
Tidur ku sangat nyenyak dan rasa lelah ku hilang begitu saja.
Tak kusangka, aku bisa tidur hingga 2 kali lebih lama dari biasanya. Mungkin sekitar 6 jam, membuatku kehilangan satu waktu peningkatan tubuh dengan makanan, itu membuatku sedikit tidak rela, tapi mau bagaimana lagi.
"Baiklah, kalau begitu, mari kita berkeliling?" tanyaku sambil sedikit meregangkan otot otot.
Jadwal ku hari ini adalah menjelajah sekitar sambil mengambil beberapa hal yang tampak berguna di jalan. Contohnya saja rumput penyembuhan yang banyak ditemukan disini, dan mungkin aku akan menemukan beberapa hal lain?
Yahh, semoga saja. Aku ingin tanaman yang bisa aku buat untuk menjadi obat penahan rasa sakit.
Jujur saja, luka tangan kiri ku masih sangat parah, dan jika aku bertarung intens selama beberapa jam seperti kemarin, aku tidak bisa menjamin bahwa lukanya tidak akan terbuka kembali. Tergantung dengan hasil nya, ini akan mempengaruhi langkah ku kedepannya.
Saat ini, yang aku incar untuk mengumpulkannya adalah daun Curia. Itu memberi efek menyembuhkan, jadi mungkin akan berguna.
Hanya saja, aku tidak tahu cara menggunakannya, jadi aku hanya mencoba menghancurkannya dan membalur nya ke tangan kiri ku.
Perih, memang. Tapi mau bagaimana lagi.
Yahh, bersamaan dengan itu, aku harus memberi tanda tertentu pada beberapa pohon. Karena jika tidak, bisa saja aku tersesat karena hutan ini cukup lebat.
Itu yang aku pikirkan, ketika aku melihat sesuatu.
"Ini, apakah ini bekas jalan?" tanyaku pelan.
Di depan ku ada beberapa rumput yang tidak terinjak, membentuk sebuah garis lurus yang mengarah ke mata air. Walaupun sudah tertutupi rumput, hampir tidak ada pohon yang menghalangi garis ini.
"Memang sudah lama tidak digunakan, tapi aku yakin ini adalah jalan yang sudah digunakan berkali kali. Dan jika begitu, artinya ada sesuatu di depan sana." bisik ku pelan, menatap ke arah yang berlawanan dengan mata air.
Aku mengencangkan pegangan ku ke pedang yang ada di belakang ku. Aku juga menyiapkan belati kalau kalau itu dibutuhkan.
"Humm?" perhatian ku teralihkan pada tanah yang menjadi becek dan sulit dilewati. Padahal sebelumnya penuh dengan rumput, tapi sekarang penuh dengan lumpur. Sungguh aneh.
Ini menyulitkan, tapi bukan menjadi masalah untuk ku.
Sambil terus berhati hati dan waspada, aku berjalan masuk semakin dalam ke hutan, untuk mengikuti jalan yang sudah lama tidak digunakan itu.
__ADS_1
?!!
Aku terkejut saat melihat sebuah cahaya berpendar lemah di kedalaman hutan.
Saat ini siang hari, tapi aku bisa merasakan kerlip cahaya itu samar samar. Umm, itu seperti sesuatu yang pernah aku lihat dulu, tapi aku lupa apa namanya.
Aku terus berjalan, hanya untuk terkejut dan terperangah melihat sesuatu yang ada di hadapan ku.
"A-apa, ini?" aku membentuk wajahku menjadi tanda tanya.
Pasalnya, di hadapan ku sekarang ada sebuah rumah!!
Rumah. Ya! Rumah!! Sebuah bangunan dari kayu yang terlihat lusuh dan tua, tapi masih agak tampak kokoh, walau beberapa bekas cakaran muncul disana sini.
Penampilannya adalah rumah kayu biasa, yang menapak di tanah. Tapi aku bisa tahu, bahwa lantainya juga terbuat dari kayu, dan di jalan ini terawat sangat baik seperti mengundang sosok yang datang yang mengatakan "selamat datang".
Aku bergerak mendekat, tetap waspada takut takut ada beberapa jebakan yang menyerang. Selain itu, bangunan yang tampak lawas juga membuatku was was, bisa saja runtuh menimpa ku.
Kulihat papan yang tergantung di pintu. Itu tertulis dalam berbagai tulisan.
"WE-L-CO-ME. Apakah papan bermaksud menuliskan ini?" tanyaku pelan.
Itu adalah bahasa Inggris. Bahasa universal yang sering dipakai di bumi. Mungkin, penulis ingin menulis sesuatu agar bisa dipahami oleh semua orang.
