
Hanya satu hal yang bisa aku pikirkan, dan mungkin memang itu jawabannya. Aku yakin, Fei tahu segalanya, dan jika dia tidak memberitahu ku, maka itu ada hubungannya dengan skill [Tabu].
"Ahh, perjalanan ku masih panjang, kah?" aku membaringkan diri merentangkan tangan sambil bernafas lelah.
Oh ya. Aku akan mengecek pembaruan status. Aku ingin tahu, apakah mengkonsumsi Batu Sihir King Minotaur itu benar benar sepadan dengan rasa sakit yang aku rasakan atau tidak.
"Status."
Status:
Nama: Ryoka Kushida
Ras: High Human
Title: Observer, Rule Breaker, Irregular
Class: -
Level: 1
HP: 50 (+607) /23 [+300]
MP: 5 (+2505) /2510 [+1500]
ATT: 4 (+458) /462 [+350]
AGI: 6 (+30) /36 [+17]
DEF: 2 (+70) /35 [+30]
INT: 7 (+99) /96 [+10]
Skill:
-[Obsever skills[Actived](Evaluator (level 7), One Hand Sword(level 2), Piercing (level 2), Poison Immune (level 1), Body Enhance (level1)]
-[Wind Magic(level 3)]
-[Space Magic (level 5)]
-[Lonely Heart (max)]
-[Self Regeneration (level 3)] ->baru
Abnormal Condition: Can't level up (***)
A-ahh lagi lagi aku tidak bisa berkata kata.
Sungguh, apa itu?!!!
Hei, kenapa angka nya bisa sebegitu tinggi? Tidak, aku sudah menduganya. Tapi aku tidak tahu bahwa ini akan baik setinggi ini!!
Angka statistik ku naik nyaris dua kali lipat, skill [Space Magic] naik 3 level, dsn aku memiliki skill baru, [Self Regeneration] langsung ke level 3.
Sungguh, cheat macam apa ini..
"Tidak tidak tidak. Di masa depan, aku akan banyak menyerap Batu sihir seperti ini, jadi aku tidak boleh terpana." aku menggeleng cepat, menghilangkan kekaguman ku.
__ADS_1
Tidak ada waktu untukku terus terpana seperti orang bodoh.
Aku harus melakukan semua yang aku bisa tanpa membuang waktu untuk menaikkan status.
Tapi ada satu hal yang penting terlihat disini.
"Ketika aku menyerap Batu sihir, semua sihir ku akan terisi ulang lagi, kah?" aku mengangguk dalam diam. Ini adalah pengetahuan yang sangat penting lagi berbahaya. Dan bisa saja ini adalah kartu As tersembunyi milikku.
Dan skill baru, [Self Regeneration], adalah skill yang sebenarnya sangat aku butuhkan sekarang.
Aku sering terluka dalam bertarung, baik dengan sengaja atau tidak. Mendapatkan skill penyembuhan itu adalah hal yang bagus.
Tapi seperti yang aku duga, itu tidak akan menumbuhkan lenganku lagi, kan?
"Tapi baiklah. Saatnya melakukan beberapa hal. Dan karena hari sedang siang, aku lebih baik mencari beberapa daun dan herbal yang berguna."
Aku sudah merasa cukup baik, mungkin karena skill baru ku. Jadi aku tidak ingin mensia-siakan kesempatan ini.
"Baiklah, mari kita berjuang dengan sungguh sungguh dan berhati-hati, sekarang!!" kataku yakin.
***
Kastil Kerajaan Gran Khea....
"Chiyo, dengan begini sudah dipastikan, kan? Anggota tim kita." Shia bertanya pada Chiyo tentang rencana apa yang akan dia lakukan selanjutnya, tapi Chiyo hanya diam. Tapi Shia kini lebih terganggu dengan anggota tim mereka.
Ada Chiyo, Shindou, Shia, Leona, serta kandidst pria baru yang dipilih Leona, Gorou dan Arka.
Bagaimanapun, ada batas untuk mereka yang berada di rank-B ke bawah, karena otomatis misi kali ini hanya untuk kepada mereka yang memiliki rank A dan rank S.
"Umm, maaf aku tidak bisa menjawabmu sekarang. Bagaimana kalau kita segera berkumpul di lain tempat untuk membicarakan ini?" tanya Chiyo sambil menatap sekeliling.
Yang lainnya mengangguk, segera mengikuti untuk pindah ruangan.
Mereka sudah bersama sejak 3 hari setelah pengumuman untuk membuat party itu dibuat. Tak lain adalah karena kemampuan Leona sebagai guru untuk mengumpulkan mereka semua.
Setelah pengumuman itu dibuat, hampir dilakukan hal mirip dengan seleksi yang dilakukan oleh tim Leon, yang katanya akan membawa 6 orang.
Semua orang berusaha untuk bisa masuk ke dalam tim itu, sedikit mengalihkan banyaknya massa yang ada. Dan lagi, batas waktu untuk party tersebut adalah 2 hari lagi dari sekarang, itu membuat mereka agak panik.
BLAMM!
"Baiklah. Mungkin sudah saatnya kita berbicara." kata Chiyo memulai pembicaraan.
Dia menunggu Gorou untuk duduk setelah menutup pintu, karena dia adalah orang yang terakhir masuk.
"Aku akan langsung ke intinya, tapi aku tidak bisa mengatakannya dengan gamblang."
