No Cheat Another World

No Cheat Another World
46 - Kembali


__ADS_3

Saatnya waktu perburuan dimulai!!


Ini adalah perburuan yang sulit, karena aku harus memotong semua monster itu di bagian kepala dan bersih tanpa serangan lain. Itu agar kualitas daging lainnya masih bagus dan enak dimakan.


Tapi, aku tidak bisa menahan diri untuk melawan gerombolan sapi tersebut.


Setelah menimang nimang, aku meyakinkan diri.


"Yosh!!" aku mengangguk, ketika melompat dari ketinggian, untuk melemparkan bom kecil agar menghasilkan debu debu yang berhasil menghilangkan pandangan mereka.


Aku berhasil mendarat dengan mulus sambil memutus leher salah satu dari mereka, dan langsung memasukkannya ke dalam [Space Magic].


Kepanikan terjadi, ketika mereka tidak mampu untuk melihat apapun. Tapi itu tidak berlaku bagiku yang memanfaatkan keadaan kacau seperti ini, untuk menghabisi beberapa dari mereka.


SMASH SRAHSH SRASHHH?!!


Suara tebasan yang terdengar menggema, membuat kawanan itu kebingungan.


Bukan karena suara kematian yang ada di sekeliling mereka, tapi karena teman mereka yang ada di sebelahnya tiba tiba hilang, berubah menjadi cipratan darah semata.


GROOGHH!!


Salah satu dari mereka menghentakkan tanah, dan menyemburkan api ke sekitar.


("Sial, dia cukup pintar.") aku mengeluh pelan saat bom adap yang aku buat mulai menghilang terdorong oleh angin yang dibuat oleh api Hell Bull itu.


("Kalau dia cukup pintar, berarti dia adalah pemimpin dari kawanan ini, kan?") aku berhenti sejenak, mengawasi sekeliling.


Itu adalah sapi yang cukup besar, dengan tanduk yang melengkung indah berwarna hitam bagai mengancamku. Nafasnya mengeluarkan asap yang membuatku tahu, dia pasti mahir dalam mengendalikan sihir api.


"Kalau begitu, aku akan mengambil nyawa mu itu!!" aku berbisik pelan, tapi..


?!!


Seekor Hell Bull melompat, untuk melindungi sosok pemimpin dengan mengorbankan dirinya sendiri!!


Aku sempat tidak percaya, tapi di pemimpin itu melolong keras, dan seketika hampir semua sapi di sekitar ku berhenti bergerak panik!!


Dan di detik berikutnya, itu semua menyerang ku dengan membabi buta.


"[Second]" aku mengguman pelan, bersamaan dengan serangan sapi itu mulai datang untuk membunuhku. Serangan itu jelas mengenaiku. Tanduknya yang tajam menusuk perutku, merobeknya hanya dengan sekali sentuh.


Darah memancar deras dari perutku, dan aku terlihat tidak mampu melakukan apa pun. Sementara itu, sapi yang lain juga mulai menyambut, menambah luka yang aku terima.


Aku... Mati....


BOFFF!!


Harusnya. Aku mati seharusnya, jika aku tidak menggunakan [Dark Magic]!!


[Second] adalah sebuah sihir yang membuat dirimu yang kedua, membuatnya sebagai pengalihan. Dan saat itu kehabisan HP nya, itu akan menyebarkan asap tebal yang mengganggu pandangan.


Dan saat ini, aku mengawasi semua itu terjadi dari atas.


"Sungguh, apa mereka tidak bisa melihatku dari bawah sana? Tolong lah, jangan terlalu buta!!" aku berbisik pelan, dengan Storm Dagger di tangan ku.

__ADS_1


Kepanikan terjadi di bawah sana, karena kabut yang muncul sangat hitam dan pekat. Tapi.....


"Aku bisa melihat di antaranya?!!" aku bertanya tanya terkejut.


Di tengah asap kabut yahh berwarna hitam itu, aku bisa melihat sosok sapi yang penuh dengan kepanikan, berlarian ke sana kemari!! Itu berarti, hanya pemilik skill yang bisa melihat kedalam, kan.


Itu sangat menguntungkan! Aku tidak tahu bahwa sihir ini begitu berguna!!


Dan tidak mensia-siakan kesempatan ini, aku langsung mengarahkan belati ku pada pemimpin sapi itu, langsung berusaha untuk langsung memenggal kepalanya.


Sapi itu yang tidak menyadari adanya serangan yang diarahkan padanya, tidak mampu berbuat apa apa ketika kepala dan badannya kini sudah tidak menyambung lagi.


Dan mulai dari sana, aku memulai perburuan daging sapi yang lezat ini....


****


CESS....


Suara daging panggang yang menggema dalam gua dungeon yang gelap itu membuatku senang. Apalagi ketika mencium aroma yang mengulik hidung. Aku tidak bisa berkata kata lagi.


[Space Magic] yang aku miliki sangat khusus. Itu bisa menyimpan barang barang tanpa batas, tapi menggunakan MP.


Selain itu, tampaknya disana terjadi penghentian waktu, jadi apapun yang aku masukkan akan sama seperti sebelumnya.


Dengan kata lain, daging panas yang aku masukkan ke sana, jika aku keluarkan beberapa hari lagi, itu tetap akan berupa daging panas.