Itu berarti tulisan di bumi dan tulisan yang ada di dunia ini berbeda, bukan? Karena ada sebuah tulisan aneh di baris pertama, mungkin itu adalah bahasa asli dunia ini. Dan yang kedua, aku tidak tahu apa itu, jadi nanti saja.
Tidak, tunggu! Bukan itu poin nya!!
Itu berarti ada orang yang berasal dari bumi sebelumnya!!
Dan dia berakhir di sini, sama seperti ku. Apa berarti dia di buang oleh Dewi? Tidak. Terlalu cepat jika aku berspekulasi seperti itu.
Tapi bagaimana pun aku melihatnya, rumah ini sudah tidak ditinggali. Yahh, tidak heran. Ini adalah lantai ke dua dari seluruh Dungeon. Jadi jelas mereka sudah pergi ke lantai atas atau bahkan mereka sendiri sudah keluar dari sini.
Dengan pemikiran seperti itu, aku menyarungkan pedang.
__ADS_1
"Humm... The-re is some mes-sage fo-r you? (ada sebuah pesan untukmu.)" aku melihat ke bawah papan sambutan selamat datang, dan menemukan papan yang bertuliskan tiga bahasa yang berbeda, dan salah satunya menuliskan hal tersebut.
Ada 3 buah kantung di bawah masing masing bahasa yang berbeda. Itu pasti surat yang lain, dan kemungkinan pesannya sama.
Yahh, aku akan mengambil yang bahasa Inggris saja.
'Welcome to this Dungeon. My name is Xiao Tho.' (Selamat datang di Dungeon ini. Namaku Xiao Tho.)
"Humm.... Bahasa Inggris ku tidak terlalu buruk. Yahh, aku bisa membaca dan mengartikan ini." kataku sambil membuka surat.
"Pertama tama, maafkan aku jika kemampuan Bahasa Inggris ku jelek, tapi semoga kau paham dengan yang kau katakan. Baiklah, itu masih bisa terbaca, jadi tidak apa." aku berbisik, sambil mengartikan tulisan yang ada di tangan ku.
'Ini adalah rumah yang kami buat saat kami berada di dalam Dungeon, kalau kalau ada orang lain yang dijebak ke dalam sini. Tapi aku harap itu tidak. Pertama, silakan masuk. Tidak ada jebakan apa pun sejujurnya. Jadi kau bisa melepas penjagaan mu.'
Begitu katanya, jadi aku perlahan membuka pintu, tapi tetap tidak menurunkan penjagaan.
GRUETTTTT!!
Suara khas yang dikeluarkan pintu kayu muncul ketika aku membuka pintu yang berderit. Aku bisa melihat jelas ke dalam rumah, tapi aku masih belum berani masuk.
...'Begitu kau masuk, akan ada ruangan seperti ruang tamu. Aku tidak pandai dalam mengatakan ini, tapi itu adalah tempat untuk kita makan dan menikmati teh. Hanya ada kursi meja saja, dan beberapa ornamen. Jadi itu agak tidak penting.'...
Aku masuk, masih terus berjaga. Memang benar, hanya ada beberapa kursi dan meja, sepertinya tidak ada barang yang berharga.
...'Ah, maaf aku lupa mengenalkan diri. Aku adalah Xiao Tho, pahlawan yang dipanggil dari dunia yang bernama Bumi, dan berjuang melawan Raja Iblis.'...
Tunggu. Bumi?! Sudah kuduga, jadi aku tidak terlalu terkejut sekarang. Yahh, aku mengharapkan ini, jadi katakan sesuatu yang berguna untukku!
...'Dan untuk bahasa dunia ini, itu ditulis oleh Kona, teman seperjalanan ku yang asli dari dunia ini. Sedangkan bahasa kuno, itu pekerjaan Liantina, elf kami yang paling paham soal bahasa kuno. Yahh, aku tidak pernah paham soal bahasa dunia ini atau bahasa kino sih.'...
Baiklah. Itu adalah hal yang cukup penting. Memang ini adalah huruf yang tidak beraturan, tapi sepertinya aku bisa menggunakan surat surat ini untuk belajar bahasa bahasa lain. Ya. Itu bagus.
'Ada beberapa yang ingin aku katakan. Tapi sebelum itu, akan ada barang selanjutnya di ruang tengah. Sebagai tambahan, ruangan ruangan lain adalah kamar. Kau bisa mengeceknya nanti. Tapi yang paling penting, datanglah ke ruang tengah. Ada beberapa benda yang menunggu mu.'
Dan catatan itu berhenti disana.
__ADS_1