriakan perang, menginstruksikan diri untuk menghadapi satu sama lain. Walau begitu, aku terjebak dalam kondisi satu lawan tiga disini.


Itu tidak terlalu masalah bagiku sekarang. Dengan sihir, aku bisa menambah kecepatan gerak ku ketika terdesak.


Satu Minotaur yang sehat menyerang ku dengan pedang besarnya, membuatku terpaksa mundur sesaat, sebelum menendang tanah untuk menyerang itu saat kondisi lengah.


Tapi tidak semudah itu, karena Minotaur B, yang terluka segera datang walau agak terlambat, tapi berhasil mengusirku dari menyerang Minotaur A.


Aku melompat mundur, tapi di belakang sudah ada King Minotaur yang menunggu, seperti tahu ini akan terjadi.


BUMMM!!


Asap mengepul, ketika kaki King Minotaur dihentakkan ke tanah, berusaha untuk menghancurkan ku.


"Bukankah kekuatan itu sangat keterlaluan?!" tanyaku sambil berguling menjauh, keluar dari kumpulan debu.


Tentu, aku tidak terkena serangan tadi, dan aku juga sama sekali tidak boleh terkena serangan itu. Bagaimanapun, makhluk itu memiliki Attack yang tidak masuk akal, jadi tidak aneh jika aku akan mati dalam satu kali serang.


King Minotaur menatap ku aneh, tampak seperti bertanya tanya.


Melihat tatapannya yang mengintimidasi, aku sedikit gentar. Aku mencengkram bahu kiri ku, yang kini bergetar mengingat rasa sakit.Tapi aku tahu, ini adalah hal yang harus aku lakukan.

__ADS_1


"Sialan... Hanya tatapan itu saja, aku ketakutan, kah?" tanyaku pelan, sambil berjalan mundur.


King Minotaur dan Minotaur A melihat itu berjalan mulai mendekat, terlihat semakin mengintimidasi dan merasa berada di atas angin. Tapi, tatapan penuh tanya dari King Minotaur itu tidak kunjung hilang.


Aku tertawa senang.


"Yahh, kau pasti bertanya tanya, bukan? Kenapa aku masih bisa berdiri? Makhluk apa aku? Kenapa aku bisa bergerak secepat itu? Kenapa aku tidak segera mati setelah kau mengerahkan semuanya?" aku tertawa seraya mengambil satu pedang yang dijatuhkan Minotaur B, di tangan kanan ku.


Kedua Minotaur itu berhenti, terlihat waspada melihat aku yang sudah menggenggam senjata baru, menyarungkan belati ku.


"Itu karena dendam ku!!" aku tertawa, ketika rasa sakit yang ada di tangan kiri ku kembali muncul.


"Kau pasti tidak tahu, bagaimana aku bisa sampai disini, bagaimana aku bisa bertemu dan bersilang senjata dan saling membunuh saat ini. Kalian pasti tidak tahu itu!!" tampaknya, aku sudah mulai gila, karena bahkan aku mengajak bicara mereka bagai mereka paham apa yang aku katakan.


"Aku sudah berjanji untuk membalaskan dendam ku pada Dewi sialan itu! Dan kau tahu, bagaimana perasaan ku saat aku akan mati dulu?" tanya ku, terkekeh.


?!!


Dengan kecepatan yang tidak terduga, aku menerbangkan tubuh kecilku ke depan, menghunus pedang ku untuk menghabisi mereka.


Tapi dengan cepat, Minotaur A menutup jalan ku dengan King Minotaur bagai berkata 'lewati aku dulu!'


TRANGG!!


Melemahkan tangan ku, aku membiarkan pedang Minotaur tergelincir melewati pedang yang sudah aku miringkan tempatnya. Terdorong oleh kekuatannya, Minotaur itu maju dan membuat celah.


Segera, aku menebas kecil ke arah itu dengan belati, meninggalkan pedang di belakang ku.


Tentu, itu adalah gerakan yang tidak terduga, dan berhasil melukai pinggang Minotaur A. King Minotaur yang melihat itu tidak berdiam diri. Dia menerjang dengan kekuatan penuh, ke arahku. Tapi aku menggunakan sihir angin, mendorong ku kembali mundur.


Mengambil kembali pedang yang kutinggalkan, aku melesat lagi sambil mengangkat suara perang.