Dan memanfaatkan fitur itu, aku berniat untuk memasak semua daging yang aku punya, membentuknya tipis tipis seperti yang aku makan, dsn memanggangnya.


Ini jadi terlihat seperti sukiyaki....


Karena setiap hewan memiliki peningkatan yang berbeda, aku akan memakannya bergiliran, dan tetap dengan aturan 3 jam sekali. Tapi aku bahagia karena tidak perlu memakan daging mentah lagi....


"Bakar bakar bakar.... Aku punya banyak daging sekarang!!" kataku bersenandung bersenang senang.


Penilaian jujur ku, lantai ini lebih bagus daripada lantai 2, yang mana disana tidak ada bahan makanan yang ideal bagiku.


Ghoul tidak bisa dikonsumsi, dan malam yang mengerikan membuatku tidak, nyaman saat tidur.


Tapi, lantai itu adalah lantai yang paling aman di antara semuanya. Jika kau terganggu dengan Ghoul, bangunlah rumah di tengah danau, dan kau akan selamat. Jika lapar, ada hewan biasa yang bisa kau makan. Selain itu, ada banyak tanaman yang bisa kau manfaatkan.


Tak ada hewan buas, dan yang paling mengerikan dari mereka, Necromancer tidak dapat keluar dari ruangan boss.


Itu adalah tempat yang sempurna jika kau ingin menetap disini.


Sayangnya itu tidak bagiku. Aku harus semakin naik melewati setiap lantai. Aku harus memakan monster dan menyerap batu sihir terus menerus. Aku harus semakin kuat.


Monster di lantai ini sama jika dibandingkan dengan King Minotaur biasa di lantai 1. Dan peningkatan dari daging yang diberikan pun sama. Untuk batu sihirnya, aku belum tahu, tapi sepertinya baik.


Satu satunya kekurangan yang sangat aku rasakan adalah...


"Panas....." aku mengeluh pelan.


Ini sangat panas, aku tidak bercanda. Sekarang kira kira bisa menyentuh 40% celcius atau lebih. Aku merasa justru aku yang dipanggang disini.


Cuaca ekstrem ini membuatku sering merasa haus, yang membuatku khawatir dengan persediaan air yang aku miliki.

__ADS_1


Tampaknya aki punya banyak PR yang harus aku kerjakan saat ini.


?!!


DUGG!!


Sebuah getaran besar terdengar, saat aku masih menguliti sapi yang kuambil dari dalam [Space Magic].


Perasaan ku sedikit tidak enak, karena tampaknya ini bukan dari gerombolan sapi yang tadi, tapi lebih ke arah monster yang bergerak sendiri dan jauh lebih besar dari sapi sapi tadi.


DUGGG!!


Suara dentuman itu kembali terdengar!!


Ahh, aku tidak suka dikejutkan, tolong.... Jangan kejutkan aku. Jika kau ingin muncul, tolong muncul dari jarak yang cukup jauh!!


DUUGGGG!!!


Dentuman itu terdengar lagi, membuatku berdiri untuk berjaga jaga dan mengecek sekeliling dan mengamati setiap tembok, manakah yang berdentum tadi.


DUGG!!


DUGG!! DUGGG!!! DUGG!!!


Suara itu semakin sering, dan gempa yang aku rasakan juga semakin besar.


"Tidak ada di sekeliling ku... Dan itu terdengar seperti suara sesuatu yang sedang berusaha menembus tembok. Tapi aku tidak tahu apa.


DUGGG!!


Kali ini benar benar mengguncang ku, hingga aku sedikit kehilangan keseimbangan.


"Jangan bilang?!!"


BRAAKK!!!


"HUWAAA!!!" aku berteriak, ketika platform yang aku injak hancur, sedikit, menghasilkan batu hitam yang berterbangan ke sana kemari. Tidak hanya itu, di bawah lubang tanah ini ada lautan lava yang siap menyambutku di bawah sana, dengan gelembung yang membuatnya tampak mendidih.


Namun yang terpenting bukan itu.


"Lari." aku hanya bisa berbisik pelan, ketika melihat monster di hadapan ku.


Aku hampir tidak bisa bergerak, bergetar hebat saat melihat sosoknya. Dia adalah sebab kenapa platform ini bisa hancur, dan dia kini menggelepar, sedang mengarahkan taringnya padaku.


Lava yang terlempar bagai air yang menyiprat ke sekeliling, mengisaratkan kematian. Aku hanya bisa melompat mundur meninggalkan pedang dan salah satu sapi yang tertelan lava, terbakar.


Bahkan pedang besar yang diberikan Fei larut begitu saja di dalam lava ini, jelas ini adalah yang asli!!


Melihat itu, wajahku biru. Jika setetes ini saja mengenai tangan ku, apa yang akan terjadi? Bukankah aku akan mati?!!


GRAAAGGHHH!!!


Satu teriakan darinya membuatku tak berpikir dua kali, untuk segera mengangkat kaki ku, lari dari tempat itu. Aku tidak berani untuk menoleh ke belakang, apa pun yang terjadi.


Panas menyambar di belakang tubuhku, dan ada beberapa percikan api yang menyambar batu di sebelah ku, yang membuat itu menghitam seketika.

__ADS_1


Dengan begitu, aku kembali ke lantai dua.


__ADS_2