No Cheat Another World

No Cheat Another World
- 21 - Awal Pembalasan!


__ADS_3

Baiklah. Aku sudah membuat beberapa penyesuaian dalam dua minggu ini. Sebagai contoh, sekarang belati ku sudah mulai mirip dengan apa itu belati sesungguhnya, dengan pegangan kayu yang aku dapat di lantai dua.


Aku juga berhasil membuat kapak yang terlihat mirip dengan kapak yang seharusnya, dengan gagang yang halus dan mata kapak yang tajam pula.


Aku ingin membuat pedang, tapi tampaknya itu tidak mungkin dengan menggunakan batu?


Yahh, apa pun itu. Aku sudah membuat berbagai perlengkapan yang dapat membantu. Dan yang kedua, aku juga sudah mengisi batu sihir hingga ke batas maksimal. Jika aku ingin menggunakannya, hanya mengisi sedikit MP, dan itu akan meledak.


Aku menyebutnya batu ledak.


Dalam kantung ku punya sekitar 100, dengan daya ledak kecil. Dan batu ledak dengan kekuatan sedang, sekitar 10 buah. Aku hanya akan menggunakannya di saat terdesak.


Baiklah, sekarang aku akan siap menantang King Minotaur itu apa pun yang terjadi.


Dengan keyakinan itu, aku segera berkeliling, dengan tas yang ada di pinggang ku menyimpan batu ledak kekuatan kecil dan ada belati yang aku gunakan senjata di samping kanan. Sementara itu, di belakang ada batu tajam berjumlah 20, dalam tas ku belakang.


Fu fu fu... Ini adalah tas pinggang yang aku buat sendiri, kau tahu?!


Dengan menghancurkan balok balok panjang kayu, aku bisa membuat serat kayu yang kuat dan panjang, membuatnya sebagai tapi dan sabuk untuk tas ku.


Ups! Aku justru ngelantur!


Aku sudah mempersiapkan semuanya, bahkan diri ku sendiri. Sini yang bisa aku gunakan hanya sihir angin, dan itu pun terbatas. Itulah kenapa aku harus meningkatkan sihir yang aku punya.


Dengan begitu, aku menyerap 30 dari total 40 batu sihir burung angin, yang kini sudah sedikit naik tingkat menjadi level dua. Dan sihir yang diberikan juga meningkat sedikit, menjadi 35 poin.


Jumlah sihir ku sekarang jauh melampaui attack yang aku punya, jadi aku bisa memanfaatkan sihir jauh lebih baik.


?!

__ADS_1


Perasaan ini, para Minotaur itu sudah dekat!!


Aku segera memperlambat langkahku, menjadi hati hati untuk tidak mengeluarkan suara apa pun. Aku juga berjaga jaga jika ada sesuatu yang keluar tiba tiba, dan menghafal bagian medan dan segala sesuatu yang bisa menguntungkan ku dalam pertempuran nanti.


Mencoba mengalirkan sihir ku, aku bersiap menaruhnya di belati dan kaki ku. Awalnya sulit, tapi setelah beberapa minggu berlatih, aku berhasil menyalurkan sihir dengan baik.


KRAUK KRAUK!!


Suara renyah mirip kerupuk terdengar dari ruangan besar yang ada di hadapan ku. Sedikit mengerikan, tapi mau bagaimana lagi.


Aku mengintip sedikit, dan melihat segerombol Minotaur yang sedang makan.


Disana, ada berbagai monster yang bahkan belum pernah aku temui. Ada burung angin, dan beberapa monster kelinci.


Tapi begitu melihat keadaan mereka, aku merasa akan muntah. Karena mereka benar benar hancur bahkan hampir tidak bisa dikenali lagi. Kalau tidak karena bulu yang menempel di daging itu, aku tidak akan tahu bahwa monster itu adalah burung angin yang sama dengan yang aku buru biasanya.


Menahan rasa mual, aku sedikit demi sedikit mendekat sambil berusaha untuk tidak membuat kesalahan.


Berarti, aku harus membunuh dua Minotaur lain secara diam diam.


Klutuk!


Aku melempar batu ke arah gua lain, dan membuat suara yang pelan tapi terdengar menggema ke seluruh ruangan. Segera, para Minotaur yang sedang makan dengan gembira itu berhenti, dan berpandangan satu sama lain.


Mereka tampak berdebat sesaat, sebelum King Minotaur datang menengahi. Itu terlihat menyuruh salah satu dari Minotaur di sana untuk mengecek gua tempat aku melempar batu.


Dan saat itulah aku bergerak.


Melangkah dengan hati hati, aku mengikuti Minotaur tersebut.

__ADS_1


Dan saat sampai di tempat yang cukup jauh, saat Minotaur itu masih mencari asal suara, aku mengambil nyawanya. Tentu, aku mengincar leher nya untuk memastikan kematian.


Ditambah dengan sihir angin, itu menjadi kematian instan yang mudah. Aku menahan tubuhnya agar tidak mengeluarkan suara yang keras, dan kepalanya kubiarkan membuat suara gedebuk.


Mungkin mendengar suara tadi, dan rekannya tidak kunjung datang, King Minotaur merasa terganggu, dan kini meminta kedua Minotaur untuk datang memeriksa.


Ugh, jujur tidak terpikirkan oleh ku jika mereka datang berdua. Tapi aku hanya bisa melakukan apa yang bisa aku lakukan.


Bersembunyi dibalik batu di dekat pintu masuk, aku menunggu. Sihir angin di belati dan di kakiku sudah aku siapkan, tunggal menunggu target di tempat sasaran, dan aku akan segera membelahnya!!!


Dug dug dug!!


Saat aku melihat siluet keduanya, aku mengencangkan pegangan, dan sedetik setelahnya, aku melompat.


SRASSHG!!!


Satu kepala Minotaur terbang karena belati ku, dan aku kini berada di langit langit, menatap balik ke arah Minotaur yahh terkejut.


Darah yang muncrat menari sebagai hiasan antara aku dengan Minotaur yang tersisa. Dan dengan seluruh kekuatan, aku berusaha mengumpulkan sihir di kaki, dan menendang untuk mendapat Minotaur yang kedua.


Sayangnya, Minotaur itu bergerak cepat, dsn berhasil mengalihkan serangan ku dengan tangan kanan nya! Tapi dengan hasil, aku melukai sedikit leher dan tangan kanannya.


"Siall!!!" aku mengumpat pelan, tapi mau bagaimana lagi.


Dua Minotaur sudah tumbang, dan satunya terluka. Ini sudah cukup baik daripada yang aku harap sebelumnya.


"Baiklah. Dari sini, permainan yang sebenarnya baru akan dimulai!!!" aku menyeringai, bermandikan darah Minotaur yang aku bunuh, menambah perasaan panas yang ada dalam diriku!!!


Aku melihat ke arah tangan kiriku. Sakit masih terasa disana, dan ketika aku mengingat masa lalu.

__ADS_1


Saat tangan kiri ku dimakan oleh Minotaur itu, bahkan benar benar di depan mata ku. Senyum menggurat yang mengejek ku. Sosok yang memberikan ketakutan yang membuatku berharap segera untuk mati.


"Ini adalah balas dendam ku. Berapa banyak kalian mati di tangan ku, tidak mungkin aku bisa melupakannya." aku menggeram pelan, tersenyum senang!!


__ADS_2