King Minotaur tidak lengah sekarang, memberikan tinju sedekat mungkin dengan kepalaku, dan aku melewati nya dengan berguling di tanah. Tapi Minotaur A sudah menyambut ku, dan menghunuskan pedang itu tepat ke tubuhku.


Tapi itu terlalu lurus.


Aku mengumpulkan kekuatan, dan memberikan sedikit sihir untuk mengubah arah pedang ke samping, dan dalam celah itu, aku melompat sekuat tenaga, ke arah Minotaur A yang ada di atas ku, mengincar kepalanya.


Tapi sayang, yang berhasil aku kenal hanya tangan bagian kanan, tapi itu terlihat hampir putus saat aku mengenai nya, jadi tidak akan bisa digunakan lagi.


Melihat tangannya yang hampir putus, Minotaur A berjalan mundur dan terjatuh. Dia memandang ku dengan tatapan tanya yang penuh ketakutan!


"Gwa ha ha ha! Bagaimana rasanya? Rasa saat kau dikejar oleh sesuatu yang tidak kau ketahui, diejek olehnya! Dan ketika kau tahu, ajal mu ada di depan mata!!" aku berteriak, dan kembali melesat untuk memotong Minotaur A yang sudah terlalu jauh dengan King Minotaur.

__ADS_1


SRASHHH!!


Air mancur darah menderu, dari sebuah leher yang kini tidak memiliki bagian atasnya lagi! Dengan ini, Minotaur A sudah selesai, dan target terakhir ku hanya satu.


King Minotaur.


Mengalihkan pandangan ku ke arahnya, aku tersenyum.


Seperti tahu apa artinya, aku bisa melihat wajahnya yang tampak pucat. Tapi itu tidak membuatku merasa kasihan, tapi jujur membuatku senang. Tunggu, apakah aku seorang Sadistic?!! Ah tidak mungkin!!


SHUT SHUT!!!


Dua buah proyektil baru menembus kaki dan tangan King Minotaur itu, dan melemahkannya. Tentu, aku yang melemparkan kedua baru tersebut.


Dengan suara berat, King Minotaur kini jatuh terduduk. Hampir seluruh badannya terluka, dan stamina nya pun habis karena terlalu sering mengejar hal yang percuma.


Aku yang melihat itu tersenyum miris.


"Benar. Itu adalah sosok yang kutunjukkan saat berada di ambang kematian..." bisikku pelan.


SRASSHHH!!!!


GROAGHHH!!!


Suara daging yang terpotong bersamaan dengan teriakan parah dari King Minotaur itu terdengar, saat aku memotong tangan kiri nya.


Sebenarnya, aku ingin memakannya tepat di hadapan wajahnya. Tapi aku jelas tidak bisa melakukan itu.


"Ini sempurna. Kau tidak pernah tahu apa yang aku rasakan saat itu. Dan kau tidak akan pernah tahu. Tapi, setidaknya, kau akan merasakan itu. Terus, bahkan jika kau terlahir kembali berapa pun itu. Aku akan meyakinkan mu, kau akan mendapatkan ini!!" kataku dengan tawa di mulut ku.


Dan sedetik kemudian, suara dan gerakan yang menunjukkan kehidupan King Minotaur itu mulai berhenti, karena lehernya kini sudah tidak menyatu lagi.


"Yahhh, apa pun yang aku katakan, kau tidak akan mengerti, bukan? Seperti aku peduli." lanjut ku sambil menatap rendah seonggok daging yang ada di bawah kaki ku.


Aku terdiam.


"Bwa ha ha ha!!"


"BWA HA HA HAHAA!!!" bagaikan gila, aku tertawa keras, mengangkat tangan ku ke atas.


Apa ini? Perasaan apa ini? Ini sangat menyenangkan! Membalaskan dendam, bahkan dengan cara yang lebih menyakitkan. Ini benar benar menarik! Ahh, aku tidak bisa merasakan hal yang lebih baik dari ini sekarang!!


"Benar. Bagaimana jika aku jadikan ini tujuan dan motto hidup sekarang?" aku sedikit bertanya tanya.

__ADS_1


"Intinya, pembalasan harus dilakukan dengan cara yang lebih menyakitkan, bukan?"


__ADS_2