"Kita adalah orang yang ingin berlaku adil pada semua orang, kan? Kita akan membantu orang orang yang ada di dunia ini, dan bisa kembali ke dunia kita tanpa menari di telapak tangan seseorang. Aku yakin kalian adalah orang orang seperti itu."
Chiyo memulai kata kata yang membuat emosi baik muncul dari para pendengarnya, sebelum mulai mengatakan sesuatu.
Terbukti dari ekspresi semuanya yang menjadi tegas dengan tatapan mata yang lurus.
"Jujur aku tidak merasa disini adalah tempat yang sangat aman, tapi biarlah. Dan Terima kasih pada ibu Leona sebab kalau bukan karenanya, kita tidak akan berkumpul disini." Chiyo tersenyum lembut, menatap Leona.
"Itu sudah tugasku."
__ADS_1
"Baik. Sudah waktunya masuk ke inti, kan?" ucap Leona lagi.
"Benar. Aku yakin kalian sudah tahu, tapi topik utama adalah masalah quest dan party saat ini. Itu adalah masalah terbesar kita semua. Bagaimanapun, ini adalah permintaan langsung dari Dewi Atla." Chiyo mengawalinya.
"Tapi ternyata, hanya terkumpul 7 dari kita disini, dan itu pun bukan penuh dengan Rank-A."
"Bukannya aku mengeluh, tapi ternyata yang sadar keadaan kita saat ini sangat sedikit, dan itu agak membuatku sedih." kata Chiyo sedikit tertunduk.
Arka dan Shindou terlihat menghela nafas kesal, mungkin kepada orang yang sama.
"Maaf, tapi mulai sekarang, kita akan sedikit membatasi orang orang untuk masuk, karena jika kita salah langkah sedikit, kita bisa tersandung masalah. Bagaimana menurut kalian?" tanya Chiyo.
Shia mengangkat tangan.
"Bukankah aku hanya harus menjadi lebih kuat dari Leon?" katanya.
"Maaf, Shia. Tapi yang seharusnya menjadi kuat adalah party ini. Karena tujuan kita jauh dari sekedar sampah itu." jawab Shindou cepat, tampaknya sangat kesal dengan Leon.
"Umm... Aku mengerti." Shia mengangguk, sambil menulis sesuatu di buku kecil.
"Itu tidak salah. Karena aku berharap Gorou bisa menjadi tank yang mampu menahan bahkan serangan terkuat dari Shia sekalipun, dan Shindou bisa menjadi second damage dari tim kita. Juga aku berharap Arka bisa membantu mereka berdua." jelas Chiyo.
"Serahkan padaku!!" Arka mengangguk senang.
Kini Gorou mengangkat tangan.
"Umm, karena misi kali ini hanya untuk Rank-A keatas, bearti hanya kalian bertiga yang berangkat bersama, karena aku, Arka, dan Bu Leona adalah Rank-B loh." tanya Gorou sambil menggaruk pipinya.
"Tidak, aku tidak ikut kalian, loh." kata Chiyo cepat.
"HE-HEHHH?!!!" semua berteriak tidak percaya.
Chiyo menjadi objek tatapan tajam dari seluruh peserta rapat, yang memandangnya dengan wajah penuh penasaran.
"Kenapa, Chiyo?!! Apa kau bermaksud meninggalkan kami?" tanya Shia setengah histeris.
"Tenanglah, Shia! Tenanglah." Shindou dengan sigap menahan Shia.
"Benar, aku belum menjelaskannya pada kalian, kah, maafkan aku." Chiyo menunduk.
"Jadi, kali ini kita akan membagi jadi 2 kelompok. Kelompok penerima Quest, dan kelompok yang tinggal untuk mendapat informasi di sini. Dan karena beberapa hal, kita hanya memiliki enam orang disini." Chiyo mulai menjelaskan.
"Yang akan berangkat adalah Shindou, Shia, Arka, dan Gorou."
Semua terdiam.
"Tu-tunggu, apa maksudmu Chiyo? Kami Rank-B, jadi tidak mungkin kami bisa ikut, kan?" sanggah Arka Cepat.
"Benar. Dan kenapa kau tidak ikut? Apa kau akan menjadi tim kedua yang mengumpulkan informasi disini? Kalau dari masalah pertempuran, kemampuan menyembuhkan serta buff dsn debuff yang kau berikan akan sangat berguna!" tambah Leona.
Ruangan menjadi hening, ketika semua menatap Chiyo sedikit tidak percaya.
"Yahh, begitulah. Aku adalah satu satunya Priest di kelas ini, dan kemampuan ku sangat dibutuhkan. Itulah kenapa aku tidak akan berada di dalam party ini." jawab Chiyo.
"Aku pasti akan ditarik ke party yang merupakan party utama, party Leon. Leon secara pribadi akan memintanya, dan Dewi juga akan menyuruhku demikian. Jika begitu, aku tidak bisa menolak, tapi setidaknya aku ingin membuat syarat."
"Syaratnya adalah dengan memasukkan Arka dan Gorou, agar mereka bisa menjadi pengganti ku. Semakin banyak orang yang naik level, semakin bagus." jelas Chiyo panjang lebar.
__ADS_1
Semua orang membelalakkan mata sedikit tidak percaya terhadap tanggapan jawaban Chiyo, dan Leona juga sedikit tersenyum mendengar itu.